Married With My Boss

Married With My Boss
BAB 81_Lagi


__ADS_3

Setelah makanan pesanan Vero sampai mereka segera menyantap makanan tersebut, Vero mencoba membujuk Amanda agar mau makan karena dia hanya makan sedikit makan dari tadi.


"Makan ya sayang," sahut Vero.


"Aku gak nafsu mas," ujar Amanda.


"Hei kamu harus ingat kamu sekarang hamil sayang, gimana nanti anak kita kalau ibunya aja gak mau makan," ucap Vero menyadarkan Amanda bahwa dia sedang hamil, dia tidak boleh egois untuk dirinya sendiri.


Akhirnya Amanda pun memakan makanannya meski tidak lahap tapi Vero senang karena Amanda mau makan.


Disisi lain Mita yang keluar dari kantin tersebut setelah puas melempari Amanda dengan telur mentah, namun dia juga merasa takut karena tadi saat dia di kantin ternyata ada bu Ida dan juga pak Angga yang notabennya adalah sekertaris dari bos nya itu.


Dia takut kalau nanti kelakuannya akan disampaikan kepada pak Vero, tapi Mita berfikir bukan dirinya saja yang melempari Amanda, tadi banyak karyawan lainnya jadi tidak mungkin dia saja kan yang akan di hukum.


Tapi dia juga takut kalau masalah ini sampai membuat dia di pecat karena jika sudah di pecat maka kesempatan untuk bekerja di kantor mana pun pupus sudah harapan.


Karena reputasi YP COMPANY yang sangat bagus sehingga banyak perusahaan yang merasa kalau ada karyawan yang di pecat secara tidak terhormat maka dia berperilaku buruk, Mita pun sudah sampai di ruangannya dengan rekan kerja yang lainnya.


"Mit, gue takut nih." ucap salah satu rekan kerja Mita.


"Takut kenapa sih?" tanya Mita padahal dia juga sangat khawatir.


"Gue takut nanti kalau pak Vero tahu gimana," sahut rekan Mita.


"Enggak akan, elo percaya deh sama gue." sahut Mita dengan percaya diri sekali dan untuk menenangkan rekannya.


Setelah menyantap makanannya Amanda pun izin untuk kembali ke keruangan nya meski pun tinggal beberapa waktu saja untuk jam pulang kantor, tetapi semua barangnya berada di sana dan ia ingin mengambilnya sendiri saat Vero menawarinya untuk Angga saja yang mengambil.


Dengan susah payah Vero membujuk akhirnya Amanda tetap pergi dan menyuruh untuk Vero pulang duluan karena dia banyak tugas dan dia akan naik angkutan umum saja.


"Sayang, semenjak kamu hamil kamu keras kepala banget sih," ucap Vero saat memeluk sang istri sebelum pergi meninggalkan ruangannya.


"Mungkin bawaan bayi mas," alasan Amanda kemudian pergi.


Vero yang di tinggal sendirian pun merasa hampa saat tidak ada sang istri namun dia tetap harus segera menyelesaikan permasalahan ini yang menimpah sang istri.


Sedangkan Amanda yang diperbolehkan untuk kembali ke ruangannya pun senang bukan main.


Saat ia keluar dari ruangan sang suami, mbk Ida melihat Amanda sangat gembira pun ikut bahagia.


"Kenapa Man?" tanya mbk Ida.


"Aku mau kerja mbk," ucap Amanda dengan nada gembira.


Mbk Ida dan pak Angga pun hanya bisa menggelengkan kepalanya saat melihat tingkah lagi istri bos nya itu.


Amanda turun dengan menggunakan lift karyawan awalnya lift sangat sepi namun tiba-tiba banyak karyawan yang masuk mungkin habis mengadakan rapat.


Tatapan mereka masih belum berubah kepada Amanda namun Amanda ya Amanda tetap saja menghiraukan itu semua.


Semua karyawan seperti sedang menjaga jarak dari Amanda karena tidak ada satu orang pun yang berdiri di sebelahnya dan para karyawan tetap saja menggosipkan nya padahal yang digosipkan ada di samping mereka.

__ADS_1


Setelah menahan sakit hatinya semua karyawan pun keluar dari lift sehingga tinggal Amanda sendiri saja, namun tiba-tiba Mita datang sendirian.


Mita pun masuk ke dalam lift tersebut dan segera memborbardir Amanda dengan sindirannya.


"Eh ja*ang gue kira udah pergi," ucap Mita angkuh.


"Satu malam berapa woy?" tanyanya lagi dengan pertanyaan entah dari mana datangnya itu.


"Kamu kenapa sih?" Amanda risih dengan pertanyaan Mita.


"Maksud elo?" tanya Mita dengan wajah padamnya.


"Kalau kamu tidak suka dengan saya bicarakan saja jangan berbuat seperti tadi," ujar Amanda kesal.


"Eh asal elo tahu ya tadi itu belum seberapa," sahut Mita.


Mita segera mendorong Amanda hingga Amanda terbentur ke dinding dan menarik rambut Amanda hingga dia memekik kesakitan.


"Aw sakit mit," ucap Amanda sambil berusaha melawan.


"Eh asal elo tahu ya, awas aja sampai gue nanti di pecat gara-gara di kantin tadi," sahut Mita.


"Elo gak bakal selamat." lanjut Mita.


Amanda hanya bisa merintih kesakitan dan menganggukkan kepalanya, setelah itu Mita pun keluar dari lift saat pintu lift terbuka dan meninggalkan Amanda yang sudah duduk di lift tersebut sambil merasakan sakit di punggung dan kepalanya.


"Ya Allah kenapa sih Mita selalu benci sama aku," ucap Amanda pada dirinya sendiri.


Amanda masuk ke dalam ruangan pemasaran, namun saat dia masuk semua karyawan langsung melihatnya.


Risa dan Anggi pun langsung menghampiri Amanda yang baru saja duduk di tempatnya.


"Man elo gak papa?" tanya Anggi dan Risa.


"Aku gak papa kok," jawan Amanda.


"Syukur kalau gitu."


"Kalian gimana? tadi kan kalian juga kotor." tanya Amanda khawatir dengan sahabat-sahabat nya itu.


"Elo tenang aja tapi pak Ardi sudah membawakan pakaian kok jadi udah bersih," jawab Risa dan Amanda pun tersenyum manis.


"Ya udah sana kerja," sahut Amanda dan di angguki oleh Risa dan Anggi.


Kemudian mereka kembali bekerja namun para karyawan lainnya seperti tidak senang saat Amanda datang tadi.


Jam sudah menunjukkan waktunya pulang satu persatu pegawai kantor sudah pulang, Amanda sedang fokus dengan pekerjaannya sampai Risa dan Anggi berpamitan untuk pulang terlebih dahulu.


"Amanda pulang yuk," ajak Risa.


"Kalian duluan aja deh aku masih ada beberapa berkas nih," jawab Amanda

__ADS_1


Kemudian Risa dan Anggi pun pulang terlebih dahulu.


Untuk Vero sendiri sudah mengabari Amanda bahwa dia ada meeting penting dengan klien dan pak Edi juga ikut, sehingga Vero meminta Amanda untuk segera pulang dan saat pulang jangan lupa mengabari pak Ilham agar di jemput.


Tak terasa waktu sudah hampir malam dan Amanda baru selesai dari pekerjaannya akhirnya dia pun mengabari pak Ilham untuk menjemputnya.


Tak lama setelah itu pak Ilham mengabari Amanda bahwa dia sudah berada di depan kantor, Amanda pun segera keluar dari kantor dan masuk ke dalam mobil.


Namun saat dalam perjalanan aman meminta untuk pak Ilham menepikan mobilnya saat menemukan swalayan karena dia ingin membeli beberapa cemilan dan juga minuman yang ingin dia minum.


Setelah berhenti, pak Ilham menunggu Amanda di mobil sedangkan Amanda keluar dari mobil dan menuju ke dalam swalayan tersebut.


Saat sedang asyik mencari cemilan tak sengaja dia melihat Mita dari kejauhan, Amanda pun segera mengambil cemilannya dan membayar semua yang ia bawa.


Namun sayang saat Amanda akan keluar Mita sudah menarik rambut Amanda hingga Amanda berjalan mundur.


"Eh siapa ini?" tanya Mita namun dengan angkuhnya.


Setelah itu Mita pun membawa Amanda keluar dari swalayan dan menyeretnya untuk menuju ke samping swalayan.


Mita tadi berencana untuk mencari bir di swalayan tersebut tetapi dia melihat Amanda yang sedang asyik mencari makanan Mita pun berencana melanjutkan aktivitasnya tadi di kantin kantor karena tadi dia belum puas.


"Astaga mita sakit," ucap Amanda saat rambutnya ditarik Mita.


Setelah sampai di samping swalayan Mita segera mendorong Amanda hingga terjatuh.


"Eh asal elo tahu ya gue benci banget sama elo," ucap Mita.


"Kenapa?" tanya Amanda mencari jawab.


"Gak ada alasan," jawab Mita dengan santainya.


Kemudian Mita pun mendekat ke arah Amanda dan segera melemparkan telur yang ia beli di swalayan tadi.


"Mita!" teriak Amanda karena begitu banyak telur yang mita lempar ke dirinya.


Mita seperti dibutakan oleh kebencian sekarang dia malah menendang Amanda di bagian kaki membuat Amanda kesakitan.


Terakhir dan tidak ketinggalan Mita juga menendang perut Amanda membuat Amanda melindunginya dengan tangan karena takut terjadi sesuatu dengan janinnya.


"Rasain elo," ucap Mita degan angkuhnya.


"Asal elo tahu hidup elo gak bakal tenang sebelum gue melihat mayat elo secara langsung," ucap mita kepada Amanda yang sudah terbaring lemah.


Setelah puas dia segera pergi meninggalkan Amanda yang sudah kesakitan dengan terbaring lemah.


"Tolong, tolong." ucap Amanda lirih meminta tolong tetapi tidak ada seorang pun yang lewat, karena Mita membawa Amanda ke tempat yang cukup gelap dan sepi.


.


.

__ADS_1


NEXT.............................>


__ADS_2