
Setelah itu mama Ratna pun turun ke bawah dan diikuti oleh Vero dari belakang.
"Papa mana ma?" tanya Vero karena tidak melihat sang papa.
"Papa mu masih ada pertemuan sama temennya," jawab mama Ratna.
"Mama udah makan?" tanya Vero kepada sang mama.
"Udah kok Ver."
Mereka pun duduk berdua di sofa depan televisi.
"Gimana liburannya?" tanya mama Ratna seperti sedang menggoda sang anak.
"Not bad lah ma," balasnya.
"Kenapa Amanda gak dibawa ke dokter aja Ver?" tanya mama Ratna lagi.
"Vero gak mau ma dibawa ke dokter."
Kemudian mbok Yem pun menyajikan cemilan untuk ibu nyonya dan juga tuannya.
"Terima kasih mbok Yem." ucap mama Ratna.
Kemudian mereka pun memakan camilan yang disajikan untuk mereka, sedangkan Amanda yang berniat untuk istirahat tetapi entah seperti ada sesuatu yang aneh karena dia ingin sekali makan seblak level pedas padahal dia tidak terlalu suka dengan makanan bercita rasa pedas.
Karena sangat ingin memakannya Amanda pun membatalkan untuk istirahat dan turun kebawah.
Untungnya saja dia sudah tidak merasakan sakit kepala sehingga dia bisa berjalan sendirian.
Saat Amanda turun dia melihat sang suami sedang berbincang-bincang dengan sang mama mertua nya.
Amanda pun menghentikan sebentar langkah kakinya dan melihat kedekatan antara anak dan mama itu.
Kemudian dia pun melanjutkan perjalanannya menuju ke sang suami, saat Amanda masih dalam perjalanan menuju sang suami ternyata sang mama tahu dan menyapanya.
"Sayang kenapa bangun?" tanya mama Ratna saat Amanda hampir sampai di ruangan tersebut.
"Manda gak bisa tidur ma." jawab Amanda saat sudah sampai di ruangan tersebut dan duduk di samping sang suami.
"Masa ku pingin seblak." rayu Amanda dengan nada manja.
"Seblak kan pedes sayang nanti perut kamu sakit," ucap Vero menolak keinginan sang istri.
"Mas aku pingin," sahut Amanda dengan wajah mulai memerah dan sepertinya ingin menangis.
Vero pun tidak tega dengan wajah sang istri namun dia takut karena sang istri masih sakit.
"Sayang kamu kan masih sakit," lanjut Vero memberi pengertian kepada sang istri.
"Aku udah baikan kok mas."
Kemudian Vero pun tak bisa menolak keinginan sang istri dan mengizinkannya untuk memakan makanan tersebut.
"Ya udah aku beliin," ucap Vero membuat Amanda senyum sumringah.
"Makasih sayang."
__ADS_1
"Iya sayang."
Vero senang karena sang istri memanggilnya dengan sebutan sayang.
"Aku mau kamu berangkat sendiri mas gak usah pesan makanan," ucap Amanda membuat Vero seketika melongo.
"Kenapa sayang kan enak pesan," alasan Vero.
"Enggak aku maunya kamu yang beli sendiri."
Mau tidak mau Vero pun berangkat sendiri mendatangi alamat yang tadi sudah dicatat oleh sang istri.
"Aku maunya yang level pedes ya," sahut Amanda saat sang suami akan berangkat.
"Enggak pedes," ucap Vero membuat Amanda seketika memerah kembali dan akan menangis.
"Astaga iya pedes."
"Tapi kok tumben kamu suka pedes sayang?" tanya Vero merasa heran dan aneh karena biasanya sang istri kurang suka dengan makanan yang pedas.
Amanda pun hanya menggelengkan kepalanya karena dia juga tidak tahu, setelah itu Vero pun mengambil kunci mobil dan berangkat menuju restoran seblak.
Sedangkan mama Ratna yang hanya melihat tingkah anak dan menantunya itu sedikit heran karena tidak biasanya sang menantu sangat manja kepada Vero.
"Sayang kamu gak apa-apa kan?" tanya mama Ratna kepada Amanda karena tingkah sang menantu yang aneh.
"Aku gak papa kok ma," jawab Amanda.
"Beneran?" tanya mama Ratna memastikan keadaan sang menantu.
"Iya ma Amanda baik-baik aja kok."
Setelah itu Amanda dan mama Ratna pun berbincang-bincang banyak hal mulai dari liburan Amanda yang singkat di hotel tersebut, hingga kejahilan sang suami waktu di kolam renang.
🥕🥕🥕
Sedangkan Vero yang mengendarai mobilnya mencari alamat restoran seblak yang cukup terkenal di daerah sini.
"Ini dimana sih restorannya?" tanya Vero dengan melihat map.
Tak lama kemudian dia akhirnya menemukan restoran tersebut.
"Akhirnya ketemu juga," ucap Vero senang dan turun dari mobil.
Saat sudah sampai di depan restoran ternyata banyak orang juga yang sedang mengantri untuk pesan makanan hingga antrian sampai depan restoran juga.
Vero pun ikut mengantri di barisan tersebut dan sesekali melihat jam untuk memastikan dia tidak terlalu lama.
Namun saat dia sedang mengantri ternyata banyak juga pasangan yang juga mengantri dan beberapa cewek baik yang duduk atau pun mengantri melihat ke arah Vero.
Banyak yang mengagumi ketampanan Vero hingga menatap Vero seperti kagum dengan ciptaan tuhan yang satu ini.
Vero yang ditatap pun risih tapi dia harus segera membawa pesanan sang istri.
Saat dia sedang mengantri tiba-tiba manajer restoran tersebut masuk ke dalam, aang manajer tak sengaja melihat Vero yang juga mengantri di barisan pelanggan.
Betapa syok pemilik restoran tersebut karena restoran kecilnya dikunjungi oleh pengusaha terkenal sekelas Vero Nahlu Pradikta.
__ADS_1
Seketika pemilik restoran menghentikan langkahnya dan menyapa Vero dengan sopan.
"Pak Vero." sapa pemilih restoran tersebut kaget.
"Iya," jawab Vero yang bingung siapa orang yang menyapanya tersebut.
Semua pelanggan pun menoleh ke arah pemilik restoran tersebut.
"Bapak pak Vero Nahlu Pradikta kah?" tanya pemilik restoran tersebut memastikannya dan di angguki oleh Vero.
"Bapak siapa?" tanya Vero juga karena bingung.
"Saya Herlambang pemilik restoran kecil ini." jawab pemilik restoran memperkenalkan diri.
"Halo pak Herlambang." sapa Vero sambil menjabat tangan pak Herlambang.
Pak Herlambang sangat senang karena dia bisa berjabat tangan dengan pengusaha terkenal.
Semua orang yang berada di restoran tersebut syok karena tidak menyangka bahwa pengusaha sukses sekelas keluarga Pradikta rela antri panjang untuk mendapatkan makanan.
"Bapak pesan apa? Biar saya pesankan langsung." ucap pemilik tersebut dan mempersilahkan Vero untuk duduk.
"Tidak usah pak, sebentar lagi juga giliran saja."
Vero berusaha menolak dengan sopan agar tidak menyakiti hati pemilik restoran, banyak yang tidak tahu bahwa yang berada di restoran tersebut wajah dari Vero Nahlu Pradikta karena Vero menggunakan topi dan juga jaket yang menutupinya tapi pesonanya tetap saja terpancar.
Entah mengapa pemilik restoran tersebut mengetahui bahwa dia Vero padahal dia sudah berusaha menutupi hal tersebut.
Kemudian sang pemilik pun izin untuk masuk ke dalam ruangannya dan Vero pun mengizinkannya.
Setelah menunggu beberapa saat akhirnya Vero pun memesan pesanannya, setelah selesai Vero segera pergi meninggalkan restoran tersebut dan kembali ke mansionnya.
Sementara Amanda yang sudah cukup lama menunggu sang suami untuk datang dengan membawa seblak pesanannya pun bosan karena menunggu.
Amanda pun menginginkan nasi goreng buatan sang mama mertua nya tercinta.
"Ma aku pingin nasi goreng buatan mama deh," ujar Amanda kepada mama Ratna di sampingnya.
Sang mama mertua pun menawarkan untuk membuat nasi goreng yang di angguki oleh Amanda secara antusias.
Kemudian mama Ratna pun sedang berada di dapur dengan mbok Yem membuat nasi goreng keinginan sang mantu.
Tak lama kemudian nasi goreng tersebut jadi dan mama Ratna membawakannya ke sang menantu yang berada di ruang tamu.
"Ini sayang nasi gorengnya," sahut mama Ratna keluar dari dapur dengan membawa nasi goreng tersebut.
Amanda pun menyambut antusias saat mama mertua nya, mama Ratna pun memberikan nasi goreng tersebut kepada sang menantu dan Amanda menerimanya dengan senang hati.
Lalu menyantap nasi goreng tersebut hingga tak tersisa.
"Enak ma." ucap Amanda memuji masakan sang mama.
"Makasih sayang." ucap mama Ratna senang karena pujian sang menantu.
Vero yang sudah sampai di mansionnya pun segera menuju ke ruang tamu dimana sang istri sudah menunggunya.
.
__ADS_1
.
NEXT.............................>