
Setelah menempuh perjalanan panjang, akhirnya Vero ditemani oleh Angga dan beberapa anak buahnya pun sampai di negara Islandia baru.
Sampai sana Vero langsung menuju ke lokasi villa yang sudah di kirimkan oleh papa Hendra kepadanya tadi sebelum pergi, sehingga dia bisa mengetahui di mana posisi Amanda sekarang.
"Sayang kamu tunggu aku ya, aku akan ke sana sekarang." gumam Vero sangat pelan hingga tidak ada yang mendengar.
Sedangkan Amanda sekarang sarapan pagi ditemani oleh mbok Yem.
"Mbok, mbok gak kangen keluarga mbok?" tanya Amanda karena mbok Yem sudja menemaninya selama beberapa bulan dan belum bertemu dengan keluarganya sama sekali dari waktu itu.
"Kalau kangen atau gak ya pasti kangen nyonya, tapi bagi saya memastikan keselamatan nyonya dan dedek bayi adalah yang utama. Saya sangat berhutang Budi sekali dengan keluarga Pradikta, jadi urusan keluarga saja gampang nyonya kan sekarang juga sudah ada telepon canggih." sahut mbok Yem.
Amanda pun bersyukur karena di saat dia
Ada teman untuk sekedar bercerita dan mengobrol.
Setelah selesai sarapan, Amanda naik ke atas dan menuju ke balkon kamarnya untuk sekedar menghirup udara segar Islandia baru dan juga merilekskan matanya karena memang pemandangan nya sangat indah.
Dengan hamparan padang rumput nan hijau dan beberapa domba yang lari berkeliaran membuat Amanda merasa sejuk melihatnya.
Namun saat sedang merilekskan tubuhnya, tiba-tiba dia merasakan adanya tangan kekar yang memeluknya dari belakang, membuat Amanda terkejut dan langsung ingin melepaskan tangan tersebut.
"Siapa kamu? Lepasin!" pekik Amanda mencoba melepaskan tangan tersebut.
Namun tangan tersebut malah terasa semakin erat memeluknya, hingga seru nafasnya orang tersebut sampai di telinganya.
"Biarkan 5 menit dulu."
Deg
Suara yang sangat Amanda kenal, suara yang sudah sangat ia rindukan sekali beberapa bulan ini dan sekarang tepat di belakangnya, siapa lagi kalau bukan Vero.
~Flashback On~
Saat Vero sampai di villa para penjaga langsung memberikan hormatnya karena memang papa Hendra sudah mengatakan bahwa sang anak akan ke sana.
Bahkan saat masuk pun Vero di sambut oleh mbok Yem dengan hormat.
"Jadi mbok Yem ikut Amanda," ucap Vero tak habis pikir, ternyata hanya dia yang bodoh di sini.
"Maaf tuan Vero." ucap mbok Yem merasa bersalah.
Setelah itu Vero tak menggubris dan memilih untuk bertanya di mana sang istri sekarang berada.
"Sekarang Amanda di mana?" tanya Vero.
"Nyonya ada di kamar tuan, di lantai dua pintu ber arna putih." ucap mbok Yem.
Segera setelah itu Vero pun pergi meninggalkan mbok Yem dan langsung menuju ke lantai dua.
Sampai di depan pintu sang istri yang kebetulan memang pintu berwarna putih hanya satu, Vero membuka pelan pintu tersebut dan benar saja dia melihat sang istri di balkon.
Dengan pelan Vero mendekati sang istri memeluknya erat dan melepaskan rasa rindunya.
Amanda yang terkejut pun mencoba untuk melepaskan pelukannya.
""Biarkan 5 menit dulu." ucap Vero.
~Flashback Off~
__ADS_1
Setelah itu baru lah Amanda terdiam kaku, Vero yang melihat perubahan tubuh sang istri pun membalikkan tubuh Amanda dengan pelan.
Amanda perlahan berbalik dan menghadap ke arah Vero, tatapan mereka bertemu. Setelah sekian lama akhirnya Vero bisa melihat sang istri dengan mata kepalanya sendiri.
"Sayang," lirih Vero.
"Kamu bagaimana bisa sampai di sini?" tanya amanda sedikit gugup karena jujur dia belum siap.
Namun Vero tak menjawab dan malah memeluk erat tubuh sang istri.
"Mas." tegur Amanda berusaha melepaskan pelukan sang suami.
Setelah lepas, Vero memandang wajah sang istri, Amanda yang di pandang seperti itu rasanya gugup dan malu sekali.
"Kenapa ngeliatin aku kayak gitu sih," protes Amanda.
"Kenapa pergi?!" tanya Vero dengan tegas.
"Ya karena kamu ada yang baru," ucap amanda spontan saja.
"Lain kali kalau kayak gitu kamu tanya ke aku, dia siapa dan apa hubungannya dengan aku, gak langsung pergi. Apa lagi kamu pergi bawa anak aku loh, dan memisahkan kami." ucap Vero dengan memelas.
Sedangkan Amanda hanya diam saja, dia merenungkan tindakannya apakah selama ini dia salah mempresentasikan tindakan sang suami yang berpelukan dengan seorang wanita seksi waktu itu.
Vero yang melihat terdiam nya sang istri pun langsung memberitahukan saja kesalahpahaman yang selama ini terjadi.
"Wanita yang kamu liat waktu itu di kantor, dia adalah Rebecca teman kuliah aku, aku memang pernah suka sama dia waktu kuliah, tapi itu dulu sebelum aku kenal kamu dan menikah sama kamu, lagian dia juga sudah menikah." tegas Vero.
"Waktu itu dia ke kantor ingin curhat karena dia sedang ada masalah dengan suaminya bahkan akan bercerai, aku sebagai seorang teman pun mendengarkan saja." ucap Vero.
"Terus kenapa peluk peluk!" sahut Amanda.
"Dia waktu itu hanya kalut dan butuh tempat bersandar aja, aku awalnya juga kaget sampek peluk peluk gitu tapi aku juga kasihan." ucap Vero.
"Maksud kamu?" tanya Amanda bingung.
"Dia sedang hamil, baru dua bulan," ucap Vero.
Amanda hanya diam dan merutuki kesalahan nya yang tak mau mendengarkan penjelasan sang suami terlebih dahulu.
"Maaf." ucap Amanda merasa sangat bersalah.
Vero yang melihat perubahan raut wajah sang istri sedih itu pun langsung membawa sang istri ke dalam pelukannya.
"Sssttttr udah jangan sedih," ucap Vero.
Mendengarkan ucapan sang suami bukan membuat hati Amanda senang malah membuat Amanda menangis tersedu-sedu.
"Udah sayang nanti baby nya itu nangis loh." ucap Vero menenangkan sang istri.
Amanda pun mulai berhenti tak menangis lagi, namun sesenggukan karena tangisannya tadi saja.
"Baby nya gimana?" tanya Vero sambil mengelus perut buncit sang istri.
"Sehat mas." sahut Amanda.
"Halo sayang, baik baik ya di sana. Papa janji akan menjaga kamu dan mama," ucap Vero dengan tulus.
Amanda yang melihat itu hanya bisa tersenyum bahagia karena keluarga kecilnya sekarang kembali damai.
__ADS_1
"Sekarang kita pulang ya," ajak Vero.
"Tapi mas...." jeda Amanda.
"Kenapa sayang hm?" tanya Vero dan Amanda hanya diam saja.
"Kamu tenang saja semua udah aku atur dan untuk mbok Yem dan pekerja lainnya juga akan kembali seperti semula." ucap Vero yang mengerti kegelisahan sang istri.
"Bener mas?" tanya Amanda dengan ceria.
"Benar dong sayang."
"Makasih mas," seru Amanda kemudian memeluk erat tubuh sang suami.
Setelah itu Amanda dan Vero pun bersiap karena hari ini juga mereka akan kembali ke Indonesia, bukan apa-apa karena memang Vero akan merasa aman jika sang istri berada di indo di mana banyak orang yang bisa menjaganya, apa lagi besok dia juga harus ada meeting.
Kalau kalian tanya kenapa Vero tetap saja meeting padahal dia bisa saja menyuruh Angga untuk menggantikannya, itu karena meeting besok adalah meeting final dan harus Vero sendiri yang hadir.
Amanda tahu itu dan dia bisa maklum apa lagi melihat penampilan sang suami yang memang sangat perfeksionis.
Amanda juga merasa sangat rindu Dnegan kampung halamannya, sudah lama dia tidak makan makanan Indonesia sehingga dia sangat menyetujui ajakan sang suami untuk pulang hari ini juga.
BEBERAPA JAM KEMUDIAN... SAMPAI INDONESIA!
Tak terasa mereka sudah mendaratkan kakinya di Indonesia, Vero berjalan dengan menggandeng tangan sang istri menuju ke arah mansion.
Semua pekerja menyambut kembali datangnya nyonya mereka yang sangat mereka rindukan itu.
"Sayang, selamat datang kembali ya." sambut mama Ratna sambil memeluk sang menantu.
"Makasih ma." jawab Amanda.
"Ya udah lebih baik sekarang kita ke kamar, kamu pasti sangat capek." ucap Vero.
Amanda pun menurutinya dan menuju ke kamar mereka, saat masuk nuansa beda pun terpancar di mana sekarang lebih ceria dan segar dengan perpaduan warna-warna kesukaan Amanda.
"Wah mas, ini kaku yang desain?" tanya Amanda kagum.
"Iya sayang, kamu suka?"
"Suka banget! Makasih ya mas."
"Iya sayang." ucap Vero sambil memeluk sang istri erat.
"Aku berharap semoga tuhan bisa menghentikan waktu agar tetap seperti ini, aku beruntung sekali bisa menikahi kamu sayang dan aku gak bisa jamin kalau bukan sama kamu mungkin aku tidak akan menikah." tutur Vero panjang lebar sambil menciumi kepala sang istri.
"Iya mas, aku di sini juga beruntung karena bisa menjadi istri kamu. Aku berharap semoga Allah memberikan berkah untuk keluarga kecil kita." ucap Amanda terharu.
"Sayangnya papa baik baik di perut mama ya, apa mau ditengok papa!" ucap Vero sambil menaruh telinganya di perut buncit sang istri.
Amanda yang mendengar ucapan sang suami pun menjadi salah tingkah.
"Oh kamu apa-apaan sih mas," ucap Amanda salting.
"Olahraga malam yuk," ajak Vero.
Dan begitulah yang terjadi, mungkin karena sudah lama tak di beri jatah hingga Vero terus menggempur sang istri, namun tenang Vero melakukannya dengan hati-hati agar tidak membahayakan sang anak dan menyakiti sang istri.
.
__ADS_1
.
...~END~...