
Amanda dan Vero pun keluar dari kamar hotel dan menuju ke parkiran, namun saat melewati lobi para karyawan menyambut dan sudah menyiapkan mobil mereka di depan.
"Terima kasih." ucap Vero kepada satpam hotel yang sudah memarkirkan mobilnya.
Amanda dan Vero pun pamit dan pergi dengan mobilnya, saat dalam perjalan entah mengapa Amanda sangat pusing.
"Aduh mas kepalaku kok pusing ya," ucap Amanda membuat Vero ikut khawatir dan menepikan mobilnya.
"Kamu kenapa sayang?" tanya Vero.
"Kepalaku pusing mas."
"Ya udah kita ke dokter ya," ajak Vero namun mendapat penolakan dari sang istri.
"Enggak usah mas ini nanti minum obat juga sembuh," sahut Amanda.
Amanda pun tidak bisa memaksa kehendak sang istri dan menurutinya saja, akhirnya Vero pun melanjutkan perjalanan kembali ke mansionnya.
Saat sudah sampai pak Ilham pun segera membuka pagar agar tuannya bisa masuk ke dalam.
Setelah sampai diparkiran, segera Amanda keluar dari mobil dan diikuti oleh Vero, namun karena Amanda masih merasa pusing dan juga kurang keseimbangan sehingga Amanda pun terjatuh.
Tetapi sebelum dia terjatuh, Vero yang melihat bahwa Amanda kurang seimbang segera menghampirinya dan benar saja Amanda pun terjatuh namun berhasil di tangkap oleh sang suami.
"Astaga sayang kamu gak papa?" tanya Vero.
"Enggak kok mas cuma pusing aja ini bentar lagi aku minum obat," sahut Amanda.
Kemudian Vero pun membantu sang istri dan menuntunnya hingga ke dalam, Vero mendudukkan sang istri di sofa dan segera mengambil obat.
"Kamu duduk di sini dulu ya," ucap Vero dan di angguki oleh Amanda.
Vero segera menuju ke dapur dan mencari obat sakit kepala, saat Vero sampai di dapur dan di sana sudah ada mbok Yem yang menyambutnya.
"Pagi tuan." sapa mbok Yem.
"Pagi Mbok."
"Den butuh apa?" tanya mbok Yem karena tidak biasanya tuannya ke dapur biasanya sang istri.
"Mbok aku cari obat sakit kepala," ucap Vero.
"Tuan sakit?" tanya mbok Yem.
"Enggak mbok, Amanda yang sakit."
"Astaga nyonya Amanda sakit."
Kemudian mbok Yem pun mencarikan obat sakit kepala untuk sang majikan.
"Ini tuan." sahut mbok Yem sambil memberikan obat tersebut.
"Terima kasih Mbok."
Kemudian Vero pun menuju ke ruang tamu dengan membawa obat dan juga air putih.
"Ini sayang di minum," ucap Vero sambil memberikan obat sakit kepala tersebut dan air putih.
"Makasih mas."
Kemudian Amanda pun meminum obat tersebut, setelah selesai minum obat Amanda pun meminta sang suami untuk mengantarkannya ke kamar.
"Mas aku mau ke kamar," ucap Amanda dan di angguki oleh Vero.
"Ayo."
__ADS_1
Kemudian Amanda pun dituntun oleh sang suami untuk ke kamarnya, sampai di kamar Vero segera membaringkan sang istri di kasur dan menyelimutinya agar tidak kedinginan.
"Udah kamu tidur aja ya, kalau butuh sesuatu panggil aku."
"Iya mas."
Kemudian Vero pun menuju ke sofa kamar sambil membuka beberapa dokumen penting, Vero memilih untuk bekerja di kamarnya saja agar bisa memantau kondisi sang istri yang sedang sakit.
Sesekali Vero juga mengecek suhu tubuh sang istri saat tidur apakah panas atau tidak.
Amanda akhirnya tertidur pulas, mungkin karena pengaruh obat tadi yang ada efek obat tidurnya.
Vero merasa tidak tenang karena sang istri sakit sehingga saat mengerjakan berkasnya dia sesekali melihat kondisi Amanda.
Sudah hampir tiga jam lebih Vero mengecek berkas-berkasnya yang menumpuk dan selama itu pula Amanda tidur pulas.
Vero pun mendekat ke arah sang istri dan melihatnya secara dalam.
"Kamu jangan sakit-sakit terus ya sayang," ucap Vero dengan merapikan anak rambut Amanda yang merasa diwajahnya.
Setelah itu Vero segera keluar dari kamar dan turun ke bawah, dia baru sadar bahwa dia sama sekali belum makan dari tadi.
Untung saja Amanda tadi sebelum pergi dari hotel sudah makan sedikit jadi dia mungkin tidak terlalu lapar.
"Tuan Vero," sapa mbok Yem.
"Mbok, ada lauk apa?" tanya Vero kepada mbok Yem saat sudah duduk meja makan.
"Cuma ada ayam goreng sama sayur sop," jawab mbok Yem.
"Tuan Vero mau di buat kan apa?" lanjut mbok Yem bertanya pada majikannya itu.
"Aku mau ayam kecap mbok," ucap Vero.
"Bentar mbok buatkan dulu tuan."
"Ini tuan ayam kecapnya."
"Makasih mbok."
Kemudian Vero pun menyantap makanannya dengan lahap dan tanpa tersisa sama sekali, Mbok Yem yang melihat itu pun kaget karena biasanya majikannya satu ini jarang sekali menghabiskan makanannya.
Namun berbeda saat beliau sudah menikah hampir setiap hari makanan selalu habis.
"Ternyata nyonya Amanda sangat berpengaruh baik kepada kehidupan tuan Vero," ujar mbok Yem di dalam hatinya.
🥕🥕🥕
Sedangkan Amanda yang berada dikamar pun terbangun karena ingin ke kamar mandi, saat dia bangun dia tidak melihat sang suami mungkin saja dia sedang keluar pikir Amanda.
Karena sakit kepalanya sudah membaik dan bisa untuk jalan sendiri Amanda pun menuju kamar mandi sendiri.
Setelah selesai dia pun keluar dari kamar mandi dengan tetapi berpegang benda-benda disekitarnya hingga sampai di ranjang.
Setelah selesai makan Vero pun kembali ke kamar dan mengecek keadaan sang istri, namun saat dia masuk dia melihat sang istri yang sudah duduk di atas ranjang dengan sibuk memencet remote dan mencari saluran televisi.
"Sayang kamu udah bangun," sahut Vero saat baru saja masuk ke dalam kamar.
"Udah mas." jawab Amanda.
Kemudian Vero pun menghampiri sang istri dan menanyakan tentang sakit kepalanya.
"Gimana kepalanya masih sakit?" tanya Vero khawatir kepada Amanda sang istri.
"Udah mendingan kok mas," jawab Amanda.
__ADS_1
"Syukur kalau gitu."
Kemudian Vero pun ikut bersandar di sandaran ranjang dan ikut menonton drama Korea yang sedang diputar sang istri.
"Kamu mending istirahat aja sayang," ucap Vero yang mendapat gelengan kepala.
"Capek aku mas istirahat terus," ucapnya.
"Ya udah tapi kalau sakit lagi kamu bilang ya," sahut Vero dan mendapat anggukan dari sang istri.
Setelah itu mereka pun melanjutkan menontonnya, beberapa saat kemudian handphone Vero berdering dan menampakkan sang mami yang meneleponnya.
^^^[Halo.]^^^
[Ver kamu dimana?]
^^^[Rumah.]^^^
[Sama Amanda?]
^^^[Iya.]^^^
[Mama boleh ke sana gak?]
[Ke sini aja.]
Kemudian mama nya pun memutuskan teleponnya.
Beberapa saat kemudian tiba-tiba pintu kamar mereka diketuk dan menapakkan mama Ratna yang sudah sampai.
"Mama." ucap Vero dan Amanda bersamaan.
"Surprise."
"Mama udah sampai dari tadi?" tanya Vero sambil beranjak dari kasur dan menghampiri sang mama.
"Iya udah dari tadi," jawab mama Ratna kemudian berlalu meninggalkan Vero yang menghampirinya, mama Ratna pun menghampiri sang menantu.
"Kamu kenapa sayang hem?" tanya mama Ratna pada Amanda yang sebenarnya mama Ratna tahu dari mbok Yem saat dia ke sini dan mbok Yem bilang kalau menantunya itu sedang sakit.
Vero yang hanya dilalui oleh sang mami pun hanya bisa memanyunkan bibirnya dan kembali menghampiri sang istri.
"Amanda sakit ma." jawab Vero sambil duduk seperti semula.
"Astaga sayang kok bisa sih."
"Ya bisa lah ma," jawab Vero.
"Ih kamu ya Ver, mama sedang tanya ke menantu mama bukan kamu."
"Manda cuma pusing aja kok ma," jawab Amanda untuk menenangkan sang mama mertua.
"Syukur kalau begitu, udah minum obat?" tanya mama Ratna.
"Udah kok ma."
"Ya udah kalau gitu kamu istirahat aja sayang mama ke bawah dulu aja takut ganggu kamu."
Mama pun keluar dari kamar dan menuju ke lantai bawah.
"Aku turun dulu ya," pamit Vero dan di angguki oleh sang istri.
Vero pun menyusul sang mama ke bawah, dan untuk Amanda memilih untuk beristirahat agar tidak pusing lagi kepalanya.
.
__ADS_1
.
NEXT.............................>