
Disclaimer!!
Di beberapa part-part selanjutnya mungkin ada beberapa adegan dimana Amanda cukup lemah jadi tolong sangat untuk di mengerti dan tidak meninggalkan hate coment, author masih dalam tahap belajar jadi harap di maklumi ya🙏🏻🙏🏻
Kalau ada typo langsung komentar di part-nya aja ya biar langsung bisa untuk di perbaiki 🙏🏻😊
Happy Reading!!
🥕🥕🥕
Keesokan harinya seperi biasa Amanda bangun terlebih dahulu, dia sadar bahwa kemarin dia tidur di sofa depan tv tapi saat dia bangun ternyata dia sudah berada di kamarnya dan dipeluk oleh sang suami.
Amanda pun menyingkirkan tangan sang suami yang memeluknya agar dia bisa mandi dan berangkat ke kantor.
Setelah selesai siap-siap Amanda segera membangunkan sang suami.
"Mas, bangun." ucap Amanda membangunkan sang suami.
Namun Vero malah menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.
"Mas, bangun."
Setelah percobaan kedua Vero pun bangun dan duduk meski dengan keadaan setelah sadar.
"Iya sayang." jawabnya dengan suara khas orang bangun tidur.
Kemudian Amanda pun turun membantu mbok Yem dan mama nya yang juga ada di sini.
"Pagi ma." sapa Amanda.
"Pagi sayang." jawab mama Ratna.
"Masak apa nih?" tanya Amanda kepada sang mama.
"Mama mau masak nasi goreng kesukaan suami kamu."
"Wah enak ma."
Amanda pun ingin membantu menyiapkan bahan-bahannya tetapi saat dia akan memegang pisau mama segera menghentikannya.
"Amanda kamu ngapain?" tanya mama Ratna.
"Mau bantu ngupas ma" jawabnya.
"Enggak!" ucap mama Ratna tegas.
"Kenapa ma?" tanya Amanda.
"Kamu kan lagi hamil sayang udah kamu duduk aja di meja makan ya," ucap mama Ratna.
Amanda pun menuruti ucapan sang mama mertua tercinta dan duduk di meja makan, Vero yang sudah siap semuanya pun segera turun dan melihat sang istri sedang duduk di meja makan sendirian.
"Hai sayang." sapa Vero sambil mencium pipi sang istri.
Amanda pun sontak kaget dengan kelakukan sang suami tersebut.
"Kalau mau mesra-mesraan itu di kamar," ucap papa Hendra yang baru saja datang dari taman belakang.
"Tau tuh pa Vero," sahut mama Ratna yang juga datang dengan nasi goreng di tangannya.
"Biarin," sahut Vero kemudian duduk di sebelah sang istri.
Akhirnya mereka semuanya pun makan dengan lahapnya, namun saat semuanya sudah selesai makan tiba-tiba Amanda merasa seperti mual kembali menyerangnya.
Dia segera pergi ke kamar mandi dekat dapur dan membuat semua orang khawatir, Vero dan yang lainnya segera menghampiri Amanda ke kamar mandi dan menenangkannya.
Saat dia selesai dengan urusannya karena Amanda mengunci pintunya tadi, Amanda keluar dengan lemas dan di tangkap oleh Vero agar tidak jatuh.
"Astaga sayang kamu gak papa," ucap Vero dan di angguki oleh Amanda.
__ADS_1
"Mending kamu gak usah kerja deh hari ini," sahut mama Ratna khawatir.
Namun Amanda menolak untuk tidak bekerja karena dia merasa dia bisa.
"Enggak ma, Amanda kuat kok. Nanti Amanda minum obat," ucapnya meyakinkan sang mertua.
Mama Ratna dan papa Hendra pun mengizinkan menantunya itu untuk kerja namun harus tetap hati-hati.
Akhirnya Amanda pun berangkat kerja dengan Vero dan harus satu mobil.
Saat mereka sedang dalam perjalanan Vero pun selalu melihat keadaan sang istri.
"Kamu bener gak sakit sayang?" tanya Vero khawatir kepada sang istri.
"Aku gak papa kok mas," jawab Amanda sambil menenangkan sang suami.
Seperti biasa Amanda meminta diturunkan di trotoar jalan seperti kemarin, kemudian Amanda pun berjalan pelan hingga sampai di depan kantornya dan masuk kedalam.
Sedangkan Vero pun melajukan mobilnya pelan hingga sang istri masuk ke kantor.
Setelah Vero memastikan bahwa sang istri sudah aman dia segera menuju ke ruangannya.
Sedangkan Amanda setelah sampai segera ke ruangannya namun di sana sangat sepi tidak ada karyawan lainnya namun hanya ada Risa dan anggi.
"Yang lain kemana ris, nggi?" tanya Amanda.
"Sarapan katanya."
"Oh ya ris nggi, aku mau ngasih tahu sesuatu sama kalian," ucap Amanda.
Risa dan anggi pun menghampiri Amanda dan mendekat ke arahnya.
"Apaan?" tanyanya yang juga penasaran.
"Sebenarnya aku sedang hamil," bisik Amanda agar tidak ada yang bisa dengar.
"Apa!" ucap mereka secara bersamaan.
"Sorry sorry."
"Tokcer juga nih pak bos." ucap Anggi frontal sekali.
"Ih kamu mah nggi." sahut Amanda malu malu.
"Selamat ya Man." ucapan mereka berdua bersama.
"Makasih."
"Iya."
"Tapi jangan kasih tahu ke yang lain ya," ucap Amanda dan mendapat anggukan dari Risa dan Anggi.
"Akhirnya aku akan jadi tante," ucap Risa dan hanya mendapat tawa dari Amanda.
Mereka pun saling bercerita sejak kapan Amanda tahu kalau dia hamil yang yang lainnya.
Setelah beberapa saat rekan-rekan tak kunjung datang Amanda akhirnya bertanya lagi
"Kemana semuanya nih anak-anak?" tanya Amanda kepada Risa dan Anggi dan hanya mendapat gelengan tidak tahu.
Namun dia pun tetap segera melanjutkan pekerjaannya tak berapa lama rekan-rekan yang lainnya pun sampai.
"Tumben Amanda udah sampek," ujar Dino.
"Ya kalian aja yang kemana aja?" tanya Amanda.
"Hehe sorry tadi kita sarapan dulu," lanjut Dino.
Kemudian mereka pun melanjutkan aktivitas masing-masing dan pak Ardi juga sudah datang.
__ADS_1
Namun saat sedang bekerja Amanda tiba-tiba merasa mual kembali padahal dia sudah meminum obat yang diberi oleh dokter Sari.
"Manda elo kenapa?" tanya Dino saat melihat Amanda seperti sedang mual.
"Gue gak papa kok," jawab Amanda kemudian pergi ke toilet.
Dino pun bingung karena sikap rekannya satu itu namun dia pun segera melanjutkan pekerjaannya.
Amanda yang merasa mual pun segera menuju ke toilet karena dia takut nanti rekan-rekannya curiga.
Saat sudah sampai di toilet Amanda segera menuntaskan urusannya, ternyata saat Amanda berlari ke arah toilet Angga melihat istri bos nya tersebut.
Angga segera pergi ke ruangan bos nya dan memberitahukan sesuatu yang baru saja ia lihat.
"Permisi pak." sapa Angga.
"Iya, ada apa?" tanya Vero karena Angga tergesa-gesa masuk ke dalam.
"Maaf pak sebelumnya saya ingin memberitahukan bahwa tadi saya melihat nyonya Amanda berlari ke arah toilet dan sepertinya beliau sedang mual," ujar Angga membuat Vero khawatir.
Namun dia tidak bisa menghampiri sang istri takutnya nanti istrinya akan tidak suka.
Akhirnya Vero pun meminta kepada mbk Ida untuk ke toilet memeriksa keadaan Amanda.
"Mbk Ida tolong sekarang ke Manda yang ada di toilet karyawan tadi Angga bilang dia sedang muntah-muntah," ucap Vero.
"Baik pak."
"Mbk tahu kan kalau Amanda sedang hamil sekarang jadi tolong di jaga ya mbk," sahut Vero meminta tolong.
Mbk Ida pun menganggukkan kepalanya kemudian pergi menuju ke arah toilet di mana Amanda berada.
Setelah sampai Mbk Ida pun memeriksa toilet yang di bicarakan oleh bos nya tersebut, dan benar saja di sana ada Amanda yang sedang mual.
"Manda," panggil mbk Ida mencari keberadaan Amanda.
Saat sudah menemukan Amanda mbk ida segera menghampirinya.
"Astaga Manda." ucap mbk Ida khawatir.
Amanda tidak menghiraukan mbk Ida datang dia tetap fokus menyelesaikan mualnya, Mbk Ida pun membantu Amanda dengan memijat tengkuk leher Amanda.
"Gimana udah baikan?" tanya mbk Ida dan mendapat anggukan dari Amanda.
"Udah mbk." jawab Amanda namun dengan lemas nya, kemudian Amanda pun membenarkan dirinya kembali.
"Kalau kamu masih mual mending kamu minta izin pulang aja Man." ucap mbk Ida.
Namun mendapat gelengan dari Amanda karena dia tidak ingin melewatkan pekerjaannya yang masih banyak.
"Enggak Mbk aku gak papa kok," ucap Amanda.
Mbk Ida pun tidak bisa memaksakan kehendak istri bos nya itu dan akhirnya tidak membahasnya lagi.
"Tapi kasihan sama kandungan kamu Man," ucap mbk Ida kepada Amanda.
"Enggak mbk, aku mau kerja aja."
Namun saat Amanda mual tadi ternyata ada karyawan yang melihat Amanda sedang muntah-muntah dan menguping pembicaraan Amanda dan mbk Ida.
"Apa! Jadi Amanda lagi hamil," ujar karyawan wanita tersebut kemudian kembali ke ruangannya dan tidak jadi ke toilet.
Ternyata karyawan tersebut yang diketahui bernama indah dari bagian operasional satu divisi dengan Mita.
Tidak mau melewatkan kesempatan, indah pun segera memberitahukan kabar tersebut kepada Mita.
.
.
__ADS_1
NEXT.............................>