
Setelah cukup lama dokter memeriksa keadaan Manda akhirnya dokter pun keluar.
"Dok bagaimana kondisi menantu saya?" tanya papa Hendra.
"Pak Hendra tenang saja kondisinya sekarang stabil mungkin gara-gara banyak pikiran jadi dia drop sampai pingsan," ucap dokter.
"Apakah sudah bisa dijenguk dok," tanya mama Ratna.
"Silahkan bu kalau begitu saya permisi dulu ya," pamit dokter tersebut.
"Baik dok terima kasih," sahut papa Hendra.
Setelah dokter tersebut pergi mama Ratna pun masuk disusul oleh papa Hendra.
"Astaga menantu mama, kamu mikirin apa sih kok sampek pingsan gini sayang," ucap sayang mama Ratna sambil membelai rambut Manda yang masih belum bangun.
"Jangan keras-keras ma kalau ngomong nanti Manda ke bangun biar dia istirahat dulu,"
"Iya pa."
Setelah itu mama Ratna dan papa Hendra pun menunggu Manda sampai bangun di sofa yang disediakan di kamar tersebut, karena Amanda adalah menantu orang kaya di negara ini jadi jangan salahkan jika dia mendapat fasilitas yang cukup mewah.
Dari kamar rumah sakitnya saja sudah VVIP untuk kalangan atas, meski pun begitu untuk yang lainnya Manda tidak pernah meminta apa pun kepada mertuanya meski pun mertuanya kaya.
Sudah hampir menjelang malam hari Amanda tidak bangun dari tidurnya, sebenarnya tadi sore Manda sudah bangun tetapi dokter memang memberikan obat tidur agar Manda lebih rileks dan fit saat bangun nanti.
Dan tidak ada tanda-tanda kemunculan Vero, sebenarnya mama Ratna tadi mau menghubungi Vero tetapi ternyata sudah dihubungi oleh Ardi.
Untuk Risa, mbk Ida dan pak Ardi sudah disuruh kembali bekerja oleh papa Hendra dan berkata biarkan mereka berdua yang menjaga menantunya.
Untuk mama dan papa Manda sendiri sudah di beritahukan tentang Manda yang pingsan namun karena mama dan papa sedang berada di bandung mengantar kak Dimas pulang dan juga sekalian silaturahmi ke besan jadi tidak bisa menjenguk Manda padahal mereka sangat lah khawatir bahkan selalu meminta kabar dari besan nya itu.
Dan juga mama dan papanya memang berencana pindah ke Bandung karena bisnis papanya di daerah Bandung sehingga tidak terlalu jauh jika tinggal dibandung juga.
🥕🥕🥕
Di tempat lain Vero yang akan kembali ke Indonesia pun di beritahukan oleh Steven bahwa akan ada rapat penting dengan direksi dan harus Vero sendiri yang datang.
Sehingga membuat Vero dilema di sisi lain dia harus menyelesaikan masalah di perusahaannya dan di sisi lain dia harus segera pulang karena istrinya masuk rumah sakit.
Rapat kali ini dilakukan secara singkat oleh Vero meski pun singkat namun permasalahan sudah selesai dan dapat di atasi, setelah itu Vero pun pamit dan pergi dari ruang rapat.
"Steven kamu siapin pesawatnya hari ini saya akan kembali ke Jakarta." tegas Vero.
"Baik tuan."
Setelah pesawat sudah siap maka Vero pun berangkat menuju ke Indonesia sendirian karena Steven harus tetap menjaga perusahaan di Inggris.
"Hati-hati tuan," sahut Steven.
__ADS_1
"Oke saya berangkat dulu ya,"
setelah hampir berjam-jam didalam pesawat pribadi akhirnya Vero pun sampai di Indonesia.
Saat dalam pesawat pikiran Vero tidak karuan karena memikirkan Manda sang istri, setelah sampai dibandara Vero pun langsung menuju ke rumah sakit tempat Manda di rawat tanpa bersih-bersih diri dan juga ganti pakaian.
"Lama amat sih pa Vero nya, gak tau apa istrinya sakit gini," ucap mama Ratna sambil marah karena Vero tidak datang juga.
"Sabar ma mungkin dia sedang dalam perjalanan." terang papa Hendra.
Setelah beberapa saat pintu kamar rumah sakit pun terbuka dan menampilkan Vero yang sangat terburu-buru datang ke sini dengan penampilan yang acak-acakan.
"Assalamualaikum," ucap Vero sambil menarik napas.
"Waalaikumsalam," jawab mama Ratna dan papa Hendra.
"Kamu dari mana aja sih ver lama amat," ucap mama Ratna sambil berdiri.
"Maaf ma, tadi ada meeting mendadak jadi agak telat. Manda nya mana ma?" tanya Vero.
"Itu di sana," akhirnya Vero pun melangkahkan kakinya yang panjang ke arah tempat tidur.
Saat dia melihat Manda terbaring lemah, Vero tak kuasa merasa sedihnya namun dia tahan.
"Tadi dia udah bangun tapi dikasih obat tidur sama dokter biar dia bisa tidur lelap tadi dia lemah banget tapi untungnya sekarang udah mendingan tunggu beberapa waktu aja kata dokter nanti bangun," ucap mama Ratna pada Vero yang hanya bisa memandangi wajah Manda dan juga menggenggam erat tangannya.
"Manda kamu udah bangun?" tanya Vero memastikan apakah istrinya sudah bangun yang hanya dibalas anggukan oleh Manda.
"Alhamdulillah," balas nya sambil memeluk erat Manda.
"Menantu mama gak papa kan sayang?" tanya mama Ratna memisahkan acara romantisan anak dan menantunya.
"Ih mama ganggu," sahut Vero kesal.
"Biarin."
"Gak papa kok ma," jawab Manda dengan suara lemas.
"Kata dokter tadi kalau kamu udah bangun di suruh makan sayang, kamu kan dari tadi belum makan apa-apa." sahut mama Ratna.
"Gak usah ma, Manda gak laper dan juga Manda lagi enggak nafsu makan apa apa sekarang," sahut Manda.
"Tapi kamu harus tetep makan," ucap Vero.
Amanda yang baru mengetahui kalau Vero berada di ruangan itu pun langsung terbayang dengan gosip yang membuat dia seperti ini.
Dan bagaimana Vero bisa ada di sini bukankah dia ada meeting penting di Inggris dan harus menemui pacarnya.
Mengingat itu hati Manda sangat sakit sehingga tanpa sadar dia mengeluarkan air matanya membuat Vero dan orang tuanya bingung.
__ADS_1
"Kenapa Manda? Ada yang sakit yang mana?" tanya Vero khawatir.
"Astaga kenapa sayang," ucap mama Ratna yang juga khawatir.
Dan tanpa sadar Manda pun memeluk mama mertuanya sangat erat sehingga bisa dirasakan oleh mama Ratna bahwa menantunya ini sangat stress dan juga butuh teman curhat pasti ada masalah yang membuat dia sangat sedih sekali.
"Kenapa sayang hem?" tanya mama Ratna sambil mengelus rambut Manda.
"Kenapa Man?" tanya Vero dan juga sangat khawatir sambil memegang tangan Amanda yang langsung di tepis olehnya.
Vero pun kebingungan dengan tingkah Amanda, karena tadi pagi dia baik-baik saja tapi malam hari ini sudah berubah.
Sebenarnya ada apa di kantor sehingga membuat Manda seperti ini begitulah pemikiran Vero.
Mama Ratna pun memberi isyarat kepada Vero dan papa Hendra agar keluar dari ruang inap dulu karena mama Ratna ingin berbicara kepada Manda.
Akhirnya tinggal mama Ratna dan Amanda saja di sini.
"Ada apa sayang hem?" tanya mama Ratna.
"Ma Manda belum siap," lirih Manda.
"Siap kenapa sayang?" tanya mama Ratna bingung.
"Manda belum siap kalau harus bercerai dengan mas Vero, Manda baru belajar membuka hati tapi kenapa mas Vero mau ninggalin Manda begitu aja," ucap Manda dengan berderai air mata.
"Maksud kamu apa sayang? Kenapa Vero harus ninggalin kamu," tanya mama Ratna yang kebingungan dengan ucapan sang menantu.
"Mas Vero sudah ada pengganti Manda ma," ujar Manda dengan berlinang air mata.
"Apa! Emangnya kamu tahu dari mana sayang,"
"Tadi di kantor semua pada bicara soal pacarnya mas Vero dan Manda hanya bisa menahan rasa sakit itu bagaimana mungkin mas Vero baru saja nikah sama Manda tapi udah ada cewek saja," tutur Manda.
"Sayang hey lihat mama,"
"Kamu percaya mama kan," yang di angguki oleh Manda.
"Kalau kamu percaya mama berarti kamu harus percaya omongan mama, kamu denger ya Vero gak akan punya pacar sayang, Vero cuma Milik kamu. Asal kamu tahu gimana tadi khawatirnya Vero ke kamu sampai dia rela memajukan penerbangannya dari Inggris ke Indonesia padahal dia besok ada meeting penting dan dia tunda cuma buat jaga kamu dan dia juga langsung ke rumah sakit, sampai sekarang dia belum bersih bersih bahkan tidur pun belum dia bela-belain buat nunggu kamu bangun." ucap mama Ratna membuat tangisan Manda pun tambah kencang menangis dan dipeluk oleh mama Ratna.
"Mama, Manda mohon jangan kasih tahu semua ini ke mas Vero ya ma," pinta Manda.
"Iya sayang," ucap mama Ratna sambil membelai rambut menantunya itu.
.
.
NEXT.............................>
__ADS_1