
"Ta Ta Ta Ta...." terdengar suara anak kecil di seberang kursi kereta tempat Rara dan Reyhan duduk.
Setelah keduanya berdamai, mereka sempat berjalan-jalan sebentar di Malioboro lalu mereka segera pulang ke rumah. Mereka berdua melakukan perjalan pulang di malam hari. Saat di dalam kereta, di sisi kursi penumpang lain ada seorang anak kecil yang masih belum bisa berbicara sedang bermain bersama ibunya.
"Kamu senang melihatnya?" tanya Reyhan kepada Rara saat menyadari sedari tadi Rara tersenyum-senyum sendiri memperhatikan ibu dan anak kecil tersebut.
"Menggemaskan sekali dedek bayinya.." jawab Rara dengan tersenyum dan masih memperhatikan anak kecil tersebut.
"Kata siapa, kamu lebih menggemaskan..." seru Reyhan sambil merangkulkan tangan kirinya di pundak Rara.
"Ih kamu mah..."
"Oh iya aku punya sesuatu buat kamu" lanjut Reyhan tiba-tiba teringat lalu mengambil sesuatu di sakunya.
Yang di ambil Reyhan adalah ponsel miliknya sendiri. Lalu dia membuka menu galeri dan memperlihatkan sebuah foto.
"Siapa ini? Kamu kecil?" tanya Rara ketika melihat foto yang di tunjukkan Reyhan adalah foto anak bayi.
"Ganteng kan?" Reyhan memperlihatkan senyum bangganya.
"Masa sih kamu bayi ko selucu ini?" ledek Rara.
"Berani ya kamuuuuuuu" Reyhan mencubit hidung istrinya. "Itu anak kita" lanjut Reyhan.
__ADS_1
Rara terdiam bengong sambil menatap Reyhan.
"Itu anak kita. Aku sempat memfotonya sekali setelah aku mengadzani dia" jelas Reyhan.
Rara masih diam terbengong namun terlihat haru di wajahnya yang mulai berkaca-kaca.
Kemudian Rara memperhatikan ponsel Reyhan kembali, menatap foto bayi tersebut.
"Bibir dan matanya mirip aku" ujar Rara dengan suara pelan.
"Yap.. menggemaskan. Tapi hidungdan rambutnya mirip aku, tampan seperti ayahnya" gurau Reyhan.
Seketika Rara langsung memeluk Reyhan dan menangis kecil.
"Aku bahagia Mas.. aku bisa melihat anak aku" gumam Rara di dalam pelukan.
"Yaa... maafkan aku yang baru sempat memperlihatkannya sama kamu"
Keduanya pun saling memeluk sambil memperhatikan layar ponsel yang bergambar foto anak mereka yang sudah bahagia bersama sang pencipta.
--
Setelah dari Jogja, mereka kembali ke Bandung untuk mengambil koper yang berisi pakaian Rara. Dan kemudian mereka langsung kembali ke rumah mereka.
__ADS_1
Rumah kembali utuh, yang pergi sudah kembali ketempat yang memang seharusnya. Waktu terus berjalan, sang surya terus berganti dengan rembulan, perlahan rumah kembali hangat. Rara dan Reyhan pasti masih sangat merindukan dan mengingat anak mereka, namun perlahan mereka juga belajar menerima dan mengikhlaskan. Karena bagaimanapun, mereka tidak bisa menentang kehendak Tuhan.
Begitu juga dengan kesehatan Rara yang mulai pulih. Rara juga rajin menjalani pengobatan agar infeksi di rahimnya segera membaik dalam waktu yang cepat. Karena bagaimanapun Rara juga ingin hamil lagi dalam waktu dekat. Karena itu Rara rajin untuk checkup dan menjaga pola makannya.
Hampir setiap minggu sekali Rara pergi ke rumah sakit untuk menjalani pemulihan dan pengobatan, tentu saja Reyhan menemani Rara. Saat masa-masa tersulit Rara setelah melahirkan, Reyhan sudah mengabaikan dan menyiakan waktu itu untuk keegoisannya, dan sekarang ia berfikir, bahwa ini adalah waktu yang tepat untuk menebus kesalahannya kepada istrinya. Menemani Rara tiap kali menjalani pengobatan. Sekalipun di hari dan jam kerja, Reyhan tetap menemani Rara terlebih dahulu untuk ke rumah sakit, dan setelah itu barulah berangkat ke kantor.
Tak terasa waktu berjalan 3th kemudian.
"Mas..." seru Rara kepada Reyhan yang duduk di sebelahnya.
"Ya?" jawab Reyhan namun matanya masih memperhatikan ponsel yang sedang ia pegang.
Rara dan Reyhan sedang duduk di kursi tunggu rumah sakit, tepatnya di depan ruangan dokter kandungan.
"Mas.. bukannya itu Mentari?" Rara menarik kecil lengan baju Reyhan, namun wajahnya mengarah memandangi perempuan yang baru saja keluar dari dalam ruangan dokter kandungan.
Reyhan pun akhirnya mengalihkan pandangannya dan melihat ke arah Rara memandang.
"Eh iya, itu Mentari. Sedang apa dia di sini?" gumam Reyhan.
Terimakasih dan jangan lupa di like dan vote ya kak😍
Teruntuk kakak-kakak yang masih rajin membaca dan menunggu up tulisan ini, saya ucapkan banyak terimakasih. Dan mohon maaf apabila akhir-akhir ini jadwal up tidak beraturan, karena banyak pekerjaan lain yang sedang saya kerjaan. Maaf dan terimakasih😊🙏
__ADS_1