Mantanku, Suamiku

Mantanku, Suamiku
EPS 101 Pernikahan Galih-Mora #2


__ADS_3

Dengan senyum lebar dan wajah bahagia, Galih dan Mora bersanding di atas kursi pelaminan. Mereka sibuk menyalami dan berfoto dengan para tamu undangan. Tentu saja sahabat-sahabatnya adalah orang-orang yang pertama naik ke atas pelaminan untuk berbaris memberi selamat.


Di sisi luar gedung pernikahan, Rara duduk di sebuah taman kecil yang cukup sejuk untuk menghindari kerumunan. Karena jujur saja, kini Rara mulai merasa mudah mual dan pusing, apalagi berada di dalam kerumunan orang. Di tambah lagi, setelah bersalaman dengan pengantin, Reyhan sibuk mengobrol dengan teman-teman satu kantornya. Membuat Rara semakin merasa bosan sehingga ingin keluar untuk menghirup udara segar.


'Ngomong-ngomong.. kenapa Bimo bisa datang bersama Mentari? menyebalkan sekali!'


--


Bimo yang sedang asik bersama Aldi, tiba-tiba ia menyadari bahwa Mentari sudah tidak terlihat di dekatnya.


'Kemana dia? Apa dia sedang menemui temannya? memangnya di sini ada orang yang dia kenal selain Reyhan?'


Bimo mulai kebingungan, mengeluarkan ponsel dari sakunya. Mencoba menelpon Mentari namun tidak ada jawaban. Akhirnya Bimo memutuskan untuk mencari Mentari. Bimo hampir berkeliling mencari Mentari di dalam kerumunan, namun ia tidak menemukan. Sampai langkah kakinya tiba di pintu keluar gedung, ketika menginjakkan kaki keluar gedung, justru yang Bimo dapati adalah Rara yang sedang duduk sendirian.


'Kenapa dia sendirian di luar? huft... semenjak dia menikah, rasanya lama sekali tidak bertemu dengan dia'


Bimo melangkah mendekati Rara.


Ekhemm... Bimo memberi tanda kehadirannya lalu duduk dalam satu kursi yang cukup panjang, tepatnya di samping Rara.


"Eh?" Rara terkejut.


"Ngapain di sini?" tanya Bimo.


"Kamu sendiri ngapain di sini?" Rara bertanya balik.


"Kebiasaan, di tanya malah nanya balik" jawab Bimo.


Mereka diam sejenak.


"Kemana ekormu?" tanya Rara kemudian dengan nada sedikit sinis.


"Ekor???" Bimo heran.


"Perempuan yang tadi kamu gandeng" balas Rara.


"Emangnya aku kucing ada ekornya?" gurau Bimo.


"Iya. Kucing garong" balas Rara meledek.


"Hahahhaha... " Bimo tertawa.


--


Reyhan berada di tengah canda tawa bersama teman-teman kantornya, ia melihat jam tangan di lengannya.


'Sudah jam segini, udah waktunya makan, kemana istriku?'

__ADS_1


Reyhan mulai menyadari Rara entah berada dimana. Reyhan memandangi ke kanan dan ke kiri, melihat ke sekeliling, mencoba mencari Rara.


--


"Sudah memasuki berapa bulan kehamilanmu?" tanya Bimo.


"Kepo" jawab Rara jutek.


"Yayayaya... semoga gantengnya mirip aku, omnya" gurau Bimo.


"Enak saja!!! kalau dia mirip kamu, yang ada nanti aku di gantung Reyhan di atas pohon mangga!!!"


Hahahaha.. Bimo tertawa.


"Ko bisa kamu datang bersama Mentari?" tanya Rara tiba-tiba.


"hah?" Bimo terkejut mendengar pertanyaan Rara. "Hehe.." lanjut Bimo tersenyum.


"Memangnya sama Mia gimana?" tanya Rara lagi.


"Kepo" balas Bimo.


"ih!!!!!!" Rara menepak lengan Bimo dengan kesal.


"Aw...." Bimo merintih sambil mengelus-elus lengannya sendiri.


"Terus sekarang sama Mentari?"


Bimo menghembuskan napas, diam dan matanya memandang arah depan.


'Dia diam berarti benar, bagaiman ceritanya dia bisa mengenal Mentari yang menyebalkan itu sih?!' Rara.


"Selalu ada wanita baru di kehidupan kamu yang membuat aku selalu terkejut juga!" seru Rara.


"Heyyyy... tapi aku bukanlah aku yang dulu" bantah Bimo. Tentu saja Bimo tidak menerima dengan pengakuan Rara.


"Ya memang seperti itu kan.. gimana ceritanya sih bisa kenal Mentari? dia kan sahabat Reyhan" Rara.


"Panjang ceritanya Ra..." jawab Bimo.


"Terus mau sampai kapan?!!"


"Apanya???" Bimo bingung.


"Sampai kapan kamu bermain-main terus? mau berapa banyak wanita lagi yang ingin kamu kenal? katanya sudah berubah tapi masih saja belum bisa tegas" sindir Rara.


Bimo memandang Rara. "Kamu kenapa sih sensi gitu?" lanjut Bimo.

__ADS_1


'Apa aku terlihat sensi? tapi iya, kenapa aku kesal sekali ya, aaarggghhh....' Rara.


"Maklum ibu hamil" jawab Rara. "Mangkannya, jangan mempermainkan wanita terus. Kalau memang sudah yakin dengan Mentari ya sudah, cepat lamar. Nanti kamu ke duluan orang lain lagi!" lanjut Rara masih sinis.


"Masalahnya dia itu anak bos aku" Bimo.


Rara melongo mendengar ucapan Bimo.


"Sayang.. " terdengar suara Reyhan dari jauh yang memecahkan obrolan Rara dan Bimo.


"Sayang ngapain di sini?" tanya Reyhan ketika sudah berdiri di samping Rara.


"Oh Mas..." Rara tersenyum kaku.


"Kamu ngga lagi mencoba ngajak balikan Rara kan?" ucap Reyhan kepada Bimo.


"Mas.. apaan sih" Rara langsung berdiri dan menggandeng Reyhan.


"Haha.. sekalipun ngajak balikan, dia juga pasti lebih memilih aku, wle" gurau Reyhan.


Haha.. Bimo tertawa kecil.


'Isshhh dasar anak kecil' Rara.


"Kamu pasti lapar, karena itu mencari ku kan? sudah ayo masuk kita habisin prasmanan Galih dan Mora" balas Rara bergurau lalu menarik Reyhan masuk.


"Duluan ya bro" Reyhan melambaikan tangan ke arah Bimo.


Sementara itu, di sisi lain gedung, Mentari berdiri bersembunyi di balik tembok. Dan ternyata sudah beberapa menit yang lalu, Mentari berdiri melihat Bimo dan Rara duduk sambil mengobrol berdua, dan kemudian melihat Reyhan datang.


'Mereka sedekat itu, sepertinya Bimo masih mencintai Rara' Mentari.


--


"Mas.. apa Mentari berpacaran dengan Bimo?" Rara bertanya kepada suaminya sambil bergandengan berjalan memasuki gedung.


"Mmm.. ga tau juga, tapi mereka memang dekat sih..." jawab Reyhan.


"Apaa??!! jadi kamu udah tau? kenapa ga cerita ke aku?" Rara terkejut saking terkejutnya sampai menghentikan langkah kakinya.


"Kenapa kamu jadi kesal? memangnya itu penting untuk kamu? aku kira kamu sudah tau dari Bimo"


"Jadi kamu berfikir aku masih sering berhubungan dengan Bimo?!" Rara semakin kesal.


"Hah? ga gitu..duh kenapa jadi begini sih... sudahlah ayok masuk, kamu dan si kecil pasti lapar mangkannya marah-marah terus. Sudah ayo masuk" Reyhan merangkul Rara dan membawanya masuk gedung.


'Hamil membuat dia seperti malampir, haduhhhh...' Reyhan.

__ADS_1


Terimakasih dan jangan lupa di like dan vote sebagai dukungan kakak-kakak terhadap novel ini, dan agar author semangat untuk update😊🙏


__ADS_2