
Setelah hari wisudanya dan sudah 2 Minggu Rara berada di Bandung, tempat dimana ia di lahirkan. Sebelumnya, 3hr yang lalu seharian Rara pergi ke Jakarta di antar oleh supirnya untuk melakukan berbagai tes dan interview kerja di perusahaan ABC. Lalu kembali lagi ke Bandung.
Pagi hari Rara sedang duduk di teras atas depan kamarnya sambil memegang secangkir teh hangat. Hp yang berada di atas meja sebelahnya tiba-tiba bergetar, sebuah pesan masuk melalui sms dan whatsapp juga email. Rupanya sebuah pesan yang di kirim dari perusahaan ABC yang meeberitahu bahwa Rara lolos dan di terima bekerja di perusahaan tersebut. Dan besok bisa langsung mulai menjalani masa training.
"Haaahhhh???!!! Seriuss??!!! Yesssss!!! Alhamdulillaahh..... Ibuuuuuuuu!!!" Rara berteriak kegirangan dan berlari menuruni tangga, mencari ibunya yang sedang masak di dapur bawah.
"Ibuuuuuu" Rara memeluk ibunya dari belakang.
"Kenapa sih nak, ibu lagi masak"
"Ibu aku di terima kerja di Jakarta"
"Alhamdulillah...."
"Tapi besok aku harus udah masuk bu. Gimana ini, aku kan belum persiapan cari kos-kosan"
"Coba kamu hubungi ayahmu"
"Maksud ibu aku tinggal bersama ayah?!! Gamau."
"Nak... ayahmu kan di Jakarta, gapapa selagi sambil nunggu dapat kos"
"Aku gamau bu. Aku tinggal di hotel dulu aja ya selama 2-3hr, sekalian aku nunggu dapet kos, aku masih ada uang ko, uang gajianku selama kerja di Jogja kan aku kumpulin, masih ada sisa bu"
"Bukan soal uang nak, masa kamu ke Jakarta ga bilang ayahmu? kalau ayahmu tahu kamu di Jakarta dan ga tinggal di sana nanti ayahmu marah"
"Biarin"
Ibu menghela nafas dan menghembuskannya.
"Aku harus cari tiket kreta nih bu"
"Ga di antar pak Soleh aja??"
__ADS_1
"Ga usah bu, aku naik kereta aja"
Rara mengecek tiket dan hotel yang terdekat dengan perusahaan ABC, dan untungnya masih tersedia, Rarapun segera memesan dan membayarnya melalui internet banking.
"Bu, ini aku sudah mendapatkan hotel dan tiketnya. Keretanya berangkat nanti Sore bu. Berarti sekarang aku harus packing"
"Kamu tidak ingin di antar kakakmu?"
"Tidak usah bu, merepotkan nanti".
'Rara memang gadis yang mandiri dan tidak manja' Ibu.
"Nak.. nanti kami harus temui ayahmu ya, kasih kabar kalau kamu juga ada di Jakarta" Ibu.
--
Sore hari Rara di antar kakak iparnya ke stasiun, suami dari kakak perempuannya. Rara hanya membawa satu tas ransel dan sekoper pakaian. Selama perjalanan Rara tidak berhenti bersyukur dalam hati. Rara merasa senang mendapatkan pekerjaan di perusahaan yang ia inginkan di tambah lagi Rara merasa senang akan bertemu Galih, sahabat baiknya, sahabat yang paling nyebelin tapi selalu ada.
Setelah wisuda, Galih pun langsung berangkat ke Jakarta dia juga bekerja di salah satu perusahaan yang ada di Jakarta Selatan. Sementara Mela tetap ada di Jogja, karna memang dia asli orang Jogja dan Mela juga sudah bekerja di salah satu perusahaan kopi yang ada di Jogja. Aldi juga di Jogja, dia masih bekerja di tempat awal namun naik jabatan sebagai manajer. Sedangkan Sasa kembali ke Sumatera, karena dia asli orang Sumatera, dan Sasa membuka usaha online shop yang sekarang sudah berjalan lancar dan berkembang cukup pesat.
--
--
06.30 Rara sudah tiba di kantor, dia benar-benar merasa bingung. Tidak ada satupun yang ia kenal. Dia bingung harus kemana. Rara berjalan memasuki gedung yang berlantai 5. Di lantai bawah Rara melihat ke kiri dan ke kanan.
'Dimana ruang kerjaku? katanya aku harus bertemu Bu Septi, tapi di mana ruang bu Septi?' Rara.
"Hayyyy!!!" terdengar suara gadis dari arah belakang Rara.
Rara berbalik badan.
"Oh hay!!" Rara tersenyum malu.
__ADS_1
"Kamu anak baru ya?" tanyanya, mungkin karena melihat Rara memakai baju hitam-putih.
"I-Iya"
"Bagian apa?"
"Mmm.. staff keuangan"
"Ih sama dong!!!"
"Hah?!"
"Yeeeyy punya temen baru. Kenalin, aku Maura, tapi anak-anak disini seringnya panggil aku Mora" gadis itu menjulurkan tangan.
"Aku Rara" Rara membalasnya.
"Senang bertemu denganmu Rara. Kamu mencari ruangan bu Septi ya?"
"I...ya"
"Ayok ku antar ke ruangannya bu Septi" ajak Mora.
Mora dan Rara menaiki tangga ke lantai 2 untuk bertemu bu Septi (kepala keuangan). Setelah sampai di ruang bu Septi, Mora kembali ke ruang kerjanya sementara Rara membahas pekerjaan dengan bu Septi. Bu septi mengantar Rara ke ruang kerjanya dan Rarapun di sambut hangat oleh seluruh staff keuangan yang akan menjadi partner kerjanya. Dan ternyata ruang kerja Rara bersebelahan dengan ruang kerja Mora.
"Ternyata kita bersebelahan, seneng deh" Mora berdiri di pintu ruang kerja Rara.
"Iya" Rara tersenyum.
"Gausah malu. Kalo ada apa-apa atau ada kesulitan, tanya aja, aku ada di dalam ruangan ko. Dan nanti siang jam istirahat, kita makan di kantin belakang ya. Oke?" ajak Mora.
"Oke" Rara.
Mora adalah gadis yang cantik dan anggun. Dia sangat humble, ramah, pintar, dan sedikit polos. Rara senang, di hari pertamanya berkerja, bertemu dengan Mora yang baik hati dan mengayominya saat ada kesulitan pekerjaan. Sejak itu Mora adalah teman pertama Rara di tempat kerjanya dan mereka menjadi sahabat.
__ADS_1
Maura (Mora)