
Keesokan harinya Amanda bangun terlebih dahulu, dia memakai kembali pakaiannya yang berserakan kemudian menuju kearah dapur, di sana sudah ada mbok Yem yang siap-siap untuk masak.
"Pagi mbok Yem," sapa Amanda kepada asisten rumah tangganya.
Dan kebetulan untuk asisten yang lain memang sekarang dipindahkan di rumah mama Ratna karena Amanda sendiri yang minta agar tidak terlalu banyak asisten di sini.
Dan datang ke mansion sini hanya satu kali seminggu saja untuk bersih-bersih.
"Pagi nyonya," sapa mbok Yem.
"Nyonya mau masak apa?" tanya mbok Yem.
"Kayaknya nasi goreng kesukaannya mas Vero aja deh mbok yang praktis karena hari ini juga udah masuk kerja," sahut Amanda.
"Oh baik nyonya,"
Mereka pun memasak sarapan pagi dengan damai dan sesekali bercerita beberapa pengalaman dan kejadian, dan akhirnya sarapan yang mereka buat pun jadi.
"Wah masakannya sama persis kayak yang nyonya besar biasa masak non," ucap mbok Yem.
"Iya mbok ini emang resep dari mama, katanya mas Vero suka banget sama makanan ini,"
"Iya nyonya, tuan Vero emang suka banget,"
"Ya udah mbok kalau gitu aku mau siap-siap dulu ke atas sama bangunin mas Vero,"
"Baik nyonya,"
Kemudian Amanda pun kembali ke kamarnya dan siap-siap untuk berangkat ke kantor.
Saat dia baru selesai mandi dan berganti pakaian dia melihat sang suami masih saja berada di balik selimutnya.
Amanda pun membangunkannya agar segera bersiap-siap untuk kerja.
"Mas bangun ih ini udah siang loh kamu gak kerja,"
"Ehhh jam berapa sih sayang?" tanya Vero dengan suara parau khas orang bangun tidur.
"Jam 10 buruan,"
Seketika Vero pun terbangun dan melihat jam yang baru menunjukkan jam 7.
"Astaga baru Jam 7 sayang,"
"Udah sana mandi,"
"Yuk mandi bareng kita lanjutin yang semalam,"
"Gak! Aku udah mandi aku berangkat dulu ya mas kamu buruan mandi siap-siap pakaiannya udah aku siapin dan sarapannya juga dibawah aku berangkatnya," pamit Amanda dengan mencium sang suami, Amanda pun berangkat dengan diantar oleh supir.
Saat sudah di kantor, Amanda segera menuju ke ruangannya dan semua karyawan sudah pada kembali bekerja.
Mungkin karena perusahaannya bertanggung jawab dengan kejadian kemarin sehingga karyawan diberikan pengobatan yang paling bagus sehingga penyembuhannya juga cepat.
Saat Amanda baru saja tiba diruangannya dia melihat Risa dan Dino yang sedang berbincang-bincang.
"Pagi semua," sapa Amanda kepada yang lainnya.
"Pagi Man," jawab Risa.
__ADS_1
"Elo gak papakan Man?" tanya Dino dengan keadaan Amanda.
"Gak papa kok Din, kamu gimana?" tanya Amanda kembali.
"Gue juga gak papa kok untung saja kemarin cuma lecet-lecet doang jadi gak terlalu sakit,"
"Syukur kalau gitu,"
Kemudian Amanda pun duduk ditempatnya dan akan memulai melakukan pekerjaannya setelah seminggu tidak bergelut dengan berkas-berkasnya.
"Semuanya semangat," teriak Dino kepada semua pegawai pemasaran membuat semua orang bersemangat.
"Semangat," jawab mereka semua tak terkecuali Amanda.
"Bagus saya suka semangat kalian," jawab pak Ardi yang kebetulan datang saat Dino menyemangati rekan-rekannya yang lain.
Mereka semua yang dipergoki pak Ardi langsung kembali bekerja seperti tidak ada yang terjadi.
"Semangat pak," ucap Dino dan membuat pak Ardi tersenyum.
Kemudian pak Ardi pun menuju ke ruangannya dan melakukan pekerjaannya juga.
🥕🥕🥕
Sedangkan Vero setelah mandi dan bersiap-siap dia segera menuju ke meja makan dan memakan sarapan yang dibuatkan oleh sang istri tanpa ditemani si pembuat sarapan karena Amanda sudah berangkat bekerja terlebih dahulu.
Setelah sarapan Amanda segera melajukan mobilnya membela jalanan kota yang cukup macet menuju ke kantornya.
Setelah beberapa saat Vero pun sampai di kantornya dan segera masuk kedalam.
Saat Vero masuk ada beberapa karyawan yang menyapanya namun Vero hanya berjalan lurus tanpa berniat untuk menyapa baik.
Vero sekarang sudah sampai ruangannya dan memanggil Angga untuk membacakan jadwalnya hari ini, setelah Angga memberitahukan jadwal Vero hari ini dia segera pergi dari ruangan bos nya itu namun sebelum Angga pergi Vero terlebih dahulu memanggil namanya.
"Iya ada apa tuan?"
"Bukannya sebentar lagi ulangtahun kantor ya?" tanya Vero yang dia tahu dari sang papa.
"Oh iya tuan maaf saya lupa memberitahu soal itu,"
"Iya gak papa,"
"Untuk rencananya nanti akan saya kirim ke tuan dan bisa di cek," ujar Angga.
"Oke,"
"Kalau begitu saya permisi tuan,"
"Iya,"
Kemudian Angga pun benar-benar keluar dari ruangan bos nya itu dan segera menuju ke meja kerjanya sendiri.
"Mana ya mana ya?" tanya Angga pada dirinya sendiri saat mencari proposal untuk ulangtahun perusahaan.
Setelah menemukannya Angga pun segera ngirimkan nya kepada Vero, sedangkan Vero sedang mengecek apakah laporan tersebut sudah dikirim atau belum setelah memastikan sudah dikirim oleh Angga, Vero pun segera melihat-lihat rencana untuk pesta ulang tahun perusahaan.
Vero sedang melihat laporan tersebut dan setelah selesai dia segera memanggil Angga ke ruangannya.
"Angga kamu kesini," ucap Vero menggunakan telepon yang menghubungkan mereka.
__ADS_1
"Baik tuan,"
Angga yang mendapat perintah untuk segera keruangan Vero segera menuju keruangan tersebut.
Namun sebelum Angga masuk mbk Ida udah bertanya.
"Kenapa pak Vero dari tadi manggil kamu ngga?" tanya mbk Ida.
"Gak tahu juga sih mbk,"
"Oh,"
"Kalau gitu aku ke ruangan tuan Vero dulu ya mbk,"
"Iya ngga,"
Kemudian Angga pun mengetuk pintu ruangan bos nya itu dan dipersilahkan untuk masuk.
"Tuan panggil saya?" sahut Angga setelah masuk keruangan tersebut.
"Iya ngga,"
"Ada apa tuan?"
"Gini nanti jam 10 an jadwal saya kosongkan?" tanya Vero tentang jadwal nya.
"Iya tuan,"
"Bagus kalau gitu nanti kita adain rapat untuk pesta ulangtahun perusahaan dan suruh dua atau tiga perwakilan setiap divisi dan beri beberapa ide untuk pesta ulangtahunnya," ucap Amanda.
"Baik tuan akan saya beritahu,"
"Bagus kalau gitu segera lakukan ya,"
"Baik kalau begitu saya permisi keluar sebentar ya tuan." pamit Angga dan di angguki oleh Vero.
Angga segera keluar dan duduk di mejanya kembali kemudian memberitahukan kepada mbk Ida.
Agar memberitahukan seluruh divisi untuk mengirim dua atau tiga perwakilannya nanti untuk mengikuti rapat jam 10 nanti," ucap Angga.
"Oke segera aku kabari," jawab mbk Ida.
Kemudian mbk Ida pun segera memberikan pengumuman tersebut di setiap divisi dan termasuk juga divisi Amanda.
Saat semua sedang kerja pak Ardi memberitahu karyawannya tentang pengumuman tersebut.
"Bagaimana ada yang punya ide dan mau ikut gabung dengan rapat?" tanya pak Ardi setelah memberitahu berita tersebut.
Amanda tidak berminat untuk ikut dengan hal tersebut sehingga dia tidak mengajukan diri, sehingga yang terpilih untuk ikut rapat dari divisi pemasaran adalah Anggi dan juga Dino yang bisa dibilang memiliki imajinasi yang nyeleneh dan aneh.
"Berarti untuk yang ikut rapat nanti Dino dan Anggi ya," ucap pak Ardi dan di angguki oleh semua karyawan.
Setelah menerima jawaban dari karyawannya pak Ardi segera masuk keruangan nya kembali dan bekerja lagi.
Semua karyawan juga bekerja lagi dan sesekali memberi ide kepada Anggi dan Dino agar bisa disampaikan di rapat nanti dengan semua divisi.
Sebenarnya diadakannya rapat tersebut untuk menampung ide-ide dari setiap divisi yang nantinya dapat digunakan untuk tema acara, namun untuk panitia sendiri akan ada tim khusus yang bukan dari karyawan karena agar karyawan bisa menikmati pesta tersebut, dan tidak terganggu dengan jadwal acara sehingga bisa datang dengan hati bahagia dan pulang juga dengan hati bahagia.
.
__ADS_1
.
NEXT.............................>