
Sedangkan Vero sedang bertemu dengan rekan kerjanya untuk membahas proyeknya.
"Selamat malam pak Sony," sapa Vero kepada rekan kerjanya itu atau lebih tepatnya rekan kerja papa nya dulu.
"Selamat malam Vero, lama tidak bertemu." jawab pak Sony.
"Iya pak,"
"Saya dengar dari papa kamu bahwa kamu baru saja nikah." ucap pak Sony.
"Iya pak,"
"Maaf saya tidak bisa hadir waktu itu karena saya masih ada di Jepang,"
"Tidak apa-apa pak lain waktu akan saya perkenalkan istri saya dengan bapak dan keluarga," ucap Vero.
"Bagus itu ver,"
Kemudian mereka pun mulai membahas proyek terbaru mereka.
Vero sudah cukup kenal dengan pak Sony karena termasuk teman dan rekan dari papa nya sehingga dia sangat percaya, dan perusahaannya sendiri sudah sering bekerja sama dengan perusahaan dari pak Sony.
Setelah itu mereka pun berbincang-bincang kembali dan menyantap makan malam yang dipesan.
Setelah pertemuan tersebut selesai pak Sony pun izin untuk pulang terlebih dahulu dan mengakhiri pertemuan malam ini.
"Kalau gitu saya pergi dulu ya, Ver" pamit pak Sony.
"Silahkan pak," jawab Vero.
"Dan saya serahkan sepenuhnya proyek ini ke kamu dan semua saja sukses ver,"
"Amin pak,"
Kemudian pak Sony pun meninggalkan restoran terlebih dahulu kemudian disusul oleh Vero yang juga pergi dari sana.
Setelah keluar dari restoran Vero pun mengendarai mobilnya menuju kembali ke mansionnya, karena jalanan mulai lenggang sehingga tidak butuh waktu lama untuk sampai di mansionnya.
Vero sudah sampai di mansionnya dengan pak Ilham membukakan pintu untuknya.
"Terima kasih pak," ucapan terima kasih Vero kepada pak Ilham dari dalam mobil.
"Sama-sama tuan," jawab pak Ilham.
Setelah memarkirkan mobilnya Vero segera masuk kedalam mansionnya dan mencari keberadaan sang istri.
Pertama Vero mencari diarea ruang tamu dan ruang keluarga tetapi tidak ada, kemudian dia pun mencari ke dapur dan tidak ada juga.
Vero pun memutuskan untuk mencarinya dikamar namun saat Vero sampai ternyata istri juga tidak ada.
Karena tidak menemukan sang istri Vero pun memilih untuk mandi terlebih dahulu baru mencari sang istri karena badannya sudah sangat capek.
Setelah selesai semuanya Vero pun segera mencari keberadaan sang istri lagi.
Saat dia di dapur Vero melihat mbok Yem yang sedang beres-beres.
"Mbok Amanda mana?" tanya Vero kepada mbok Yem.
"Nyonya ada dibelakang den lagi lihat ikan," ucap mbok Yem.
"Apa jam segini kok lihat ikan sih," ujar Vero heran karena ini sudah jam sembilan malam tetapi sang istri malah melihat ikan.
Akhirnya Vero pun menyusul sang istri ke taman belakang dan benar saja di sana Amanda sedang berbicara dengan ikan-ikan yang berenang.
Vero tak kuat menahan senyumnya karena tingkah sang istri tersebut akhirnya pun mendekati sang istri dan memeluknya dari belakang.
Amanda yang dipeluk secara mendadak pun hampir saja terjatuh tapi untungnya dipegangi oleh Vero sehingga tidak sampai jatuh ke kolam.
"Ih kamu ya mas," kesal Amanda.
"Kamu ngapain sih di sini?" tanya Vero tetapi dengan posisi yang sama.
__ADS_1
"Aku lagi lihat ikan mas, mereka besar-besar ya," ucap Amanda dengan polosnya.
"Iya kan di kasih makan,"
"Iya juga sih,"
Setelah beberapa saat Vero pun mengajak sang istri untuk kembali kedalam karena semakin malam cuaca semakin dingin.
"Ya udah yuk masuk dingin nih," ajak Vero.
"Ih kamu mah," keluh Amanda tetapi tetap mengikuti langkah sang suami.
Setelah mereka sampai di dalam, Amanda pun menanyakan kepada sang suami apakah dia sudah makan apa belum.
"Mas kamu sudah makan?" tanya Amanda.
"Udah sayang tadi sama klien,"
"Yah," keluh Amanda yang masih didengar oleh Vero.
"Kenapa emang?" tanya Vero.
"Aku tadi masakin banyak banget mas, terus gimana ini makanannya," ucap Amanda sedikit kecewa.
"Astaga aku lupa juga gak ngomong kalau makan diluar,"
"Gak papa kok mas gimana kalau kita kasih aja ke pak Ilham dan yang lainnya terus sama satpam kompleks juga," ucap Amanda antusias kembali padahal tadi dia sangat kecewa saat tau sang suami sudah makan di luar.
"Boleh tuh,"
Kemudian mereka pun membungkus makanan tersebut dibantu sama mbok Yem dan menyisakan beberapa untuk mbok Yem juga.
Setelah selesai mereka pun segera keluar dari mansionnya.
"Sayang gimana kalau kita pakek motor aja biar romantis, kan kamu belum pernah aku bonceng pakek motor," ajak Amanda saat mereka sampai didepan mansion dan akan menuju ke pos satpam.
"Boleh mas,"
"Pak ini saya ada sedikit makanan," ucap Amanda sambil memberikan makanan tersebut.
"Terima kasih nyonya,"
"Sama-sama,"
"Nyonya sama tuan mau keluar?" tanya pak Ilham.
"Iya pak," jawab Vero.
"Bentar saya bukain,"
"Makasih pak," balas Amanda dengan menampakkan senyum ramah nya.
Kemudian gerbang pun sudah dibuka oleh satpam.
"Terima kasih pak,"
"Iya nyonya."
"Mari,"
"Mari tuan nyonya."
Kemudian Vero dan Amanda pun menuju kearah pos satpam untuk kompleks.
"Malam pak dindin," sapa Amanda saat mereka sudah sampai di satpam depan kompleks.
"Eh ibu Amanda malam," jawabnya.
"Pak ini saya ada sedikit makanan mungkin bapak mau," ucap Amanda.
"Terima kasih nyonya, pasti mau lah rezeki gak boleh ditolak."
__ADS_1
"Iya pak,"
"Terima kasih ya nyonya."
"Iya pak kalau gitu saya pamit dulu ya pak," pamit Amanda.
"Baik nyonya hati-hati,"
"Iya."
Kemudian Amanda pun menghampiri sang suami yang menunggu di atas motornya.
"Gimana udah selesai?" tanya Vero yang dari tadi hanya berada di atas motor.
"Iya udah yuk balik," ajak Amanda balik ke mansionnya.
"Kok udah balik sih,"
"Lah emangnya mau kemana?" tanya Amanda bingung.
"Kalau kencan gimana?" sahut Vero.
"Ih kamu ya,"
"Yuk naik," ajak Vero.
Dan Amanda pun pasrah dan menaiki motor bersama sang suami.
"Mas pelan-pelan loh ya bawanya gak usah ngebut," peringatan dari Amanda untuk sang suami.
"Iya sayangku,"
Lama mereka menyusuri jalanan ibu kota padahal waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam tetapi kota tidak pernah sepi.
Vero pun menepikan motor metiknya di trotoar jalan yang terdapat banyak sekali penjual jajanan kaki lima.
Saat sudah sampai Amanda tak henti-hentinya berseru dengan apa yang dia lihat.
"Wah mas banyak banget," ucapnya sambil kekagumannya.
"Kamu suka?" tanya Vero.
"Suka banget,"
Kemudian Amanda pun memilih beberapa makanan yang sangat ingin ia coba dari dulu dan tak pernah menemukannya.
Setelah kenyang mereka pun memutuskan untuk pergi meninggalkan pasar jajanan kaki lima tersebut dengan motor dan kembali menyusuri jalanan ibu kota.
Kemudian mereka pun terus mengendarai motor tersebut dengan santai dan mengelilingi kota.
Tak lama berselang ada sebuah pasar malam yang sangat ramai dengan pengunjung.
Dan banyak sekali wahana yang ditawarkan dan juga makanan yang enak sekali.
"Sana yuk," ajak Vero kepada Amanda saat melihat ada pasar malam.
"Ayuk mas," jawab Amanda dengan antusias.
"Kamu suka banget," sahut Vero yang melihat sang istri sangat suka dengan ajakannya.
"Iya mas aku suka banget karena jarang banget datang ke wisata-wisata kayak gini," ucapnya.
"Yuk," ajaknya.
Pasalnya dia juga jarang berkunjung ke pasar malam karena saat malam dia sangat malam untuk keluar rumah.
.
.
NEXT.............................>
__ADS_1