
Kalau ada typo nama atau hal lainnya boleh komen ya di part-nya biar segera author perbaiki...
Author tunggu buat bintang limanya 🌟🌟🌟🌟🌟 favoritkan cerita ini, vote, like, komen dan hadiahnya juga boleh kok...
KRITIK DAN SARAN DIPERSILAHKAN SELAMA DENGAN BAHASA YANG SOPAN YA
🥕🥕🥕
Karena rasa penasaran Vero dengan sikap sang istri yang seperti sedang menjauh darinya.
Akhirnya Vero pun menghubungi Angga dan menanyakan apa yang terjadi sebenarnya dan Angga pun memberitahukan masalah yang terjadi sebenarnya.
Dan juga mengirimkan foto-foto yang beredar di grup kantor yang ia tahu dari mbk Ida.
"Berita apa yang mereka buat ini, cepat cari siapa yang sudah menyebabkan berita bohong itu dan segera kasih tahu saya," ucap Vero dengan nada marahnya karena adanya berita yang tidak benar dan juga karena berita tersebut istrinya jadi seperti ini.
Setelah itu Vero pun kembali ke ruang tunggu pasien yang berada di luar kamar Manda karena dia tidak di perbolehkan masuk oleh Manda.
Vero sekarang sudah mengerti mengapa istrinya tidak memperbolehkannya masuk, setelah beberapa saat akhirnya papa Hendra pun keluar dari kamar Manda yang langsung membuat Vero berdiri dan menanyakan keadaan sang istri.
"Pi bagaimana keadaan Manda? Dia udah makan apa belum?" tanya Vero khawatir.
"Tenang aja Ver dia udah mendingan dan sekarang dia lagi makan disuapin sama mama mu,"
"Syukurlah," akhirnya Vero pun lega juga.
"Sebenarnya ada apa sih ver kenapa Manda bisa pingsan begitu padahal kemari dia baik-baik saja?" tanya papa Hendra yang penasaran.
"Vero awalnya juga gak tahu pa tapi setelah Vero tanya ke Angga sepertinya Manda sedang tertekan pa dan salah paham," ucap Vero.
"Kok bisa sih ver, bagaimana bisa?"
"Sekarang di kantor ada kabar bohong mengenai Vero pa."
"Maksud kamu?"
"Jadi di kantor ada berita kalau Vero ke Inggris karena sedang berkencan dengan Jenifer Han."
"Maksud kamu Jenifer Han model perusahaan kita itu," tutur papa Hendra dan mendapatkan anggukan dari Vero.
"Iya pa, tapi papa tenang aja Vero akan usut tuntas masalah ini." tegas Vero.
"Ya udah kamu yang kuat dan jangan lupa jelasin sama istri kamu biar dia gak salah paham lagi," ujar papa Hendra.
"Iya pa makasih ya," yang di angguki oleh papa Hendra seraya menepuk punggung Vero pelan.
Malam pun menjelang papa Hendra dan mama Ratna sudah berpamitan dan sekarang tinggal Vero yang berada di rumah sakit, karena rasa kantuk yang tidak tertahankan Vero pun tidur di ruang tunggu.
__ADS_1
Di sisi lain Manda yang sedang tidur tiba-tiba bangun dan ingin jalan-jalan malam, saat dia keluar kamar dia melihat suaminya sedang tertidur sangat lelap di kursi tunggu.
Dan dia melihat wajah suaminya yang sangat damai membuat hati Manda sedikit nyaman melihatnya.
Namun lalu ia tepis begitu saja dan dia memilih menuju ke arah taman rumah sakit, Manda tahu kalau Vero belum pulang sama sekali dan juga dia yang menjaganya sampai larut malam begini.
Sebenarnya juga Manda kasihan dan takut kalau Vero sampai sakit karena menjaganya sepanjang malam akhirnya Manda tidak membangun kan nya.
Saat sedang duduk di taman rumah sakit tiba-tiba ada sebuah selimut yang menutupi tubuhnya dari belakang dan saat Manda menoleh ke belakang ternyata Vero sang suami yang menyelimutinya.
Vero sebenarnya tidak tidur terlalu lelap tadi hingga saat pintu kamar Manda terbuka namun dia pura-pura tidur dan saat dia melihat sang istri keluar dari kamar nya dia mengikutinya dan sampailah dia di taman rumah sakit.
Vero pun meminta selimut kepada suster yang langsung berjalan mendekati Manda dan langsung menyelimutinya agar tidak kedinginan.
"Terima kasih," sahut Manda sambil mengeratkan selimutnya karena memang malam ini hawa nya sangat dingin.
"Iya, malam-malam gini kenapa keluar hem nanti kamu kedinginan." ucap Vero duduk di samping sang istri.
"Pingin cari udara segar aja," ucap Manda dengan memalingkan wajahnya dari Vero.
Dan akhirnya Vero pun memegang tangan Manda dan berbicara.
"Hey lihat mas," mohon Vero.
Setelah ditunggu beberapa saat namun Manda tidak membalikkan wajahnya juga sehingga Vero memanggilnya untuk kedua kali.
"Hey lihat mas, mas mohon." ucap Vero sambil membalikkan tubuh Manda agar berhadapan dengannya.
"mas mohon Manda jangan menangis ya," ucap Vero sambil memeluk erat Manda.
Manda yang berada di pelukan Vero tambah menangis tiada hentinya, dan setelah menangis beberapa saat Manda pun mulai berhenti dan Vero pun menegakkan tubuh Manda agar sejajar dengannya dan juga mensejajarkan wajahnya melihat raut wajah istrinya yang sangat pucat.
"Sudah menangisnya?" yang diangguki oleh Manda.
"Sekarang lihat mas ya," jeda Vero.
Yang otomatis membuat Manda melihat mata sang suami.
"mas mau memberitahu kamu bahwa kamu salah paham Manda, mas dan Jenifer Han tidak ada apa-apa. Mas memang bertemu dengannya di Inggris tapi mas bersumpah mas tidak pernah menduakan kamu mas pernah berkata padamu kan jika mas sudah memiliki seseorang dalam hidup mas maka mas tidak akan pernah melepaskannya apa lagi meninggalkannya kamu paham," ucap Vero panjang lebar yang diangguki oleh Manda.
"Sekarang apakah kamu masih tidak percaya dengan mas?" tanya Vero.
"Enggak,"
"Berarti sekarang kamu marah sama mas?"
"Enggak,"
__ADS_1
"Berarti sekarang kita baikan,"
"Iya,"
Kemudian Vero pun memeluk Manda, entah kenapa setiap kali ia memeluk istrinya ini sangat menyejukkan dan sangat nyaman sehingga tidak ingin melepaskan.
Setelah beberapa saat akhirnya mereka pun masuk ke dalam.
"Ya udah masuk yuk udah malem kamu butuh istirahatkan," ajak Vero.
Setelah sampai di kamar inap Vero pun membaringkan Manda di ranjang.
"Mas gak pulang?" tanya Manda.
"Enggak mas jaga kamu di sini aja udah kamu tidur aja ya," ucap Vero.
"Mas mending tidur aja kasihan mas kan baru sampek dari Inggris," sahut Manda kasihan dengan sang suami.
"Mas maunya tidur sama kamu," goda Vero.
"Mas apaan sih," membuat wajah Manda memerah.
Dan ya akhirnya mereka tidur berdua di ranjang rumah sakit, dengan penjelasan tadi di taman akhirnya tidak ada kesalahpahaman lagi dengan Manda dan Vero.
Vero sangat bersyukur akan hal itu dan berdoa semoga hari-hari kedepannya lebih baik lagi.
Akhirnya mereka berdua tertidur lelap dengan saling berpelukan dan menjaga satu sama lain.
Saat malam berganti pagi sepasang suami istri ini sedang tidur saat mama Ratna dan papa Hendra berkunjung ke rumah sakit.
Mama Ratna masuk ke kamar Manda dan melihat kejadian tersebut pun bersyukur akhirnya Vero sudah menangani masalah keluarganya sendiri.
Dan tak mau ketinggalan moments nya mama Ratna pun memfoto kejadian yang sangat unyu dan romantis ini.
dan papa Hendra yang melihat anak dan menantunya seperti ini juga ikut bahagia karena Vero bisa menyelesaikan masalahnya sendiri.
Sebenarnya mama Ratna dan papa Hendra kemarin malam saat berpamitan pulang sangat tidak tega jika nanti mereka belum berbaikan, tapi dugaan mereka salah karena Vero dan Manda ternyata sudah baikan dan tidur bersama malahan di ranjang rumah sakit yang sempit itu.
Sahabat Vero yang berniat menjenguk pun dibuat terkejut dengan pemandangan tersebut.
"Shuttt jangan keras-keras," ucap mama Ratna dengan suara pelan dengan menaruh ujung jari telunjuknya di depan bibirnya.
"Iya tante," mereka pun hanya melihat pasangan suami istri ini yang tidur sangat lelap.
Kemudian Risa dan Angga pun datang menjenguk, saat membuka pintu Risa langsung disuruh diam oleh orang-orang yang berada didalam, Risa dan Angga pun mengangguk paham.
.
__ADS_1
.
NEXT.............................>