Married With My Boss

Married With My Boss
BAB 109_Nasib Jennifer


__ADS_3

Jenifer sang sangat frustasi sekarang karena nama baiknya tercoreng dengan kabar-kabar buruk tentangnya pun tak habis pikir bagaimana bisa semua tentangnya bisa terbongkar di publik.


Sekarang agensi tempatnya bernaung pun sedang mengupayakan segala sesuatu agar artisnya bisa di pandang baik oleh masyarakat, namun tak semudah membalikkan tangan.


Sekarang masyarakat sangat tidak berdaya dengan Jenifer dan banyak juga yang menghentikan kontrak iklan bahkan brand ambassador nya kepada Jenifer.


"Jenifer sebenarnya apa yang kau lakukan, aaaa." ucap direktur agensi Jenifer dengan marah dan berteriak.


"Sabar direktur," ucap manajer Jenifer.


"Keluar!" perintah direktur.


Manajernya pun menemui Jenifer untuk mencari tahu apa yang telah artisnya lakukan hingga banyak sekali kabar yang beredar di luar sana.


"Jenifer," ucap manajer kepada Jenifer saat sudah sampai di rumahnya.


"Apa?"


"Sebenarnya elo udah ngelakuin apa sih kok bisa kayak gini?" tanya manajer tersebut.


Jenifer juga bingung karena dia tadi enak-enak pesta malah di suruh ke agensi dan malah mendapatkan berita seperti itu.


"Gue juga gak tahu," balas Jenifer.


"Mending elo sekarang berada di rumah aja, atau enggak gitu elo liburan yang jauh deh." ucap manajer kemudian pergi meninggalkan Jenifer.


Jenifer sangat marah dan juga malu karena berita tersebut terus memanas.


🥕🥕🥕


Keesokan harinya Jenifer karena bosan di rumah terus dia pun mencoba melihat televisi dan menampakkan Mita sedang berada di berita.


"Apaan nih?" tanya Jenifer kepadanya sendiri.


Setelah beberapa saat Jenifer pun mengerti yang di maksud pun di buat kaget karena seorang Mita berani membunuh seorang bayi yang masih dalam kandungan.


Namun setelah ia tahu kalau itu adalah bayi dari Amanda dia pun ikut senang dan mengatakan kalau Mita pintar.


"Rasain tuh," ucap Jenifer dengan angkuhnya.


Dia sangat senang karena bisa membuat Amanda bersedih dan menangis, dia juga melihat Amanda yang menyerang Mita waktu reka adegan kejadian.


Dia sangat puas dengan pemberitaan tersebut, dia juga tidak memperdulikan Mita akan di penjara atau tidak, namun beberapa saat kemudian Vero yang mengumumkan kalau bayi yang di kandung oleh Amanda adalah anaknya membuat Jenifer tercengang.


Dia sangat tidak percaya kalau Vero ternyata menghamili Amanda dan tidak percaya kalau mereka berdua adalah sepasang suami istri.


Namun dia juga mulai berfikir jangan-jangan yang membuat dia seperti ini adalah Vero, karena sepertinya dia tahu kalau dia dan Mita yang sudah menceburkannya.


Seketika Jenifer pun takut ternyata tindakan Vero sangat rapi hingga dia pun tidak sadar kalau dia sekarang sudah di ujung tanduk dan tinggal mendorongnya saja ke laut maka dia akan mati.


"Astaga ternyata selama ini Amanda adalah istrinya Vero," ucap Jenifer tidak terima.

__ADS_1


Dia melihat berita banyak yang memberitakan tentang Mita yang kemungkinan di penjara seumur hidup atau bahkan yang lebih parah lagi di hukum mati.


Saat sedang asyik melihat berita hangat di televisi tiba-tiba telepon selulernya berbunyi, dia segera mengangkat telepon dan menerimanya.


"Ada apa?" tanya Jenifer saat manajernya meneleponnya.


"Gawat, kemungkinan kontrak lu akan di putus." sahut manajer di sebrang sana.


"Apa!" ucap Jenifer syok.


"Iya, ini tadi banyak para direksi membicarakan tentang dirimu." lanjut manajer.


Jenifer hanya bisa pasrah dan terbengong, dia kemarin tidak ada masalah namun hanya dalam satu malam semuanya telah berubah.


"Halo, haloo."


Manajernya pun menutup teleponnya karena tidak ada respon dari Jenifer.


"Apa! Bagaimana ini kalau gue di berhentikan." ucap Jenifer khawatir.


Dia sebenarnya juga khawatir tentang dirinya yang sudah hancur ini, dia pun sama dengan mayat hidup cuma bisa di rumah saja.


Bahkan jika ia bunuh diri pun sudah tidak ada yang mengenali lagi, karena berita Mita yang sangat hot membuat berita tentang Jenifer sudah mulai redup dan juga tidak banyak wartawan yang mengincarnya dan memberitakannya karena semua media sedang membicarakan tentang kasus Mita.


Sekarang Jenifer sangat frustasi dia pun membanting semua barang yang ada di dekatnya.


Rumahnya juga sudah tidak berbentuk lagi, semua barang sudah di lempar tidak pada tempatnya.


"Mita elo kenapa bisa ketangkep kayak gitu sih," ucap Jenifer marah.


Namun dia tidak menyangka kalau Amanda ternyata adalah istri sah dari Vero, cowok yang ia sangat suka.


Dia kemarin masih terkenal tetapi dalam waktu satu hari hidupnya sudah berubah seratus delapan puluh derajat ke bawah.


Orang tuanya tadi juga menghubunginya dan memberitahu kalau banyak anti fansnya yang menyerbu rumah orang tuanya, namun Jenifer tak menggubris ucapan sang ibu.


Karena baginya dia sudah tidak punya orang tua, dia sangat tidak suka dengan orang tuanya karena terlahir dengan keadaan miskin.


Mengingat hal itu Jenifer sangat marah, dia pun bergegas untuk ke agensi dan melihat rapat para petinggi.


Dia tidak ingin kondisi orangtuanya terbongkar namun semuanya sia-sia, karena hal itu semakin banyak hujatan dari warganet untuk Jenifer.


Jenifer pun memutuskan untuk ke agensi dengan tanpa rasa malu yang menggelayutinya, saat sudah sampai dia melihat manajernya yang sudah berada di depan ruang rapat dengan gelisah.


"Jenifer," sahut manajernya saat melihat Jenifer dari jauh.


"Bagaimana hasilnya?" tanya Jenifer dengan ketus.


"Belum, semua petinggi sedang rapat." manajernya berucap tadi.


"Ini kenapa bisa begini sih," sahut Jenifer marah sejadi-jadinya.

__ADS_1


Manajernya pun menarik Jenifer menjauh dari ruang rapat, takutnya nanti terdengar dari dalam.


"Biasa gak sih gak usah teriak-teriak, kita semua sekarang sedang putus asa juga." manajernya menjawab.


"Kenapa?" tanya Jenifer dengan santainya.


"Eh kalau elo berhenti kita juga akan cari kerja lain dan belum tentu bisa kerja enak kayak gini," sahut manajer tersebut.


Jenifer pun masa bodoh, yang dia harapkan sekarang adalah agar kondisi keartisannya kembali lagi.


"Udah gue mau ke ruang rapat," ucap Jenifer kemudian meninggalkan manajernya.


Sang Manajer pun mengikuti Jenifer kembali ke ruang rapat, saat baru sampai ruang rapat langsung terbuka dan melihatkan direktur agensi.


"Jenifer kamu ikut saya," ajak direktur tersebut.


Jenifer pun mengikutinya dari belakang dan menuju ke ruangannya.


"Duduk."


Jenifer hanya mengikuti instruksi tidak berniat untuk membantah seperti dia biasanya.


"Ada apa pak?" tanya Jenifer.


"Masih tanya ada apa," ucap direktur marah.


"Mulai sekarang kamu bukan lagi artis dari agensi ini," lanjut direktur membuat Jenifer diam sejenak mencerna ucapannya.


"Apa! Kenapa?" tanya Jenifer bingung sekaligus takut.


"Kenapa? Kamu pasti juga tahu jawabannya, dan sekarang saya minta kamu keluar dari ruangan saya." direktur berucap.


Kemudian mempersilahkan mantan artisnya untuk keluar dari ruangannya, saat Jenifer keluar manajernya sudah menunggu jawab yang diberikan oleh direktur di dalam tadi.


"Gimana Jen?" tanya manajer.


Jenifer hanya menggelengkan kepalanya dan memasang muka cemberutnya.


"Gw di berhentikan," ucap Jenifer kemudian menangis.


Manajer pun sedih bukan karena Jenifer diberhentikan tetapi karena dia sekarang tidak


punya pekerjaan dan harus mencari.


Kabar bahwa Jenifer telah diberhentikan dari agensinya sudah tersebut, banyak komentar positif karena Jenifer diberhentikan, semua mendukung perusahaan banyak juga yang mengapresiasi langkah cepat agensi.


Jenifer hanya mengurung dirinya di kamar dan tidak ingin keluar dari dalam sama sekali.


Sedangkan Amanda yang melihat berita tentang artis Jenifer yang di putus kontrak oleh agensinya pun ikut sedih, tapi dia merasa bahwa hukuman itu pantas buat dia karena sudah melakukan hal yang sangat jahat.


.

__ADS_1


.


NEXT.............................>


__ADS_2