
Tak terasa satu minggu berlalu dan luka Amanda pun sudah sembuh meski masih ada bekas sedikit tapi tidak terlalu terlihat.
Besok adalah keberangkatan liburan kantor yang rencananya akan berlibur ke pulau Bali dan akan menginap di hotel milik keluarga Pradikta.
Malam harinya Amanda sedang menyiapkan barang apa saja yang dibawa, saat sedang menyiapkan barang bawaan Vero masuk ke kamar.
"Kamu ngapain?"
"Nyiapin baju buat liburan besok,"
"Oh,"
"Kamu gak ikut mas liburan besok?" tanya Amanda.
"Enggak deh kayaknya,"
"Kenapa mas padahal semua karyawan ikut loh,"
"Mas banyak kerjaan,"
"Tapi pak Angga aja ikut loh sama pak Ardi,"
"Iya mas yang suruh,"
Amanda memang mengetahui kalau suaminya tidak ikut liburan kali ini dari jauh-jauh hari.
Dan Amanda selalu menawari kembali apakah benar tidak mau ikut liburan dan yah tetap saja Vero sang suami tidak mau ikut apa boleh buat Amanda pun pasrah.
"Ya udah terserah mas aja lah,"
Kemudian Amanda pun berbaring di kasur setelah berkemas-kemas tadi.
"Kenapa? Kamu kecewa ya, ngambek sama mas gara-gara gak ikut heh." ucap Vero mengikuti sang istri berbaring dan memeluknya dari belakang.
"Enggak kok, udah ah mau tidur."
Amanda pun tidur dengan Vero yang masih memeluknya, jangan lupa mereka sekarang sudah mulai dekat mulai dari sudah terbiasa tidur dengan berpelukan, saling bergandeng tangan dan hal-hal romantis lainnya.
Namun Vero belum sepenuhnya memiliki Amanda karena dia belum pernah membahas hal tentang haknya hingga nantinya Amanda sendiri yang memberikannya.
🥕🥕🥕
Pagi harinya semua karyawan yang ikut berlibur sudah ada di bandara Soekarno Hatta tinggal beberapa karyawan saja yang belum tiba termasuk Amanda.
Di hari sebelumnya memang diberitahukan bahwa untuk titik kumpul langsung di bandara sehingga bisa langsung berangkat bersama menuju ke Bali.
Amanda yang sangat terburu-buru karena bangun kesiangan pun langsung siap-siap menuju ke bandara.
"Mas aku berangkat dulu ya kalau kamu butuh apa-apa minta tolong mbok Yem ya assalamualaikum," sahut Amanda dengan mencium tangan suaminya.
Vero yang hanya diam saja tidak dihiraukan oleh Amanda karena dia sudah terlambat, Vero yang melihat hal tersebut pun makin di buat kesal oleh sang istri.
Amanda pun berangkat diantar oleh supir menuju ke bandara, saat tiba di bandara dia melihat rombongan karyawan kantornya.
"Mandaaaa!" teriak Risa dari jauh dan Amanda pun berlari menuju ke sumber suara.
__ADS_1
Saat tiba ditempat Risa pun menceramahinya.
"Elo dari mana aja sih man? kita ini udah nungguin elo lama banget sampek karatan nih gue," protes Risa.
"Hehe maaf lah sa tadi gue bangunnya ke siangan dan elo udah gue kasih tahu bayi besar gue gak ikut jadi ya gitu kayaknya sebel sama gue jadi lama deh," ucap Amanda memberikan penjelasan kepada Risa.
"Oh iya juga sih untung gue pengertian kalau enggak udah gue musnahin elo,"
"Hehe makasih Risa,"
"Ya udah yuk elo taruh tuh koper terus kita gabung sama yang lain ke dalem,"
"Yuk,"
Mereka pun masuk ke dalam untuk cek-in tiket, para karyawan sudah masuk ke dalam pesawat dan kebetulan Amanda duduk disebelah Risa dan juga ada mbk Ida.
Sedangkan didepannya ada pak Ardi dan pak Angga sekertaris suaminya.
"Manda pak presdir enggak ikut," ucap mbk Ida cukup pelan dan juga memanggil biasa karena Amanda yang menyuruhnya untuk tak terlalu formal memanggilnya agar tidak ada yang curiga.
"Enggak mbk katanya sih ada kerjaan,"
"Kerjaan apa lagi kayak gak ada hari aja padahal kan ini acara kantor," ucap mbk Ida lagi.
"Iya mbk, Manda juga gak ngerti dari kemarin udah di bujuk biar ikut tapi gak bisa juga capek bujuknya," sahut Amanda mengingat kerja kerasnya membujuk sang suami namun malah nihin hasilnya.
"Ya udahlah kalau gitu kita nikmatin liburan kita kayak anak ABG yang belum nikah siapa tahu bisa dapet jodoh," sahut mbk Ida.
"Mbk Ida seharusnya itu untuk aku kan di sini yang masih jomblo aku," ucap Risa sewot.
"Iya juga ya,"
Akhirnya dalam telepon itu Vero meminta sesuatu kepada Angga yang membuat anggap kelabakan.
[Angga,]
^^^[Iya tuan,]^^^
[Kamu siapkan pesawat pribadi saya saya akan ke sana dan rahasiakan ke istri saya kalau saya akan ke sana, saya tunggu di mansion saya,]
^^^[Baik tuan,]^^^
Angga pun mengatur semuanya dari tempat duduknya.
"Ada apa ngga?" tanya Ardi disamping duduknya karena dari tadi Angga seperti sibuk sekali.
"Tadi tuan Vero menyuruh saya untuk menyiapkan pesawat pribadi karena beliau mau ke Bali juga tapi pak Ardi jangan memberitahu siapa pun karena tadi tuan Vero menyuruh saya agar tidak memberitahukan ke orang lain," ucap Angga panjang lebar namun dengan bisikan sehingga para wanita di belakang tidak tahu.
"Oalah iya saya tahu kok,"
Kemudian mereka pun memilih untuk melanjutkan aktivitas mereka masing-masing.
Setelah beberapa saat mereka pun sudah sampai di Bali dan sekarang menuju ke arah hotel tempat tinggal.
Saat di dalam bus mereka memilih pasangan untuk dijadikan teman kamar dan kebetulan Amanda satu kamar dengan Risa dan Anggi.
__ADS_1
sehingga Amanda pun senang karena tidak terlalu canggu nantinya.
Saat sudah sampai di hotel para karyawan mulai mencari kamar hotel mereka dan Amanda juga sedang mencari kamarnya.
"Dimana ya ini udah bener loh alamatnya," ucap Risa.
"Kita cari aja dulu ya," sahut Amanda.
"Iya ris bener kata Manda coba cari aja," sahut Anggi juga.
Setelah beberapa saat mereka pun menemukan kamar mereka dan masuk ke dalam.
"Astaga susah banget cari kamarnya," ucap anggi.
"He'em susah banget emang ada di ujung sendiri," jawab Anggi.
"Ini siapa yang mau mandi," ucap Risa saat mereka sudah sampai di dalam kamarnya.
"elo aja dulu ris gue masih capek nih," ucap Manda.
"Ok."
Dan setelah Risa dan Anggi sudah selesai mandi, Manda yang sepertinya sedang tidak enak badan pun sedang tidur.
"Astaga lihat tuh Amanda udah tidur aja," sahut Anggi.
"Iya nggi gue juga kasihan lihatnya,"
"He'em sama,"
"Untung aja hari ini hari bebas jadi kita bisa keluar cari udara segar,"
"Iya yuk tapi Amanda gimana?"
"Gak papa kita tinggal aja kan dia juga kayak mabuk perjalanan gitu,"
"Yuk,"
Mereka pun meninggalkan Amanda sendirian di tidurnya, kantor memang menyediakan hari bebas setelah tiba karena mereka pasti tahu kalau karyawannya masih merasa capek setelah perjalanan tadi.
Angga yang setelah pesawat tiba langsung pergi untuk menemui Vero yang sudah sampai namun sekarang berada di kediamannya di Bali.
"Tuan bagaimana lancar penerbangannya?" tanya Angga sopan.
"lumayan bagus kok ngga pelayanannya,"
"Baik lah kalau begitu bagus berarti,"
"Maaf tuan, tuan kok gak bilang kalau akan ke Bali karena kemarin tuan bilang tidak ingin ikut," lanjut Angga, Vero yang gugup dengan pertanyaan itu pun menjawab.
"Ya pingin lihat karyawan saya lah," ucap Vero dengan wajah memerah dan juga melotoinya karena menanyakan hal tersebut.
"Baik tuan kalau begitu saya permisi," ucap Angga setelah melihat wajah bos nya seperti itu.
.
__ADS_1
.
NEXT.............................>