
Sementara Ardi yang mengajak Risa berjalan-jalan di tepi pantai pun sudah yakin dengan keputusannya, dia akan menyatakan cintanya kepada Risa bagaimana pun nanti hasilnya.
"Em ris,"
"Iya pak."
"Aku mau ngomong sama kamu," ucap Ardi dengan nada gugup.
"Kenapa pak?"
"Gak usah manggil pak kalau di luar kantor saya gak setua itu kok ris,"
"Oh iya kebiasaan terus saya manggilnya apa ya?"
"Terserah kamu,"
"Ya udah Ardi aja ya," dan Ardi pun menganggukinya.
"Oh ya kamu tadi mau ngomong apa?"
"Aku mau ngomong serius sama kamu ris kamu dengerin ya,"
"Iya apaan?"
"Ris aku suka sama kamu kamu mau kan jadi pacar aku." ucap Ardi dengan rasa gugupnya.
Risa pun hanya dibuat bengong dengan pernyataan Ardi yang sangat mendadak baginya.
"Maaf di apa tadi aku gak salah dengarkan?" tanya Risa takut nanti telinganya yang bermasalah.
"Enggak ris aku bilang aku suka sama kamu kamu mau gak jadi pacar aku?"
"Emmm,"
Cukup lama Risa diam dan bengong sambil memikirkan jawaban yang tepat, sebenarnya Risa sendiri juga mulai suka dengan bos manajernya tersebut tetapi dia menyangkal nya mungkin hanya perasaan kagum.
Namun saat dia di tembak barusan entah kenapa rasanya ada yang mengganggu perasaannya dan dengan spontan Risa pun menjawab.
"Iya aku mau kok," ucap risa dengan senyum merekah entah dari mana datangnya.
Ardi yang mendengarkan jawaban dari Risa pun tak terbendung lagi senangnya.
"Makasih ris," sahut Ardi dengan memegang tangan Risa.
"Iya," ucap Risa dengan senyum merekah.
"Gimana kalau kita lanjut jalan?"
"Iya,"
Kemudian mereka pun menikmati sapuan ombak dan juga angin pantai yang entah kenapa hawanya sangat sejuk, mungkin karena perubahan suasana bahagia membuat dunia seperti milik mereka berdua.
__ADS_1
Saat ini mereka sedang duduk di atas pasir putih di tepi pantai, Ardi yang melihat pacar barunya itu sedang melihat para pengunjung yang sedang berlalu lalang di pantai baik yang sedang berenang atau pun hanya duduk santai seperti mereka.
"Kamu gak mau berenang?" tanya Ardi.
"Enggak, males ganti bajunya."
Mereka pun saling mengobrol dan juga bertukar cerita tentang kehidupan mereka.
Saat Ardi dan Risa sedang berada di pantai, berbeda halnya dengan pasukan suami istri Vero dan Amanda yang sedang berada di gazebo dengan Reza dan Haikal.
"Noh kalian lihat tuh Ardi sama Risa," ujar reza membuat semua mata tertuju pada satu titik.
"Kayaknya berhasil deh," ucap Haikal yang di angguki oleh Reza.
"Kalian juga buruan nyusul gue dong kalau gak gitu nyusul Ardi gitu," ejek Vero sambil merangkul sang istri yang berada disampingnya membuat Reza dan Haikal ingin menendang sang sahabatnya tersebut.
"Sialan Lo Ver," ucap Haikal kesal.
"Manda tuh suami elo kayaknya jatahnya kurang tuh mulutnya pingin gue jahit aja," emosi Reza.
Amanda hanya bisa tertawa terbahak bahak dengan tingkah mereka padahal umur udah dewasa tapi kalau udah kumpul berempat kelakuan kayak anak anak.
"Eh gue kok kayak mau gosong ya?" kata Haikal sambil hidungnya mengendus endus seperti mencari sumber aroma gosong.
Setelah sadar Reza yang disuruh untuk memanggang daging pun langsung berlarian menuju arah panggangan.
"Astaga daging gue," ucap Reza sambil berlarian ke arah panggangan.
Kemudian Haikal Vero dan juga Amanda pun tertawa dengan kejadian daging gosong karena terlalu serius dengan pasangan yang sedang berduaan dipinggir pantai tersebut.
Kemudian Reza pun kembali dengan membawa daging gosong yang hampir sembilan puluh persen gosong tanpa ada sisa daging yang bisa dimakannya.
"Astaga elo ya za," ucap Haikal sambil mengepalkan tangannya seperti ingin menonjok sahabatnya itu.
"Hehe Sorry lah bro," ucap Reza.
"Sini biar aku lanjutin aja panggang dagingnya?" ujar Amanda.
"Gak usah sayang kamu disini aja nanti kamu capek," sahut Vero tidak ingin sang istri kecapekan.
"Enggak akan mas aku gak papa kok," sanggah Amanda.
Sedangkan Reza dan Haikal jengah sekali melihat kelakuan pasutri baru itu.
Kemudian Vero pun memperbolehkan sang istri melanjutkan acara panggang memanggang daging yang masih tersisa.
Di tepi pantai Ardi dan Risa yang sedang menikmati waktu mereka pun memutuskan untuk kembali ke gazebo tempat istirahat mereka semua.
Saat sampai di gazebo semua hidangan sudah tersusun rapi mulai dari daging yang dipanggang sendiri dan juga beberapa makanan yang sudah dipesan dari restoran dekat pantai.
"Apaan nih kok gosong?" tanya Ardi sambil menunjuk daging gosong yang berada diatas meja.
__ADS_1
"Tuh kelakuan Reza," jawab Haikal.
"Astaga za elo udah tahu gak bisa masak eh malah masak gini deh akibatnya," ujar Ardi membuat semua orang disitu tertawa.
Setelah puas tertawa tiba-tiba Reza menangkap sesuatu yang romantis.
"Udah kali gandengan tangannya," ujarnya pada pasangan baru di mabuk cinta itu siapa lagi kalau bukan Risa dan Ardi yang dari tepi pantai tadi sampai di gazebo selalu pegangan tangan.
"Iya lepas kali kayak mau nyebrang aja pakek pegangan tangan segala," timpa Haikal yang tak terima seperti sedang diejek oleh mereka.
"Biarin aja pacar-pacar gue," kata Ardi membuat Reza dan Haikal kembali harus menelan pil pahit karena sampai sekarang belum memiliki pasangan padahal diantara mereka berempat Reza dan Haikal lah yang sering bermain wanita.
"Awas aja kalian lihat kalau gue udah ada calon gue langsung kasih tahu kalian," ujar reza.
"Mantap buruan carinya," sahut Vero.
"Ya sabar kenapa butuh proses bro,"
Kemudian mereka pun melanjutkan sesi berbincang-bincang dan juga sesi makan di pinggir pantai dan juga bercanda tawa.
Hingga waktu mulai menunjukkan jam lima sore yang artinya waktu sudah akan malam mereka pun memutuskan untuk kembali ke hotel.
Sebelum kembali ke hotel mereka melihat sebentar sunset yang indah sekali dan jarang sekali di temui di kota Jakarta yang hanya ada gedung gedung yang menjulang tinggi.
"Wah bagus banget mas," ucap Amanda sambil memeluk sang suami dan Zidan pun memeluk pinggang sang istri sambil memandang sunset yang menenangkan pikiran.
Setelah selesai dan beres-beres sampah mereka pun melanjutkan perjalanan kembali ke hotel.
Saat tiba di parkiran hotel sudah ada Angga yang menunggu, kemudian Vero pun turun dan menghampiri Angga.
"Ada apa ngga?" tanya Vero pada Angga.
"Begini tuan tadi kolega kita yang berada di Macau ingin bertemu dengan bapak besok,"
"Terus?"
"Kebetulan beliau sekarang juga berada di Bali jadi beliau juga meminta untuk pertemuannya berada di Bali,"
"Ok kamu atur ya,"
"Siap tuan,"
Kemudian Vero pun menghampiri sang istri yang memang disuruh untuk menunggunya sebentar, tetapi yang lainnya sudah pergi dari tadi.
"Ada apa mas?" tanya Amanda.
"Gak ada apa apa kok sayang ya udah yuk," ajak Vero menuju ke villanya.
.
.
__ADS_1
NEXT.............................>