
Setelah dari ruangan pak Vero tadi Manda pun kembali ke ruangannya dan mengerjakan tugas nya yang tertunda gara-gara harus memberi berkas tersebut kepada pak presdir.
"Bagaimana Manda beliau ada?" tanya pak Ardi padanya saat manda sudah sampai ruangannya dan Manda lihat pak Ardi sepertinya akan keluar.
"Eh ada pak dan berkasnya sudah saya kasih ke beliau langsung," jawabnya.
"Bagus kalau begitu," sahutnya.
"Oh ya semuanya saya izin keluar dulu dan sepertinya saya tidak akan kembali nanti jadi tolong urus kerjaan yang di sini, saya harus bertemu dengan pak Simon," kata pak Ardi pada pegawai pemasaran.
"Baik pak," jawab mereka semua.
Dalam tim pemasaran ini mereka memang saling bekerja sama, kalau ada yang butuh bantuan atau kesulitan mereka pasti membantu itu lah salah satu yang Manda sukai dari bekerja di perusahaan ini apa lagi di bidang pemasaran.
"kalau begitu saya pamit," timpa pak Ardi sambil kerjakan keluar ruangan.
"Oh ya Manda, nanti makan siang ke kantin yuk gue gak ada teman nya nih buat makan siang." ucap Risa dengan mulai melas nya.
"Sorry Ris kayaknya gak bisa deh, gue ada janji nanti siang." tolak Manda karena dia ingat akan ucapan Vero tadi yang meminta untuk fitting baju pengantin nanti siang.
"Ya elah pakek janjian segala sama siapa sih? Gebetan, pacar apa tunangan jangan-jangan elo mau fitting baju pengantin lagi hahaha," jawab Risa dengan muka tidak ada beban nya.
Manda yang di bicarakan hanya bisa diam apa lagi saat Risa bilang mau fitting baju pengantin udah langsung syok muka Manda, tapi dia tetap tenang jangan sampai terlalu kentara dengan keterkejutannya.
"Ihh apaan sih jangan ngaco deh," bantah nya.
"Wkwk nama nya juga bercanda Manda sayang, lucu kali ya kalau lo bener fitting baju pengantin, orang mempelai laki-laki nya aja gak ada." ucapnya mengejek Manda.
'Enak aja kalau ngomong lihat aja ya nanti saat lo tahu kalau pak presdir lo nantinya adalah suami gue hihh,' isi hati Manda dengan kesal sendiri.
Setelah beberapa saat ada notifikasi dari hp manda dan dia lihat Vero yang mengajarinya dengan chat.
[Manda nanti makan siang jangan lupa ya,]
^^^[Iya Vero, nanti kamu tunggu di parkiran mobil aja ya,]^^^
[Kenapa emang nya gak di depan aja?]
^^^[Enggak usah aku gak mau semua orang tahu,]^^^
[Kenapa emang nya?]
__ADS_1
^^^[Gak papa sih tapi pokok nya aku gak mau semua orang tahu,]^^^
[Ya udah terserah kamu kalau gitu selamat bekerja Manda,]
^^^[ya kamu juga ya,]^^^
Memang kalau hanya sedang berdua maka Manda akan panggil aku kamu tidak formal karena itu juga yang di bicarakan Vero tadi.
Setelah chat-chat an selesai Manda pun fokus dengan pekerjaan dan entah tiba-tiba dia ingin ke kamar kecil.
Saat Manda sudah berada di toilet dia mendengar ada beberapa karyawan yang sedang bergosip tentang presdir baru mereka dan sepertinya karyawan tersebut adalah karyawan yang berada satu lift dengan nya tadi saat dia ada urusan ke ruangan pak presdir tadi.
"Eh elo tahu kan karyawan yang nama nya Manda atau apa lah itu," ucapnya membuat dia bingung mengapa mereka menyebut nama nya.
"Iya tahu kenapa emang nya sama dia," sahut teman lainnya.
"Tadi gue lihat dia menggoda pak presdir baru, gila gak tuh dasar wanita gak tahu diri. Gak tahu apa kalau presdir itu banyak yang suka eh dia malah terang-terangan deketin nya," sahut nya mengompori karyawan lainnya.
"Ihh gak nyangka ya padahal dia kan cantik kelihatan anggun gitu tapi kok kayak ****** gitu sih," sambung yang lain.
Manda di dalam hanya bisa menahan tangisannya agar tidak ada yang tahu kalau ada di dalam kamar mandi, meskipun dia terlihat kuat tapi sebenarnya dia adalah wanita yang rapuh kalau ada yang berbicara seperti itu tentangnya.
'Astaga sebegitu jelek nya kah aku padahal aku hanya ke ruangan Vero buat ngasih berkas tidak lebih mengapa sampai di bilang ******, tuduhan mereka sangat tak mendasar' tangisnya dalam diam.
"Ehh mbk ida," jawab semua dengan nada kaget.
Mbk ida adalah salah satu sekertaris dari presdir di perusahaan ini, dia mulai bekerja saat pak Hendra masih menjabat sebagai presdir hingga sekarang.
Memang di perusahaan ini terdapat dua sekertaris untuk sekarang ada pak angga yang mengurus jadwal presdir dan mbk ida yang mengurus karyawan di bagian-bagian dan melaporkan ke pak presdir.
"Gak usah ngomong yang enggak-enggak mending urus diri sendiri, sebaik apa kalian hingga menilai seseorang seperti itu," jawab mbk ida.
"Maaf mbk," ucap mereka semua.
"Udah sana kerja," sahut mbk Ida dan mereka pun pergi.
Tak lama kemudian mbk Ida mengetuk pintu kamar mandi Manda.
"Manda ini mbk Ida," sahutnya pada Manda.
Yah mbk Ida tadi masuk toilet setelah nya dan tahu kalau dia berada di kamar mandi sebelahnya.
__ADS_1
"Iya mbk," jawab nya dengan menahan tangisannya.
Manda pun membuka pintu kamar mandi nya dan melihat mbk Ida di depannya sambil merentangkan tangannya seperti ingin menguatkan Manda.
"sini," ucap mbk Ida pada Manda.
Dan Manda pun langsung memeluk mbk Ida dan mencurahkan semua tangisannya padanya.
Tak selang beberapa lama Manda pun sudah tenang karena bisa mengeluarkan semua tangisan nya.
"Sudah tenang," tanya mbk Ida dan Manda angguki oleh nya.
"Gak usah di ambil hati omongan orang-orang kayak gitu ya mbk udah tahu kok yang sebenarnya," sahut mbk Ida membuat Manda kaget.
"Apa mbk Ida sudah tahu semua nya?" tanya nya lagi.
"Iya mbk Ida sama angga sudah tahu, kami di beritahu oleh pak Hendra langsung dan juga tadi pagi di beritahu sama pak Vero jadi kamu gak usah khawatir ya," ucap mbk Ida.
"Mbk Ida tolong jangan kasih tahu soal kejadian ini sama siapa pun ya mbk apa lagi sama Vero mbk tolong ya mbk jangan," pinta nya pada mbk Ida.
"Kenapa enggak Manda? Mereka pantas dihukum bahkan dipecat dengan mulut nya yang tajam gak pantas jadi karyawan di perusahaan ini." jawab mbk Ida.
"Enggak mbk kasihan mereka pasti ada seseorang yang mereka hidupi, kalau mereka di pecat bagaimana mereka dapet uang mbk." ucap Manda meyakin kan mbk Ida.
"Astaga Manda kenapa kamu baik banget sih sama orang yang udah menghina kamu," sahut mbk Ida.
"Udah gak usah di bahas mbk mereka mending sekarang kita kerja aja dan mbk emang gak di cari in sama presdir," ucap Manda.
"Oh iya astaga tapi kamu gak papa kan?" tanya mbk Ida.
"Iya mbk gak papa kok, tapi mbk pokoknya saya minta sama mbk jangan pernah bilang ke siapa pun soal saya dan pak Vero ya mbk," jawab nya.
"Iya mbk akan rahasia tenang aja kalau gitu mbk duluan ya, kamu hati-hati." kata mbk Ida.
"Iya mbk," jawab Manda.
Setelah mbk Ida keluar toilet Manda pun membersih kan muka nya sebentar agar tidak terlihat baru menangis.
Setelah itu Manda pun kembali meja kerja nya dan melanjutkan pekerjaan nya serta menunggu waktu jam makan siang.
.
__ADS_1
.
NEXT.............................>