
Saat tiba waktunya pulang kerja, Risa memang mengajak Manda jalan-jalan ke mall untuk membeli beberapa pakaian dan makeup maklum baru gajian.
Setiap gajian memang Manda dan Risa selalu jalan-jalan mencari barang yang ingin dibeli dan makan-makan.
Saat sudah di restoran setelah keliling mall beberapa kali membuat kaki mereka lelah dan perut mereka lapar sehingga mereka mencari restoran untuk menghilangkan lapar di perut dan mengistirahatkan kaki mereka yang capek.
Mereka pun memesan makanan kemudian beberapa saat makanan pun datang mereka menyantap makanan yang mereka pesan.
Setelah itu Manda pun ingin memberitahukan kepada Risa apa yang sebenarnya terjadi.
"Risa," panggil Amanda.
"Ada apaan?"
"Aku mau ngomong sesuatu yang penting sama lo tapi janji lo gak akan kasih tahu sama siapapun apa lagi orang kantor," ucap Manda.
Manda percaya kalau Risa tidak akan memberitahukan rahasia sahabatnya ini ke siapapun karena Manda tahu kalau Risa itu sahabat yang cukup bisa menjaga rahasia tidak ember atau membocorkan hal penting.
"Apaan sih pakek di rahasia-rahasia kayak mau nikah aja," ucapnya sambil tertawa menganggapnya lucu.
"Elo tahu dari mana?" tanya Manda terkejut karena setiap tebakan atau candaan sang sahabat ini selalu saja benar.
"Gue ngarang kali gak usah diambil hati," ucapnya sambil terus tertawa.
"Gue serius sa, yang mau gw omongin ke lo juga masalah itu," ucap Manda.
"Masalah apaan?" tanyanya bingung.
"Ya masalah soal gw mau nikah persis seperti yang lo omongin tadi," tutur Manda.
"What?" teriak Risa karena terlalu terkejut dengan pemberitahuan yang Manda kasih tau tadi.
"Elo mau nikah, lo gak bercanda kan?" tanya Risa terkejut.
"Emang gw kelihatan bercanda, ya beneran lah Risa."
"Siapa emang calon suami elo? Gimana orang nya baik gak?" tanya Risa banyak sekali.
"Satu-satu kalau tanya dari tadi kok langsung nyerocos aja sih,"
"Iya iya siapa emang calon lo Manda?"
"Gue akan kasih tahu elo tapi elo jangan kasih tahu ke siapa pun dan elo jangan syok ya," ucap Amanda memperingatkan.
"Iya buruan siapa?"
"Pak Vero." ucap Manda.
"Pak Vero siapa?" tanya Risa masih belum sadar.
"Ya pak Vero boss kita," ucap Manda.
" Bentar gue bingung, maksud lo pak Vero presdir baru kita?" tanya Risa yang baru paham dengan situasi ini.
__ADS_1
"Iya tuh tahu," ucap Manda.
"Haha kalo ngehalu jangan ketinggian Manda," tutur Risa dengan gelak tawa.
"Ih gw serius ris." ucap Amanda dengan wajah seriusnya membuat Risa mulai merasa apa yang di bicarakan sahabatnya ini memang apa adanya.
"What kok bisa sih gimana ceritanya?" tanyanya penasaran.
"Jadi sebenarnya gw dan pak Vero itu dijodohin sama keluarga kita dan gw gak tahu kalau pak Vero itu ternyata presdir baru di perusahaan, padahal malam sebelum pak Vero datang ke perusahaan tuh gue makan malam sama pak Vero dan juga ada pak Hendra," jelas Manda panjang lebar.
Manda pun menceritakan kejadian yang terjadi hampir memakan waktu cukup lama, setelah beberapa saat akhirnya Risa pun memahami situasi ini.
"Jadi maksud lo, lo itu akan menikah sama pak Vero 2 hari lagi?" tanya Risa meluruskan berita agar dia tidak salah paham.
"Iya betul dan ini undangan buat lo, btw cuma lo aja karyawan di kantor yang tahu kalau gue mau menikah sama Vero, jadi rahasiain ya." ucap Manda mewanti-wanti Risa.
"Iya tenang aja, jadi bentar lagi gak jomblo nih tinggal gue doang dong sekarang tapi lo tetap kerjakan?" tanya Risa.
"Ya tetep lah sa gue juga udah sepakat kok sama pak Vero kalau gue tetep mau kerja," ucap Manda.
"Uhh selamat ya Manda akhirnya lo gak jomblo ngenes lagi," ucap risa ikut senang dengan kabar tersebut.
"Ih apaan sih udah makan tuh makanannya keburu dingin." ucap Manda.
Setelah Manda memberitahukan kepada Risa rahasianya akhirnya Manda pun merasa lega karena setidaknya ada satu temannya yang tahu dan dapat dipercaya juga, sahabat yang di anggapnya seperti keluarga sendiri.
🥕🥕🥕
Di tempat lain Vero sedang menunggu sahabat-sahabatnya siapa lagi kalau bukan Haikal, Reza dan Ardi.
Hampir 10 menit Vero menunggu akhirnya batang hidung ketiga sahabat nya itu pun muncul juga.
"Akhirnya kalian dateng juga lama amat sih dan ngapain kalian dateng bareng-bareng?" tanya Vero kesal.
"Iya sorry bro kita tak macet dan nih Haikal sama Reza minta dijemput segala kan jadi gue harus muter terus udah tahu rumahnya jauh lagi kalian berdua," ucap Ardi kesal juga.
"Udah gak usah di bahas lagi kenapa lo ngajak kita ketemuan ver?" tanya Reza.
"Gini sebenarnya ada sesuatu yang pingin gue omongin ke kalian semua," ucap Vero dengan mode serius lagi.
"Ada apaan sih kok serius banget," ucap Haikal.
"Jadi 2 hari lagi gue akan nikah dan gue nyuruh kalian kesini buat dateng ke acara nikahan gue dan nih undangannya." ucap Vero dengan tegas dan padat singkat jelas.
Mereka semua saling bertatapan satu sama lain tanpa mengeluarkan suara apa pun.
"Demi apa lo mau nikah, seorang Vero Nahlu Pradikta mau nikah dua hari lagi," ucap Reza.
Setelah Reza mengutarakan pendapatnya Vero pun melihat sahabat-sahabatnya malah tertawa keras dan seperti mengejek Vero.
"Gue serius kok malah ketawa sih," ucap Vero.
"Oke kalau emang lo serius terus sama siapa lo nikah? bukannya lo gak pernah punya pacar ya, lo itu anti sama namanya pacar Vero terus lo nemu calon istri dari mana?" sahut Ardi sambil mengambil undangan yang Vero taruh di atas meja.
__ADS_1
"Sial lo di ngatain gue jomblo ya," ucap Vero.
"Cepet kasih tahu kita," kata Haikal.
"Jadi gue di jodohin sama nyokap bokap gue dan yah lo tahu sendiri mama se-kepingin apanya punya mantu," ucap Vero panjang lebar.
"Iya juga sih, lo selalu di suruh nikah sama tante Ratna," sahut Reza yang diangguki oleh semua sahabat Vero dan Vero pun ikut mengangguki hal tersebut.
"Terus siapa calon lo?" tanya Ardi.
"Lo baca undangan aja nanti lo juga tahu di," sahut Vero.
Ardi pun membaca undangan dan melihat nama calon mempelai wanitanya yang tidak asing baginya dan betapa syoknya Ardi yang tadinya akan minum langsung menyembur kan minumannya karena melihat nama calon mempelai wanita.
"Buset di kalau minum jangan nyembur dong biasa aja ngapa," ucap Haikal kesal.
"Sorry sorry gue kaget aja."
"Emang siapa sih di kok sampek kaget elo nya?" tanya Reza.
"Ver bener nih calon mempelai wanitanya gue gak salah baca kan?" tanya Ardi.
"Enggak bener kok itu." tegas Vero.
"Jadi calon istri lo Manda anggota di tim pemasaran gue ver?" tanya Ardi memastikan.
"Iya."
"Wahh jadi dia karyawan lo dong ber," ucap Reza yang Vero benarkan.
"tapi gue ada permintaan sama kalian apa lagi lo Di,"
"Apaan ver?"
"Gue minta kalian semua terutama elo di untuk ngerahasia in pernikahan ini," ucap Vero.
"Emangnya kenapa ver?" tanya Haikal penasaran.
"Gak tau gue, Manda sendiri yang gak mau sampek pernikahan kita terungkap katanya nanti malah dia akan canggung dengan karyawan lainnya dan dia gak mau dibeda-bedakan dengan lainnya hanya karena istri presdir," ucap Vero.
"Bener juga sih gue setuju tapi kapan-kapan bisa lah diajak calon istrinya biar tahu bro kita," ucap Reza.
"Gampang kalau mau ketemu yang di kantor ke ruangan gue aja nanti lo pasti tahu orang nya," ucap Ardi.
"Awas ya kalau kalian terlalu kentara gue gak mau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan," ucap Vero memperingati kan kepada sahabat-sahabat nya itu.
"Wiuh romansanya udah mulai jatuh cinta nih," goda Reza.
"Ih apaan sih udah makan gihh gue cuma mau ngomong itu aja kok," ucap Vero mengalihkan perbincangan.
Kemudian mereka pun makan makanannya dan berbincang-bincang tentang pekerjaan dan sesekali menggoda Vero yang sebentar lagi akan menikah.
.
__ADS_1
.
NEXT.............................>