
Amanda sedang asyik berbicara dengan sang mama, namun di kejauhan dia melihat banyak pasien yang berkerumun di suatu tempat.
"Ma itu ada apaan kok banyak pasien yang ke sana?" tanya Amanda penasaran dengan yang terjadi.
"Entah, mama juga gak tahu." sahut mama Ratna.
"Kita ke sana yuk ma," ajak Amanda penasaran kepada sang mama mertua.
Mama Ratna pun mengiyakan kemauan sang menantu agar dia lebih senang.
"Iya, ayo sayang."
Kemudian mama Ratna pun mendorong kursi roda Amanda dan menuju ke arah keramaian tersebut.
Saat Amanda sudah sampai, mama Ratna pun bertanya kepada salah satu keluarga pasien yang juga menemani keluarganya.
"Permisi bu, ini ada apaan ya kok ramai sekali?" tanya mama Ratna.
"Oh, ini bu ada pertunjukan dari pasien anak-anak untuk mengibur pasien lainnya dan juga keluarga pasien," ucap salah satu keluarga pasien tersebut kepada mama Ratna.
Amanda yang mendengarkan pun ikut senang dan sangat menantikan pertunjukan tersebut.
"Wah kayaknya bagus ma," sahut Amanda antusias.
"Iya sayang."
Kemudian pertunjukan pun di mulai, Amanda sangat menikmati pertunjukan yang disediakan tersebut.
Dia melihat banyak anak-anak kecil yang harus berada di rumah sakit padahal mereka masih sangat kecil dan harus merasakan sakit.
"Kasihan ya ma," sahut Amanda kepada sang mama saat melihat pasien anak-anak yang sedang pentas di atas panggung.
"Iya sayang, kita harus lebih bersyukur lagi ya." jawab mama Ratna dan mendapat anggukan dari Amanda.
"Iya ma."
🥕🥕🥕
Sedangkan Vero setelah melakukan klarifikasi tadi, dia sekarang berada di ruangannya, dia mengerjakan beberapa berkas terlebih dahulu setelah itu dia pun pergi meninggalkan kantor untuk menemui sang istri di rumah sakit.
"Angga sayang ke rumah sakit dulu, kalau ada masalah segera hubungi saya." ucap Vero saat keluar dari ruangannya.
"Baik tuan."
"Dan kontrol perusahaan bersama dengan Ardi," perintah Vero selanjutnya.
"Baik tuan."
Setelah itu Vero pun pergi meninggalkan kantor dan menuju ke rumah sakit
Saat dia sampai di rumah sakit dia segera menuju ke kamar di mana sang istri di rawat.
Namun saat masuk Vero tidak melihat sang istri dan mami berada di kamarnya.
Vero pun merasa panik dan segera mencari semua sisi di kamar pasien namun tidak menemukannya, Vero pun segera bertanya kepada suster yang berada di tempatnya.
__ADS_1
"Sus, lihat istri saya?" tanya Vero dengan khawatir.
"Oh nyonya Amanda, tadi beliau ke taman tuan." jawab suster tersebut.
"Makasih sus."
Vero pun menuju ke taman rumah sakit dan mencari keberadaan sang istri dan sang mama nya.
Saat sedang mencari tak sengaja Vero melihat kerumunan di sana, dia pun menghampirinya dan benar saja tak lama dari itu Vero melihat sang istri dan mama Ratna sedang asyik tertawa dengan pasien lainnya.
Vero pun merasa tenang saat melihat sang istri sudah bisa tertawa lepas, tak di sadari Vero juga melengkungkan senyumannya.
Vero pun mendekati sang istri, saat dia mendekat banyak para pengunjung dan juga pasien yang melihatnya.
Vero hanya tersenyum dan mendekati sang istri, mama Ratna yang mengetahui sang anak datang di suruh diam agar Vero bisa membuat sang istri terkejut.
Mama Ratna pun mengisyaratkan dengan tangannya membentuk oke.
"Sayang," sapa Vero dari belakang sang istri.
Amanda yang di panggil pun segera menolehkan badannya dan dia mendapati sang suami yang sudah berada di belakangnya.
"Mas Vero," jawab Amanda terkejut namun juga dengan ceria.
"Lagi ngapain?" tanya Amanda kemudian jongkok untuk mensejajarkan tubuhnya dengan sang istri.
"Lagi lihat pertunjukan di sana," jawab Amanda dengan menunjuk ke arah panggung, Vero pun mengikuti arah sang istri ke arah panggung yang sekarang sedang menunjukkan seorang anak perempuan yang sedang menyanyi.
"Seru banget," lanjut Amanda.
"Kamu suka?" tanya Vero dan Amanda pun mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Ya udah sekarang lihat lagi," ucap Vero kemudian duduk dan melihat ke arah panggung.
Mama Ratna, Vero dan Amanda sangat senang melihat pertunjukan tadi hingga selesai.
"Sekarang kita balik ke kamar?" tanya Vero kepada Amanda dan mendapat anggukan.
Mama Ratna pun mengikuti anak-anaknya dari belakang, karena Vero yang sekarang mendorong kursi roda tersebut.
Saat sudah sampai di kamar Vero pun membantu sang istri untuk kembali ke ranjang dan membaringkannya, kemudian Amanda pun berbaring dan istirahat.
Setelah itu Vero pun keluar dari kamar kemudian menemui sang mama yang menunggu di luar kamar.
"Mama udah makan?" tanya Vero kepada sang mama karena sekarang sudah waktunya makan siang.
"Belum sayang."
"Yuk makan ma sama Vero." ajak Vero.
Mama Ratna pun menurutinya dan langsung menuju ke kantin rumah sakit bersama dengan sang anak.
Saat sudah sampai kantin mereka pun segera mengantri untuk mendapatkan makanan, setelah itu mencari tempat duduk, dan mulai menyantap makanannya.
Disela-sela makan mereka Vero memberitahukan kepada mama nya soal dia telah membuat klarifikasi kepada awak media.
__ADS_1
"Ma, sebenarnya Vero tadi habis membuat klarifikasi kepada awak media." sahut Vero.
Mama Ratna yang awalnya makan dengan tenang pun melihat sang anak dan menanyakan kelanjutannya.
"Terus?" tanya mama Ratna yang mulai mengalihkan pandangannya ke arah sang anak.
"Mama coba lihat ini," sahut Vero sembari menunjukkan artikel yang memuat tentang dirinya.
Mama Ratna yang melihat itu pun merasa tenang karena banyak dari artikel ini yang berkomentar positif kepada sang menantu.
"Syukur kalau begitu Ver, mama juga kasihan sama Amanda, dia akhir-akhir ini juga jarang makan karena permasalahan ini." sahut mama Ratna kasihan dengan sang menantu.
"Iya ma."
Kemudian mama Ratna dan Vero pun melanjutkan makan siangnya, setelah itu kembali ke kamar Amanda, namun mama Ratna juga harus kembali karena sang anak sudah berada di sini dan beliau juga harus kembali sebelum sang suami kembali nanti.
"Kalau gitu mama balik dulu ya ver, jangan lupa kabarin mama kalau ada apa-apa." ucap mama Ratna berpamitan kepada sang anak.
"Iya ma, mama hati-hati ya." sahut Vero.
"Iya."
Kemudian mama Ratna pun pergi meninggalkan Amanda dan Vero.
Vero mendekati sang istri yang sedang tidur siang dengan tenang, dia tidak tahu kalau dia tidak menikah dengan Amanda mungkin saja dia tidak akan menikah seumur hidup.
Vero sangat-sangat bersyukur, dan dia sudah berjanji dalam hatinya bahwa dia akan bersama sang istri apa pun yang terjadi nantinya.
Menunggu sang istri tidur Vero pun membuka laptopnya dan mulai membuka email yang masuk.
Dia jarang sekali melihat email kerjanya karena dia sangat sibuk akhir-akhir ini dengan banyak kejadian sehingga dia baru bisa melihatnya sekarang.
Saat sedang fokus Vero ternyata mendapat emang dari Steven dari Inggris, segera Vero menghubungi Steven dan menanyakan apa yang terjadi.
^^^[Halo Steven.]^^^
[Halo tuan Vero.]
^^^[Apakah ada masalah dengan perusahaan?] tanya Vero saat baru saja tersambung tanpa basa-basi.^^^
[Tidak tuan, hanya saja beberapa hari yang lalu ada karyawan yang mengacaukan pertemuan penting dengan klien, namun semuanya sudah beres dan klien juga sudah menyetujui kerja sama.] ucap Steven dari ujung sana.
^^^[Bagus, lanjutkan aktivitasmu dan kalau ada waktu aku pasti akan ke sana atau kau saja yang ke sini,] sahut Vero.^^^
[Baik tuan.]
Kemudian Vero pun menutup teleponnya dan melihat sang istri, ternyata Amanda sudah bangun dengan mata yang melihat sang suami dengan tatapan sayu persis seperti orang yang baru saja bangun tidur.
"Sudah bangun?" tanya Vero mendekati sang istri, dan Amanda pun hanya menganggukkan kepalanya pelan tanpa berbicara.
"Waktunya makan ya," sahut Vero dengan mengambil bubur yang sudah ia siapkan tadi, dan sekarang sudah mulai hangat tidak terlalu panas seperti tadi.
"Aaaaa," ucap Vero menyuapi sang Istri.
.
__ADS_1
.
NEXT.............................>