
Setelah kembali ke villa Vero pun meminta sang istri untuk tidur di villanya itu dan tidak kembali ke hotel.
Tetapi Amanda memaksa untuk kembali ke hotel saja karena dia sudah cukup lama meninggalkan kamar hotelnya, jika rekan rekannya tahu maka akan ada gosip yang tidak tidak soal dia.
"Sayang kamu tidur di sini aja ya," ujar Vero.
"Enggak mas aku balik ke hotel aja lagian sebentar lagi kan juga liburan mau habis aku mau juga habisin liburan sama temen temen mas," ujar Amanda.
"Ya udah terserah kamu, oh ya besok aku ada pertemuan penting sama salah satu rekan bisnis mas dan kebetulan juga beliau sekarang ada di Bali dengan istrinya dan beliau juga undang kamu sayang jadi besok kamu mau kan ikut ke pertemuan itu?" tanya Vero pada Amanda dan berharap dia mau untuk ikut acara itu.
Amanda pun menimbang nimbang apakah dia harus ikut atau tidak.
"Iya mas cuma besok aja kan?"
"Iya,"
"Kalau gitu aku mau ke hotel dulu ya mas," pamit Amanda kepada Vero.
"Iya hati hati ya, perlu mas antar gak?"
"Gak usah,"
Kemudian Amanda pun kembali ke hotel.
Di sisi lain saat rombongan Vero tadi datang ke hotel dari pantai ternyata diketahui oleh Jenifer dan Mita yang tak sengaja melihat mereka datang yang berada di dekat parkiran.
Jenifer yang dari pagi sudah mencari Vero namun tidak ada dan bertanya kepada sekretarisnya namun hanya jawaban tidak tahu yang ia dengar.
Yang sebenarnya Angga dan mbk Ida tahu kalau bos nya itu sedang berlibur dengan istri dan teman temannya.
"Astaga tuh lihat Jen ternyata mereka habis pergi tanpa memberitahumu," ujar Mita saat tahu rombongan Vero yang keluar dari mobil.
"Awas elo ya cewek si*lan gue gak akan tinggal diam tunggu aja tanggal mainnya," ancam Jenifer yang langsung pergi meninggalkan tempat tersebut dengan penuh amarah.
"Tunggu Jen," ucap Mita karena ditinggal oleh Jenifer yang pergi begitu saja.
Jenifer yang sudah ada di kamarnya pun mulai membuat rencana untuk menghancurkan Amanda karena sudah berani menggoda calon pacarnya, andai saja Jenifer tahu kalau Amanda adalah istrinya.
Jenifer pun menghubungi seseorang di sebrang sana.
[Halo,]
^^^[Halo max gw butuh bantuan,]^^^
[Ada apa Jen?]
^^^[Aku butuh bantuan elo untuk menyingkirkan seseorang,]^^^
[Apa imbalan yang bisa gue terima kalau gue ngelakuin itu?]
^^^[Elo minta apa akan gue turutin,]^^^
[Ok elo kirim aja rinciannya nanti sisanya itu urusan gue,]
__ADS_1
^^^[Ok tunggu sampek gue perintah jangan terburu buru,]^^^
[Ok kalau mau butuh bantuan elo tinggal telepon gue,]
^^^[Ok thanks max.]^^^
Jenifer pun menutup teleponnya dan dengan senyum misteriusnya.
"Tunggu pembalasan gue buat lo Manda, siapa suruh elo berani beraninya goda Vero calon pacar gw," ucap Jenifer kepada dirinya sendiri.
🥕🥕🥕
Sedangkan Amanda sedang berada di lobby dan menunggu lift untuk naik ke lantai kamarnya, tiba tiba Jenifer datang dan juga menunggu lift.
Amanda pun menyapanya dengan sopan tetapi karena tidak terlalu akrab sehingga Amanda hanya menyapa singkat.
"Dari mana?" tanya Jenifer dengan muka judesnya.
Amanda yang ditanya pun hanya bingung harus jawab apa karena untuk apa Jenifer tanya seperti itu, Apa dia cemburu dengannya gara-gara dia dekat dengan Vero, tapi gak mungkin karena setahu Amanda saat dia berjalan dengan sang suami tidak ada yang tahu, mungkin hanya perasaannya saja.
"Em tadi habis keluar sebentar," ucap Amanda.
Kemudian lift pun terbuka dan kebetulan juga lift kosong sehingga didalam lift hanya ada Amanda dan Jenifer.
Karena dikuasai oleh kemarahan entah dari mana Jenifer tiba-tiba mendorong tubuh Amanda hingga menabrak dinding belakang.
"Astaga nona Jenifer kenapa ya kok dorong dorong?" ucap Amanda kaget dan kesakitan karena dorongan yang cukup keras itu.
Amanda yang tidak tahu akar permasalahannya hanya bisa mengerang kesakitan karena ulah Jenifer.
"Astaga mbk Jenifer sakit," ucap Amanda saat Jenifer semakin menarik rambutnya dan menekan tubuhnya ke dinding belakang.
"Apa sakit Ini belum seberapa ya asal elo tahu," amarah Jenifer makin menjadi jadi.
Setelah beberapa saat Jenifer pun melepaskan tangannya dan menjauh dari tubuh Amanda.
Amanda pun terduduk lemas di dalam lift dengan menahan air mata karena diperlakukan tidak baik oleh seseorang.
"Elo ya berani beraninya goda Vero, asal elo tahu ya gue sama Vero itu akan menikah jadi jangan berani berani goda Vero, kalau gue lihat lagi elo goda Vero awas aja habis nyawa elo," ancam Jenifer kepada Amanda dan kebetulan lift juga terbuka.
Jenifer pun keluar dari lift sedangkan Amanda pun tak habis fikir dengan hal yang baru saja dia dengar.
"Astaga ya Allah kenapa dia melakukan hal itu kepadaku mas apakah susah menjadi istrimu banyak banget yang tidak suka kalau aja semua tahu yang sebenarnya," ucap Amanda sambil menitikkan air mata karena nasib buruknya hati ini di lift.
"Aduh sakit banget," ucap Amanda kesakitan dan mencoba untuk berjalan menuju ke arah kamarnya.
Saat tiba dikamar Amanda pun masuk ke dalam disamakan sudah ada Risa dan Anggi, mereka kaget karena Amanda masuk dengan tangan yang memegang punggungnya.
"Elo kenapa Man?" tanya Risa.
"Enggak tadi cuma jatuh aja kok,"
"Oh sini gue lihat,"
__ADS_1
Amanda pun berjalan menuju ke arah Risa dan Anggi.
Saat dilihat oleh Risa ternyata ada luka memar di bagian punggung Amanda.
"Astaga Manda elo jatuh dimana sih kok bisa memar gini," ucap Risa.
"Tadi di lift,"
"Elo hati hati ya Manda lain kali," ucap Anggi merasa iba.
"Iya makasih ya,"
"Sini gue olesin salepnya," ucap Anggi kemudian mengoleskan salep ke punggung Amanda yang memar.
"Oh ya Manda elo habis dari mana sih kemarin kok gak tidur di hotel?" tanya Anggi.
"Gue ketemuan sama temen gue yang kebetulan juga tinggal di Bali jadi gue nginep deh di rumahnya,"
"Oh pantes gue gak kelihatan elo sama sekali," yang dibalas senyuman oleh Amanda.
"Oh ya terus katanya elo ketinggalan bis kemarin saat di Bali zoo?"
"He'em gue ketinggalan,"
"Astaga Amanda elo harus hati-hati deh jangan sampek ketinggalan terus gimana caranya elo balik kan elo ketinggalan?"
"Kebetulan ada pak Angga yang masih di sana terus nawarin tumpangan ke gue,"
"Syukur ada pak Angga ya,"
"Iya,"
Kemudian mereka pun saling bercerita keseruan liburan di Bali, dan Anggi yang terus bercerita kalau dia banyak bertemu dengan bule di pantai kute tadi saat berlibur di sana.
"Elo tahu gue tadi ketemu sama bule ganteng banget sumpah," ucap Anggi.
"Terus gimana nggi?" tanya Amanda.
"Gimana apanya?" ucap Anggi dengan polosnya.
"Maksudnya itu elo gimana dapet nomornya gak?" lanjut Risa menjelaskan maksud Amanda ke Anggi.
"Hehe enggaklah orang dia udah punya pacar,"
Setelah mendengar ucapan Anggi Risa dan Amanda pun tertawa karena kelakuan temannya itu yang terkadang sangat bar-bar.
Amanda bersyukur punya teman teman yang mengerti dirinya dan selalu menghiburnya.
.
.
NEXT.............................>
__ADS_1