
Pagi hari datang, Vero bangun dari tidurnya setelah itu dia bersiap-siap untuk berangkat kerja karena ini hari pertamanya masuk kantor sebagai presdir menggantikan papanya.
Saat Vero selesai siap-siap dia pun turun ke bawah dan melihat mama dan papanya sedang asyik berbincang-bincang di meja makan.
"Pagi ma pa," sapa nya pada mama Ratna dan papa Hendra.
"Pagi sayang," sahut mama Ratna.
"Pagi ver," balas papa Hendra juga.
"Ada apa nih kok seru gitu ngobrol nya," tanya Vero pada mereka.
"Nih tanya aja sama mama mu," jawab papa Hendra sambil lihat ke arah sang istri.
"Ada apa ma?" tanyanya kembali.
"Gini ver nanti siang kamu ajak Manda untuk fitting baju pengantin ya di butik tante mela," sahut mama Ratna.
"Iya ma aku usahain ya soalnya kan belum buat janji juga sama Manda, takutnya dia sedang kerja." jawab Vero di angguki oleh mama nya.
Akhirnya mereka pun sarapan bersama setelah selesai papa Hendra pun membuka perbincangan.
"Ver gimana udah siap kan kamu nanti di perusahaan?" tanya papa Hendra pada Vero.
"Udah kok pa, kan Vero juga di Inggris berkecimpung kayak gini jadi udah tahu lah mau gimana nantinya," sambung Vero menenangkan sang papa agar tidak perlu khawatir.
"Sip kali aja gitu, semoga sukses pak presdir." jawab papa Hendra membuat Vero dan papa Hendra tertawa bersamaan.
"Ya udah kalau gitu Vero pamit dulu ya ma pa," pamit Vero pada mereka.
"Hati-hati ya sayang jangan lupa ucapan mama tadi ya." kata mama Ratna lagi agar sang anak tidak lupa.
"Iya ma, duluan ya assalamualaikum." jawabnya sambil melangkah kan kaki keluar rumah.
"Waalaikumsalam," sambung mereka.
Vero pun mengendarai kuda besi nya membela jalanan kota yang sangat ramai ini.
Setelah hampir satu jam bergelut dengan kemacetan kota Vero pun sampai di kantor, tepat di depan lobi dia pun turun dari mobil dengan di bukakan oleh sekertaris nya yaitu Angga lebih tepatnya anak dari sekertaris papanya.
Papa dulunya memiliki sekertaris yang seumuran dengannya namun beliau mengundurkan diri saat papa mengumumkan akan pensiun dan beliau juga sudah berumur.
Sehingga digantikan lah dengan Angga yang notabennya adalah anak dari sekertaris papa nya dulu dan sudah pernah menjadi sekertaris papa nya meski hanya sebagai asisten sekertaris saja.
Saat pintu lobi di buka Vero melihat banyak sekali karyawan yang menyambutnya, mungkin bisa di bilang semua karyawan berjajar rapi menyambut nya.
Sambil berjalan lebih dalam dia perkenalan dengan para manajer bagian dan memberi salam sambil di beritahu oleh Angga nama dan bagian manajer karena Vero tidak tahu siapa saja manajer di sini.
__ADS_1
Saat dia sedang berjabat tangan dengan manajer pemasaran yaitu teman nya sendiri Ardi, tak sengaja dia melihat sesosok gadis yang sangat familiar dengan nya, yaitu calon istri nya sendiri siapa lagi kalau bukan Manda yang berdiri di sana.
Namun Vero tetap mengontrol ekspresi nya agar tidak terlihat terkejut padahal dalam hati nya sangat terkejut dan bertanya-tanya mengapa dia ada di sini.
"Perkenalkan pak saya Ardi manajer pemasaran di mereka ini adalah karyawan bagian pemasaran," ucap Ardi membuyarkan lamunan nya.
" Selamat pak," ucap Ardi pada sahabatnya itu tapi jika di kantor maka dia adalah bos nya.
"Terima kasih oh ya nanti kamu keruangan saya ada yang ingin saya bicarakan," ucap Vero pada Ardi.
" Baik pak," sahut nya.
" Baik semuanya perkenalkan saya Savero Nahlu Pradikta saya akan menjadi presdir baru di sini jadi tolong kerja samanya sekian terima kasih sekarang kalian boleh kembali kerja," perkenalkan nya pada semua karyawan agar mereka segera mengerjakan tugasnya.
Setelah Vero mengucapkan itu dia pun berjalan menuju lift untuk naik ke ruangannya dan diikuti oleh Angga dan Ardi.
Setelah sampai ruangan nya, Vero menyuruh Angga untuk kembali ke tempatnya dan mulai bekerja sehingga tinggal Vero dan Ardi saja di ruangan.
"Ada apa pak," ucapnya.
"Panggil nama aja kalau cuma kita jangan pakek pak-pak segala risih gue," ucap Vero padanya.
"Oke ada apaan ver lo manggil gue ke sini?" tanyanya langsung to the point.
"Gue mau data diri dari karyawan lo yang nama nya Amanda bisa kan," ucap Vero juga langsung ke intinya yang langsung di beri tatapan membunuh oleh Ardi.
"Lo cuma minta data diri dari Amanda doang karyawan lainnya enggak?" tanya Ardi pada Vero.
"Kayaknya ada yang gak beres nih, ada apaan?" tanyanya kepo kaya ibu kompleks.
"Udah nanti lo juga tahu buruan kasih ke gue dan yahh nanti suruh Manda sendiri yang nganterin ke sini oke," perintah Vero sambil melambaikan tangan agar Ardi segera mengerjakan tugasnya.
Saat Ardi keluar dari ruangan sambil menatap Vero tak percaya karena mengusirnya, Vero pun tak ambil pusing dengan itu.
Setelah Ardi pergi Vero bersiap untuk rapat para pemenang saham yang memang dia sendiri yang minta dan sebagai bagian dari pengenalannya dengan mereka.
"Angga bagaimana para pemenang saham sudah berkumpul atau belum?" tanya Vero melalui sambungan telepon.
"Sudah pak tinggal ke ruangan saja," jawabnya balas dengan deheman.
"Kalau begitu mari kita berangkat."
Setelah hampir satu jam lebih Vero rapat dengan para pemenang saham, mulai dari perkenalan dan beberapa hal lainnya.
"Akhirnya selesai juga," sahut nya karena sangat melelahkan.
Karena terlalu sibuk dengan urusan kantor Vero sampai lupa kalau dia meminta untuk data diri Amanda pada Ardi tadi.
__ADS_1
Vero pun menelepon Ardi meminta data yang dia inginkan.
^^^[Ardi bawa data yang aku minta tadi pada mu.]^^^
[Tadi Manda udah ke sana eh katanya lo gak ada jadi dia balik, dari mana aja sih lo?
Tim pemasaran juga sibuk nih kayak enggak aja.]
^^^[Gue baru aja rapat para pemenang saham, lo kan tau juga gimana sih.]^^^
[Oh iya sih ya udah deh gue suruh Manda ke atas lagi tapi lo jangan keluar lagi.]
^^^[Iya gih buruan.]^^^
[Sabar boss.]
Setelah menunggu beberapa saat pintu ruangan nya pun ada yang mengetuk dan sepertinya Manda yang datang.
Tok tok tok tok
"Permisi pak," sapa Manda meminta izin untuk masuk.
"Masuk," pinta Vero dari dalam padanya.
Setelah Vero mengucapkan itu akhirnya Manda pun masuk dan menyerahkan data yang Vero inginkan dan sepertinya dia tidak tahu akan data tersebut.
"Ini pak berkas yang bapak ingin kan, ada yang bisa di bantu lagi pak kalau tidak ada saya pamit dulu," pamit Manda pada nya padahal kan Vero pun belum mengucapkan apa pun.
"Sebentar ada yang ingin saya bicara kan kamu," sahut Vero pada Manda.
"Iya ada apa pak," ucapnya.
"Begini nanti pas jam makan siang kamu kemana?" tanya Vero pada Manda dengan canggung dan gugup.
"emm mungkin makan siang seperti biasanya di kantin pak, ada apa emangnya?" ujarnya.
"Sebenarnya mama minta kita untuk fitting baju pengantin ke butik nya Tante Mela gimana kamu bisa kan?" tanya Vero padanya.
" Iya bisa kok," jawabnya membuat Vero lega entah kenapa dia sendiri juga tidak tahu.
"Kalau gitu nanti kamu kabari aku kamu istirahat nya jam berapa," sahut Vero dan hanya di angguki oleh Manda.
"Kalau begitu saya pamit dulu pak permisi," pamitnya.
"Ya silahkan," timpal Vero kemudian Manda pun keluar dari ruangan tersebut..
.
__ADS_1
.
NEXT.............................>