
Setelah tidak menemukan sang istri dimana-mana Vero pun terlihat frustasi, bahkan untuk makan saja tidak ada selera.
Sang istri salah paham dengan yang dilihat tadi pagi, dia dan Rebecca tidak ada apa-apa, Vero sudah tidak ada lagi rasa untuk mantannya tersebut.
Satu minggu sudah Vero di tinggal pergi oleh sang istri, dia sudah mencari di seluruh tempat namun tidak menemukan juga dimana keberadaan sang istri.
"Sayang, kamu di mana?" lirih Vero dengan tidak bertenaga.
Selama satu minggu ini juga Vero tidak pernah lagi mengurus dirinya sendiri, makan tidak teratur, pakaian yang sedikit berantakan bahkan saat ke kantor Vero lebih sering berada di ruangannya dan rapat ia serahkan kepada Angga.
Sedangkan Amanda setelah kepergiannya yang di bantu oleh mama Ratna dan papa Hendra nya ke sebuah kota kecil di negara Inggris, dia pun menjalani hidup dengan tenang dan mencoba melupakan perbuatan sang suami.
Namun ternyata kepergian Amanda ini juga membawa serta janin yang sedang ia kandung.
Yah, setelah peristiwa keguguran kurang lebih 6 bulan berlalu Amanda sekarang sedang hamil 2 bulan dan dia baru saja tahu saat dia sudah berada jauh dari sang suami.
Rasanya banyak sekali ngidam yang ia inginkan, tetapi kebanyakan ingin berada di dekat sang suami, namun sayang karena konflik yang terjadi membuat Amanda harus bisa menahannya agar tidak kembali kukuh akan sang suami.
Rasanya sangat sakit saat melihat seseorang yang kalian cintai harus berbagi hati dengan wanita lain.
Mama Ratna, papa Hendra dan mama Delima serta papa Bram semuanya sudah tahu akan kehamilan Amanda yang bisa di bilang lebih manja dari pada waktu hamil pertama dahulu.
Orang tuanya juga sering bolak balik Indonesia Inggris hanya untuk menjenguknya Amanda di sana.
Sesekali Amanda juga melihat televisi dan banyak juga terpampang wajah sang suami di sana, rasanya sesak di dada saat melihat sang suami.
Namun Amanda sesekali juga memperhatikan perubahan dari Vero yang semakin hari semakin tidak terurus dengan tumbuhnya bulu-bulu halus di sekitar wajahnya dan juga kantung mata yang menandakan kurangnya dia tidur.
"Sayang, kamu udah makan?" tanya mama Ratna yang kebetulan berkunjung ke rumah Amanda minggu ini.
"Udah kok ma." sahutnya.
Memang sudah hampir 5 bulan lamanya Amanda menjauh dari hirup pikuk kota Jakarta dan memilih untuk pergi jauh, dan jangan lupa mbok Yem juga memilih untuk berhenti menjadi asisten rumah tangga di kediaman Vero dan memilih untuk bekerja dengan Amanda atas desakan dari sang mama mertua, awalnya Amanda tidak mau takut jika sang suami akan semakin kesepian, tetapi karena mama nya bilang untuk berjaga-jaga jika nanti sudah lahir anaknya.
Amanda pun menuruti kemauan sang mami dan menyetujui untuk mbok Yem ikut dengannya di Inggris.
🥕🥕🥕
Sedangkan di sisi lain Vero sudah sangat frustasi, dia sudah mencari ke segala sisi di negara ini namun juga tak membuahkan hasil sama sekali.
Mama nya selalu saja memarahinya karena tidak berhasil menemukan sang menantu.
Tapi entah mengapa beberapa bulan ini Vero sangat sering merasakan mual yang berlebih, dia awalnya hanya merasakan mual biasa dan dia juga berfikir kalau dia sedang masuk angin namun semakin hari keinginannya akan hal-hal aneh semain merajalela.
__ADS_1
Seperti halnya sekarang ini dia sedang berada di kantor dan sedang mengecek email yang masuk, tiba-tiba dia ingin sekali mangga muda.
Segera ia memanggil Angga untuk membelikannya mangga muda di pasar.
"Angga!" panggil Vero.
Angga segera masuk dan menanyakan kebutuhan dari sang boss tersebut.
"Ada apa tuan?" tanya Angga.
"Tolong belikan saya mangga muda," sahut Vero dengan entengnya.
"Apa mangga muda tuan?" tanya Angga mencoba mengkoreksi lagi pendengarannya.
"Iya."
"Ba... baik tuan."
Setelah mengucapkan hal itu Angga pun keluar dari ruangan bisanya dengan muka sedikit masam namun juga penuh tanda tanya.
"Ada apa ngga?" tanya mbk Ida yang melihat muka Angga yang sepertinya penuh kebingungan.
"Mbk Ida tau gak kalau tuan Vero minta saya buat beli mangga muda!" ucap Angga.
Mbk Ida pun diam seketika, pikirannya sekarang langsung berkhayal dan memikir kan Amanda.
"Aku juga berfikir seperti itu mbk," ujar Angga.
"Udah sana beli, keburu pak Vero makin marah nanti," sahut mbk Ida.
Angga pun melenggangkan kakinya untuk membeli mangga muda di pasar yang bisa di bilang cukup jauh dari kantor dari pada nanti keburu kena marah dari sang boss.
Memang sejak kepergian istri bos nya itu, bosnya sering sekali marah-marah dan sekarang malah membuat karyawan makin takut dengan tatapan tajam dan juga membunuh dari bosnya.
Semakin kejam dan menjadi working holic lagi sama seperti sebelum menikah, namun sekarang lebih parah.
Angga dan mbk Ida sebenarnya sangat sedih melihat kondisi bosnya, namun mereka juga tidak tahu harus bagaimana karena tidak menemukan sama sekali jejak dari istri bosnya tersebut.
Tok tok tok
Angga pun masuk dengan membawakan mangga muda yang sangat segar sekali, awalnya saat mencari penjual mangga tadi sangat kesusahan karena kebanyakan di pasar menjualnya mangga matang bukan mangga muda.
Namun dengan tekat akhirnya mangga muda pun tercapai meski dengan meminta buah dari salah satu rumah warga yang di depan rumahnya di penuhi dengan pohon mangga segar belum di petik dan masih ada di pohonnya.
__ADS_1
"Masuk!" perintah Vero.
"Ini tuan buah mangga mudanya." ucap Angga.
Mendengar hal itu mata Vero pun berbunga-bunga dan segera mengambil buah di tangan Angga.
"Sekarang kamu bisa pergi!" usir Vero.
Angga pun memilih untuk pergi karena mendapat usiran dari sang bos.
"Ihh, udah untuk saya cariin!" ucap Angga dengan sebalnya.
"Udah yang sabar maklumlah namanya juga pak mil!" ucap mbk Ida.
Memang mbk Ida dan Angga memprediksi sepertinya Amanda sedang hamil namun mereka tidak berani untuk berbicara kepada bosnya takutnya itu hanya hoax saja.
Mereka hanya melihat dari gelagat bosnya yang sering mual, ditambah lagi hari ini ada keinginan Vero untuk makan buah mangga muda sama seperti seorang wanita yang sedang mengandung.
Sedangkan Vero mengupas buahnya setelah itu mempersiapkan untuk di makan.
Saat mangga muda tersebut masuk mulut, rasanya segar asam menjadi satu tapi bisa di tolerir.
Vero pun menghabiskan mangga muda tersebut semuanya, Angga membawakan 5 buah dan ludes tak tersisa.
Saat Angga masuk untuk menyerahkan berkas untuk di tandatangani sang bos pun di buat melongo karena bosnya menghabiskan 5 mangga muda yang sangat asam tersebut.
Bahkan Angga pun yang melihatnya langsung di buat ngilu.
"Ini tuan Vero gak keasaman apa gimana sih." batinnya dalam hati.
Setelah itu Angga pun keluar dari ruangan bosnya dengan bergidik ngeri.
"Ada apaan ngga?" tanya mbk Ida.
"Mbk Ida tahu, mangga muda yang aku bawa tadi habis tak tersisa!" sahutnya.
"Wah, beneran ngidam sih itu ngga!" sahut mbk Ida.
"Iya mbk, pikir Angga juga begitu."
Setelah mengucapkan itu mereka pun kembali mengerjakan tugasnya dengan teliti, namun sesekali juga menggosipkan sang bos yang bertingkah aneh hari ini.
.
__ADS_1
.
NEXT.............................>