
Vero pun mengajak Amanda untuk lebih masuk ke dalam pasar malam tersebut.
"Gimana suka?" tanya Vero saat baru saja memasuki tempat pasar malam.
"Suka dong mas," jawab Amanda antusias.
"Kamu mau main wahana apa?" tanya Vero kembali pada sang istri.
"Aku mau main tambang emas yuk mas," ajak Amanda yang kebetulan memang pasar malam tersebut permanen sehingga terdapat banyak sekali permainan.
"Kamu beneran yakin?" tanya Vero untuk memastikan dan mendapat gelengan dari Amanda.
"Enggak," jawabnya dengan menggeleng.
"Terus kenapa kok mau naik?"
"Ya pingin aja ngerasain wahananya,"
"Ya udah ayuk tapi nanti jangan protes loh ya sama wahananya,"
"Iya mas,"
Kemudian mereka pun menuju ke wahana tambang emas.
Wahana tersebut hampir sama dengan roller coaster tetapi tidak se curam dan setajam rel roller coaster.
"Kamu bener sayang mau naik ini?" tanya Vero kepada sang istri saat mereka sudah sampai di pintu masuk ke area wahana tersebut.
"Iya mas aku mau naik," ucap Amanda dengan antusias.
Kemudian mereka pun menaiki wahana tersebut, Vero sebenarnya tidak takut hanya saja dia takut jika istrinya takut.
"Semuanya bersiap kereta akan meluncurkan sebentar lagi," ucap pegawai tersebut dan disambut dengan hitungan mundur.
"3 2 1 mulai!"
Dan secara tiba-tiba kereta pun meluncur, saat Vero lihat ternyata sang istri sangat menikmati menaiki wahana tersebut sehingga Vero pun tidak khawatir lagi dan ikut menikmatinya.
Setelah beberapa saat wahana berjalan akhirnya kereta mereka pun berhenti tandanya mereka sudah selesai.
Vero dan Amanda pun turun dari rel dan keluar dari wahana tersebut.
"Wah seru banget ya mas," ucap Amanda dengan wajah bersinarnya.
"Iya sayang,"
"Mas aku mau naik itu," ucap Amanda sambil menunjuk wahana histeria.
"Kamu bener sayang mau naik itu?" tanya Vero lagi.
"Iya mas aku gak pernah naik itu,"
"Ya udah ayok,"
Kemudian mereka pun menuju ke wahana berikutnya yaitu histeria.
Banyak pengunjung yang sedang antri di wahana tersebut begitu pun dengan Vero dan Amanda yang ikut mengantri di wahana tersebut.
Saat sedang mengantri ada sepasang kekasih yang berada didepan mereka dan saling bermesraan.
Amanda yang melihat hal itu pun seketika mengalihkan pandangannya, Vero yang melihat itu pun menyadari ketidak nyamanan sang istri.
"Kamu kenapa?" tanya Vero.
"Enggak mas,"
"Mau pergi,"
"Enggak, Aku mau naik."
Karena Amanda tidak ingin pergi akhirnya Vero pun berdiri didepan sang istri agar sang istri bisa nyaman kembali.
__ADS_1
Setelah menunggu beberapa saat akhirnya sekarang giliran mereka untuk naik wahana tersebut.
"Yuk," ajak Vero.
Setelah itu mereka pun naik wahana tersebut dan akhirnya wahana pun berjalan, beberapa saat selesai main wahana tersebut mereka pun turun.
"Wahh seru banget mas," ucap Amanda dengan senangnya.
"Kamu seneng?" tanya Vero dan di angguki oleh Amanda.
"Terus sekarang mau main apa?" tanya Vero kembali.
"Mas aku minum, haus nih." ucap Amanda.
.
"Ya udah yuk cari minum," ajak Vero.
"Yuk,"
Kemudian mereka pun mencari gerai minuman.
"Kamu mau minum apa?" tanya Vero sambil mereka jalan-jalan mencari gerai minuman yang diinginkan.
"Aku mau yang seger-seger mas,"
"Apa?"
"Boba kayaknya enak deh mas,"
"Ya udah yuk cari gerainya," ajak Vero dan mereka pun mencari gerai yang menjual minuman tersebut.
Setelah melihat gerai boba akhirnya Vero pun menanyakan minuman yang ingin dipesan oleh sang istri.
"Silahkan mau pesan apa?" tanya penjual minuman tersebut.
"Bentar mbk," ucap Vero.
"Kamu mau minum apa?" tanya Vero sambil melihat menu minuman tersebut.
Kemudian Amanda pun melihat minuman tersebut.
"Aku mau yang rasa Chocolate aja mas," ucap Amanda.
"Chocolate nya satu mbk," kata Vero kepada mbk penjual minuman.
"Kamu enggak mas?" tanya Amanda kepada sang suami karena tidak memesan minuman.
"Enggak aku minta kamu aja," ucap Vero.
"Ih kamu ya,"
Tak beberapa lama kemudian minuman yang di pesan siap.
"Ini mas," ucap penjual tersebut.
"Berapa mbk?" tanya Vero.
"15 ribu apa mas,"
Kemudian Zidan pun mengambil uangnya di dompet dan memberikan uang kepada penjual tersebut.
Setelah selesai membayar Vero dan Amanda pun mencari tempat duduk.
"Mas duduk yuk," ajak Amanda dan mendapat anggukan dari sang suami.
Setelah mendapat tempat duduk mereka pun segera menyegarkan tenggorokannya yang sudah haus dari tadi.
"Segarnya," sahut Amanda setelah meminum minuman tersebut.
"Enak?" tanya Vero.
__ADS_1
"Iya mas enak banget," ujar Amanda.
"Sini coba," sahut Vero mengambil minuman tersebut tersebut dari tangan sang istri.
"Ih kamu ya kenapa gak beli sendiri kok malah minta sih," ucap Amanda kesal karena sang suami tadi tidak mau beli minuman sendiri tapi sekarang malah minta minumannya.
"Biarin, kan enak bisa ciuman." goda Vero membuat Amanda bingung.
"Maksud kamu?" tanya Amanda.
"Ini kan dari bibir kamu jadi sama kayak ciuman kan enak ciuman sama kamu," sambil menunjuk sedotan tersebut.
Setelah itu Vero pun meminum minuman tersebut yang sudah diminum sang istri.
"Ih kamu ya mas udah ah," ucap Amanda malu karena tahu maksud dari sang suami.
Setelah selesai minum dan istirahat sebentar, Amanda pun mengajak sang suami untuk menaiki wahana Bianglala.
"Mas yuk naik bianglala," ajaknya kepada sang suami.
Vero hanya menuruti saja kemauan sang istri tak tidak berniat membantah.
Akhirnya mereka pun menaiki wahana bianglala, saat wahana tersebut bergerak Amanda sebenarnya agak takut tapi karena pemandangan yang disuguhkan sangat indah membuat dia lupa akan ketakutannya.
"Wah bagus banget ya kota dilihat dari sini apalagi malam hari," ucap Amanda kagum sambil melihat kearah luar.
"Iya bagus banget apalagi ditemani oleh orang yang sanga aku cintai," ujar Vero sambil memandang wajah sang istri.
Entah gombalan dari mana itu tapi jujur seorang Vero presdir terkemuka yang terkenal dingin dan cuek sekarang malah bucin parah kepada sang istri.
Amanda yang mendengar ucapan sang suami secara otomatis mengalihkan pandangannya dari luar menghadap sang suami.
"Terima kasih sayang sudah mau menjadi istriku aku sangat bersyukur karena mengenal kamu," sambung Vero sambil melihat intens sang istri.
"Kamu apaan sih mas kan malu aku," ucap Amanda karena ucapan sang suami dengan pipi merah merona.
"Aduh gemasnya," sahut Vero gemas.
Kemudian Vero pun memeluk sang istri sambil melihat pemandangan luar.
Setelah menyelesaikan satu putaran mereka pun turun dari wahana tersebut.
"Kamu mau naik apalagi sayang?" tanya Vero lagi.
"Mas aku pingin banget naik wahana satu ini,"
"Apaan?"
"Itu," ucap Amanda sambil menunjuk komedi putar.
"Yuk,"
Kemudian Amanda pun menaiki wahana tersebut, sebelum naik Amanda sempat berdebat dengan sang suami karena Vero tidak ingin naik ke wahana tersebut.
"Ayuk mas naik," ajak Amanda.
"Enggak sayang kamu naik sendiri aja ya," tolak Vero.
"Kamu kenapa enggak mau?" Amanda dengan wajah sedih.
"Bukan enggak mau lihat tuh gak ada cowoknya sama sekali lagian tuh banyak cowok yang cuma nungguin pasangannya diluar wahana," hasut Vero sambil menunjuk beberapa cowok yang menunggu pasangannya naik ke wahana komedi putar.
"Iya juga sih ya udah aku naik duluan ya," ucap Amanda antusias lagi dan di angguki oleh Vero.
Untuk Vero tidak ikut menaiki wahana tersebut dan hanya menunggu sang istri diluar wahana.
"Wah ganteng banget ya cowok itu," tunjuk wanita yang duduk di sebelah Amanda kepada temannya.
Awalnya Amanda tidak menghiraukan ucapan wanita disampingnya, namun saat dia melihat yang Meraka bicarakan adalah sang suami membuat Amanda kesal dan cemburu.
.
__ADS_1
.
NEXT.............................>