
Para wanita seperti melihat berlian di taman kompleks.
Vero tak mengetahui bahwa semua wanita sedang melihatnya, dia hanya membeli air minum kemudian kembali ke sang istri.
Amanda yang melihat banyak wanita mendekat saat Vero kembali pun merasa curiga.
Amanda sesekali melihat para wanita yang tampak kagum dengan sang suami, entah mengapa Amanda sangat kesal karena ketampanan sang suami di nikmati oleh yang lainnya.
Merasa kesal Amanda segera menarik sang suami untuk pergi dari taman kompleks.
Vero yang baru saja tiba di buat bingung karena langsung di tarik oleh sang istri.
"Kenapa sayang?" tanya Vero saat sudah berada di jalanan yang lumayan sepi.
"Tadi banyak banget wanita yang ngelihat kamu," ucap Amanda dengan nada kesal.
Vero yang baru menyadari penyebab sang istri marah pun di buat lucu karena sang istri biasanya tidak mempermasalahkan hal seperti itu.
Dia mengira mungkin ini salah satu bawaan sang jabang bayi.
"Iya maaf, suamimu ini sangat tampan sayang." goda Vero.
"Ih kepedean." jawab Amanda dengan dengusan.
"Terus sekarang kita ke mana?" tanya Vero.
"Eh kita balik aja lah mas, aku juga udah capek." ujar Amanda.
Mereka pun kembali ke rumah, saat kembali papa dan mama ternyata berada di depan rumah.
"Loh kok sudah balik sayang?" tanya mama Delima.
"Capek ma." jawab Amanda kemudian masuk ke dalam rumah.
Mama dan papa yang melihat itu pun bertanya-tanya dan melihat Vero untuk mencari tahu penyebabnya.
"Kenapa Ver istri kamu?" tanya papa Bram.
"Tadi saat di taman kompleks katanya banyak cewek yang ngeliatin ke Vero pa terus Amanda kesel deh." ucap Vero.
Sampai sini mama sudah tahu kalau Amanda sedang cemburu dengan sang suami.
"Astaga anak itu, kamu maklumin aja ya Ver namanya juga sedang hamil moodnya kurang bagus." ucap sang mama Delima.
"Iya ma, Vero juga ngerti kok." sahut Vero.
"Yuk ngopi ver." ajak papa Bram.
"Iya pa, tapi Vero mau lihat Amanda dulu takutnya dia malah tambah ngambek nanti," tolak Vero secara sopan.
Papa Bram pun mengerti dengan kegelisahan sang mantu.
"Ya udah sana kamu bujuk dulu istri kamu."
"Iya pa."
Kemudian Vero pun masuk ke dalam dan menuju kamar mereka.
Saat masuk Vero melihat sang istri yang berada di balkon kamar dan melihat pemandangan kota Bandung yang indah.
"Lihat apa?" tanya Vero seraya mendekat ke arah sang istri.
Amanda tidak menjawab pertanyaan dari sang suami dan tetap memandang ke luar, Vero pun meluk sang istri dari belakang seraya menghirup aroma parfum dari sang istri.
"Mas," ucap Amanda kaget karena kelakuan sang suami.
__ADS_1
"Kamu marah sama mas?" tanya Vero berhati-hati.
Amanda pun menggelengkan kepalanya dan seperti tidak menyalahkan sang suami.
"Enggak."
"Terus kenapa kok diam aja dari tadi?" tanya Vero.
"Aku kesel aja karena banyak wanita tadi."
"Kamu tenang aja, mas cuma sayangnya ke istri mas yang satu ini aja kok," ucap Vero sambil memeluk erat sang istri.
Ucapan Vero tadi membuat Amanda berbunga-bunga dan berseri malu, Vero pun membalikkan tubuh sang istri agar saling berhadapan.
Saat mereka sudah berhadapan Vero tidak membiarkan Amanda diam terlalu lama, dia segera mencium bibir sang istri cukup lama.
Kemudian mengetahui sang istri kehabisan nafas dia segera mengentikan aksinya.
"Sayang aku mau jenguk anak kita." ucap Vero meminta izin.
Amanda pun dengan malu tetapi menganggukkan kepalanya.
Setelah mendapat izin Vero segera menggendong sang istri menuju ke dalam, saat Vero sudah membaringkan sang istri dia pun segera melakukan aksinya.
*pertarungan pun terjadiğŸ¤
Setelah Vero menjenguk sang anak dia segera melihat sang istri yang sangat kecapekan dan tertidur pulas sambil meringkuk di dalam pelukannya.
Vero pun ikut dengan sang istri berbaring dan tidur dengan mereka saling berpelukan.
Sekarang sudah hampir sore kedua pasangan tersebut tidak bangun-bangun juga.
Sampai akhirnya Amanda pun terbangun dan melihat sang suami sedang asik tidur dengan memeluknya.
Amanda kemudian memperhatikan lebih serius wajah sang suami yang sedang terlelap.
Amanda pun memberanikan diri memegang pipi sang suami dan membelainya pelan sambil merasakan kumis sang suami yang sepertinya harus di cukur.
Setelah itu Amanda pun menjelajahi wajah sang suami, kemudian memegang bibir yang sangat menawan milik suaminya dan dia kemudian memegang rahang sang suami.
Namun mungkin karena keganggu Vero pun bangun kemudian tatapan mereka bertemu dan saling berpandangan beberapa detik.
"Kenapa?" tanya Vero dengan menggoda.
"Gak kenapa-kenapa," ucap Amanda dengan gugup.
"Mau lagi?" tanya Vero terus menggoda sang istri.
"Enggak ih."
Kemudian Amanda pun mengalihkan pandangannya, namun telat karena sang suami sudah menegang wajah nya dan melanjutkan aktivitasnya kembali.
Amanda sudah sangat lelah namun dia tetap terbuai dengan perlakuan sang suami yang sangat lembut.
Mereka pun berbaring dan saling berpelukan dengan mata terbuka dan berpandangan.
"Mandi bareng yuk," ajak Vero yang langsung mendapat penolakan dari Amanda.
"Enggak, aku duluan aja."
Kemudian Amanda pun pergi ke kamar mandi dengan menutupi tubuhnya dengan handuk, Vero hanya bisa tersenyum melihat tingkah sang istri.
"Sangat manis," ucap Vero saat Amanda sudah berada di kamar mandi.
Amanda yang sudah di kamar mandi syok melihat tubuhnya yang terdapat banyak sekali tanda dari sang suami.
__ADS_1
"Astaga mas Vero."
Setelah itu Amanda pun mandi, setelah selesai dia segera keluar dan ganti baju.
Sedangkan Vero saat istrinya keluar dia segera masuk ke kamar mandi, saat Vero keluar dia melihat sang istri akan mengeringkan rambutnya.
"Sini aku keringin," ucap Vero merebut pengering rambut dari tangan sang istri.
Amanda pun hanya bisa pasrah dan menerima perlakukan sang suami yang sangat romantis menurutnya.
"Mas lihat nih," ucap Amanda menunjukkan banyaknya tanda yang dia buat tadi.
Vero yang melihat itu pun hanya bisa merasa puas dengan pekerjaannya.
"Bagusnya," ujar Vero dengan bangga.
"Bagus apanya," sahut Amanda dengan nada kesal.
"Iya maaf sayang,"
Kemudian Vero pun melanjutkan untuk mengeringkan rambut sang istri.
"Selesai." ucap Vero saat sudah selesai mengeringkan rambut sang istri.
"Makasih mas."
"Iya sayang."
Kemudian mereka pun turun dan menuju ke halaman belakang di mana di sana sudah ada mama yang menyiram tanaman dan papa Bram yang membaca koran.
"Kok baru turun?" tanya mama Delima.
"Iya ma, kita tadi capek." alasan Vero.
Kemudian Vero pun duduk di samping papa Bram, sedangkan Amanda membuatkan kopi untuk sang suami.
"Pa," sapa Ver.
"Ver, oh ya gimana kabar perusahaan di sana?" tanya papa Bram.
"Baik pa, meski banyak tugas."
"Papa salut sama kamu," ucap papa Bram merasa bangga kepada sang menantu.
Saat sedang asyik mengobrol Amanda datang dengan membawa kopi tersebut.
"Ini mas."
"Makasih sayang."
"Iya."
Kemudian Amanda pun menghampiri sang mama dan memeluknya dari belakang.
"Astaga Manda, bikin kaget aja." ucap mama Delima.
"Ma, kak Dimas gak bisa ke sini?" tanya Amanda karena sangat kangen dengan ponakannya.
"Enggak bisa sayang, katanya ada pekerjaan di sana dan juga kamu tahu sendiri mbk mu kan baru aja lahiran." jawab mama Delima.
Amanda pun hanya menganggukkan hal tersebut dan merasa maklum dengan alasan tersebut.
.
.
__ADS_1
NEXT.............................>