
Bimo sudah berada di kos Rara. Bimo dan Rara duduk bersebelahan di tepi tempat tidur.
"Maafin aku soal kemaren Ra" Bimo.
"Gapapa" jawab Rara singkat.
Rara dan Bimo diam seketika.
"Ra..."
"Hmmm"
"Jangan nginep di kosnya lagi ya"
Rara memandang mata Bimo dan diam sejenak. "Lo kenapa sih Bim?" lanjut Rara.
"Ga pantes Ra.."
"Terus menurut lo, lo tiduran di kos Yessi setiap hari, itu pantes?" balas Rara.
'Walau gue nginep di kamar Obie, tapi kan lo gatau apa-apa Bim, lo ga tau keadaan Obie gimana' Rara.
"Aku cuma khawatir"
"Haha.. khawatir" Rara tertawa kecil dan memalingkan wajahnya.
"Aku serius Ra.."
"Apa lo juga sekhawatir ini kalau Mia dekat dengan cowo lain?" Rara tertawa kecil.
"Sejauh mana hubungan kamu sama Obie?" Bimo kembali memberikan pertanyaan yang membuat Rara cukup terkejut.
"Harus gue ceritain semua ke lo?"
"Iya" tegas Bimo.
"Iya?? emang selama ini lo cerita semua hubungan lo sama Mia?" jawab Rara kesal.
"Aku ga ada hubungan apa-apa sama Mia"
"Gue juga pernah bilang, ga ada hubungan apa-apa kan sama Obie"
"Tapi kamu sering bareng dia"
"Lo juga sering bareng Mia"
"Ra..."
"Bim.. stop! gue bener-bener ga ngerti sama lo. Lo seolah-olah gamau gue deket sama cowo lain, tapi lo sendiri bisa seenaknya deket sama banyak cewe. Egois" Rara memandang tajam mata Bimo.
"Aku cuma gamau kamu dapet orang yang salah Ra"
"Dan lo pikir Mia adalah orang yang tepat buat lo?" lagi-lagi Rara membalikkan keadaan.
Bimo hanya diam dan memandangi Rara. Lalu Bimo berdiri dan mengelus kepala Rara "Aku pulang dulu" lanjut Bimo kemudian berjalan keluar dari kamar Rara.
'Kenapa sih Bim, selalu bikin aku susah ngilangin perasaan ini ke kamu' Rara.
--
__ADS_1
Rara berkunjung ke kontrakan Galih.
"Itu tandanya Bimo masih cinta sama lo Ra" ujar Galih kemudian duduk di depan Rara.
"Kalo dia cinta sama gue kenapa dia sama Mia?"
"Ya lo kaya gatau Bimo aja, mungkin Bimo..."
"Mungkin apa?! dia bisa seenaknya deket sama banyak cewe sementara gue ga boleh deket sama cowo lain, gitu?"
"Mungkin Bimo cuma khawatir Ra. Jangankan Bimo.. Gue, Aldi, dan yang lainnya juga khawatir. Bukannya gimana-gimana, lo kan sahabat kita, kita cuma gamau lo kenapa-kenapa"
"Walaupun Obie kelihatan Nakal, ga bener, atau apalah.. tapi dia baik ko sama gue"
"Lo cinta sama dia?"
Rara terdiam dan menunduk. "Semenjak cinta gue di khianatin Bimo, gue ga ngerti arti cinta, yang jelas gue sayang sama Obie, sama kaya gue sayang sama lo, Aldi, dia temen yang baik. Gue banyak belajar tentang hidup dari dia"
"Lo bilang sayang lo ke Obie sama kaya sayang lo ke gue dan Aldi, tapi sama kaya sayang lo ke Bimo ga?" Galih tertawa kecil.
Rara terdiam dan memandangi Galih.
'Sayang gue ke Bimo, jauh lebih besar' Rara.
"Ra.. Ra... bertahun tahun sampe bentar lagi wisuda, lo belum moveon aja" gurau Galih. "Yaudah kalo lo emang nyaman temenan sama Obie ya silahkan. Saran gue lo harus lebih hati-hati, bukan cuma deket sama Obie, lo deket sama siapapun lo tetep kudu hati-hati. Lo tuh baik banget Ra, pasti banyak yang mau manfaatin lo" lanjut Galih.
--
Di dalam kelas, Rara lebih banyak diam dan merenung. Tak seperti biasanya yang selalu ceria. Melihat raut muka Rara yang kusut membuat Mela penasaran.
"Sakit Ra?" Mela menghampiri Rara duduk di sebelah Rara.
"Punya cowo baru ko banyak pikiran mulu" ledek Mela.
"Ah apaan sih Mel. Balik kuliah nanti makan di Richeese yuk, pengen makan yang pedes banget" ajak Rara.
"Boleh.."
"Sasa mana sih?" Rara menengok ke kanan kiri mencari keberadaan Sasa.
"Tuh duduk paling depan. Tadi dia ngomong katanya pulang kuliah mau jalan sama cowoknya"
"Yaudah berdua aja kita" Rara.
"Ok"
--
"Ra, lo yakin mau makan itu?" Mela duduk dengan perasaan tak kuat melihat pesenan Rara yang level paling atas.
Rara hanya tersenyum dan mengangkat alisnya.
'Gila nih orang mau mati kepedesan' Mela.
Rara dan Mela melahap makanannya. Mela sudah terlihat kepedesan padahal dia hanya memesan level 1. Apa kabar Rara yang memesan level paling atas?. Tapi kenyataannya wajah Rara masih terlihat santai-santai saja menikmati makanannya walaupun di matanya terlihat sudah berkaca-kaca.
"Sumpah lo ga kepedesan Ra? gue aja rasanya mau teriak" Mela terus menyedot minumannya hingga tak terasa ternyata sampai habis. "Gue pesen minuman lagi, lo mau sekalian pesen minum lagi?" lanjut Mela menawarkan.
Rara hanya mengangguk pertanda diapun ingin menambah minuman.
__ADS_1
Melapun berjalan ke kasir untuk memesan 2 minuman lagi. Setelah menunggu beberapa menit, Mela mendapatkan pesanannya dan kembali ke meja makannya.
"Hahahahahaha" setelah kembali ke meja, Mela tertawa melihat Rara yang menangis meneteskan air mata.
"Nangis juga kan lo" ujar Mela.
'Gila nih anak, kepedesan sampe nangis tapi bisa-bisanya tetep tenang' Mela.
Mela heran terus menatap Rara yang menangis namun tetap lahap memakan makanannya.
"Nih minum nih" Mela menyodorkan minuman kepada Rara setelah melihat Rara sudah menghabiskan makanannya. "Keren lo Ra, habis tak tersisa" lanjut ucap bangga Mela kepada Rara.
Rara meminum minumannya kemudian berdiri berjalan ke toilet untuk cuci tangan dan membersihkan mukanya yang basah penuh air mata. Setelah itu Rara kembali ke meja.
"Lega gueee" ujar Rara kemudian duduk.
"Abis pup lo?" tanya Mela.
"Mana ada pup 2 menit, ga cebok?" balas Rara.
Mela tertawa.
"Gue sengaja ngajak lo kesini, karna gue pengen nangis tapi susah, harus di pancing pake makanan pedes" Rara.
"Pantesan lo kepedesan tapi ga keliatan kepedesan" Mela.
"Ngomong apaan sih lu Mel"
"Anjay"
Rara tertawa.
'Apa sih yang menuhin pikiran lo Ra, sampe lo mau nangis aja harus di pancing makanan pedes?' Mela.
"Lo kenapa sama Obie?" tanya Mela tiba-tiba.
"Entah.."
"Cerita aja Ra"
'Gue ga yakin bisa cerita soal Obie yang pemake' Rara.
"Gue bingung Mel. Bingung sama perasaan gue sendiri" balas Rara.
"Lo ga bisa nerima Obie karena perasaan lo sama Bimo?"
"Bisa jadi"
"Tapi lo nyaman sama Obie?"
"Mmmm.. kayaknya gitu, gue cuma mau bantu dia dan nemenin dia sampai dia bisa berubah jadi lebih baik"
'Setidaknya sampai dia bisa lepas dari barang itu' Rara.
"Tapi kalo emang lo gamau lebih, lo juga harus pinter jaga jarak dan jaga sikap Ra, agar lo ga nyakitin Obie" nasehat Mela.
'Bener juga kata Mela. Tapi.. entah kenapa gue selalu pengen deket Obie' Rara.
Terimakasih dan jangan lupa di like dan klik vote di halaman depan novel samping nama author agar author semangat dan rajin untuk update🥰🙏
__ADS_1