Married With My Boss

Married With My Boss
BAB 40_Memiliki Sepenuhnya


__ADS_3

Saat Amanda duduk dipangkuan suaminya sambil mengamati suaminya yang kembali fokus bekerja.


Tak beberapa lama kemudian Vero pun memperhatikan istrinya yang sepertinya bosan berada di pangkuannya karena hanya memainkan baju suaminya dan bersandar di dada bidang sang suami.


"Kamu kenapa?" tanya Vero sambil merangkul pinggang sang istri.


"Aku bosan," sahut Amanda.


"Bosan kenapa hem?" tanya Vero sambil merangkul sang istri.


"Gimana gak bosan aku dari tadi ada dipangkuan mas aja gak bisa gerak terus mas emang gak sakit apa kakinya," ucap Amanda.


"Maaf sayang mas sebenarnya cuma pingin lebih mengenal kamu aja dan juga kamu tenang aja gak sakit sama sekali kok kaki mas," ucap Vero membuat Amanda tidak jadi marah lagi.


"Beneran?"


"He'em,"


"Oh ya mas kamu kok kerja terus sih gak capek apa?" tanya Amanda penasaran lagi kepada sang suami.


"Ya gimana lagi sayangkan mas harus memantau perusahaan disini sama Inggris,"


"Iya juga sih,"


"Emangnya kenapa kamu mau bantu mas," goda Vero.


"Boleh, mau bantu in apa?"


"Gimana kalau kamu berhenti kerja kan enak sayang," ucap Vero membuat Amanda seketika melihat sang suami.


"Enggak mas kalau itu aku mau kerja mas kan kita udah sepakat sebelum menikah kalau aku akan tetep kerja," ujar Amanda.


"Iya iya sayang mas tadi cuma bercanda kok," ucap Vero dengan tertawa.


Kemudian Amanda pun tidak mengeluh lagi dan Vero melanjutkan pekerjaannya, Amanda sebenarnya ingin bertanya kepada sang suami apakah dia benar menanggap Amanda sebagai istrinya.


Karena jujur selama hampir tiga bulan pernikahan Vero tidak pernah menuntut haknya, meski Amanda sendiri awal pernikahan dulu belum siap tetapi mau tidak mau dia harus siap karena itu adalah kewajibannya.


"mas," panggil Amanda kepada Vero dengan posisi yang sama seperti tadi yaitu Amanda dipangkuan sang suami.


"Ada apa hem?" tanya Vero mengalihkan perhatiannya ke sang istri.


"Em sebenarnya aku mau tanya," ucap Amanda dengan gugup dan menjeda perkataannya.


"Ada apa?" tanya Vero ikut penasaran dengan apa yang akan ditanyakan sang istri.


"Mas sebenarnya mengganggap pernikahan kita itu apa sih mas?" tanya Amanda membuat Vero melihat sang istri yang sedang menunduk setelah membicarakan hal tersebut.

__ADS_1


"Maksud kamu?" tanya Vero bingung dengan pertanyaan sang istri.


"Ya maksud aku kamu sebenarnya menganggap pernikahan kita itu apa?"


"Emangnya kenapa kok tumben tanya gitu?" tanya Vero balik.


"Kamu ya aku tanya malah tanya balik?" sahut Amanda kesal.


Kesal Amanda yang akan berdiri namun dicegat oleh sang suami dan didudukkan kembali ke pangkuannya.


"Kamu ya mas aku mau pergi," kesal Amanda karena sang suami tidak juga peka.


"Gak kamu harus jelasin ke aku dulu kenapa tiba-tiba kamu kayak gini?"


"Kayak gini apanya?" tanya Amanda sambil mulai meneteskan air mata.


"Sayang kamu kenapa jangan nangis ya," ucap Vero mencoba menenangkan sang istri khawatir Vero sambil menghapus air mata yang keluar dari mata sang istri.


"Kamu ya mas kamu sebenarnya itu gimana sih dengan pernikahan kita kamu sebenarnya serius gak sih apa kamu gak tahu aku itu udah sayang sama kamu mas udah cinta sama kamu tapi kamu apakah kamu belum juga suka sama aku mas?" sahut Amanda men-jeda beberapa saat kemudian kembali melanjutkan unek-uneknya.


Vero pun hanya memperhatikan ucapan sang istri dan ingin mengetahui sebenarnya apa yang selama ini istrinya rasakan.


"Dan kamu kenapa gak pernah meminta hakmu mas? Asal kamu tahu aku sangat ingin kamu meminta hakmu padaku ma, aku berfikir apa kah kamu ada wanita lain yang lebih memuaskan kamu sehingga kamu gak pernah meminta itu kepadaku mas," ucap Amanda puas dan lega karena sudah mengeluarkan semua isi hatinya.


Vero pun dibuat terkejut ternyata selama ini istrinya banyak memikirkan hal yang tidak tidak kepada dirinya.


"Udah selesai keluarin semua unek-uneknya?" ucap Vero kemudian di angguki oleh Amanda.


"Sini tatap mata mas," seru Vero dan Amanda pun menurutinya.


"Aku minta maaf karena tidak pernah peka dengan keinginan kamu dan juga sebenarnya mas sangat ingin meminta hak mas ke kamu sayang tapi mas takut kamu belum siap dan mas gak mau itu terjadi mas menunggu sampai kamu sendiri sayang yang meminta itu dan mas gak mau maksa kamu sayang," ucap Vero sambil memegang tangan sang istri.


"Asal kamu tahu juga sayang mas sebenarnya juga mulai jatuh cinta kepada kamu sayang tapi mas takut untuk mengatakannya dan asal kamu tau juga mas gak ada sama sekali wanita diluar sana dan mas cuma ada kamu aja sayang," ucap Vero dengan serius, perkataan Vero tadi membuat hati Amanda berbunga-bunga.


"Maaf mas kalau aku terlalu emosional tadi," ucap Amanda sambil menghentikan tangisannya.


"Iya gak papa kok sayang,"


"Terima kasih mas," ucap Amanda kemudian memeluk sang suami dengan masuk berpangku pada Vero.


"Sayang berarti mas sudah boleh meminta hak mas sebagai seorang suami?" tanya Vero dengan berhati-hati meminta izin.


Amanda yang mendengar pun melepaskan pelukannya dari sang suami dan mulai melihat dengan serius kepada Vero.


"Iya mas boleh sangat sangat boleh karena semua yang aku punya sekarang adalah milik mas," ucap Amanda sambil menganggukkan kepalanya saat menjawab permintaan sang suami.


"Makasih sayang,"

__ADS_1


"Iya,"


Kemudian Vero pun beranjak dari duduknya yang otomatis membuat Amanda pun berdiri.


"Kenapa mas capek ya?" tanya Amanda.


"Enggak kok,"


"Terus?" tanya Amanda lagi.


Tiba tiba Vero pun menggendong sang istri ala-ala princess.


"Mas astaga kenapa mas mau dibawa kemana aku mas?" tanya Amanda terkejut dengan tindakan sang suami.


"Meninta hakku," ucap Vero to the point tanpa basa-basi membuat Amanda bersemu malu.


Selama dalam gendongan sang suami, Amanda pun tak bisa memungkiri bahwa dia memikirkan bagaimana kedepannya dia akan menjadi seorang istri seutuhnya.


"Kenapa hem?" tanya Vero saat melihat sang istri seperti sedang memikirkan sesuatu saat ia gendong.


"Em enggak kok mas," sanggah Amanda.


Kemudian mereka pun sampai dikamar dan Vero pun menurunkan Amanda di ranjang kamar dan berkata


"Sayang kalau kamu memang belum siap mending kita tunda ya sayang mas gak mau kita melakukannya karena ada keterpaksaan dari salah satu pihaknya," ucap Vero kepada sang istri mumpung belum terlanjur.


kemudian akan beranjak dari duduknya namun sebelum melangkah lebih jauh Amanda memegang tangan sang suami dan sontak membuat Vero pun menoleh ke arah sang istri.


"Enggak mas aku udah siap kok, aku hanya berfikir kedepannya nanti bahwa aku akan jadi seorang istri seutuhnya mas." ucap Amanda meyakinkan sang suami.


Setelah itu tanpa menunggu Vero pun melakukan halnya yang ia minta dari sang istri.


Akhirnya Vero pun sudah melakukan haknya dan memiliki Amanda sepenuhnya dan begitu pun sebaliknya.


Malam ini adalah malam yang sangat bahagia karena mereka bisa mengutarakan isi hatinya sehingga tahu satu dengan yang lainnya.


Vero sangat bersyukur karena dia melakukan haknya dengan tanpa paksaan dan Amanda juga bersyukur karena memiliki seorang suami yang sangat pengertian terhadap dia.


Akhirnya malam ini adalah malam sangat ditunggu-tunggu oleh Vero pun terlaksana dan juga menjadi malam yang panjang bagi mereka berdua.


Vero sangat bersyukur karena dia adalah orang pertama yang merenggut kesucian sang istri dan akan tetap hanya dia yang bisa melakukan hal itu.


Sungguh berlama lama bermain dengan sang istri membuat Vero merasa candu sekali, bahkan dia tidak ingin waktu bergulir.


.


.

__ADS_1


NEXT.............................>


__ADS_2