Married With My Boss

Married With My Boss
BAB 103_Tamparan


__ADS_3

Siangnya para sahabat juga berkunjung ke rumah sakit, meski begitu Amanda masih saja sering melamun dengan tatapan sedih, dia masih memikirkan sang bayi yang harus pergi meninggalkannya.


Amanda bertekad untuk segera sembuh, dia tidak boleh terus sedih-sedih karena ini pasti rencana yang terbaik untuknya.


"Manda," sapa Risa yang baru saja tiba dengan membawa banyak hadiah untuk sang sahabat.


"Risa," jawab Amanda datar.


Setelah itu di susul oleh yang lainnya.


Cukup lama berbincang-bincang dengan mereka, karena hari sudah sore mereka pun berpamitan untuk pergi.


Amanda sekarang sendirian karena sang suami sedang kembali ke mansionnya sebentar untuk mengambil pakaiannya, Amanda pun merasa badannya capek, dia pun berbaring dan mencoba untuk tidur, namun dalam tidurnya ia memimpikan sang bayi yang sangat lucu dan imut membuat Amanda tersadar dan bangun.


Juga saat itu bertepatan dengan Vero masuk dia melihat sang istri bangun secara tiba-tiba membuat Vero khawatir.


"Sayang, kamu kenapa?" tanya Vero khawatir dan melihat istrinya yang berkeringat dingin.


"Kamu mimpi buruk?" tanya Vero lagi kemudian memeluk sang istri.


Amanda pun menangis di pelukan sang suami, ia rasanya tidak sanggup hidup jika begini terus.


"Kamu yang tenang ya," sahut Vero tak tega melihat sang istri rapuh.


"Mas, aku mimpi in ada anak bayi yang sangat lucu mas." ucap Amanda sambil menangis.


"Kamu yang sabar sayang," ucap Vero memberikan pengertian.


Amanda pun mulai merasa tenang dan melepaskan pelukannya dan menatap mata sang suami.


"Mas makasih."


"Kenapa?" tanya Vero.


"Karena kamu sudah menemaniku di saat seperti ini," sahut Amanda lagi bersyukur mempunya suami yang sangat perhatian dan sayang kepada dirinya.


"Iya sayang." jawab Vero.


Kalau di tanya sedih atau tidak dengan kehilangan sang anak, maka Vero akan menjawab sangat sedih, bahkan saat dia sendirian tak jarang dia meneteskan air mata.


Tapi dia tidak boleh lemah untuk sang istri, dari sedihnya dia masih bakalan sedih lagi sang istri.


🥕🥕🥕


Keesokan harinya Amanda sudah bisa berjalan keluar kamar meski harus di gandeng atau menggunakan alat, namun dia sangat bersyukur karena penyembuhannya sangat cepat.


Sekarang ini Vero berada di perusahaan karena sekarang Mita melakukan reka ulang kejadian mulai di kantin kantor hingga di ruang pemasaran.


Vero memang ingin mengetahui seberapa parahnya karyawannya menganiaya sang istri, sehingga sekarang hanya ada Amanda di rumah sakit.


Karena kegabutannya Amanda di rumah sakit sendirian dia pun mencoba menyalakan TV, namun yang ia lihat malah berita tentang Mita yang memakai baju tahanan dan berada di kantor.


Seketika Amanda mulai teringat dengan kejadian di mana sang janin menjadi korbannya.


Entah kenapa, tetapi Amanda pun tidak bisa menahan amarahnya, dengan sudah payah ia berjalan keluar dari rumah sakit dan mencari taksi untuk mengantarnya ke kantor.


Setalah mendapatkan taksi dia segera menuju ke kantor.

__ADS_1


"Pak ke YP COMPANY ya," ucap Amanda.


Sedangkan papa Hendra dan mama Ratna juga mengunjungi rumah sakit karena sang anak meminta tolong untuk menjaga istrinya karena dia ada urusan mendesak.


Saat mama Ratna masuk dia tidak melihat sang menantu berada, kemudian mama Ratna pun menghubungi Vero dan memberitahukan kalau sang istri tidak ada di kamar pasien.


^^^[Halo ma.]^^^


[Ver, Amanda gak ada di kamar pasien,] sahut mama Ratna panik.


^^^[Maksud mama?] tanya Vero bingung.^^^


Kemudian tak sengaja mama Ratna melihat TV yang masih menyala dan memperlihatkan siaran di mana Mita sedang beradu di kantor untuk reka ulang adegan.


[Ver, kayaknya Amanda menuju ke kantor deh.] sahut mama Ratna.


^^^[Apa?]^^^


Belum sempat Vero berkata dia melihat bayangan yang istri yang turun dari taksi dengan menggunakan baju pasien.


[Iya ma, Amanda sudah datang,] sahut Vero kemudian menutup teleponnya.


Samar-samar Vero bisa melihat sang istri menuju ke arahnya, sebelumnya Mita ke kantin kantor di mana di sana dia pernah melakukan kejahatan dnegan melemparkan telur kepada Amanda sehingga kasus ini di buka ulang.


Setelah itu Amanda pun datang dari arah pintu lobi, semua karyawan yang mengetahui Amanda datang pun segera melihat ke arah nya.


Amanda dengan marah menuju ke arah Mita yang sekarang berada di lobi dan sedang menuju ke ruang pemasaran.


Mita yang melihat Amanda datang, dia pun berhenti dan melihat ke arah Amanda dengan senang, dia juga sudah mendengar bahwa amandel keguguran dan semua karyawan juga sudah mendengarnya namun semua belum tahu kalau bos mereka semuanya adalah suaminya.


Dasar wanita psikopat, dia membunuh nyawa yang tidak bersalah tapi masih saja tersenyum menjijikkan seperti itu.


Amanda segera menghampirinya dan memberikan satu tamparan keras di wajah Mita.


Plak


"Itu buat elo yang udah nyakitin gue dari dulu," sahut Amanda dengan menggebu-gebu.


Para polisi yang kaget pun berusaha menenangkan Amanda dan Ardi pun melihat Vero yang hanya diam saja tidak melerai.


"Ver istri elo tuh," sahut Ardi.


"Iya tahu."


"Kok gak elo pisah sih," ucap Ardi.


"Biarin, biar dia selesai dengan kekesalannya." ucap Vero dengan santainya.


Sedangkan Amanda melayangkan tamparan untuk yang kedua kalinya.


Plak


"Eh elo apa-apaan sih," sahut Mita tak terima mendapatkan dua tamparan sekaligus.


"Itu untuk kekesalan gue terhadap elo," sahut Amanda.


Plak

__ADS_1


"Itu untuk elo yang sudah ngebuat gue babak Belur kayak gini."


Plak Plak


Pipi kanan dan kiri yang Amanda tampar hingga nampak kemerahan dan bekas jarinya.


"Dan itu buat elo yang udah buat gue keguguran," sahut Amanda menampar Mita sebanyak enam kali.


"Amanda gila lu ya!" ujar Mita dengan kesal.


"Gue seharusnya yang bilang seperti itu mit, elo udah ngebuat gue kehilangan bayi gue, dan elo bilang gila!" ucap Amanda dengan air mata sudah jatuh tak tertahankan.


Semua karyawan mengerubungi Amanda dan Mita, sedangkan polisi memang di suruh Vero untuk tetap di sana namun jangan ikut campur.


Dia ingin memberikan sang istri waktu untuk melampiaskan semua kemarahannya kekesalannya, karena Amanda juga kesal namun dia tahan karena Mita adalah wanita dan juga dia tidak ingin mengotori tangannya dengan orang macam itu.


"Eh j*lang, elo emang udah sepantasnya kehilangan bayi haram elo," sahut Mita tidak merasa bersalah.


Ucap Mita tadi membuat Vero juga naik pitam, bagaimana bisa sang bayi di anggap anak haram.


"Elo kalau ngomong itu di jaga," sahut Amanda sudah mulai marah karena anaknya di anggap anak haram.


"Kan emang bener," sahut Mita.


Karena Amanda masih sakit dia pun mulai lemah setelah mengeluarkan semua kekesalannya namun dengan tetap menangis,


Ia membayangkan sang bayi yang masih kecil harus kedinginan di sana, tidak ada yang menemaninya.


Vero melihat sang istri seperti itu juga merasakan sakit di hatinya, bagaimana bisa sang istri biasanya yang sangat lemah namun sekarang dia sangat rapuh.


Vero pun mulai khawatir dengan keadaan sang istri kemudian menghampirinya dan menolongnya.


"Udah?" tanya Vero dengan lembut.


Para karyawan pun melihat hal tersebut dengan tatapan aneh.


"Pak, kenapa sih ngurusin j*lang satu itu mending sama saya." ucap Mita dengan sombongnya menghina Amanda yang sudah lemah.


Vero pun sudah sangat marah hingga ia menampar Mita dengan sangat keras, hingga ujung bibir Mita mengeluarkan darah segar.


Plak


"Diam kamu!" ucap Vero membuat semua orang yang melihat terdiam.


Vero pun kembali melihat keadaan sang istri dengan lembut dan hilang sudah tatapan marahnya.


Amanda yang melihat sang suami di depannya pun tak kuasa menahan tangisannya, Amanda sekarang sudah tidak khawatir kalau nanti karyawan lainnya tahu kalau dia adalah istri bos mereka, yang ia khawatirkan sekarang adalah sang bayi.


Vero mengetahui hal tersebut pun ikut sedih saat dia bilang sesuatu.


"Mas, bayi kita." sahut Amanda lirih sampai tidak ada yang mendengar selain Vero dengan memegang perutnya yang sudah tidak berisi.


.


.


NEXT.............................>

__ADS_1


__ADS_2