
Amanda yang sudah selesai dari kamar mandi pun segera keluar, dan saat dia keluar dari kamar mandi dia melihat Vero sudah tidak ada di kasurnya.
Amanda tidak menyadari bahwa Vero mendengar perkataannya tadi, Amanda yang sudah lebih baik tubuhnya pun memilih untuk berjalan jalan di taman hotel sekalian mencari udara segar.
Saat Amanda sedang berjalan santai sendirian di taman dia melihat Risa dan Anggi sedang duduk di gazebo dekat taman.
Amanda pun ingin menghampiri mereka dan duduk bersama dengan mereka, saat tiba di sana Anggi dan Risa sedang membicarakan sesuatu dan kebetulan Amanda mendengarkan perbincangan mereka sedangkan Risa dan Anggi tidak mengetahui hal itu.
"Eh Ris elo denger gak?" ucap Anggi.
"Denger apaan?" sahut Risa yang memang tidak mendengar apa pun.
"Tadi waktu gue sedang jalan jalan di lobi gue lihat pak Vero bawa koper terus naik mobil," ucap Anggi.
"Terus terus?" ujar Risa dengan penasaran.
Amanda yang berada dibelakang mereka pun mendengarkan perbincangan mereka tanpa ingin menyela.
"Terus gue tanya pak Angga yang juga kebetulan keluar dari lift dan mau ke pak Vero,"
"Terus jawabannya apa?"
"Katanya pak Vero mau balik ke Jakarta,"
"Hah kok balik sih bukannya kemarin pak Angga bilangnya besok ya batu balik,"
"Gue juga gak tahu ris, tapi kata pak Angga pak Vero tadi buru-buru banget saat habis dari kamarnya kita," ucap Anggi yang memang dasarnya ratu gosip.
"Masa mereka berantem?"
"Entah gue juga gak tahu,"
Mereka pun membicarakan banyak hal lagi dan tanpa disadari oleh mereka bahwa Amanda mendengar semua yang mereka bicarakan tentang Vero yang kembali ke Jakarta.
Amanda yang sebenarnya ingin bergabung dengan Risa dan Anggi pun memilih untuk kembali ke kamar.
Amanda sangat sedih karena suaminya kembali ke Jakarta tanpa memberitahunya tetapi dia berfikir mungkin Vero sedang terburu-buru makanya dia tidak memberitahu Amanda.
Amanda yang sudah sampai di kamar pun memilih untuk berbaring dan dia tiba-tiba memikirkan sang suami, saat Amanda sedang berbaring Risa dan Anggi masuk ke dalam kamar.
"Manda elo udah baikan?" tanya Risa.
"Iya ris lumayan udah enakan,"
"Syukur kalau gitu,"
"Kalian dari mana aja?"
"Kita habis dari taman tadi," ucap Anggi.
"Oh," ucap Amanda singkat.
Kemudian mereka pun istirahat sebentar di kamar mereka karena nanti malam mereka akan pergi ke mall di Bali.
🥕🥕🥕
__ADS_1
Sedangkan Vero yang sedang berada di perjalanan menuju kembali ke Jakarta dengan Angga dan mbk Ida yang kebetulan beliau juga harus kembali karena ada urusan mendadak, Vero pun terus melamun dan memikirkan ucapan sang istri tadi.
Kemudian mbk Ida menyadari tentang sikap bos-nya itu yang menurutnya sangat aneh.
"Pak Vero maaf lancang, Bapak sedang punya masalah kah dengan nyonya Manda?" tanya mbk Ida.
Karena tadi Amanda mengetahui kalau mbk Ida ikut kembali ke Jakarta dengan Vero suaminya sehingga Amanda menghubungi mbk Ida dan bertanya apakah mbk Ida satu penerbangan dengan sang suami.
Mbk Ida merasa ada yang janggal dengan chat dari istri bosnya itu mengapa tidak menghubungi pak Vero langsung tetapi malah menghubungi dia.
"Maksud mbk Ida?" tanya Vero.
Dia memang memanggil mbk Ida dengan sebutan mbk karena sudah terbiasa.
"Soalnya tadi nyonya Amanda menghubungi saya dan bertanya apakah saya satu penerbangan atau tidak dengan bapak," ucap mbk Ida.
Angga hanya mendengarkan ucapan mbk Ida tanpa ingin bertanya karena semua yang ingin ditanyakan sudah terwakilkan oleh mbk Ida.
Vero pun terdiam dia berfikir apakah Amanda mengkhawatirkannya, Vero pun merenung apakah dia harus menceritakan kekhawatirannya atau tidak kepada mbk Ida dan Angga.
Sebenarnya Vero sering bercerita kepada mbk Ida dan Angga, terutama mbk Ida yang sudah menikah, Vero biasanya meminta bantuan kepada mbk Ida yang memang sudah di anggap sebagai kakak sendiri yang sudah berdedikasi besar untuk perusahaan.
"Sebenarnya saya sedang marah dengan diri saya sendiri mbk," ucap Vero yang didengarkan oleh mbk Ida dan Angga.
"Marah kenapa pak?" tanya mbk Ida.
"Tadi saya ke kamarnya istri saya dia tadi demam?" ucap Vero,
"kemudian pak?" lanjut mbk Ida bertanya.
"Terus saya menemaninya, kemudian tidur disampingnya, tapi saat dia bangun saya pura-pura tidur tapi dia bicara sesuatu yang membuat saya marah pada diri saya sendiri mbk," ucap Vero mulai kesal.
"Dia bilang apakah saya akan menceraikannya sebentar lagi, padahal saya sudah bilang bahwa setelah saya menikah maka tidak ada kata perceraian," emosi Vero tersulut emosinya.
"Sabar pak nanti saya coba bicara dengan nyonya Amanda mungkin dia ada sesuatu hal yang takut untuk dia utarakan kepada bapak," ucap mbk Ida menenangkan tuan nya itu.
"Iya mbk makasih ya,"
"Iya pak,"
Kemudian Vero pun melirik ke arah Angga dengan tatapan menusuk dan berkata,
"Jangan bilang ke siapa siapa ya,"
"Iya pak,"
"Kalau gitu bapak istirahat saja dulu," ucap Angga.
Kemudian Vero pun berbaring di kursinya dan menenangkan pikirannya, setelah beberapa waktu akhirnya Vero dan yang lainnya sampai di Jakarta.
Vero langsung menuju ke rumah mama Ratna dan papa nya, saat Vero sampai di sana mama Ratna dan papa Hendra nya sedang berkebun dan melihat Vero datang sendirian.
"Ma, pa," sapa Vero.
"Loh ver kok sendirian Amanda mana?" tanya mama Ratna celingak-celinguk.
__ADS_1
"Dia masih di Bali," ucap Vero.
"Terus kok kamu udah balik ver, Bukannya kaku juga sedang Bali ya?"
"Iya ma, ini ada meeting mendadak jadi harus segera balik,"
"Oalah terus kenapa kamu ke sini?" tanya mama Ratna.
"Ya masa anaknya sendiri kesini gak boleh sih,"
"Ya gak papa sih,"
"Udah udah yuk masuk," ajak papa Hendra.
Setelah sampai Vero pun mengungkapkan alasannya datang kesini.
"Vero datang ke sini mau nginep ma pa, di rumah sendirian gak enak ma,"
"Dasar suami manja gak ada istri malah ke mamanya," goda mama Ratna pada sang anak.
🥕🥕🥕
Disisi lain Amanda yang sedang berada di mall Bali bersama teman-teman kantornya pun bersenang-senang.
Meski dia lagi sakit namun dia tidak ingin melewatkan hari-hari terakhirnya di Bali.
"Manda elo mau beli apa?" tanya Risa.
"Gak tahu nih apaan ya,"
Amanda yang sedang berjalan-jalan dengan Risa dan Anggi pun mencari barang yang ingin mereka beli, tangan Risa dan Anggi sudah banyak membawa barang belanjaan.
Sedangkan Amanda masih belum beli apa pun.
"Manda lihat nih gue sama Risa udah bawa banyak banget barang elo malah belum beli apapun," ucap Anggi.
"Iya ini lagi cari yang cocok," jawab Amanda.
Kemudian mereka pun menyusuri setiap toko pakaian wanita dengan berbagai gaya.
Sampai satu titik mereka melewati toko pakaian laki-laki, Amanda langsung terpanah dengan pakaian jas yang ia lihat.
"Ada apa Man?" tanya Risa saat dia tahu Amanda tertinggal dan berhenti didepan toko pakaian laki-laki.
"Em enggak kok, bentar ya," ucap Amanda kemudian dia pun masuk kedalam toko tersebut dan langsung melihat baju yang ia lihat tadi di luar toko.
Saat Amanda melihat jas tersebut pelayan toko menghampirinya.
"Permisi mbk bisa saya bantu?" tanya pelayan tersebut.
"Bentar mbk ya," ucap Amanda sambil melihat harga yang tertera di baju tersebut.
Betapa terkejutnya Amanda saat melihat harga yang tertera di baju tersebut.
.
__ADS_1
.
NEXT.............................>