Mantanku, Suamiku

Mantanku, Suamiku
EPS 17 Rumah sakit


__ADS_3

Pagi hari Bimo sudah tiba di kampus. Dia sebagai ketua panitia sekaligus ketua baru di organisasi A, sedang mempersiapkan keberangkatan untuk acara makrab yang akan dilaksanakan selama 2/3hr kedepan. Bimo tidak cerita kepada Rara soal keberangkatannya.


--


"Rara kemana ya ko ga berangkat kuliah?" tanya Galih kepada Aldi yang duduk disebelahnya.


"Gatau, gue chat dia juga tapi ga ada respon" jawab Aldi.


"Habis kuliah kita main kekosnya aja gimana?" ajak Galih.


"Boleh" balas Aldi.


Setelah jam kuliah selesai, Galih dan Aldi pergi menuju ke kos Rara, namun Mela dan Sasa tidak ikut karena ada urusan. Sesampainya di kos Rara, Rara terlihat sangat pucat dan lemas, bahkan panasnya sangat tinggi. Akhirnya Galih dan Aldi membawa Rara ke klinik dan setelah di periksa, Rara disuruh melakukan tes darah untuk mengetahui Rara sakit apa. Setelah 1jam menunggu hasil tes darah, akhirnya dokter memberi kabar bahwa Rara positif typus dan infeksi lambung serta harus di rawat di rumah sakit. Mendengar apa yang katakan dokter, Rara cukup terpukul tapi melihat kondisi dan demi keadaan Rara agar lebih baik, Rara memutuskan bersedia di rawat di rumah sakit.

__ADS_1


Galih membantu mengurus administrasi di rumah sakit, sementara Aldi menemani Rara yang sedang dipasang infus di ruang UGD. Terlihat Rara menangis ketika jarum infus mendarat ditangannya. Tak lama kemudian Galih memasuki ruangan UGD memberi tahu bahwa syarat administrasi sudah beres. Setelah Rara selesai diinfus, Rara kemudian di taruh di kursi roda dan Galih mendorongnya di ikuti Aldi dibelakangnya. Rara di pindahakan di kamar rawat inap.


"Al.. Gal.. makasih ya" ucap Rara sambil berbaring lemas di atas tempat tidur.


"Orang tua lu gimana Ra?" tanya Galih kemudian duduk di samping Rara.


"gapapa Gal, ga perlu dikasih tahu, ga mau bikin mereka khawatir, lagian aku juga gapapa ko, paling cuma sehari/dua hari doang dirawat" jawab Rara sambil tersenyum.


"Yaudah tenang Ra, aku sama Galih siap jagain dan nemin lu di rumah sakit ko" ujar Aldi berusaha meredakan kekhawatiran Rara.


"Ko bisa sih Ra.. kamu pasti kecapean" ujar Sasa sambil memijat kaki Rara.


"Iya Ra.. lu sih kuliah sambil kerja segala" ujar Mela dengan muka yang khawatir.

__ADS_1


"Aku gapapa guys..." jawab Rara pelan dan tersenyum.


"Ngomong-ngomong Bimo dimana Ra?" tanya Mela tiba-tiba mencari Bimo.


"Iya dari tadi belum ngeliat Bimo. Kirain Mela sama Sasa dateng bareng Bimo". ujar Aldi.


"Bimo tau ga lo masuk rumah sakit?" lanjut Galih bertanya.


Rara sempat terdiam sejenak.. "Dia gatau gue di rumah sakit. Sebenernya gue sama dia sempet berantem dan belum pernah ketemu lagi atau ngobrol. Gue sih udah bilang kalo gue sakit tapi dia ga respon dan gada balesan" balas Rara dengan muka yang cukup sedih.


Sasa diam dan berfikir Bimo pasti ga cerita ke Rara dia pergi kemana. Sebenernya Sasa tahu kalau Bimo lagi ada acara makrab, Sasa mengetahui itu dari Yessi yang sedang pergi di acara itu juga. Sasa ingin memeberi tahu Rara namun dia merasa takut salah ngomong dan Sasa berfikir pasti Bimo segera memberi kabar. Dan akhirnya Sasa memilih diam.


Malam itu Galih, Aldi, Mela dan Sasa berusaha menghibur Rara dirumah sakit dan mereka menemani dan menjaga Rara dirumah sakit.

__ADS_1


Jangan lupa di like dan share ke temen-temen kalian🥰🙏


__ADS_2