Mantanku, Suamiku

Mantanku, Suamiku
EPS 33 Tetap Sahabat


__ADS_3

"Ra lo dimana?" tanya Galih melalui telepon.


"Di tempat kerja nih" jawab Rara.


"Pulang jam berapa?"


"Bentar lagi juga balik, kenapa?"


"Nongky kuy (nongkrong ala anak muda), gue di cafe tempat kerjanya Aldi nih" ajak Galih.


"Ok, bentar lagi gue otw"


Setelah urusan pekerjaannya selesai, Rara menyusul Galih dan Aldi. Galih sengaja mengajak Rara agar Rara tidak terlalu galau karena putus cinta. Galih dan Aldi memang sudah paham bagaimana cara menghibur Rara. Tapi tak lama kemudian, Sasa dan Mela juga datang menyusul. Begitu juga Bimo datang menyusul. Akhirnya mereka ber-6 berkumpul bersama, namun agak sedikit berbeda, suasana sedikit canggung antara Bimo dan Rara. Namun teman-teman yang lain berusaha tidak membahas hubungan mereka agar suasana tetap asik.


Hari sudah menunjukkan pukul 20.00 WIB, setelah tertawa dan bercanda bersama, Rara memutuskan untuk pulang duluan.


"Guys aku balik duluan ya" Rara.


"Ih kenapa nanti lah masih jam segini" Sasa.


"Gue belum mandi coy, tadi sore balik kerja langsung kesini" Rara. "Udah ya, duluan, byee.." lanjut Rara kemudian berjalan keluar cafe.


"Bim, susul gih. Ini kesempatan lo buat ngomong baik-baik sama dia" suruh Galih.


Bimo terdiam sejenak kemudian berdiri dan berjalan keluar cafe juga menyusul Rara. Namun sayangnya, Rara sudah tidak ada di parkiran, artinya Rara sudah pulang dan Bimo gagal menemui Rara di parkiran.


--

__ADS_1


Setelah mandi dan sholat, Rara menyalakan televisi dan rebahan di atas tempat tidurnya.


'Huft.. cape banget rasanya. Ko tiba-tiba laper ya, lupa tadi di cafe cuma ngemil doang' gumam Rara.


Tak lama kemudian, pintu kamar Rara berbunyi seolah ada yang mengetuk.


"Bimo?" Rara cukup terkejut setelah membuka pintu dan melihat Bimo berdiri di depan pintu. Dan Bimo hanya tersenyum.


"Lo ngapain kesini?" tanya Rara.


"Gapapa, pengen main aja, ga boleh?" Bimo.


"Yaudah masuk Bim" suruh Rara.


"Nih!" Bimo meletakkan kantong kresek yang berisi sesuatu.


"Apa ini?" Rara heran dan mencoba membuka kantong kresek tersebut.


"Ya ampun, kalo main tinggal main aja Bim, gausah repot bawa-bawaan, tapi gapapa sih, kebetulan banget aku lagi laper" Rara tersenyum.


"Huuu Dasar" ujar Bimo sambil meletakkan telapak tangannya di kepala Rara dan memainkan rambut Rara.


Deg!! rasanya senang bercampur sesak di dada. 'Dia kenapa sih? Apa yang barusan dia lakuin? serius dia memegang kepalaku?' Rara.


Rara memakan nasi goreng yang di bawakan Bimo, sedangkan Bimo fokus menonton tv. Tak butuh waktu lama, Rara menghabiskan makanannya dan melanjutkan menonton tv kembali sambil bersandar di tembok. Tiba-tiba Bimo mendekati Rara, duduk di samping Rara.


"Udah kenyang?" tanya Bimo tersenyum sambil memandang Rara dari samping.

__ADS_1


'Ngapain sih dia memandang aku dari dekat begini' Rara.


"Udah" jawab Rara singkat lalu langsung memalingkan wajahnya menghadap ke sisi lain.


"Ra, kamu masih marah sama aku?"


Rara hanya terdiam tak menjawab.


"Ra..." Bimo berusaha memegang tangan Rara.


"Bim..." Rara langsung melepaskan genggaman tangan Bimo. "Bagaimanapun juga, lo tetap sahabat gue" lanjut Rara.


Bimo dan Rara terdiam sejenak.


"Rasanya gue pengen banget marah. Pengen pergi kemana gitu, tapi percuma. Sejauh apapun gue naik gunung buat lari dari keadaan ini, gimanapun lo tetep ada di pikiran gue, dan luka ini juga tetap ada. Tapi setidaknya gue sadar, gue kenal lo berawal dari sahabat, sekalipun hubungan kita berakhir, lo tetep sahabat gue Bim" lanjut Rara.


"Maaf Ra.."


"Jangan terlalu sering meminta maaf Bim, hanya membuat gue semakin ingat apa yang udah lo lakukan ke gue" Rara tersenyum.


"Terimakasih Ra.." Bimo memandangi wajah Rara.


"Kita tetep sahabatan ya, jangan ada yang berubah, kalo kita musuhan, kasian sama yang lainnya (Galih, Aldi, Mela, Sasa). Gue selalu doain ko biar lo bahagia sama Yessi" ujar Rara tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca berusaha menahan tangis.


Bimo hanya terdiam terkagum dengan apa yang sudah diucapkan Rara.


"Yaaah... manggilnya lo-gue lagi" ujar Bimo berusaha mencairkan suasana

__ADS_1


Rara pun tertawa.


Terimakasih dan jangan lupa di like🥰🙏


__ADS_2