
Amanda yang saat ini sendirian di hotel tersebut pun bingung harus melakukan apa karena dia belum pernah ke hotel sebesar ini kecuali waktu pernikahannya dulu.
Alhasil Amanda pun menunggu di lobi dengan muka bengong nya dan malu karena dia tidak kenal siapa pun disini, saat Amanda sedang duduk di ruang tunggu lobi ada resepsionis yang menghampirinya.
"Permisi nyonya Amanda" sapa resepsionis tersebut.
"Eh mbk jangan panggil gitu," ucap Amanda tidak enak takut ada yang mendengarnya.
"Maaf nyonya saya tidak berani," ucap resepsionis tersebut.
Akhirnya mau tau mau Amanda pun hanya pasrah saja dan menerima panggilan untuknya ya walau dia sedikit was was.
"Apakah ada yang bisa saya bantu?" tanya resepsionis tersebut karena melihat Amanda yang dari tadi di sana.
"Tidak ada,"
"Kalau begitu saya permisi," pamitnya.
"Iya,"
Setelah itu sang resepsionis pun pergi meninggalkan Amanda sendirian lagi, karena sudah lama entah mengapa dia tetapi disini dan tidak pergi akhirnya Amanda pun memutuskan untuk keluar dari hotel tersebut.
Sedangkan Vero setelah menyelesaikan tugasnya dia segera pergi menuju ke hotel dan menyuruh untuk Angga agar membatalkan semua pekerjaannya.
Dan untungnya saja jadwal Vero untuk sore nanti dan weekend kosong.
Vero pun melajukan mobilnya menuju ke hotel tempat Amanda meeting, Vero takut karena telat menuju ke hotel tersebut, dia takut jika Amanda sendirian di sana dan memilih untuk pulang.
Saat Vero sudah sampai di hotel tersebut dia buru-buru untuk menuju ke area lobi dan dia lihat sang istri sudah beranjak dari duduknya dan berencana untuk keluar dari hotel.
Vero pun langsung masuk ke hotel membuat seluruh karyawan yang melihatnya segera menyambutnya, Amanda yang akan meninggalkan tempat pun dibuat kaget karena seluruh karyawan dan manajer hotel berlari dan seperti sedang menyambut seseorang yang penting.
"Siapa ya kok semuanya pada baris gini," ucap Amanda dalam hatinya.
Namun saat dia melihat ke depan dia melihat sang suami sedang berjalan menghampirinya.
"Astaga mas Vero," ucap Amanda dengan kagetnya.
Amanda tahu kalau hotel ini milik sang suami jadi dia bisa mengerti kenapa semua karyawan seperti itu.
Saat Amanda sedang di lobi tadi dia juga dilayani sangat baik oleh karyawan hotel dan manajer juga yang menyapanya tetapi Amanda mengatakan ingin seperti biasa saja.
Amanda sedang menuju ke arah sang istri tetapi dia melihat banyak karyawan yang menyambutnya.
"Siang tuan Vero,"
"Siang pak Setyo,"
"Semua sudah dipersiapkan tuan,"
"Terima kasih pak,"
"Iya pak,"
"Semuanya boleh pergi,"
Kemudian semua karyawan pun pergi meninggalkan Vero.
Sedangkan Vero pun menuju ke arah sang istri yang terdiam dengan melihatnya datang.
"Siang sayang," sapa Vero kepada sang istri dan mencium pipinya.
"Astaga mas banyak yang lihat tau," ucap Amanda setelah sadar dari lamunannya.
"Biarin,"
"Kamu tahu aku disini dari mana?" tanya Amanda.
__ADS_1
"Dari Ardi,"
"Pantesan tadi pak Ardi suruh aku tungguin disini,"
"Hehe,"
"Kamu ngapain ke sini?"
"Kita mau liburan," ucap Vero.
"Liburan maksud kamu?"tanya Amanda kembali yang bingung karena ucapan sang suami.
"Ya kita liburan weekend ini di hotel jadi kita gak ke mansion,"
"Aku harus kerja mas hari ini,"
"Aku udah minta izin ke Ardi dan juga presdir kamu langsung kok,"
"Ih ya kamu dong," ucap Amanda karena Vero sendirilah presdir di perusahaannya sendiri.
"Iya," ucap Vero sambil tersenyum-senyum.
"Terus bajuku gimana mas?"
"Tenang nanti pak Ilham bawa bajunya kesini kok,"
"Oh,"
"Ya udah sekarang kita ke kamar hotel dulu yuk," ajak Vero sambil mengandeng tangan sang istri dan menuju ke resepsionis untuk mengambil kunci hotel.
Setelah itu mereka pun menuju ke kamar yang sudah disiapkan sebelumnya.
Saat sampai di kamar tersebut Amanda tidak henti-hentinya mengagumi dekorasi yang ada dikamar tersebut.
Nuansanya sangat kental dengan suasana Santorini sehingga bisa membuat betah lama kelamaan berada dikamar tersebut.
Memang dekorasinya sangat berbeda dengan kamar pengantin mereka dulu yang juga diselenggarakan di hotel ini tetapi tidak mengurangi keindahan dekorasinya.
"Suka banget mas," ucap Amanda dengan masih menjelajahi ruangan dikamar tersebut.
"Astaga gemesnya," sahut Vero saat melihat tingkah sang istri yang membuat dia tidak henti-hentinya mengukir senyum di bibirnya.
"Mas kamar kayak gini emangnya gak mahal apa?" tanya Amanda penasaran karena dengan nuansa seperti di Santorini ini pasti sangat mahal.
"Enggak kok sayang, kan ini juga punya keluarga Pradikta." sanggah Vero.
"Iya juga sih," sahut Amanda sambil menganggukkan kepala setuju dengan ucapan sang suami.
Setelah itu mereka pun santai di sofa sambil menonton TV yang disediakan oleh hotel dengan saling berpelukan dengan mesra.
"Mas kamu gak capek apa," ucap Amanda dengan menggantungkan ucapannya.
"Maksudnya?"
"kerja mas kamu itu gak capek apa kerja terus?" ujarnya sambil membenamkan kepalanya di dada sang suami.
"Enggak kok sayang kadang-kadang aja tapi gak sering mungkin karena udah kebiasaan jadi jarang ngerasa capek," jawab Vero.
"Oh,"
"Kamu kenapa emangnya sayang?" tanya Vero karena merasa aneh dengan tingkah laku sang istri.
"Aku gak kenapa-kenapa kok mas, aku cuma mikirin aja gimana nanti kalau temen-temen kantor aku tahu kalau ternyata aku itu istri kamu." ucap Amanda dengan lemas.
"Udah gak usah dipikirin mereka semua pasti bisa ngerti sayang," sahut Vero sambil menenangkan sang istri.
"Iya mas,"
__ADS_1
Tak lama dari itu bell kamar berbunyi, Vero pun membukakan pintu ternyata itu adalah pak Ilham yang membawakan pakaian untuk Vero dan Amanda.
"Ini tuan pakaian yang harus diantar," ucap pak Ilham sambil memberikan tas pakaian tersebut.
"Makasih pak,"
"Sama-sama tuan, kalau begitu saya pamit semoga liburannya menyenangkan." pamit pak Ilham.
"Iya pak makasih hati-hati,"
Setelah itu pak Ilham pergi dari depan pintu dan Vero pun menutup pintu seraya membawa tas yang diberikan oleh pak Ilham tadi.
"Siapa mas?" tanya Amanda saat Vero datang dengan membawa tas besar.
"Tadi pak Ilham bawa ini tas pakaian," jawabnya dengan menunjukkan tas yang dia bawa.
"Oh,"
Setelah itu mereka melanjutkan acara menonton TV.
"Mas aku mandi dulu ya," ucap Amanda kepada sang suami dan beranjak dari duduknya.
"Gimana kalau kita mandi bareng sayang," tutur Vero sambil menggoda sang istri.
"Ih kamu ya mas enggak," ucap Amanda malu dan pergi meninggalkan sang suami.
Vero pun hanya bisa pasrah dengan ucapan sang istri yang menolak untuk mandi bersama.
Saat Amanda sedang mandi tiba-tiba ponsel Vero berbunyi dan dilihatnya adalah notifikasi dari sang mama tercinta.
^^^[Halo ma.]^^^
[Halo ver.]
^^^[Kenapa ma?]^^^
[Kamu dimana Ver, kok mama dateng ke rumah kamu tapi kok kosong gak ada yang buka.]
^^^[Vero sama Amanda sekarang nginep di hotel mi pak Ilham masih dijalan kayaknya terus mbok Yem kata Amanda sih biasanya jam segini ke supermarket buat belanja ma.]^^^
[Oh kamu kenapa kok ke hotel ver?] tanya mami penasaran.
^^^[Ya pingin aja ma, biar ada suasana baru aja.] jawab Vero dengan santai.^^^
[Dasar kamu itu ya,]
^^^[Hehe]^^^
[Ya udah kamu jaga mantu mama ya jangan sakiti dia,]
^^^[Iya mamaku sayang,]^^^
[Oh ya Manda mana?]
^^^[Dia lagi mandi ma.]^^^
[Emang dia gak kerja kan sekarang masih jam kerja Ver?]
^^^[Enggak ma, dia aku izinin setengah hari,]^^^
[Dasar kamu ya mentang-mentang bos tapi gak papa sih, ya udah kalau gitu mama tutup ya selamat bersenang-senang,]
^^^[Iya ma makasih.]^^^
Kemudian mama Ratna pun memutuskan sambungan teleponnya dengan Vero, baru saja terputus Amanda sudah keluar dari kamar mandi dengan menggunakan piyama tipis namun terlihat seksi.
.
__ADS_1
.
NEXT.............................>