Married With My Boss

Married With My Boss
BAB 79_Telur Mentah


__ADS_3

Disclaimer!!


Di beberapa part-part selanjutnya mungkin ada beberapa adegan dimana Amanda cukup lemah jadi tolong sangat untuk di mengerti dan tidak meninggalkan hate coment, author masih dalam tahap belajar jadi harap di maklumi ya🙏🏻🙏🏻


Kalau ada typo langsung komentar di part-nya aja ya biar langsung bisa untuk di perbaiki 🙏🏻😊


Happy Reading!!


🥕🥕🥕


Tak terasa sudah waktunya jam makan siang, Vero pun segera menghubungi sang istri dan menanyakan apakah dia bisa makan siang dengannya sekarang.


Namun Amanda yang sedang mengemasi berkasnya mendapat chat dari sang suami untuk makan bersama, tapi dia inginkan di kantin dengan Risa dan Anggi.


^^^[Sayang, Kamu makan sama aku ya,] sahut Vero.^^^


[Enggak bisa mas, aku mau makan sama Risa dan Anggi di kantin. Kamu makan sendiri ya,] balas Amanda.


Vero pun segera cemberut dan mau tidak mau dia meminta Ardi untuk menemaninya makan.


^^^[Di elo di mana?] tanya Vero.^^^


[Gue sedang di ruangan, kenapa?] tanya Ardi balik.


^^^[Elo ke sini deh, gue udah pesen banyak makanan nih,] ajak Vero.^^^


[Asik, oke.]


Kemudian Vero pun menutup teleponnya, Ardi pun segera keluar dari ruangannya dan melihat Amanda yang akan keluar juga.


"Kemana Man?" tanya Ardi pada Amanda.


"Mau ke kantin pak," jawab Amanda.


"Ris juga, jaga Amanda ya," ucap Ardi sambil memegang tangan sang pacar.


"Iya, kamu tenang aja."


Kemudian Ardi pun pergi terlebih dahulu karena dia juga sangat lapar.


Kemudian disusul oleh Amanda dan yang lainnya yang juga keluar ruangan sehingga ruangan sekarang sudah mulai sepi.


Saat Amanda sedang menuju ke area kantin banyak pasang mata yang melihatnya persis seperti rekan-rekannya yang lain di divisi pemasaran.


"Amanda mending kita makan di luar aja," ajak Anggi.


"Enggak, kita makan di kantin aja," ucap Amanda dan meneruskan jalannya menuju ke arah kantin.


Benar saja saat Amanda sampai di area kantin semua karyawan melihatnya sambil sesekali menggosipkan nya, namun Amanda tidak menghiraukannya dan tetap mengambil makan siangnya di ikuti Risa dna juga Anggi.


Saat sedang mengambil makanan tiba-tiba koki dapur tersebut kebetulan perempuan menyindir Amanda dengan kata-kata yang cukup kasar.


"Makanya jangan bergaul sama om-om, kan jadi hamil duluan deh." sindirnya yang dapat didengar oleh Amanda.


Namun Amanda hanya memberikan senyum manisnya tanpa membalasnya dan berlalu meninggalkan meja prasmanan setelah mengambil makanannya diikuti oleh Risa dan Anggi.


Mereka memilih untuk duduk di kursi kantin yang paling ujung sehingga tidak jadi perhatian karyawan yang lainnya.


Saat Amanda, Risa dan juga Anggi sedang asyik menyantap makanannya Mita pun masuk ke dalam kantin tersebut.


Mita dan geng nya masuk ke dalam kantin dan melihat Amanda dan sahabatnya sedang asyik makan di meja ujung.


Mita pun berniat untuk menghampiri Amanda setelah mengambil makanannya, Risa yang melihat Mita menghampiri mereka pun memberitahukan yang lainnya.


"Mita dateng Man," ucap Risa dengan khawatir takut Amanda akan menjadi sasarannya.

__ADS_1


Namun Amanda hanya menanggapinya dengan santai tidak dengan khawatir, Mita semakin dekat dengan tempat duduk Amanda, dengan muka sombongnya dia menghampiri Amanda.


"Eh siapa ini ya," ucap Mita kepada teman-temannya saat sudah sampai meja Amanda dan yang lainnya.


"Ini cewek yang hamil di luar nikah itu mit," ucap salah satu temannya langsung membuat semua orang yang berada di kantin tersebut melihat ke arah Amanda.


Sebenarnya Amanda sudah tidak tahan lagi karena dia di hina seperti ini oleh Mita, tapi dia juga tidak bisa memberitahukan bahwa dia adalah istri bos mereka.


Dilema sekali rasanya hati Amanda namun dia mencoba untuk tenang agar tidak membuat hatinya khawatir.


"Oh yang jalan sama om-om itu," lanjut Mita mengolok-olok Amanda.


Risa dan Anggi sangat geram dengan sikap Mita yang sangat kekanak-kanakan tidak melihat kebenaran asal menuduh saja.


"Eh elo apa-apaan sih mit, lalau gak suka bilang gak usah nyebar gosip kayak gini." bela Risa.


"Gosip? Hey ini fakta ya," sahut Mita tak mau kalah dengan Risa.


Amanda pun memisahkan Risa dan Mita agar tidak bertengkar.


"Udah Ris gak usah diterusin mending kita lanjut makan aja," tutur Amanda kemudian kembali duduk namun masih di lihat oleh yang lainnya.


Tetapi Mita tidak terima karena dicuekin Amanda, sehingga dia dengan nekatnya mengambil telur mentah yang ia siapkan dari tadi untuk melemparnya ke arah Amanda.


Dengan satu lemparan telur yang Mita pegang pun mengenai Amanda, dan telur tersebut pun pecah dengan keras mengenai bagian kepalanya.


"Aww," rintihan Amanda saat ada suatu benda yang mengenai kepalanya.


Semua orang yang berada di sana pun menyaksikan adegan tersebut dan beberapa malah merasa puas dengan perbuatan Mita.


"Mit elo apa-apaan sih," teriak Risa tidak terima karena sahabatnya dilempar telur.


"Kenapa gak terima," ucap Mita dengan penuh sindiran.


Karena merasa menang Mita pun memberanikan diri untuk melempar telur mentah lagi ke arah Amanda.


Amanda sudah tidak kuat menahan air matanya untuk tidak jatuh sehingga dia pun meneteskan air matanya saat banyak orang juga yang melemparinya telur sama seperti Mita tadi.


Entah berapa telur yang sudah di lemparkan ke arahnya yang pasti seluruh badan Amanda sangat sakit karena di lempari telur dan juga semua tubuhnya sudah di lumuri telur.


Risa dan Anggi yang mencoba membantu pun di hadang sehingga mereka tidak bisa membantu Amanda.


"Amanda! Kalian berhenti," ucap Risa dan Anggi bersamaan saat melihat sahabatnya sudah sangat kotor dengan lumuran telur.


Risa yang sangat geram pun tidak bisa mengendalikan perasaannya sehingga dia pun spontan menuju ke arah Mita dan ingin menamparnya.


Namun saat Risa akan menamparnya ternyata ada tangan yang sudah menampar Mita terlebih dahulu.


Saat di lihat ternyata itu adalah mbk Ida dan pak Angga di sebelahnya.


Plak


"Aww sakit," ucap Mita kemudian melihat ke arah mbk Ida.


"Bu Ida, pak Angga." ucapnya dengan gugup.


Semua orang di kantin tersebut berhenti melempari Amanda saat mengetahui sekertaris bos mereka datang.


"Amanda," ucap Risa dan Anggi segera menghampiri Amanda yang sudah terduduk lemas di lantai dengan lumuran telur.


"Kalian ya sekolah tinggi-tinggi tapi perilaku kayak preman." ucap mbk Ida.


"Bayangkan saja kalau pak Vero atau pak Hendra tahu kalau semua karyawannya kayak gini mungkin sudah di pecat mbk," sindir Angga.


Semua orang khawatir saat pak Angga menyebut nama pak Vero dan juga pak Hendra.

__ADS_1


"Maafkan saya bu," ucap Mita dan disambung dengan yang lain dengan menundukkan kepalanya.


"Seharusnya kamu tidak minta maaf ke saya tapi ke Amanda," ucap mbk Ida dengan kesal.


"Udah mending kalian semua bubar," ucap pak Angga.


Semua orang pun membubarkan diri dan beberapa masih mengawasi Amanda, kemudian mbk Ida dan pak Angga pun mendekat ke arah Amanda.


"Manda," panggil mbk Ida dan jongkok menghadap istri bos nya itu.


"Mbk Ida, pak Angga." balasnya saat melihat mbk Ida dan Angga.


"Risa, Anggi biar Amanda mbk yang bawa ya, kalian bersihin diri kalian aja ya." ucap mbk Ida dan di angguki oleh Risa dan Anggi.


Amanda mbk Ida dan juga Angga pun pergi dari kantin tersebut diikuti oleh Risa dan Anggi.


Risa dan Anggi pun berpisah dengan Amanda yang dibawa oleh mbk Ida dan Angga menuju lift.


"Mbk kita mau kemana?" tanya Amanda saat menyadari dia menaiki lift presdir.


"Kamu juga tahu nanti," ucap mbk Ida dengan tetap menggandeng Amanda karena tubuh Amanda sangat lemas.


"Jangan bawa ke mas Vero mbk, Aku mohon." ucap Amanda memohon.


"Telat Man, Mbk sudah geram kamu selalu minta di sembunyi-sembunyi kan dari pak Vero." ucap mbk Ida.


"Tapi mbk,"


"Gak ada tapi-tapian," potong mbk Ida.


"Iya nyonya, kalau tadi kita gak ke sana gimana coba." ucap Angga dan di angguki oleh mbk Ida.


Lift pun sudah terbuka dan menampakkan lantai presdir yang bersih.


Amanda sedikit ragu untuk melangkah maju karena dia sangat kotor dan dia juga takut jika sang suami akan khawatir dengan keadaanya.


"Ayo Manda." ajak mbk Ida menuntun Amanda.


Mereka pun berjalan dan sudah sampai di depan ruangan Vero, namun saat Angga mau mengetuk pintu dia ditahan oleh Amanda.


"Ada apa?" tanya mbk Ida.


"Tolong jangan bicarakan hal ini dengan mas Vero, biar saya saja nanti." ujar Amanda dan mendapat anggukan dari Angga dan mbk Ida.


Sedangkan saat ada keributan besar tersebut Vero tidak mengetahui hal itu, dia malah sedang makan siang dengan Ardi di ruangannya karena sang istri memilih untuk makan di kantin kantor.


Sebenarnya ada perasaan tidak tenang di hati Vero namun dia tidak tahu kenapa dia sangat resah.


"Ada apa Ver?" tanya Ardi karena melihat sang sahabat seperti orang gila.


"Gue sekarang gak tenang di," jawab Vero.


"Kenapa?"


"Enggak tahu," jawab Vero.


"Ya udah mungkin elo laper kali makanya gak tenang," sahut Ardi.


Vero pun percaya mungkin karena hal tersebut dia sangat tidak tenang.


.


.


NEXT.............................>

__ADS_1


__ADS_2