Married With My Boss

Married With My Boss
BAB 19_Pernikahan


__ADS_3

Saat sampai di rumah sakit Manda langsung mencari kamar inap sang papa.


"Mama," panggil Manda saat masuk ke ruang inap papa nya yang tadi bertanya ke suster.


"Manda kamu datang," ucap mama delima dengan sedih.


"Udah mama gak usah sedih, papa pasti bakalan sembuh kok." ucap Manda.


Setelah itu Manda dan yang lainnya pun masuk ke dalam ruang inap di mana papa Bram berbaring di sana, tapi untung lah dokter bilang bahwa kondisi papa Bram sudah baik baik saja dan bisa pulang setelah infus habis.


Sungguh ini kali pertama sang papa di larikan ke rumah sakit membuat Manda sedih di buatnya.


"Sayang," lirih mama Delima sedih.


"Mama yang sabar ya papa pasti bakalan cepet sembuh," sahut Amanda ikut sedih melihat sang papa harus terbaring di ranjang rumah sakit.


.


Tak terasa dua hari berlalu dengan cepat dan tepat hari ini adalah hari pernikahan Vero dan Manda.


Manda sendiri sangat gugup karena dia mendapat wejangan dari kakaknya yang tiba kemarin dari Bandung.


Dia berkata bahwa sebagai harus nurut sama suami dan banyak lagi wejangan yang Manda dapat dari kakaknya dan kakak iparnya.


Saat ini Manda sedang berada sebuah hotel yang nantinya akan digunakan untuk ijab qabul dan juga resepsi pernikahannya.


Manda sekarang sedang menungggu acara ijab kabulnya berlangsung dengan perasaan gugup.


"Yuk sayang semua udah pada nunggu tuh," ucap mama delima masuk ke dalam kamar.


"Iya ma," setelah itu Manda pun menuju ke ruangan ballroom di hotel tersebut, jangan lupa bahwa hotel itu adalah milik keluarga Pradikta.


Manda di arah ke ruangan kecil di dalam ballroom yang nantinya digunakan untuk menunggu acara ijab qabul nya selesai.


Saat sudah sampai di ruangan sudah ada Risa dan juga tante Ratna yang sebentar lagi akan menjadi mama mertua nya.


"Aduhh cantik ya mantu mama," ucap mama Ratna antusias sekali.


"Terima kasih tante," balas Manda dengan gugup.


"Loh kok masih tante aja sih, masa masih lupa juga," sahut mama Ratna.


"Eh iya ma maaf lupa," jawab Manda sambil tersenyum.


"Astaga gue gak nyangka Man elo akhirnya nikah juga, gue kira elo akan yang terakhir tapi elo duluan aja nikahnya, mana sama pak bos lagi doa gue semoga langgeng ya Manda," ucap Risa sambil menghampiri Manda.


"Iya Sa amin makasih ya."


"Ya udah yuk kita ke ballroom ya, untuk kamu Manda disini aja dulu ya." sahut mama Delima.


"Biar Risa temenin aja tante Manda nya biar gak tegang," sahut Risa di angguki sama yang lainnya.


"Ya udah makasih ya nak Risa." ujar mama Delima.


"Iya sama-sama tante."


"Yuk jeng kita keluar," ajak mama delima kepada mama Ratna.


Setelah mereka keluar tinggal lah Manda dan Risa di ruangan tersebut tiba-tiba muncul Haikal Reza dan Ardi mereka masuk keruangan tunggu Manda.


"Astaga cantik banget sih nih calon pengantin," ucap Reza.


"Terima kasih," balas Manda karena telah di puji.

__ADS_1


Mereka pun berada di ruangan tersebut beberapa saat dan bercengkrama sebentar dengan Manda, setelah beberapa saat mereka pun keluar ruangan.


🥕🥕🥕


Di tempat lain Vero sedang mengatur suaranya dan pernafasannya karena sangat gugup agar nanti tidak salah dalam pengucapan.


Saat sedang mengatasi kegugupannya tiba-tiba sahabat-sahabatnya datang dan membuat keributan.


"Hai Bro, cie gugup nih kayaknya," goda Haikal.


"Dasar udah tahu nanya," sewot Vero.


"Eh Ver elo tahu gak gue tadi kan lihat Manda diruang tunggu pengantin dan elo tahu apa yang kita lihat tadi? " ucap Reza menggantung membuat Vero penasaran.


"Apaan?" tanya Vero.


"Elo gak akan percaya dengan ini bro," lanjutnya.


"Apaan sih jangan buat gue berantem sama elo di sini ya," ketus Vero karena Reza malah lama sekali memberitahukan nya.


"Iya iya ih takut galak amat sih calon suami nya,"timpalnya lagi.


"Elo tahu gak Ver, Manda tadi cantik banget sumpah gue aja sampek terperangah lihat Manda. Kalau dia bukan calon istri elo notabennya temen gue sendiri mungkin udah gue embat tuh Manda nya, jadi awas aja kalau elo nyakitin Manda karena gue bakal ambil Manda dari elo." tegas Reza.


"Jangan mimpi gak akan gue kasih Manda ke cowok model kayak elo Za," ucap Vero membuat Haikal dan Ardi tertawa.


"Puas kalian ngetawain gw," sewot Reza.


"Ya sorry lah," ucap Haikal.


"Gimana Ver elo udah siap belum, nih bentar lagi mau ijab jangan sampek salah elo ya." ucap Ardi.


"siap Di, meski masih gugup tapi gue udah siap," jawab Vero.


^^^[Halo stev ada apa?]^^^


[Halo tuan Vero maaf mengganggu waktunya.]


^^^[Ada apa?]^^^


[Terjadi kebakaran hebat di pabrik utama pak, dan ada beberapa karyawan yang masih di sana tadi.]


^^^[Apa! Jadi bagaimana mereka sekarang?]^^^


[Syukurnya tidak ada hal serius yang terjadi dengan semua karyawan mungkin hanya beberapa luka ringan dan sudah kita bawa ke rumah sakit.]


^^^[Oke kamu cari tahu penyebabnya sekarang jangan sampai ada yang dirugikan akan kejadian tersebut.]^^^


[Baik pak.]


^^^[Dan maaf aku belum bisa untuk ke sana, kalau acara aku disini selesai pasti langsung ke sana.]^^^


[Maaf mengganggu acara pernikahannya pak, dan selamat atas pernikahannya dan salam buat istri.]


^^^[Terima kasih ucapannya akan aku sampaikan salam mu ke Manda.]^^^


[Baik pak kalau begitu terima kasih.]


^^^[Oke Steven aki juga terima kasih.]^^^


Kemudian Vero pun memutuskan sambungan telepon tersebut.


"Ada apa Ver?" tanya Ardi.

__ADS_1


"Pabrik gue di Inggris mengalami kebakaran hebat," ucap Vero dengan rasa kekhawatiran nya.


"Terus gimana," sahut Haikal ikut panik.


"Untungnya tidak ada korban jiwa tapi beberapa karyawan mengalami luka bakar dan untungnya juga udah bisa di kendalikan jadi tidak menyebar terlalu luas," jawab Vero.


"Syukurlah udah jangan banyak pikiran inget hari ini acara pernikahan elo Ver," ucap Ardi dan di angguki oleh Haikal dan Reza.


"Udah gak usah di bahas lagi yuk keluar," ucap haikal karena acara ijab qobul akan segera di mulai.


🥕🥕🥕


Manda menyaksikan acara ijab kabul dari layar yang dipasang didalam ruang tunggu bersama dengan Risa.


Setelah kata sah diucapkan Manda ingin menitipkan air mata karena dia sekarang sudah menjadi seorang istri.


"Selamat Manda akhirnya sekarang udah gak jomblo lagi, sekarang udah jadi istri aja." ucap Risa sambil menitikkan air mata nya juga.


"Jangan nangis dong Sa, kan nanti aku juga ikut nangis loh," sahut Manda.


"Iya iya,"


Setelah itu Risa pun menuntun Manda untuk menuju ke ballroom tempat ijab kabul dilaksanakan.


Saat Manda tiba di ballroom semua mata tertuju padanya, memang untuk acara ijab kabul hanya keluarga dan teman terdekat saja yang diundang agar lebih privat.


Saat sudah sampai di meja Manda pun dipersilahkan duduk, saat melihat Manda Vero sangat terperangah karena jujur Manda terlihat sangat cantik dengan balutan kebaya yang simpel namun sangat elegan.


Setelah Manda duduk mereka mulai dengan memasangkan cincin kawin, setelah itu penghulu mempersilahkan Manda untuk mencium tangan suaminya dan Vero mencium kening istrinya.


Mulai sekarang Manda dan Vero sudah resmi menjadi sepasang suami istri.


Waktu siang hari Manda dan Vero dipersilahkan untuk istirahat sebentar sebelum nanti malam mereka melakukan resepsi pernikahan yang pasti akan membuat mereka kelelahan.


Saat Manda sedang duduk dipojokan kursi tiba-tiba Vero berbicara yang membuat pipi Manda bersemu merah merona.


"Kamu cantik banget hari ini," ucap Vero.


"Te.... terima kasih," balas Manda gugup.


"Sekarang kita sudah suami istri jadi kalau kamu berfikir untuk pergi kamu sudah terlambat Manda karena sekarang sampai seterusnya kamu sudah sepenuhnya menjadi milik saya," ucap Vero membuat Manda gugup bukan main.


"Iya, dan tolong bimbing saya kalau saya kurang dalam menjadi seorang istri,"


dengan kata itu Vero pun memberikan senyumannya.


Setelah mereka mencurahkan isi hati masing-masing akhirnya mereka mulai bisa membiasakan diri mereka.


Entah karena lelah atau bagaimana akhirnya mereka berdua tertidur lelah di ranjang mereka, sambil berpelukan mencari tempat ternyaman untuk membaringkan diri.


Dan entah sudah berapa lama mereka tidur padahal ini baru ijab kabul tapi sudah sangat melelahkan bagaimana dengan resepsi nanti pasti akan sangat melelahkan.


Ngomong-ngomong soal resepsi, memang Manda tidak terlalu mengundang banyak temannya hanya teman dekat atau lebih tepatnya hanya Risa dan teman dekatnya saat kuliah dan sekolah dulu.


Yang lainnya tidak bahkan karyawan kantor saja tidak, karena nanti kalau mereka di undang pasti akan tahu tentang pernikahan ini bukan.


Jadi nanti dalam resepsi mungkin hanya beberapa undangan saja dan mungkin ada kolega dari Vero dan papa Hendra saja dan beberapa keluarga besar dari keluarga Manda dan Vero saja, tapi itu memang sudah keinginan dari sepasang pengantin itu.


.


.


NEXT.............................>

__ADS_1


__ADS_2