Married With My Boss

Married With My Boss
BAB 85_Bunga Mawar


__ADS_3

Vero pun menancapkan gasnya untuk segera menuju ke mansionnya karena dia sangat khawatir dengan keadaan sang istri.


Bagi Vero dia sudah meninggalkan sang istri cukup lama padahal baru sekitar 2 jam an.


Setelah sampai Vero segera menuju ke kamarnya dna menemui sang istri yang ternyata masih tertidur, setelah melihat keadaan sang istri, Vero turun ke bawah agar tidak mengganggu sang istri.


"Loh tuan Vero sudah balik," sahut mbok Yem saat melihat sang majikan turun ke bawah.


"Iya mbok." jawab Vero.


"Mbok tadi Amanda bangun atau enggak?" tanya Zidan ke mbok Yem.


"Tidak tuan."


Kemudian Vero pun m buku ke arah ruang kerjanya sambil menunggu Amanda bangun, sedangkan Amanda yang merasa terganggu tidurnya pun bangun.


Saat dia bangun dia merasa sangat pusing bagian kepalanya.


"Ya allah pusing banget." ucap Amanda.


Kemudian dia melihat disekitar tempat tidurnya, tetapi sang suami tidak ada disekitarnya, dia baru ingat bahwa sang suami sepertinya masih berada di kantor.


Saat dia melihat jam dia baru menyadari bahwa dia sudah cukup lama tertidur.


"Astaga lama banget tidurku." ujar Amanda.


Amanda pun memilih untuk keluar dari kamar dan turun ke bawah.


"Nyonya sudah bangun," sapa mbok Yem.


"Iya mbok." ucap Amanda.


"Nyonya butuh apa?" tanya mbok Yem khawatir saat melihat Amanda masuk ke dapur.


"Saya haus mbok," jawab Amanda.


"Mbok bikinin teh hangat mau," sahut mbok Yem dan mendapat anggukan dari Amanda.


"Mbok, mas Vero belum dateng ya?" tanya Amanda sambil menunggu minumannya jadi.


"Sudah nyonya," jawab mbok Yem.


Amanda yang mendengar tersebut pun berbinar.


"Sekarang mas Vero dimana mbok?" tanya Amanda.


"Tuan Vero sekarang di ruang kerjanya non," balas mbok Yem dan memberikan minumannya kepada Amanda.


"Ini nyonya."


"Makasih mbok."


Kemudian Amanda pun menuju ke ruang kerja sang suami dengan membawa minumannya, Amanda pun mengetuk pintu ruang kerja suaminya.


Tok tok tok


"Masuk," sahut Vero dari dalam.


Amanda pun masuk saat mendapatkan izin untuk masuk, saat Amanda masuk sang suami juga melihat ke arahnya.


"Sayang kamu udah bangun," ujar Vero lega dan mendapat anggukan dari Amanda.


"Udah," sahut Amanda dengan duduk di pangkuan sang suami.


"Kenapa?" tanya Vero.


"Gak kenapa-kenapa."


"Kalau kayak gini gimana aku kerjanya sayang," sahut Vero karena dia tidak bisa bekerja kalau posisi seperti ini.

__ADS_1


"Bisa kok mas," jawab Amanda manja.


"Ya udah kalau gitu aku gak usah kerja deh," jawab Vero membuat Amanda cemberut.


"Ih kamu mah."


Kemudian Amanda pun turun dari pangkuan sang suami dan menuju ke arah sofa yang terdapat di ruang kerja, Vero pun melihat sang istri pergi kemudian mendekatinya.


"Kok pergi?" tanya Vero.


"Kan katanya mau kerja," jawab Amanda.


Kemudian Vero membawa sang istri untuk duduk kembali di pangkuannya, Amanda hanya menuruti saja dan duduk di pangkuan sang suami.


"Jangan marah dong," ucap Amanda agar sang istri tidak marah.


"Siapa yang marah," sahut Amanda namun dengan muka jutek.


Siapa pun yang melihat muka sang istri sekarang ini pasti tahu kalau Amanda sedang marah batin Vero tapi malah sang istri terlihat lebih menggemaskan.


Kemudian Vero mendekatkan wajahnya ke sang istri, lalu menciumnya dengan mesra dan lembut.


Amanda juga membalas ciuman tersebut dan membuatnya lupa kalau ia sedang marah dengan sang suami, setelah Vero merasa sang istri kehabisan nafas dia segera melepaskan ciumannya.


Setelah lepas Amanda segera mencari udara segar karena dia kehabisan nafas.


"Udah gak marah?" tanya Vero kepada sang istri dan mendekatkan lagi wajahnya.


Amanda hanya bisa tersenyum dan menggelengkan kepalanya, kemudian Vero pun membawa sang istri kedalam pelukannya seraya berkata.


"Terima kasih."


Setelah beberapa saat mereka berpelukan Amanda pun melepaskan pelukannya dengan sang suami.


Vero yang melihat itu pun bingung karena sang istri beranjak dari pangkuannya.


"Mau kemana?" tanya Vero.


"Kalau gitu aku kerja dulu," sahut Vero.


"Iya."


Kemudian Amanda pun keluar dari ruang kerja sang suami dan memilih untuk jalan-jalan ke arah taman belakang.


Di sana ada pak Yanto yang sepertinya baru saja selesai mengurus tanaman, Amanda pun menghampiri pak Yanto dan menanyakan beberapa pertanyaan mengenai bunga.


"Pak Yanto," sapa Amanda.


"Astaga nyonya Amanda" ucap pak Yanto terkejut karena istri sang majikan.


"Maaf pak, Amanda tadi gak berniat ngagetin pak Yanto," ucap Amanda merasa tidak enak.


"Iya nyonya tidak apa-apa."


"Nyonya kenapa tumben ke sini?" tanya pak Yanto.


"Enggak, saya cuma mau lihat bunga aja pak." jawab Amanda.


Setelah itu Amanda pun bertanya banyak hal tentang bunga dan senang karena bunga mawar sekarang sedang bermekaran.


Vero yang baru saja menyelesaikan tugasnya segera keluar dan menanyakan kepada mbok Yem keberadaan sang istri.


"Mbok istri saya di mana?" tanya Vero.


"Nyonya ada di taman belakang tuan." jawab mbok Yem.


"Makasih mbok."


Setelah itu Vero segera menuju ke taman belakang, dan saat sampai Vero melihat sang istri sedang berbicara dengan pak Yanto.

__ADS_1


Amanda terlihat sangat senang saat berbicara dengan pak Yanto, kemudian Vero pun menuju ke arah sang istri.


Vero sudah berada di belakang sang istri, namun Amanda belum menyadari kedatangannya.


Sedangkan Pak Yanto yang menyadari hal tersebut di suruh Vero untuk tetap diam dan meninggalkan mereka, pak Yanto pun pamit pergi meninggalkan pasangan tersebut.


Amanda yang masih fokus dengan buka mawar tidak menyadari bahwa sang suami ada di belakangnya.


Dia tetap berbicara namun dia mengira bahwa dia berbicara dengan pak Yanto.


"Pak Yanto, saya boleh metik bunganya gak ya?" tanya Amanda dan berbalik melihat pak Yanto.


Namun saat ia berbalik dia melihat sang suami yang sudah berada di belakangnya.


"Mas Vero." ucap Amanda kaget dengan keberadaan sang suami.


Sehingga membuat Amanda kehilangan keseimbangan dan hampir saja terjatuh, Vero yang melihat sang istri akan jatuh, dia segera memegang tangan sang istri dan membawa Amanda kedalam pelukannya.


Amanda sangat syok tadi, dia berfikir bahwa dia akan jatuh di tanah.


"Makasih." ucap Amanda dan melepaskan pelukannya.


"Kamu gak papa?" tanya Vero dan mendapat anggukan dari Amanda.


"Mas kapan datangnya?" tanya Amanda.


"Udah tadi, tapi kamu fokus ke bunga mawar itu."


"Maaf."


"Iya gak papa kok."


Kemudian Amanda kembali ke tanaman bunga mawar tadi.


"Mas, aku mau petik bunga mawar ini boleh gak ya?" izin Amanda meminta ke sang suami.


"Iya boleh lah sayang, semua bunga yang ada di sini adalah punya kamu," sahut Vero sambil menoel pipi sang istri.


Amanda pun senang hingga dia tak sabar untuk memetik bunga tersebut.


"Bentar," sahut Vero saat sang istri akan memetik bunga mawar tersebut.


"Kenapa mas?" tanya Amanda.


Kemudian Vero memanggil pak Yanto kemudian menyuruhnya untuk memetik kan bunga mawar tersebut, setelah itu pak Yanto pun memetik kan bunga mawar dan memberikan kepada Amanda.


"Ini nyonya."


"Terima kasih pak."


Kemudian Amanda sangat senang dengan bunga di tangannya dan memberikan beberapa bunga yang telah dipetikkan oleh pak Yanto tadi kepada Vero.


"Ini mas."


"Kenapa kok di kasih ke mas?" tanya Vero.


"Ya buat mas aja," ucap Amanda dengan tersenyum manis sekali.


"Makasih." ucap Vero mengambil bunga tersebut.


"Iya."


"Ya udah sekarang udah malam mending balik ke dalam yuk," ajak Vero dan Amanda pun mengangguki nya dan mereka pun berjalan masuk ke dalam.


Akhirnya malam pun sampai dan mereka mulai mengistirahatkan tubuhnya dan tidur karena besok mereka berdua harus kembali bekerja.


.


.

__ADS_1


NEXT.............................>


__ADS_2