
Setelah sampai di ruangannya Ardi segera duduk dan menyuruh untuk mereka bertiga juga duduk.
"Kalian ini apa-apaan sih," ucap Ardi dengan nada emosi.
"Maafkan kami pak." sahut Anggi.
"Beri saya penjelasan kenapa kalian berantem tadi," ujar Ardi.
Kemudian Risa pun menjelaskan permasalahan yang sebenarnya.
"Mita, apa benar yang dikatakan Risa tadi?" tanya Ardi pada Risa meminta jawaban.
"Bohong pak, itu semua bohong." ucap Mita untuk pembelaan diri.
"Itu bener pak." ucap Anggi dan Risa bersamaan.
"Sudah, untuk kali ini kalian saya maafkan." ujar Ardi.
"Terima kasih, pak." jawab mereka bersamaan.
"Tapi ingat kalau saya denger dan lihat kalian berantem gak jelas kayak tadi akan saya beritahu ke pak Vero," ancam Ardi.
"Baik pak."
"Kalau begitu kalian boleh pergi."
Kemudian mereka pun keluar dari ruangan Ardi dan menuju ke ruangan masing-masing untuk bekerja.
Ardi berencana untuk bertanya nanti kepada sang sahabat tentang kasus ini agar tidak menjadi masalah untuk semua orang.
🥕🥕🥕
Sedangkan Amanda sekarang ngotot ingin pulang dari rumah sakit.
"Enggak mas, aku mau pulang." ucap Amanda.
Tadi saat Vero sedang keluar Amanda tiba-tiba ingin pulang dan sudah mengemasi barang-barangnya.
Waktu Vero masuk, Amanda sudah ganti pakaian dan sudah siap untuk pulang.
"Kamu mau kemana?" tanya Vero bingung karena sang istri tidak memakai baju pasien.
"Aku mau pulang mas."
"Enggak!" tolak Vero.
"Apaan sih, aku bisa pulang sendiri kalau kamu gak mau nganterin," jawab Amanda saat mendapat penolakan dari sang suami.
Amanda pun menuju ke arah pintu namun langsung dihentikan oleh Amanda.
"Kamu masih sakit sayang," sahut Vero sambil menggenggam tangan sang istri.
"Aku udah gak betah lagi mas, aku mau pulang."
"Ya udah kamu tunggu di sini, biar mas ngomong ke dokter dulu." sahut Vero dan mendapat anggukan dari sang istri.
Amanda pun menunggu sang suami kembali dari ruang dokter.
Sedangkan Vero meminta izin kepada dokter Sari untuk Amanda agar di rawat di rumah.
"Dok," panggil Vero.
"Hai Ver, ada apa?" tanya dokter Sari.
"Begini dok, Amanda sangat ingin pulang hari ini, bagaimana kalau untuk penyembuhannya dia dari rumah saja," ucap Vero meminta izin.
"Boleh, yang penting kamu selalu kabar dokter kalau ada masalah." ucap dokter Sari.
"Baik dok."
Kemudian Vero pun kembali ke kamar sang istri.
"Gimana mas?" tanya Amanda saat sang suami baru saja masuk ke kamarnya.
__ADS_1
"Iya, gak papa kok."
"Yey, yuk mas." ajak Amanda karena sangat senang.
"Astaga sayang, langsung pulang?" tanya Vero karena Amanda langsung merangkul tangannya.
"Iya mas."
"Ya udah, ayuk."
Vero pun pasrah dan mengikuti keinginan sang istri.
Setelah itu mereka pun kembali ke mansion dengan menaiki mobil sport milik Vero, setelah sampai Vero pun membawa sang istri ke kamar untuk istirahat.
"Sekarang kamu istirahat ya, mas mau ke kantor sebentar sayang," ucap Vero saat membaringkan sang istri di kamar.
"Iya mas."
Kemudian Amanda pun istirahat dan berharap saat dia bangun sang suami sudah ada di sampingnya, Vero pun keluar dari kamar dan segera menuju ke kantor.
Saat sedang mengendarai mobilnya tiba-tiba Angga meneleponnya.
^^^[Halo.]^^^
[Halo tuan.]
^^^[Bagaimana?] tanya Vero.^^^
[Pelakunya sudah ditemukan tuan,] jawab Angga.
^^^[Kalau begitu tunggu saya, sebentar lagi saya sampai kantor,] ucap Vero.^^^
[Baik tuan.]
Vero pun mematikan sambungan teleponnya dan segera menancap gasnya lebih cepat, Vero memang setelah mengetahui sang istri di keroyok segera menyuruh Angga untuk menyelidikinya.
Setelah beberapa saat Vero pun sudah sampai di kantor.
Semua karyawan di buat takut karena tatapan boss mereka yang sangat dingin.
"Pak Vero, kenapa?" tanya salah satu karyawan dengan yang lain saat melihat boss mereka.
"Entah gue juga gak tahu," jawab yang lainnya.
Setelah sampai di ruangannya ternyata di sana sudah ada Ardi, Reza dan juga Haikal.
"Kalian kenapa ke sini?" tanya Vero merasa bingung.
"Kita mau tahu juga kali siapa pelakunya," jawab Reza.
Tanpa menjawab Vero segera duduk ditempatnya di susul Angga yang masuk ke dalam ruangan tersebut.
"Pelakunya sudah ditemukan tuan," ucap Angga.
Kemudian Angga pun menyerahkan berkas tersebut yang berisi bukti-bukti dan juga nama pelaku.
Saat Vero melihat berkas tersebut dia sangat terkejut karena melihat nama tersebut.
"Apa ini ngga?" tanya Vero mencari kepastian.
"Ada apa Ver?" tanya Ardi dan menghampiri Vero.
Kemudian Vero pun memberikan berkas tersebut kepada Ardi dan yang lainnya.
"Apa dia karyawan YP COMPANY!" ucap Reza dengan keterkejutannya.
"Iya tuan, dia namanya Mita karyawan operasional di YP COMPANY." ucap Angga.
"Berarti bener yang di ucap Risa dan juga Anggi tadi," sahut Ardi pelan namun masih bisa didengar oleh Vero.
"Maksud elo?" tanya Vero.
"Jadi tadi gue ngelihat Risa, Anggi dan Mita berantem di lobi dekat toilet perempuan." jawab Ardi.
__ADS_1
"Terus?" tanya Reza ikut penasaran.
"Risa dan Anggi tadi bilang kalau Mita yang udah mencelakai Amanda, tapi karena gak ada bukti jadi gue gak lanjuti masalah tersebut." ujar Ardi.
"Wah gila tuh anak, gue jadi penasaran seperti apa sih dia." ucap Reza.
"Angga tolong kamu cari tahu semua tentang karyawan ini, karena saya merasa bahwa dia akan melakukan hal hal lain kepada istri saya." perintah Vero kepada Angga.
"Baik Vero."
Kemudian Angga pun keluar dan segera mengerjakan tugas yang di suruh oleh bos nya tersebut.
"Terus elo mau gimana Ver sekarang?" tanya Ardi saat Angga sudah tidak ada di sana.
"Apa lagi kalau enggak dipecat Di," ucap Reza dengan nada marahnya dan di angguki oleh Vero.
"Bagus Ver mending segera aja," ucap Haikal.
"Gue juga pernah dengar dari karyawan sini kalau yang lempar telur waktu itu juga dia," ujar Reza dan mendapat anggukan dari Vero.
"Iya." jawab Vero.
"Elo udah tahu," tanya Haikal dan mendapat anggukan dari Vero.
"Gue udah tahu, tapi Amanda minta untuk tidak mempermasalahkan hal itu karena dia tidak ingin Mita merasa malu." jawab Vero.
"Astaga ver, mending elo langsung pecat aja kenapa sih." ucap Reza kesal dengan Amanda dan Vero karena malah mempertahankan karyawan yang sangat tidak baik.
Setelah beberapa waktu Ardi, Reza, dan Haikal pun keluar dan Vero juga pamit kepada mbk Ida dan Angga untuk kembali ke rumah.
"Mbk Ida Angga, sekarang saya mau pulang dulu, kalau ada sesuatu bisa telepon atau ke rumah saja." ucap Vero.
"Baik tuan." jawab mbk Ida dan Angga bersama-sama dan membungkukkan badannya saat Vero berlalu meninggalkan ruangannya.
"Gimana ngga kelanjutannya?" tanya mbk Ida penasaran dengan kasus Mita saat bos nya sudah masuk lift.
"Gak tahu mbk."
"Kok gak tahu sih," kesal mbk Ida.
"Iya, tuan Vero cuma nyuruh cari profil dari Mita belum nyuruh yang lainnya," jawab Angga.
"Semoga ada pak Vero segera mecat tuh siluman ular," ucap mbk Ida dengan kesalnya.
"Kenapa emangnya mbk?" tanya Angga.
"Ya kasihan Amanda kalau selalu di jahatin sama tuh anak," sahut mbk Ida keceplosan.
"Jadi nyonya Amanda sudah sering di siksa gitu mbk?" tanya Angga memastikan.
Dan dengan terpaksa mbk Ida pun menjawabnya.
"Iya, tapi kamu jangan bilang siapa-siapa ya." mohon mbk Ida.
"Enggak mbk, aku harus kasih tahu ke tuan Vero." sahut Angga mengeluarkan teleponnya.
"Enggak ngga."
Segera mbk Ida merebut telepon yang dibawa oleh Angga.
"Enggak ngga."
"Kenapa enggak boleh mbk?" tanya Angga.
"Ini permintaan Amanda sendiri, jadi kalau mau kasih tahu pak Vero lebih baik bilang ke Amanda dulu," ucap mbk Ida.
Kemudian Angga pun memilih untuk mengurungkan niatnya memberitahukan ke bos nya.
.
.
NEXT.............................>
__ADS_1