
...DISCLAIMER!!!!...
PART INI MUNGKIN ADA ADEGAN DIMANA AMANDA TERASA LEMAH DAN TIDAK BISA FIGHT, JADI TOLONG JANGAN HATE COMENT YA, KRITIK SARAN BOLEH TAPI DENGAN BAHASA YANG SOPANππ»
HAPPY READING!!!
π₯π₯π₯
Sedangkan pak Ilham yang tadi habis menerima telepon dari Vero memberitahukan kalau dia sedang berhenti di swalayan karena Amanda ingin membeli beberapa cemilan pun menunggu sang majikan.
Namun setelah beberapa saat istri majikannya itu belum keluar juga pak Ilham pun turun dan mencari di dalam namun tidak menemukannya.
Saat sedang mencari di sekitar swalayan pak Ilham mendengar suara minta tolong, saat di ikuti lebih lanjut suaranya semakin terdengar seperti orang kesakitan.
Tak lama kemudian pak Ilham menuju ke sebuah gang yang gelap dan sepi hanya ada beberapa lampu saja, namun dari kejauhan dia melihat sesosok yang sangat familiar bagi pak Ilham.
"Nyonya Amanda," ucap pak ilham segera menuju ke Amanda.
"Astaga nyonya Amanda kenapa?" tanya pak Ilham khawatir.
Pak Ilham menelepon ambulans tak butuh waktu lama ambulans pun datang orang-orang yang bingung karena ada ambulans pun segera melihat kejadian tersebut dan beberapa malah merekamnya.
"Astaga kasihan ya," ucap salah satu penduduk.
"Katanya dia sedang hamil ya," sahut yang lainnya.
Pak Ilham sangat khawatir dia segera menelepon sang majikan namun teleponnya tidak aktif.
Pak Ilham pun membawa Amanda untuk ke rumah sakit saja dan menelepon Vero di perjalanan.
Pak Ilham tetap berusaha menelepon tuannya setelah beberapa panggilan akhirnya panggilan terakhir pun tersambung.
Sedangkan Vero saat ini sedang meeting dengan kliennya dan juga di temani oleh Ardi, saat dia ke toilet dia menelepon pak Ilham dan menanyakan keberadaan sang istri dan pak Ilham memberitahukan kalau Amanda sedang berada di swalayan mencari cemilan dan akhirnya Vero pun merasa aman.
Saat dia sedang meeting sia sengaja mematikan hpnya dan agar tidak mengganggunya.
Setelah selesai meeting Vero baru membuka handphonenya dan melihat pak Ilham yang meneleponnya beberapa kali dan tak lama kemudian pak Ilham menelepon lagi.
Vero pun segera mengangkatnya.
^^^[Halo pak.] ucap Vero.^^^
[******Halo tuan******, ini gawat!]
^^^[Kenapa pak?] ucap Vero bingung.^^^
[Nyonya Amanda tadi habis di pukuli seseorang, sekarang kita lagi menuju rumah sakit.] ucap pak Ilham seketika membuat Vero lemas dan hampir terjatuh.
Ardi yang melihat itu pun segera membantunya bangun.
"Elo gak papa Ver?" tanya Ardi namun tak di jawab oleh Vero.
^^^[Kalau begitu bentar lagi saya ke sana,] ucap Vero kemudian menutup teleponnya.^^^
"Kenapa Ver?" tanya Ardi.
"Amanda, dia habis di pukuli dan dia sekarang perjalanan ke rumah sakit." ucap Vero kemudian pergi dan menuju ke rumah sakit.
Dia mengendarai mobilnya dengan kekuatan penuh dan dengan kecepatan maksimal agar dia bisa segera sampai.
Sedangkan pak Ilham dan Amanda sudah sampai di rumah sakit, Amanda segera dibawah ke ruang operasi, Pak Ilham pun menunggu di depan ruangan karena tidak boleh ada yang ikut masuk.
Akhirnya dia pun sampai dalam waktu 15 menit saja padahal kalau jalan dengan kecepatan normal memerlukan waktu hampir 45 menit.
__ADS_1
Dia segera masuk dan mencari keberadaan pak Ilham.
"Pak Ilham," teriak Vero dan berlari menuju ke pak Ilham.
"tuan Vero," jawab pak Ilham.
"Istri saya di mana pak?" tanya Vero khawatir.
"Nyonya Amanda masih di dalam den, ini udah hampir 1 jam tapi dokter belum keluar juga." ucap pak ilham.
"Apa yang sebenarnya terjadi pak?" tanya Vero kepada pak Ilham.
"Saya juga tidak tahu tuan, saya tidak tahu siapa yang membawa nyonya Amanda ke sana." jawan pak Ilham yang tidak tahu apa-apa.
"Ya sudah tidak apa-apa pak, bapak mending kembali ke mansion aja, pasti bapak syok." ucap Vero.
Pak Ilham pun segera pergi meninggalkan Vero sendirian.
Tak beberapa lama Ardi pun menyusul Vero ke rumah sakit dengan sahabatnya yang lain.
"Astaga ver, elo cepet amat sih." ucap Ardi kewalahan menyusul Vero.
"Amanda kenapa?" tanya Haikal saat melihat ruang operasi masih menyala.
"Gue juga enggak tahu," ucap Vero gusar.
"Elo udah kasih tahu om Hendra sama tante Ratna?" tanya Ardi dan mendapat gelengan dari Vero.
"Ya udah biar gue telepon aja," ucap Ardi dan di angguki oleh Vero.
Sekarang Vero sangat merasa khawatir hingga ia tak bergerak sama sekali.
Setalah hampir satu setengah jam menunggu dokter Sari pun keluar dari ruang operasi.
"Dok gimana kondisi istri saya?" tanya Vero.
"Alhamdulillah." Vero pun bersyukur.
Kemudian dokter Sari memperbolehkan Vero untuk melihat keadaan sang istri diikuti oleh Ardi, Reza, dan juga Haikal.
"Sayang," panggil Vero sambil menggenggam tangan sang istri.
Tak berapa lama mama Ratna dan papa Hendra pun datang setelah diberitahu oleh Ardi.
"Sayang," panggil mama Ratna mendekati sang menantu.
"Ada apa ini Ver?" tanya papa Hendra terkejut dengan kabar sang menantu.
"Vero juga enggak tahu pa, tadi pak Ilham bilang waktu pak Ilham nemuin Amanda dia udah kesakitan," jawab Vero setahunya dari pak Ilham.
"Kamu udah selidiki?" tanya papa Hendra lagi.
"Angga sudah aku suruh ke tempat kejadian pa, sekarang dia sedang bekerjasama dengan kepolisian," jawab Vero dan di angguki oleh papa Hendra.
Kemudian Vero menyuruh sahabat-sahabatnya untuk pulang saja karena waktu sudah malam kemudian Ardi, Reza, dan Haikal pun pamit untuk pulang.
"Kalau gitu kita pergi dulu ya Ver." pamit Ardi.
"Iya, terima kasih ya."
Kemudian mereka pun pergi meninggalkan kamar rumah sakit dan yang tersisa hanya Vero ,mama Ratna, papa Hendra saja untuk menjaga Amanda.
"Mama sama papa juga pulang aja, biar Vero yang nungguin." ucap Vero.
__ADS_1
"Iya." timpal papa Hendra.
"Kalau begitu kami pulang dulu Ver" pamit papa Hendra dan di angguki oleh Vero.
Setelah semuanya sudah pergi, Vero masih saja setia di dekat sang istri sambil menggenggam tangan sang istri.
Vero terus menunggu sang istri agar cepat bangun dan bisa berinteraksi lagi dengan dirinya.
Saat sedang menemani Amanda, tiba-tiba telepon nya berdering dan ternyata dari Angga.
^^^[Halo angga.]^^^
[Halo tuan.]
^^^[Bagaimana?] tanya Vero.^^^
[Saya sudah menemukan siapa pelakunya tuan dan sudah terekam juga dari CCTV,] ucap Angga di sebrang sana.
^^^[Bagus kala begitu besok laporkan ke saya,] ucap Vero.^^^
Vero memang tidak langsung memenjarakan pelaku terlebih dahulu karena dia ingin sekali mengetahui siapa sih yang sudah mencelakai sang istri.
Setelah menutup teleponnya Vero kembali ke kamar Amanda dan duduk menemaninya lagi hingga tak terasa dia tertidur dengan menggenggam tangan sang istri.
Tiba-tiba Amanda bangun dan merasa sangat pusing kepalanya dan saat dia sadar ternyata dia berada di rumah sakit.
Dia melihat di sampingnya sang suami yang tengah tertidur dengan memegang tangannya.
Amanda pun ingin melepaskan tangannya dan pergi ke kamar mandi, namun saat dia menggerakkan tangannya ternyata membuat sang suami bangun dari tidurnya.
Tiba-tiba zidan terbangun karena merasa ada pergerakan dari tangannya, saat Vero bangun dia melihat sang istri sudah membuka matanya.
Amanda juga melihat sang suami dalam-dalam dia teringat kejadian malam tadi yang membuat dia sampai berada di sini.
Kemudian Amanda tersadar dari lamunannya dan memegang perutnya memastikan bayinya ada.
"Mas, Bayi ku gak papa kan?" tanya Amanda.
"Untung saja bayi kita gak papa sayang, kalau terlambat sedikit saja kata dokter kamu bisa keguguran sayang." jawab Vero.
"Maaf mas."
"Iya, tapi nanti kamu jelasin semuanya ke aku ya." ucap Vero dan di angguki oleh Amanda.
"Kamu mau kemana?" tanya Vero kepada sang istri, Amanda yang berencana ke kamar mandi karena tadi tertunda.
"Aku mau ke toilet mas," jawab Amanda.
"Ya udah sini aku temenin," sahut Vero.
Akhirnya Vero pun membantu Amanda untuk ke kamar mandi.
Setelah selesai, Vero membantu Amanda lagi untuk sampai ke kasur, setelah sampai Amanda merasa semua badannya sangat sakit dari tadi.
"Kamu kenapa sayang?" tanya Vero melihat tingkah sang istri.
"Badan aku sakit mas," jawab Amanda.
"Ya udah kamu tidur aja ya," ujar Vero.
Amanda pun tidur kembali dan Vero tetapi menemani sang istri.
.
__ADS_1
.
NEXT.............................>