Married With My Boss

Married With My Boss
BAB 78_Kantor Heboh


__ADS_3

Setelah keluar dari toilet tersebut indah segera mendatangi Mita untuk memberitahukan berita besar itu.


Indah pun sampai di ruangan operasional dan segera menuju ke arah Mita yang sedang menata berkasnya.


"Mit," panggil indah.


Mita pun segera menoleh ke arah sumber suara.


"Kenapa sih?" ucap Mita dengan sewot karena mengganggu waktu yang berharga tersebut.


"Gue ada berita besar," ujar indah.


"Apaan?" tanyanya kembali.


"Ini soal Amanda." sahut indah membuat Mita menghentikan kegiatannya dan segera menyuruh indah untuk mendekat.


"Apaan?" bisik Mita.


Indah pun segera memutarkan video yang ia rekam tadi saat berada di toilet.


"Wah hebat elo ndah," sahut Mita dengan muka sombongnya.


"Awas aja elo ja*ang habis sudah hidup elo, salah sendiri berani rebut pak Vero dari gue!" lanjutnya.


Kemudian Mita pun menyuruh indah untuk mengirimkan video tersebut ke Grup karyawan agar dia tahu rasa.


Sedangkan Amanda yang sedang menyelesaikan urusannya dibantu oleh mbk Ida pun sudah lemas karena terus mengeluarkan cairan.


"Gimana Manda udah baikan?" tanya mbk Ida.


"Udah mbk."


Dengan sisa tenaga Amanda pun berdiri sendiri tanpa dibantu mbk Ida.


"Mbk tolong jangan bilang ke mas Vero ya kalau aku habis muntah-muntah kayak gini," ucap Amanda minta tolong.


"Kayaknya susah Man, soalnya yang suruh mbk ke sini pak Vero," jawab mbk Ida.


"Ya udah gak papa mbk." ucap Amanda lesu.


"Kamu yakin tetap mau ke kerja?" tanya mbk Ida dan di angguki oleh Amanda.


"Iya mbk, kalau gitu Manda duluan ya," pamit Amanda dan di angguki oleh mbk Ida.


Amanda pun keluar toilet dan disusul oleh mbk Ida yang juga keluar toilet, Amanda menuju ke ruangannya sedangkan mbk Ida langsung menuju ke lift kemudian kembali ke ruangannya juga.


Saat Feysa sedang berjalan menuju ke ruangannya banyak pasang mata yang memandanginya seperti jijik dan menghina dirinya entah itu hanya perasaannya saja.


"Kenapa ya kok pada ngelihatin aku?" tanya Amanda pada dirinya sendiri.


Setelah itu Amanda pun segera masuk ke ruangannya namun Risa dan Anggi pun segera membawa Amanda keluar dari ruangan tersebut.


Sebenarnya saat Amanda ke toilet tadi grup karyawan sangat heboh yang mengabarkan kalau Amanda hamil di luar nikah sama om-om.


Banyak bukti beredar dari mulai saat dia di toilet tadi dengan mbk Ida dan juga saat dia dengan pak Ilham.


Rekan-rekannya mulai bergosip tentangnya karena dia sering digosipkan dekat dengan banyak lelaki.


Tak beda halnya dengan ruangan lainnya ruangan pemasaran juga heboh, saat Risa sedang mengerjakan tugasnya tiba-tiba Dino dan yang lainnya mulai bergosip.


"Ada apaan sih?" tanya Risa bingung sambil melihat kanan kirinya.


"Elo gak tahu ris, coba lihat grup." ucap Dino.


Risa pun segera membuka grup dan menampakkan berita entah bersumber dari siapa.

__ADS_1


"Apaan ini," ucap Risa.


"Ris ini gimana?" tanya Anggi yang khawatir akan keadaan Amanda nantinya.


"Kita diam aja tunggu sampek Amanda datang," ucap Risa dan di angguki oleh Anggi.


Begitulah saat Amanda masuk Risa dan Anggi pun segera membawa dia pergi mencari tempat yang tenang.


Dan mereka pun menuju ke tangga darurat yang sepi akan karyawan, sedangkan Amanda yang dibawa oleh mereka pun bingung karena dia merasa tidak harus kemana-mana.


"Ada apaan sih ini?" tanya Amanda saat mereka sudah sampai di tangga darurat.


"Gue yakin elo pasti belum lihat grup," ucap Risa.


"Ada apa emangnya?" tanya Amanda bingung.


Kemudian Anggi pun segera memperlihatkan grup tersebut padanya, dan berapa syok-nya Amanda saat melihat isi grup tersebut.


"Astaga berita apaan ini?" tanya Amanda sambil menutup mulutnya tidak percaya.


"Gue juga bingung Man dari mana dapatnya," sahut Anggi.


"Ya udah lah gak papa yang penting kalian tahu kan yang sebenarnya gimana," ujar Amanda dan di angguki oleh mereka.


"Tapi nanti kalau mereka mikir yang enggak-enggak gimana Manda?" tanya Risa.


"Biarin aja lah ris," sahut Amanda tidak mau pikir panjang.


Setelah itu mereka pun segera kembali menuju ke ruangannya, saat Amanda, Risa dan Anggi kembali rekan-rekannya langsung melihatnya namun tidak mengeluarkan perkataan apapun.


Dino yang juga mendiamkannya merasa kecewa karena perbuatan Amanda tanpa tahu yang sebenarnya, saat keluar dari ruangannya pak Ardi merasakan hawa yang sangat mencekam di timnya.


"Ada apaan ini?" tanya pak Ardi kepada semua karyawannya, namun hanya diam yang di terima oleh pak Ardi.


"Iya pak."


"Ada apa?" tanya pak Ardi.


Kemudian Dino pun segera memberitahukan kabar yang beredar di grup chatting kantornya.


"Sebenarnya ada sebuah berita besar pak di grup karyawan hari ini," ujar Dino.


"Apa?" tanya Ardi yang juga penasaran.


Kemudian Dino pun memberikan handphonenya kepada pak Ardi.


Saat pak Ardi melihat berita tersebut dia dibuat syok karena berita bohong tersebut, seketika membuat pak Ardi melihat ke arah Amanda dan menatapnya.


Sedangkan Amanda menatap balik dan seperti memberikan isyarat untuk merahasiakan kebenaranya.


Pak Ardi pun hanya bisa pasrah dan mengikuti keinginan istri sahabatnya itu dan meminta Amanda untuk ikut ke ruangannya.


"Amanda kamu ikut ke ruangan saya," ucap Ardi kemudian kembali ke ruangannya dan di susul oleh Amanda pasrah.


Karyawan yang lainnya pun hanya bisa diam dan menunggu penjelasan dari Amanda, saat Amanda sampai di ruangan pak Ardi dia segera duduk saat dipersilahkan.


"Ini ada apa?" tanya pak Ardi.


"Saya juga enggak tahu pak," jawabnya.


"Vero tahu?" tanya pak Ardi mendapat gelengan dari Amanda.


"Saya tidak tahu kalau yang itu," sahutnya.


"Mending kamu kasih tahu saja yang sebenarnya Manda sama yang lainnya," ucap Ardi membuat Amanda menggelengkan kepalanya langsung.

__ADS_1


"Enggak pak." ucap Amanda keras.


"Kenapa?" tanya Ardi.


"Saya belum siap, nanti kalau sudah siap pasti akan saya beritahukan."


"Terus bagaimana kamu mengatasi kekacauan ini?" tanya Ardi kembali.


"Saya tidak akan mengklarifikasi apa pun karena saya tidak begitu," ucap Amanda.


"Biarkan gosipnya begitu pak, nanti juga akan padam dengan sendirinya." lanjut Amanda.


Ardi pun hanya menganggukkan kepalanya dan pasrah lagi dengan keras kepala nya Amanda.


"Nanti kalau kamu butuh bantuan tinggal bilang saja," ucap Ardi dan di angguki oleh Amanda.


"Kalau begitu saya permisi pak," pamit Amanda.


Kemudian Amanda pun keluar dan di sana sudah ada karyawan yang menyambutnya dan seperti meminta penjelasan.


"Ada apa ini Man?" tanya Dino dengan mata tajamnya.


Amanda hanya diam dan berlalu meninggalkan Dino dan yang lainnya.


"Dasar ja*ang," ucap salah satu rekannya.


Risa dan Anggi yang melihat itu pun tak terima dan segera menghampiri karyawan tersebut.


"Apa maksud elo?" tanya Risa marah.


"Iya, ja*ang yang sama Om-om." ucapnya.


"Udah Ris, nggi kita kerja lagi," ucap Amanda dan menenangkan sahabatnya, dan mereka pun segera melanjutkan aktivitasnya.


"Elo beneran hamil?" tanya Dino kepada Amanda yang kebetulan meja Dino memang dekat dengan Amanda.


Feysa pun menganggukkan kepalanya dan membenarkan kalau memang dia sedang hamil.


"Iya."


"Elo gak mau jelasin ke kita semuanya," ucap Dino.


"Nanti elo juga tahu Din, dan sorry gue belum siap untuk memberitahukan semuanya yang jelas gw udah menikah." sahut Amanda.


Dino pun tidak melanjutkan pertanyaannya dan memilih untuk kembali dengan berkasnya.


Amanda sendiri juga kembali bekerja seperti tidak terjadi apa-apa padahal di luar ruangan mereka sangat banyak karyawan yang penasaran.


🥕🥕🥕


Ditempat lain saat mbk Ida baru saja kembali dari toilet membantu Amanda Vero sudah berada di depan lift.


"Mbk Ida gimana?" tanya Vero.


"Amanda sudah lebih baikan kok pak," jawab mbk Ida.


"Makasih mbk Ida." ucap Amanda dan di angguki oleh mbk Ida.


Kemudian Vero pun kembali ke ruangannya dan bekerja tanpa mengetahui yang terjadi dilantai karyawan.


.


.


NEXT.............................>

__ADS_1


__ADS_2