
Setelah itu mereka pun sampai di hotel tempat mereka menginap, Amanda langsung kembali ke hotel dan tidak ikut sang suami ke villanya.
"Mas aku langsung ke hotel aja ya," ucap Amanda.
"Kenapa sayang gak ke villa aja dulu sama mas?" tanya Vero tidak suka dengan ucapan sang istri.
"Enggak mas aku ke hotel aja." ucap Amanda kemudian berpamitan dengan suaminya dan juga sahabat suaminya.
Setelah Amanda pergi, Vero dan sahabatnya pun masuk ke dalam villa tersebut, saat mereka sudah sampai di dalam mereka pun duduk santai di sofa ruang tamu.
"Ver gue denger dari Angga kalau elo balik ke Jakarta besok?" tanya Ardi.
"Iya Di, di sana masih banyak kerjaan yang harus segera gue selesai in," ucap Vero.
"Terus kenapa elo ke Bali kalau ada banyak kerjaan?" tanya Ardi balik.
"Elo kayak gak tahu aja di dia kan nyusulin istrinya," sahut Reza.
"Oh." ucap Ardi yang baru paham.
"Gue nitip Amanda ya bro saat gue balik besok," ucap Vero tidak tenang kalau sang istri tidak dekat dengannya.
"Tenang aja Ver, Manda berada ditangan yang tepat," ucap Reza dengan bangganya.
"Elo tenang aja Ver," timpa Haikal.
"Emang kapan sih liburan karyawan elo selesai?" tanya Haikal lagi karena penasaran.
"Kalau sesuai jadwal sih lusa terakhir."
"Wah bentar lagi dong," ucap Reza dan di angguki oleh Vero.
"Oh ya Ver, elo tadi lihat muka bini elo murung gak sih mulai dari mobil tadi?" tanya Reza.
"Iya ver gue juga ngerasain gitu," ungkap Ardi di angguki oleh Haikal.
Vero juga merasakan itu istrinya yang biasanya sangat periang entah kenapa tadi sangat pendiam.
"Dia lagi kedatangan tamu makanya gitu." alasan Vero karena dia sebenarnya juga tidak tahu apa yang terjadi dengan istrinya.
"Oh kirain kenapa-kenapa." ucap Reza.
🥕🥕🥕
Amanda yang sudah sampai di hotel pun langsung berbaring di kasur, berhubung dia sendirian sekarang karena Anggi dan Risa sedang ikut rombongan karyawan berwisata ke wahana air di Bali.
Amanda sebenarnya sedang memikirkan ucapan Mrs. Camila tadi pagi tentang apakah dia sudah hamil atau belum, meski mereka baru melakukan hubungan suami istri tetapi ada kekhawatiran dari Amanda tentang kehamilan.
__ADS_1
Dia takut tidak bisa memberikan keturunan untuk sang suami kemudian sang suami memilih untuk menikah lagi.
Pemikiran itu yang selalu terpikirkan oleh Amanda, Bahkan sebelum menikah Amanda juga memikirkan hal itu.
"Astaga Manda jangan mikirin hal-hal yang enggak-enggak deh," ucap Amanda pada dirinya sendiri.
Namun meski sudah di sugesti oleh dirinya sendiri agar tidak memikirkan hal yang negatif, tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa Amanda tetap merasa khawatir tentang hal itu.
Karena cukup lelah dengan pemikirannya sendiri akhirnya Amanda memilih untuk tidur tanpa mengganti pakaiannya.
Sore pun tiba Amanda masih tidur saat Risa dan Anggi tiba di hotel, saat mereka sampai di kamar mereka melihat Amanda yang sedang tidur dan sepertinya sedang mengalami mimpi buruk.
"Enggak enggak jangan," igau Amanda dalam tidurnya.
Risa dan Anggi yang melihat itu segera membangunkannya.
"Manda bangun Man," ucap Anggi sambil mengguncangkan tubuh Amanda.
"Manda bangun Man jangan bikin gue khawatir," ucap Risa sama dengan halnya Anggi yang mengguncangkan tubuhnya.
Tak berapa lama Amanda pun terbangun dengan muka pucat dan keringat yang mengucur deras, Risa pun memegang dahi Amanda dan benar saja Amanda sedang demam tinggi.
"Astaga Manda elo demam," ucap Risa.
"Ya udah gue cari obat dulu ya," timpa Anggi di angguki oleh Risa.
"Elo tadi mimpi buruk apa sih Man?" tanya Risa sambil mengompres dahi Amanda.
Amanda yang ditanya hanya diam, Amanda tadi mengalami mimpi buruk, Dia memimpikan sesuatu yang sangat seram sampai Amanda sediri tidak ingin mengingatnya.
"Udah Man kalau memang gak bisa cerita gak papa, Mending kamu istirahat dulu ya,"
Sedangkan Anggi yang sedang terburu-buru menuju ke apotik terdekat dan kebetulan di dalam hotel ada ruang obat sehingga tidak jauh Anggi mengambil obatnya.
Saat sedang terburu-buru setelah mengambil obat tidak sengaja Anggi menabrak seseorang dan ternyata itu adalah pak presdirnya yaitu Vero.
"Astaga maaf pak, Sekali lagi saya minta maaf," ucap Anggi dengan menunduk.
"Makanya kalau jalan itu hati-hati, Kan kasih Vero mau dipecat elo," ucap Jenifer yang berada di samping Vero.
"Kalau jalan hati-hati lain kali," ucap Vero.
"Baik pak."
Kemudian Vero pun melenggang pergi, Vero tadi kebetulan sedang melihat sekitar dan mengunjungi beberapa karyawannya yang sedang berlibur jadi dia memasuki hotel.
Dan jangan lupa Jenifer juga ikut dalam rombongan Vero dan sahabatnya, namun karena Vero tidak ingin berdebat dan berbicara yang tidak penting dengan Jenifer jadi dia memperbolehkan lah Jenifer untuk ikut.
__ADS_1
Setelah insiden tidak terduga itu akhirnya Anggi melanjutkan perjalanan ke kamar hotel, tak berapa lama Anggi pun datang dengan obat di tangannya.
"Ini Man obatnya di minum ya," ucap Anggi dan menyerahkan obat ke Risa.
"Minum Man," ucap Risa sambil memberikan obatnya dan di terima oleh Amanda.
"Makasih ya sama kalian karena udah ngerawat aku," ujar Amanda dengan muka pucat nya setelah meminum obat.
"Iya Manda kayak sama siapa aja, Kita kan temen," ujar Risa dan di angguki oleh Anggi.
"Ya udah sana istirahat ya," ucap Risa kembali dengan menyelimuti tubuh Amanda.
Kemudian Amanda pun istirahat dan berharap agar nanti sudah sembuh, karena dia ingin liburan juga bersama teman-temannya karena tinggal beberapa hari lagi liburan berakhir.
Anggi dan Risa pun pergi meninggalkan kamar agar Amanda lebih nyaman dan tidak terganggu.
Angi dan Risa sekarang sedang berada di lorong kamar hotel menuju ke lift, saat lift terbuka di sana menampakkan wajah Vero dan sahabat-sahabatnya tetapi sekarang sudah tidak ada Jenifer karena dia ada panggilan syuting mendadak jadi harus segera kembali ke Jakarta.
Risa dan Anggi pun masuk ke dalam lift dengan ragu-ragu, Anggi yang tadi habis nabrak bosnya itu sekarang sangat takut karena tatapan bosnya itu.
Sedangkan Risa memikirkan Amanda yang sedang sakit sekarang, dan apakah dia harus memberitahukan pak Vero atau tidak.
Setelah beberapa saat terdiam di dalam lift akhirnya Reza pun membuka perbincangan karena melihat ada kecanggungan di dalam lift sekarang.
"Hai ris?"
"Hai," jawab Risa dengan canggung.
"Loh mana Amanda?" tanya Reza kembali Risa bingung harus bicara apa.
Sedangkan Vero yang mendengar Reza menanyakan keadaan Amanda pun ikut penasaran dengan keadaannya sekarang.
Lama menunggu Risa berbicara Anggi yang juga bingung kenapa mereka menanyakan keadaan Amanda pun membuka suara.
"em Amanda sedang sakit dia demam sekarang," ucap Anggi membuat Risa melihatnya.
Sedangkan Vero dan lainnya kaget dan hampir saja melorotkan matanya.
"Bener tuh ris sama yang baru aja diomongin?" tanya Ardi pada Risa.
Risa pun terpaksa mengangguk-anggukkan kepalanya.
Vero yang mendengar itu pun segera memencet kan lantai kamar Amanda.
.
.
__ADS_1
NEXT.............................>