Married With My Boss

Married With My Boss
BAB 59_Dijemput Om-om


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul lima sore yang artinya para karyawan sudah mulai pulang ke rumah mereka masing-masing.


Tak jauh berbeda dengan Amanda yang sedang berada di ruangannya dan selesai mengerjakan tugas.


Dia pun berencana untuk pulang ke rumah tetapi dia teringat bahwa dia harus dijemput oleh pak Ilham gawat kalau tidak sang suami akan marah-marah, Amanda pun menghubungi pak Ilham untuk menjemputnya.


^^^[Halo pak Ilham.]^^^


[Iya nyonya,]


^^^[Sekarang ada dimana pak?]^^^


[Sekarang saya ada di mansion nyonya,]


^^^[Kalau begitu bapak bisa jemput saya?]^^^


[Iya nyonya bisa saya akan segera ke sana,]


^^^[Iya pak saya tunggu ya,]^^^


[Baik nyonya,]


Kemudian Amanda pun mematikan sambungan telepon tersebut, setelah itu dia pun menunggu pak Ilham di luar kantor.


Dan Amanda sekarang sedang menunggu jemputan supir karena sang suami tidak memperbolehkannya menaiki angkutan umum.


Katanya takut kalau terjadi apa-apa karena di sana sangat banyak kejahatan, Amanda hanya bisa mengelus dada dengan tingkah sang suami.


Sekarang Amanda sedang menunggu sopir untuk menjemput di luar lobby kantor.


"Aduh lama banget sih pak Ilham ini," keluh Amanda.


Tetapi dia bisa memaklumi kalau pak Ilham telat karena jalanan sekarang lumayan macet karena memang waktunya pulang kerja.


Sedangkan pak Ilham yang sedang berada di jalan dangan kemacetan yang sangat parah, karena semua orang pulang kerja dan tidak ingin mengalah untuk tiba di rumah masing-masing.


Pak Ilham pun keluar dari mobil yang melihat ada apa yang membuat mobil depan sangat macet parah.


Karena para penumpang juga ikut turun sehingga pak Ilham juga ikut turun, saat dilihat ternyata didepan ada kecelakaan parah antara beberapa mobil dan juga truk besar sehingga menutupi jalan.


Karena takut nyonyanya tersebut menunggu pak Ilham pun menghubungi Amanda, hampir beberapa menit Amanda menunggu jemputan yang tak kunjung datang tiba-tiba telepon Amanda berbunyi dan tenyata pak Ilham yang meneleponnya.


^^^[Halo pak Ilham,]^^^


[Halo nyonya maaf saya telat jemput nyonya, saya sedang dijalan dan macet karena ada kecelakaan didepan.] ujar pak Ilham.


^^^[Ya sudah kalau begitu pak saya naik bus saja,]^^^

__ADS_1


[Jangan nyonya, nanti tuan Vero marah. Lebih baik nyonya tunggu sebentar ya bentar lagi saya datang,]


^^^[Ya udah pak saya tunggu, Bapak tidak usah terburu-buru saya juga masih kerja kok,] bohong Amanda agar pak Ilham tidak terburu-buru.^^^


Kemudian Amanda pun memutus telepon dari pak Ilham dan menunggu kembali pak Ilham datang.


Saat dia sedang menunggu jemputan ternyata Mita dan gengnya baru saja keluar dari kantor.


Saat Mita melihat Amanda tidak enak menurutnya kalau tidak membuat perkara dengan Amanda, karena Mita sangat-sangatlah tidak suka dengan Amanda dan ingin menyingkirkannya dari kantor ini.


Dia pun menghampiri Amanda dengan gaya sombongnya dan mendorong tubuh Amanda hingga terjatuh, sekarang mereka terang terangan memusuhi Amanda.


Mita dan gengnya juga sesekali menjambak pelan rambut Amanda agar tidak ada yang melihat hal tersebut.


Padahal Amanda sudah berusaha tidak melihatnya agar tidak runyam masalahnya.


"Eh ada ****** nih," ucap Mita sinis.


Amanda hanya bisa sabar dia tidak ingin terpancing dengan omong tersebut.


"Ja*ang, elo nunggu om-om elo dateng ya." sahut Mita dan ditertawakan oleh teman-temannya yang lain.


"Kamu itu kenapa sih mit salah saya apa?" tanya Amanda dengan Mita.


"Elo ya semua dari diri elo itu salah, apa lagi elo berusaha ngerebut pak Vero dari gue," ucap Mita dengan nada marah.


"Maksud kamu?"


"Maksud kamu apa mit aku murahan, kamu ada bukti dari mana sampek berani bilang aku murahan heh!" ucap Amanda dengan emosi yang juga tinggi.


Amanda rasanya ingin kabur dari tempat dia berdiri sekarang, tapi dia ingat kalau pak Ilham akan menjemputnya.


Tak selang beberapa lama mobil pak Ilham memasuki kantor dan kebetulan Mita dan gengnya masih ada di samping Amanda dan sesekali mencibirnya.


Apalagi waktu pak Ilham tiba mereka langsung menyerang Amanda dan memanggil Amanda ja*ang karena dijemput oleh om-om.


"Wah elo dijemput om-om beneran tuh," ujar Mita saat tahu mobil mewah berhenti tepat didepan mereka dan menampakkan lelaki paruh baya.


Amanda tidak menanggapi hal tersebut dan memilih untuk masuk kedalam mobil tersebut.


Saat masuk ke mobil tersebut muka Amanda sangat marah dan seperti ingin menangis, pak Ilham tadi mendengar ucapan rekan-rekan kerja nyonya nya tersebut tetapi beliau tidak mau ikut campur nanti malah tampah runyam.


"Nyonya Manda tidak apa-apa?" tanya pak Ilham.


"Saya tidak apa-apa kok pak," ucap Amanda dengan tegar ya walau dia berkata dengan bohong.


Pak Ilham tahu kalau nyonyanya itu sedang tidak baik-baik saja, sebenarnya tadi pak Ilham sudah datang tetapi dia melihat nyonyanya tersebut didorong oleh karyawan dan rekannya sendiri.

__ADS_1


Pak Ilham khawatir jangan-jangan setiap hari istri majikannya itu diperlakukan seperti babu di perusahaan suaminya sendiri.


Pak Ilham rasanya ingin membantu tapi dia tidak tahu harus melakukan apa, pak Ilham pun memikirkan untuk memberitahukan kepada majikannya dengan apa yang dia lihat tetapi sebelum itu Amanda sudah berbicara kepada pak Ilham.


"Pak, saya mohon untuk tidak memberitahukan mas Vero kejadian tadi ya pak," ucap Amanda memohon kepada pak Ilham.


"Tapi kan nyonya," sanggah pak Ilham namun sudah di sambung oleh Amanda.


"Saya mohon ya pak," sambung Amanda kembali.


"Baik nyonya," jawab pak Ilham.


"Ya udah pak jalan yuk,"


"Baik nyonya," ucap pak Ilham.


Kemudian mobil tersebut pun keluar dari area kantor.


Sedangkan Mita dan kawan-kawannya tak luput mengabadikan foto tersebut dan berencana untuk menyebar luaskan foto dan berita tentang Amanda yang dijemput oleh om-om.


Saat di perjalan pulang Amanda sedang melamun dan pak Ilham melihat itu tidak tega, rapi mau bagaimana karena nyonya nya tersebut melarangnya untuk berbicara ke pak Vero padahal bisa membuat istri majikannya itu stres sendiri.


Sesampainya di mansion Amanda pun berterima kasih kepada pak Ilham.


"Terima kasih pak dan saya mohon jangan beritahu sama mas Vero pak ya," ucap Amanda sekali lagi mengingatkan pak Ilham.


"Baik nyonya bapak janji," jawab pak Ilham.


"Makasih pak kalau begitu saya masuk dulu," pamitnya.


"Iya nyonya,"


Kemudian Amanda pun keluar dari mobil dan segera masuk ke dalam mansionnya, saat dia masuk keadaan didalam sangat sepi karena suaminya belum pulang dan masih ada pertemuan penting dengan rekan bisnisnya.


Amanda pun menuju ke kamar untuk membersihkan diri dan sejenak menyegarkan tubuhnya.


Setelah berendam dengan air hangat beberapa saat Amanda pun selesai dengan ritual mandinya dan mengganti pakaiannya.


Kemudian dia pun berinisiatif untuk ke dapur dan memasak makan malam untuk suaminya dan kebetulan dia sendiri juga kelaparan karena belum makan.


"Masak apa ya," timbang-menimbang Amanda akan memasak apa.


"Gimana kalau masak rica-rica aja," sambungnya kembali tetapi tidak ada yang diajak bicara.


Dia pun membuat beberapa makanan seperti rica-rica dan juga ayam kecap, padahal di mansion ini hanya ditinggal dia dan suaminya tetapi Amanda membuat makanan yang sangat banyak.


.

__ADS_1


.


NEXT.............................>


__ADS_2