Mantanku, Suamiku

Mantanku, Suamiku
Teruntuk Yang Merindukan Obie


__ADS_3

Di atas sepeda motor, Obie menarik gas motor dengan perlahan, karena di belakangnya ada seorang gadis yang sangat ia sayangi, siapa lagi kalau bukan Rara.


"Bie.. kita mau kemana sih?" tanya Rara.


"Kemana hayo? pegangan yang kenceng" balas Obie.


"Jawab dulu mau kemana" Rara mulai kesal.


Tanpa menjawab Obie menambah kecepatan motornya dan membuat Rara reflek memeluk Obie.


"Obiiieee... pelan-pelaaaaannn" teriak Rara.


Obie hanya tertawa.


'Suruh siapa bawel, banyak bertanya' Obie.


Obie memang paling senang membuat Rara kesal dan mengambek, karena baginya melihat Rara dengan wajah yang sedang kesal, sangatlah menggemaskan.


Obie membelokkan motor yang ia kendarai masuk ke dalam sebuah gang kecil.


"Bie.. kita mau kemana sih, kenapa lewat jalan kecil seperti ini" tanya Rara.


"Kemana hayoooo" Obie masih saja menggoda Rara.


"Jangan membawa ku ke rawa-rawa, atau ku habisi kau nanti!" ancam Rara.


Obie tertawa.


'Haha menggemaskan sekali, ingin aku mencubit hidungnya' Obie.


Kemudian Obie berhenti di depan sebuah warung kecil.


"Udah sampai..." ujar Obie lalu turun dari motor dan melepas helmnya.


Rara hanya bengong memperhatikan warung itu.


"Ngapain kita ke sini Bie?" Rara masih heran.


'Wajahnya selalu menggemaskan kalau sedang bingung dan heran' Obie.

__ADS_1


"Sudah jangan banyak bertanyaaaa" balas Obie sambil mencubit hidung Rara.


"Sakit!" Rara cemberut.


Obie hanya tersenyum lalu membantu melepaskan helm yang di pakai Rara.


Obie dan Rara kemudian masuk ke dalam warung tersebut. Terlihat seorang nenek-nenek yang sudah keriput dan beruban menghampiri Obie.


"Eh Le.. seko ndi?" ujar Nenek itu.


Eh nak dari mana?


"Assalamu'alaikum bu, sehat?" Obie mencium tangan nenek itu dan nenek itu memeluknya.


"Wes maem urung? kono maem sek, maem yo? meh tak jupuke?"


Sudah makan belum? sana makan dulu, makan ya? mau di ambilin?


"Rasah bu.. mengko aku jupuk dewe wae, oh yo bu, aku nggowo wedok, kenalke, jenenge Rara, ayu to?"


Gausah bu.. nanti aku ambil sendiri aja, oh iya bu, aku bawa perempuan, kenalin, namanya Rara, cantik to?


Obie menarik tangan Rara seakan menyuruhnya untuk berkenalan dengan nenek-nenek itu. Rara pun kemudian bersalaman dan mencium tangan nenek itu.


"Oh iki to.. ayu tenan. Maem sek nduk.."


Oh ini.. cantik banget. Makan dulu sana nak..


"Meh ngombe opo?" lanjut nenek itu


Mau minum apa?


"Es teh wae bu, loro yo, maturnuwun bu"


Eh teh aja bu, 2 ya, terimakasih bu


Nenek itu kemudian pergi menyiapkan minum. Sedangkan Obie dan Rara duduk di salah satu meja yang terletak di ujung warung.


Tak lama nenek itu datang membawakan 2 gelas minum dan menyuruh mereka untuk mengambil makan di lemari makan yang terpajang di depan (seperti warung padang gitu guys).

__ADS_1


Obie pun berdiri dan mengambil piring, nasi, dan lauk. Sementara Rara masih duduk meminum minuman yang tersedia di atas meja. Lalu Obie kembali dengan sepiring makan siangnya.


"Kamu ga makan?" tanya Obie kepada Rara.


"Iya nanti aku makan. Bie.. kamu kenal ibu-ibu itu?" tanya Rara.


"Kenal banget.. dari awal aku masuk kuliah, aku sering makan di sini" balas Obie.


"Tapi ini kan jauh dari kampus, jauh dari kos mu juga. Kok kamu bisa nemu tempat makan di sini" Rara bingung.


Obie hanya tersenyum.


"Udah sana ambil makan dulu" perintah Obie.


Dan Rara pun menurut untuk mengambil makan. Kemudian duduk kembali bersama Obie.


"Ibu itu namanya bu Rusmi.. dia tinggal bersama suaminya. Suaminya kalau siang bekerja di sawah, sedangkan bu Rusmi berjualan di sini. Di belakang warung ini, ada rumah kecil, itu rumah mereka"


"Oooh.... mereka hanya tinggal berdua? apa mereka tidak mempunyai anak?" tanya Rara.


"Punya satu, laki-laki. Tapi sudah berkeluarga, dan tinggal bersama istrinya di Solo" jawab Obie.


"Ih kasian.. kenapa tidak tinggal di sini saja atau ga membawa bu Rusmi ikut dengannya, bu Rusmi dan suaminya kan sudah tua" Rara memelas.


Obie tersenyum.


"Karena itu, aku sering makan di sini karena makanannya murah dan enak"


"Ih apaan sih ga nyambung!" Rara kesal.


Obie tertawa.


"Ya karena itu... pertama aku mampir kesini, katanya aku mirip anaknya. Jadinya aku sering kesini, itung-itung mengobati rindu mereka ketika sedang merindukan anaknya" Obie.


'Dia ini, memang baik hati' Rara tersenyum memandangi Obie yang berada di hadapannya.


Soal orang tua, Obie memang paling peduli. Selain sering memberikan sebagian penghasilan dari balapannya untuk panti jompo, terkadang Obie juga membeli makan atau dagangan yang di jual oleh nenek-nenek atau kakek-kakek.


Bagi Obie, menghormati orang tua adalah sebuah kebahagian dan sumber kemudahan. Apalagi orang tua kita sendiri.

__ADS_1


Karena setiap kita membantu orang tua walau hanya memberinya sesuap nasi, maka mereka akan mendoakan kita untuk mendapatkan sepiring makanan. Dan doa orang tua merupakan ridho Allah. Karena itu, jika kita ingin mendapat kemudahan atau ridho Allah, maka sayangi dan hormati orang tua kita dan orang-orang tua di sekeliling kita.


Begitu lah pemikiran Obie.😊❤️


__ADS_2