
Bimo dan mentari duduk berhadapan di salah satu meja yang berada di ujung cafe. Di tengah mereka terselip 2 cangkir kopi yang menambah kehangatan pertemuan mereka.
"Langsung to the point aja, kenapa menyuruhku datang ke sini" Bimo mendahului percakapan.
"Kamu sudah makan?" Mentari mengalihkan pembicaraan.
Bimo hanya tersenyum sinis.
Mentari menghabiskan sisa kopi lalu berdiri dan bersiap.
"Ayo" lanjut Mentari.
"Hah??!" Bimo bingung.
"Ayooo buruaaann" Mentari menarik lengan Bimo.
Kemudian mereka berjalan keluar cafe menuju parkiran dan naik ke dalam mobil Mentari.
"Biar aku saja yang nyetir" Bimo.
'Haha lumayan peka juga ternyata' Mentari.
Di dalam mobil, Mentari dan Bimo diam seketika.
"Kita mau kemana sih?" tanya Bimo.
'haha kita' Mentari.
"Sudah.. jalan aja, nanti kalau ku perintahkan untuk belok, tinggal belok" jelas Mentari.
Bimo pun nurut.
"Apakah Reyhan merebut Rara dari mu?" tanya Mentari tiba-tiba.
"Hahh??!!" Bimo terkejut.
"Karena itu kamu berdiam diri di parkiran dan tidak mau masuk ke dalam gedung waktu itu?"
Bimo menarik nafas, lalu menghembuskannya.
"Tidak ada yang merebut dan tidak ada yang di rebut. Mungkin aku yang terlalu egois dan tidak bisa meyakinkan Rara" jelas Bimo pasrah.
'Waw ga nyangka dia bakal cerita segampang ini' Mentari.
"Jadi istri Reyhan adalah mantanmu?"
Bimo mengangguk.
"Berapa lama kalian pacaran?"
"Hey! kamu ini kepo banget. Cepat kembalikan KTP ku"
"Enak saja, kita belum sampai. Nah sedikit lagi sampai, depan belok kiri terus parkir" seru Mentari.
--
Rara dan Reyhan kembali lagi ke Jakarta menggunakan kereta. Di dalam kereta Rara dan Reyhan duduk bersebalahan.
"Reyhan..."
"Ya?"
"Apa aku boleh membuka toko kue?" tanya Rara sambil melingkarkan lengannya di lengan Reyhan.
"Apa uang yang ku berikan tidak cukup untuk keperluan mu?" Reyhan.
__ADS_1
"Bukan begitu.. kamu kan tahu aku suka bikin kue. Aku tidak mau diam di rumah terus Mas.."
"Terus nanti kalau kita sudah punya anak bagaimana?"
"Aku ga sepenuhnya di toko ko Mas.. nanti aku bakal cari karyawan.. aku hanya ingin mengembangkan hoby ku Mas..."
Reyhan menghela napas dan pasrah. "Yasudah.. lakukan yang membuat mu senang sayang. Atau perlu aku bantu carikan ruko?" tawar Reyhan.
"Tidak perlu Mas... aku sudah menemukan ruko yang pas, besok/lusa aku ada janji menemui pemilik ruko nya. Tempatnya tidak jauh dari kantor mu kok Mas.."
"Yasudah..."
Rara memeluk Reyhan sebagai tanda terimakasihnya.
--
Mentari dan Reyhan berhenti di sebuah tempat ramai sejenis pasar makanan.
"Ngapain kita kesini?" tanya Bimo.
"Makan. Kamu belum makan kan?. Sudah ayo turun. Dan siapkan perutmu, karena akan banyak makanan yang menggoda selera" ujar Mentari.
Akhirnya Mentari dan Bimo turun dari mobil lalu berjalan menyusuri setiap pedagang.
"Kamu mau makan apa? soto? ketoprak? baso? seafood? nasi kuning? bubur ayam? atau..."
"Apa saja" jawab Bimo singkat.
"Ok, kita makan ketoprak aja ya"
Mentari dan Bimo memutuskan untuk makan ketoprak, dan mereka duduk berhadapan di bawah tenda sederhana sambil memperhatikan orang-orang berlalu lalang berjalan melihat jajanan.
"Habis ini cari jajan ya" Mentari kegirangan.
"Kan mumpung di sini" Mentari tertawa meringis.
'Melihat dia tertawa seperti itu kenapa jadi inget Rara ya, tingkahnya polos mirip saat awal Rara berpacaran denganku' Bimo.
Tak lama kemudian 2 piring ketoprak datang, mereka langsung menyambutnya dengan senang. Di sela-sela makan siang, Mentari dan Bimo sedikit berbincang.
"Jadi, kamu bukan asli sini?" tanya Mentari.
"Bukan" jawab Bimo singkat.
"Kalau wanita yang kamu rangkul memakai toga, itu siapa?"
'Dia ini benar-benar kepo urusan orang' Bimo.
"Sudah makan.. dan cepat habiskan!" Bimo.
"Biar ku tebak, pasti dia juga kekasihmu. Apakah kamu dan Rara putus gara-gara wanita itu?"
'Hah bagaimana dia bisa tahu? apakah dia dukun?'
Bimo hanya diam.
"Haha pasti bener tebakanku. Pantes saja Rara memilih Reyhan dari pada kamu"
"Apa??!!" Bimo kesal.
"Bercandaaa"
'Menyebalkan sekali perempuan ini'
"Lalu apa hubunganmu dengan Reyhan? apa kamu juga mantannya Reyhan?"
__ADS_1
'haha ternyata dia bisa kepo juga' Mentari.
"Aku??? mantannya Reyhan?? hahahaha... bukan. Aku sahabatan dengan Reyhan. Dia partner bisnisku dalam membangun cafe Meriju"
"Oh"
Mereka pun melanjutkan makan.
"Ayo, kalau sudah selesai kita lanjut. Aku mau cari cilok dan telur gulung" ajak Mentari dengan penuh semangat.
'Hadeeehhh padahal ini makanan di perut belum turun' Bimo.
Mentari dan Bimo pun berjalan berkeliling stand makanan dan mereka membeli banyak jajanan, apalagi Mentari, hampir setiap pedagang ia kunjungi dan cicipi jualannya.
"Apa kamu cape?" tanya Mentari saat berjalan bersama Bimo menuju mobil sambil memegang beberapa kresek makanan ditangannya.
"Mayan..." jawab Bimo.
Mentari hanya tersenyum memandangi Bimo yang berjalan di sebelahnya.
'Wkwkwk paling ntar malem kaki dia pegel-pegel, seru juga ngerjain dia' Mentari.
Di dalam mobil Bimo fokus menyetir untuk kembali ke cafe Meriju mengambil mobilnya, sementara Mentari sibuk dengan jajanan yang sudah ia beli dan masih saja ia coba satu-persatu tanpa memperdulikan isi perutnya sudah hampir penuh.
"Perempuan yang pake toga itu namanya siapa?" tiba-tiba Mentari bertanya yang tentu membuat Bimo terkejut.
Bimo diam tidak menjawab.
'Iisshhh nyebelin banget ga jawab' Mentari.
"Mau?" Mentari menawarkan jajanan yang sedang ia makan.
Bimo masih diam tidak menjawab.
Akhirnya mentari menyodorkan jajanannya di depan wajah Bimo.
"A!!!!" seru Mentari memerintahkan Bimo untuk membuka mulutnya.
"Kamu saja!" Bimo menolak dengan menjauhkan wajahnya.
"Ayo aaaaa! ini enak, cobain" Mentari semakin mendekatkan jajanan itu ke mulut Bimo.
Bimo tidak bisa mengelak dan langsung membuka mulutnya kemudian mencicipi jajanan itu dan mengunyahnya.
"Enak kan?" Mentari tersenyum.
"Mmm... enak!" jawab Bimo masih mengunyah makanan itu.
"Sudah ku bilang, jangan menolak dulu sebelum kamu cobain rasanya. Ayo buka mulutmu lagi" seru Mentari.
Selama perjalanan, Mentari menyuapi jajanannya kepada Bimo karena Bimo sibuk menyetir. Dan Mereka juga mengobrol beberapa hal menyangkut pekerjaan dan kesukaan mereka, dan sejak itu juga mereka pelan-pelan menjadi akrab.
'Sebenernya orangnya asik, walau keliatan cuek banget' Mentari.
--
"Ini KTP mu" Mentari menyerahkan KTP Bimo ketika sudah sampai di parkiran cafe Meriju.
"Lain kali jangan meninggalkan dompetmu lagi. Kalau tertinggal di cafe ku lagi, akan ku suruh kau menemaniku keliling monas" lanjut Mentari.
Bimo hanya tertawa.
'Lucu juga gadis ini. Tidak kaku. Ceria. Pemberani. Dan banyak tingkah, mirip Rara' Bimo.
Terimakasih jangan lupa di like, share ke siapapun, dan juga vote sebagai dukungan kamu untuk author agar rajin update😊🙏
__ADS_1