Married With My Boss

Married With My Boss
BAB 92_Hadiah Cantik


__ADS_3

Saat sudah sampai mansion Amanda segera masuk dan membersihkan dirinya yang sudah sangat lengket.


Vero belum datang saat Amanda datang sehingga Amanda pun tidak menghiraukan yang lainnya, saat keluar dari kamar mandi Amanda sudah melihat sang suami yang sedang duduk di sofa.


"Mas, udah pulang?" tanya Amanda.


"He'em," jawab Vero singkat.


Vero melihat sang istri dengan handuk mandi yang menurutnya sangat seksi pun segera menghampiri sang istri yang berada di depan pintu kamar mandi.


"Mas, kamu kenapa?" tanya Amanda dengan was-was, pasalnya tatapan sang suami sangat liar kali ini.


Vero pun sudah berada di depan sang istri dia segera merangkul pinggang sang istri dan segera membungkam sang istri.


Amanda pun hanya pasrah dengan kelakuan sang suami tetapi lama kelamaan dia juga menikmatinya.


Seperti yang sudah di bayangkan yang terjadi, entah kenapa menurut Vero saat istrinya sedang hamil, Amanda terlihat lebih seksi dan juga lebih cantik.


Amanda sudah sangat capek sekarang bahkan untuk duduk saja dia sudah tidak ada tenaga, Vero yang melihat sang istri kecapekan segera menawarinya untuk mandi bersama.


"Kita mandi bersama ya," ucap Vero kemudian menggendong sang istri, Amanda tidak bisa mengelak dan pasrah saja dengan perlakuan sang suami.


Setelah setengah jam Vero juga melakukannya di kamar mandi, mereka segera keluar dan memilih untuk tidur di kamar tamu karena kamar mereka sekarang sangat berantakan.


Amanda pun sudah tertidur di pelukan sang suami padahal sekarang masih jam 6 sore.


Setelah dua jam an mereka tidur, akhirnya Amanda memilih untuk bangun dan menuju ke bawah mencari cemilan.


Saat Amanda turun sang suami juga terbangun kemudian membersihkan dirinya juga, baru saja turun dari tangga tiba-tiba bell pintu berbunyi, akhirnya Amanda pun membukakan pintunya.


"Iya pak ada apa?" tanya Amanda bingung karena ada bapak paket.


"Ini ada paket bu."


"Dari siapa?" tanya Amanda bingung.


"Saya kurang tau bu." ucap tukang paket tersebut.


Amanda pun segera menerima paket tersebut kemudian membawanya masuk, saat Amanda masuk membawa paketnya sang suami juga turun dari atas.


"Apaan itu sayang?" tanya Vero pura-pura tidak tahu padahal dia tahu kalau itu adalah gaun yang ia beli untuk sang istri.


"Gak tahu mas."


"Ya udah buka," ucap Amanda.


"Ini punya siapa mas? Kok main buka-buka aja," sahut Amanda.


"Udah buka aja sayang," sahut Vero tidak sabaran.


Vero pun membuka kotak kado tersebut, dari luar kotak tersebut sangat elegan dan cantik, Amanda pun membukanya saat dia buka ternyata ada semua gaun dan juga heels di dalamnya.


"Wah cantik banget, hadiahnya cantik banget mas!" sahut Amanda tidak percaya dengan ini.


"Suka?" tanya Vero mendapat anggukan dari Amanda.


"Suka banget, ini dari kamu mas?" tanya Amanda.


"Iya." sahut Vero singkat.


Setelah itu Amanda pun mengamati gaun dan heels tersebut, dia baru ingat kalau gaun dan heels tersebut adalah barang yang sangat ia inginkan tadi saat mengantar Risa untuk berbelanja.


"Mas, ini kan gaun dan heels yang aku pinginin saat belanja sama Risa tadi," ucap Amanda tak percaya

__ADS_1


"Iya tahu kok." jawab Vero singkat.


"Kamu tahu?"


"He'em."


"Berarti kamu tadi ada di sana?" tanya Amanda penasaran.


"Enggak."


"Kok bisa?"


"Rahasia." sahut Vero menggoda sang istri.


"Oh kamu ya, tapi mas ini kan gaun mahal sama heels mahal," ucap Amanda seperti kasihan dengan uangnya karena membelikannya gaun ini.


"Udah kamu gak usah urusin uangnya ya, kamu tahu sendiri sampai tujuh keturunan pun aku gak bakal bangkrut." ujar Vero dengan sombongnya.


"Terserah kamu lah."


"Coba kamu pakek sayang," sahut Vero.


Amanda pun menuju ke kamar mandi dan mengganti pakaiannya menjadi gaun yang cantik itu.


Saat Amanda keluar Vero tidak henti-hentinya memandangi wajah sang istri, dengan setelan gaun yang cantik dengan area bahu yang terekspos sedikit dan panjang gaun yang sekitar lutut membuat Amanda terlihat seperti anak remaja dan heels yang senada membuat dia semakin menawan.


Perut Amanda yang tidak terlalu menonjol dan kentara membuat siapa pun tidak tahu kalau dia sedang hamil, sangat cocok dengan tubuhnya sekarang.


"Gimana mas?" tanya Amanda membuyarkan lamunan sang suami.


"Cantik sekali," sahut Vero.


"Beneran?"


Untuk kali ini hanya sampai ciuman saja, karena Vero tahu kalau sang istri lelah.


🥕🥕🥕


Keesokan harinya Amanda terlambat sedikit karena bangun kesiangan padahal Vero sudah meminta izin kepada Ardi kalau sang istri mungkin akan telat karena tadi dia bangun kesiangan dan Ardi pun mengiyakannya.


"Kamu jangan buru-buru loh sayang," ucap Vero memberikan nasihat.


"Iya mas."


Kemudian Amanda segera berlari menuju ke ruangannya, saat dia masuk semua karyawan sudah sampai, dan seketika melihat sumber suara.


"Astaga Manda, elo kok baru dateng sih." sahut Risa.


"Sorry aku telat bangun tadi."


"Pasti papa nya sedang nengok anaknya," ucap Risa dengan menggoda Amanda.


"Ih apaan sih, enggak kok." sahut Amanda malu dan membantah hal tersebut.


"Iya juga gak papa," lanjut Risa.


Mereka pun melanjutkan aktifitasnya seperti biasanya, sekarang banyak karyawan yang sibuk karena besok adalah hari H acara ulang tahun perusahaan.


"Manda, besok jangan lupa dateng loh ya." ucap Risa saat mereka berada di kantin dan mengingatkan agar tidak lupa.


"Iya risa cantik."


Dari kejauhan mereka melihat Anggi datang dan menyuruhnya untuk ke mejanya.

__ADS_1


"Aduh bu panitia repot sekali," ucap Risa menggoda Anggi.


"Gue capek banget," sahut Anggi saat sudah duduk di sebelah Risa.


"Semangat bu." ucap Risa menyemangati Anggi begitupun dengan Amanda.


"Semangat nggi." ucap Amanda.


"Makasih buat kalian," jawab Anggi.


"Iya." jawab Risa dan Amanda bersamaan.


Saat jam makan siang tidak sengaja Amanda menumpahkan kuah sop hingga mengenai pakaiannya, Amanda pun segera menuju ke toilet untuk membersihkannya.


"Astaga, gue ke toilet bentar ya." ucap amanat dan mendapat anggukan dari yang lainnya.


Saat sudah sampai toilet Amanda segera membersihkan bajunya hingga bersih, saat sedang membersihkan pakaiannya tenyata dia berpapasan dengan Mita yang juga ke masuk ke toilet.


"Eh ada siapa ini ya?" tanya Mita dengan satu temannya.


Mita tak sengaja melihat perut Amanda yang sedikit menonjol karena baju yang di pakai Amanda sedikit terangkat.


"Duh tuh anak haram udah besar aja," sahut Mita dengan nada sinis.


Amanda yang menyadari perutnya terbuka pun segera menutupinya, Amanda memang belakangan ini selalu memakan pakaian yang longgar dan sedikit panjang untuk menutupi perutnya.


"Kalau ngomong di jaga ya," sahut Amanda tak kalah sinis dari Mita, dia sudah tak tahan harus mengalah terus.


"Gue salah ya," balas Mita.


Amanda tidak menanggapi Mita dan segera keluar dari toilet saat dia rasa bajunya sudah bersih.


Mita yang di cuekin pun merasa jengkel dan bersumpah akan membuat hidup Amanda sengsara.


"Awas aja elo cewek si*lan," ucap Mita.


Amanda yang sudah selesai dari toilet segera kembali ke meja makan dan mengajak teman-temannya untuk kembali ke ruangannya karena jam istirahat juga sudah selesai.


Saat sudah di ruangan tiba-tiba Amanda teringat ucapan Mita yang menganggap anaknya adalah anak haram, Amanda tidak bisa menahan sakit di hatinya.


Tanpa sengaja air mata Amanda pun jatuh, dia bersembunyi di mejanya agar tidak ada karyawan lainnya yang tahu.


Vero yang selesai mengadakan rapat dengan para manajer pun iseng membuka CCTV-nya untuk mengecek keadaan sang istri, betapa terkejutnya ternyata sang istri sekarang sedang menangis dan bersembunyi di mejanya.


Vero yang melihat hal tersebut pun dibuat marah dan segera menyuruh Angga untuk menelepon Ardi dan membawa Amanda ke sini.


Angga pun menelepon Ardi dan memberitahukan keinginan bos nya, Ardi pun segera memanggil Amanda untuk ke ruangannya.


Amanda yang di panggil pun segera membersihkan pakaiannya dan air matanya agar berhenti menangis.


"Iya, ada apa pak?" tanya Amanda saat masuk ke dalam.


"Kamu di suruh ke ruangannya Vero sekarang juga Man," ucap pak ardi.


Amanda pun sontak kaget mengapa sang suami menyuruhnya untuk datang, kemudian dia baru ingat bahwa ada CCTV yang mengawasinya.


Amanda bisa menebak bahwa sang suami mengetahui dia sedang menangis tadi.


.


.


NEXT.............................>

__ADS_1


__ADS_2