Mantanku, Suamiku

Mantanku, Suamiku
EPS 61 Kesalahpahaman yang Berlanjut?


__ADS_3

Pagi ini koper melaju berjalan dengan pemiliknya, Bimo melangkah memasuki stasiun, duduk menunggu kedatangan kereta. Wajahnya masih cemas dan khawatir tentang Rara. Bimo masih belum bisa menghubungi Rara, bahkan sahabat-sahabatnya pun tidak tahu dimana keberadaan Rara. Ingin sekali rasanya Bimo membatalkan keberangkatannya ke Surabaya, namun tidak semudah itu. Karena nama dirinya dan nama kampus akan di blacklist dari perusahaan tersebut jika membatalkan kesepakatan kerja.


'Entah kapan aku bisa bertemu lagi denganmu Ra, semoga kesalah pahaman ini tidak berlanjut'


--


Malam hari Rara mengunjungi Galih dan Aldi di kontrakannya.


"Kemana aja lo Ra?" Aldi.


Rara duduk di ruang tengah tanpa berbicara apapun.


"Sumpah ya, lo ilang tiba-tiba di tengah keramaian. Lo di cariin Bimo tau!" Galih.


Rara masih terdiam.


"Eh kadal, di ajak ngomong diem aja" Galih.


"Kalian bisa diem ga sih? gue kesini mau ngajakin makan!! bukan mau bahas Bimo!!" teriak Rara.


"Lo kabur gara-gara liat ada Mia?" tanya Aldi.


Rara diam tak menjawab.


"Bimo udah berangkat ke Surabaya Ra, dari semalem dia nyariin lo, tadi pagi-pagi juga dia ke kos lo dan kesini nyariin lo, tapi lo belum pulang juga. Lo kemana aja sih? lo tidur dimana?" Galih.


'Sebenarnya gue tidur di kos Obie' Rara.


Rara masih diam tidak menjawab.


"Kayaknya ada yang mau di omongin sama Bimo" lanjut Galih.


"Ngomongin apa??!! mau ngomong kalo dia jadi nikah sama Mia??!! iyaa??!!! dasar semua cowo brengs*k!!"


"Setidaknya lo dengerin dulu penjelasan Bimo lah Ra, Mia ada bersama keluarganya Bimo mungkin ada alesannya" Aldi.


"Iya alesannya mereka jadi nikah!!!. udahlah gausah sebut-sebut Bimo lagi. Muak!!!" teriak Rara kemudian berdiri. "Mau makan ga?!! kalo ga gue makan sendiri aja!!" lanjut Rara kemudian berjalan ke pintu.


Galih dan Aldi hanya saling menatap dan kemudian mereka berjalan mengikuti Rara, karena bagaimanapun mereka juga merasa lapar.

__ADS_1


"Setan ngamuk" bisik Aldi kepada Galih.


"Bukan, itu mah Iblis kelaperan" ledek Galih berbisik juga.


Mereka tertawa.


---


Bimo bekerja sebagai staff keuangan di salah satu perusahan cabang Surabaya. Selama hidup di Surabya, Bimo tinggal di sebuah kos-kosan yang sudah ia sewa sebelumnya. Di kamar kos, Bimo berbaring di atas tempat tidurnya, memandangi langit-langit kamar. Bimo menggapai hp yang tergeletak di sampingnya, mencoba menghubungi Rara kembali, namun tidak aktif.


'Kamu pasti sangat marah, sampai tidak ingin bertemu dahulu denganku dan mematikan hp berhari-hari. Ra.. andai kamu tahu, akupun tidak tahu kalau Mia bisa ada di acara wisuda itu' Bimo.


--


Rara, Galih dan Aldi makan malam di sebuah warung padang.


"Ra, Skripsi lo sampe mana?" Aldi.


"Udah selesai, udah di acc dosen, tinggal daftar buat sidang" Rara.


"Wih keren, gue tinggal BAB 5 nih, dikit lagi cuyyy" Galih.


"Dasar bod*h!!" gurau Galih.


"Setelah wisuda, kita ke Jakarta yuk, cari kerja di sana. Biar deket, biar kita masih bisa nongkrong dan makan bareng begini" Rara.


"Cieee yang gamau jauh dari akuuuu" Aldi.


"Najisss" Rara kesal.


--


Hari pertama Bimo bekerja, berjalan dengan lancar walau harus mengejar kebijakan perusahan agar cepat paham tugas dan kewajibannya selama di perusahaan. Bimo masih berusaha menghubungi Rara melalui telepon, namun masih saja tidak aktif. Galih sempat memberi kabar bahwa Rara benar-benar marah dan masih belum mau mengaktifkan nomor hp nya. Bimo selalu khawatir semua kesalahpahaman ini akan berlanjut terus menerus.


--


Waktu terus berjalan. Setelah Rara menyelesaikan skripsi dan mendaftar, kini tiba saatnya hari di mana sidang skripsi tersebut di laksanakan. Rara sangat cemas dan merasa takut kalau nanti tidak lulus. Tapi semua ketakutan itu ternyata tidak mematahkan semangat Rara. Sidang berjalan dengan lancar, Rara di nyatakan lulus. Galih, Aldi, Mela dan Sasa sudah menunggu di depan ruang sidang menyambut keberhasilan Rara. Mereka saling berpelukan dan memberi selamat kemudian mereka merayakan ke lulusan Rara dengan makan-makan di tempat makan kesukaan mereka.


"Pokoknya gue mau makan banyak ah, mumpung di traktir Rara" ujar Aldi sambil memegang menu makanan.

__ADS_1


"Ahhhh sayangnya gue lagi diet jadi ga bisa makan banyak, padahal di traktir Rara" Mela sedih.


"Udah buruan dong Al milihnya lama banget, gantian dong, ku juga pengen pesen nih" Sasa kesal.


"Udah sih jangan rebutan.... biar ku ambilin menu lagi" Rara berdiri mengalah.


Tak lama Rara kembali dengan menu makanan di tangannya, dan segera di ambil paksa Sasa.


"Ra... udah hampir sebulan Bimo bilang masih belum bisa hubungin lo. Dia nanyain lo mulu ke gue, lo kenapa sih?" Galih.


"Iyaaaaa... Bimo juga sering nanyain lo ke gue Ra" sambung Mela.


"Gue ngerasa semuanya udah cukup. Gue udah gamau berharap lagi sama Bimo. Bimo udah jauh di sana sedang bekerja, biarkan dia mengurus kehidupannya di sana, dan gue juga disini mengurus kehidupan gue sendiri. Mungkin ini kesempatan gue supaya bisa moveon" jawab Rara seolah yakin.


'Biarikan Bimo di sana fokus bekerja, biar dia bisa segera menikah dengan Mia' Rara.


"Emang keterlaluan juga sih si Bimo. Ngapain coba bawa Mia ke wisudaan, katanya udah ga ada apa-apa, tapi tiba-tiba muncul di wisudaan, bareng ibunya Bimo pula" ujar Mela.


"Yaudah mangkannya gue minta tolong partisipasinya kalian bantu gue biar gue cepet moveon. Kalau Bimo nanyain soal gue, terutama kontak gue atau apapun, mending ga usah di jawab, please banget" mohon Rara.


'Lebih baik aku menghilang dari pada terus berhubungan dengan Bimo dan nanti tiba-tiba dia memberi kabar tanggal pernikahannya dengan Mia, itu akan jauh menyakitkan' Rara.


Setelah di acara wisuda Bimo dan melihat Mia ada bersama Ibu Bimo, membuat Rara berfikir kalau Bimo diam-diam masih dekat dengan Mia dan bahkan Rara berfikir mereka jadi merencanakan pernikahan setelah wisuda nanti. Karena itu Rara memutuskan untuk menghilang dari semua yang berhubungan dengan Bimo, dan membiasakan diri tanpa Bimo, agar kelak saat Bimo memberikan undangannya dengan Mia, Rara sudah bisa menerima dengan lapang dada.


Bimo adalah tipe laki-laki yang jarang bahkan sama sekali tidak pernah curhat ke orang termasuk sahabat-sahabatnya. Waktu pacaran dengan Rara pun, Bimo tidak pernah cerita ke Galih, Aldi, Mela maupun Sasa. Apalagi soal percintaan. Bimo menyimpan rapat untuk dirinya sendiri. Selagi semua masih bisa ia atasi, maka Bimo masih berusaha sendiri. Karena itu Bimo juga tidak cerita kepada sahabat-sahabatnya tentang apa yang sebenarnya terjadi, mengapa Mia bisa hadir di acara wisudanya, bahkan sahabat-sahabatnya itu tidak tahu kalau Mia akan menikah sebentar lagi.


--


Minggu terus berlalu, setelah kelulusan sidang skripsi Rara, kemudian Galih dan Mela menyusul jejak Rara, dan begitu juga dengan Sasa dan Aldi. Mereka dinyatakan lulus dan bulan depan mereka akan segera di wisuda.


--


Rara benar-benar marah. Itu yang di tangkap Bimo setiap menanyakan Rara kepada sahabat-sahabatnya. Rasanya ingin sekali Bimo menceritakan apa yang terjadi kepada Galih, dan menyuruh galih untuk menjelaskannya kepada Rara. Namun Bimo berfikir ulang, semua itu akan percuma karena Rara tidak akan mempercayai omongan Galih dan menganggap Galih berbohong untuk membela Bimo. Akhirnya Bimo menyerah dan membiarkan Rara dengan keputusannya untuk tidak berhubungan dulu dengannya, Bimo bisa mengerti kemarahan Rara.


'Yasudah mungkin Rara butuh waktu untuk fokus mengurus urusan kuliah di waktu menjelang wisudanya. Nanti aku pasti akan menemuimu Ra, menjelaskan semuanya secara langsung kepadamu, pasti' Bimo melamun di ujung ruang kantornya.


Bimo mencoba membuka web kampusnya dan mendapati jadwal wisuda periode selanjutnya, Bimo melihat nama Rara dan sahabat-sahabatnya yang lain masuk dalam calon wisudawan, dan kebetulan jadwal wisuda mereka di majukan dan tepat di hari Sabtu. Sabtu-Minggu adalah hari libur kerja di kantor. Bimo langsung membeli tiket kereta Surabaya-Yogyakarta. Bimo merasa senang dan berniat akan menemui Rara di hari wisudanya nanti.


Terimakasih dan jangan lupa di like dan vote sebagai dukungan agar author rajin untuk update🙏🥰

__ADS_1


__ADS_2