Married With My Boss

Married With My Boss
BAB 50_Jas Mahal


__ADS_3

"Kenapa Man?" tanya Risa kepada Amanda yang nampak terkejut.


"Enggak kok ris,"


Cukup lama Amanda berfikir apakah harus beli atau tidak karena harganya yang sangat mahal hanya untuk sebuah jas karena lama menunggu pelayan toko pun berkata.


"Mbk dari tadi kok lihat lihat doang, jadi beli apa enggak?" ucap pelayan toko dengan muka judesnya karena melihat Amanda yang hanya melihat saja dari tadi.


"Eh iya mbk sebentar ya," ucap Amanda.


"Jangan judes judes kenapa mbk, pembeli malah gak mau beli kalau kayak gitu gak sopan banget." ucap Risa karena pelayan toko yang sangat judes dan jutek saat melayani pembeli.


"Temen mbk sih yang kelamaan kalau gak punya uang ya jangan masuk kesini, ini itu untuk orang orang kaya," ucap pelayan tersebut seperti meremehkan Amanda dan teman temannya.


"Udah Ris gak papa kok," ucap Amanda.


"Apaan coba mall mahal tapi kok karyawannya gak sopan banget sama pembeli," sambung Anggi yang di angguki oleh Risa.


Amanda pun melerai mereka karena takut akan ada keributan, tak lama kemudian kebetulan sekali Manajer toko datang.


"Maaf ada apa ya?" ucap manajer toko.


"Ini loh bu tolong ya karyawannya dilatih lebih lagi masa pembeli di judes-in kayak gitu," ucap Risa tak kalah sinis dengan pelayan toko tadi,


"Maaf mbk sekali lagi kalau begitu biar saya yang melayani mbaknya, mau model seperti apa?" tanya manajer tersebut kepada Amanda dengan sopan.


"Saya mau yang ini bu," ucap Amanda.


"Baik bu, mari. Ibu tunggu dulu di kasir saya akan ambilkan,"


"Makasih Bu,"


Kemudian Amanda pun menuruti ucapan manajer tersebut dan menunggu di tempat tunggu di area kasir, setelah itu manajer pun datang dan membawakan belanjaan Amanda.


Amanda pun menuju ke tempat kasir dan akan membayar namun saat dia melihat isi dompetnya dia baru sadar bahwa dia tidak membawa ATM nya sendiri karena Vero yang menaruhnya di laci kamar.


Amanda pun bingung bagaimana dia harus membayar karena harganya berjuta-juta untuk membayarnya sedangkan isi dompetnya hanya ada beberapa ratus ribu, namun Amanda baru ingat kalau sang suami pernah memberinya kartu black card unlimited, dan Amanda pun membayarnya dengan kartu tersebut.


"Ini mbk," ucap Amanda sambil memberikan kartu tersebut.


Manajer tersebut pun terkejut karena orang yang memiliki kartu tersebut pasti berhubungan dengan keluarga Pradikta, karena di sana terdapat ukiran khusus yang hanya di custom khusus oleh keluarga Pradikta.


Pasalnya seluruh mall ini adalah milik keluarga Pradikta, dan pelayan yang kurang sopan tadi juga melihat kalau Amanda mengeluarkan kartu unlimited tersebut dibuat takut.


Risa dan Anggi juga melihat kartu tersebut dan mengambil kartu itu dari tangan Amanda saat dia mau membayar.


"Gila Manda kartu elo," ucap Risa kagum dengan kartu tersebut.


"Kenapa emangnya kartu aku?" tanya Amanda dengan polosnya.


"Elo gak tahu kalau elo itu bawa kartu apa?" tanya Anggi.

__ADS_1


"Enggak, Kartu kayak biasanya kan." jawab Amanda dengan polosnya.


"Astaga Manda ini kartu unlimited dan hanya keluarga Pradikta aja yang punya," ucap Risa dan diangguki oleh semua orang tak terkecuali manajer dan juga pelayan toko yang juga penasaran.


"Oh," ucap Amanda santai.


"Apa cuma oh aja," ujar Risa sambil menepuk dahinya,


"Enak emang elo ya Manda," ucap Anggi iri rasanya.


"Enak kenapa?"


"Ya bisa nikah sama keluarga Pradikta lah, pak Vero perhatian banget sama elo," ucap Risa membuat Manajer toko dan pelayan toko langsung kaget.


mereka tidak tahu kalau Amanda adalah istri dari Vero Nahlu pradikta pemilik mall ini.


"Udah ah gak usah di bahas,"


Kemudian Amanda pun memberikan kartu tersebut kepada kasir, kasir tersebut pun menerima kartu tersebut dengan perasaan was-was.


Setelah selesai membayar Amanda pun pergi dari toko tersebut, saat Amanda pergi semua karyawan membungkukkan badannya seperti memberi hormat kepada Amanda.


"Astaga jangan begitu Bu," ucap Amanda seraya meminta agar tidak membungkuk.


"Ya sudah kalau begitu mari," ucap Amanda kemudian pergi dari toko tersebut.


"Astaga Manda lihat gak tadi elo diperlakukan seperti apa gila sih," ucap Anggi.


Kemudian mereka pun pergi jauh meninggalkan toko tersebut, mereka memilih untuk pergi ke restoran di dalam mall tersebut dan kebetulan dia juga melihat rekan-rekan yang lainnya sudah sampai di restoran tersebut.


"Hey Manda sini," teriak Dino yang sudah ada di sana


Amanda Risa dan Anggi pun menghampiri rekan rekannya yang lain.


"Dari mana aja elo," tanya Dino pada Amanda dan yang lainnya.


"Habis jalan-jalan lah," ucap Risa.


Dino pun diam namun sekilas dia melihat paper bag yang dibawa oleh Amanda yang terlihat dari merek branded


"Astaga Manda elo beli pakaian merek ini," ucap Dino kagum karena dia tahu kalau merek ini adalah merek terkenal dan mahal.


Amanda pun hanya menganggukkan kepalanya kepada Dino.


"Bentar, ini kan pakaian cowok elo beli buat siapa? Pacar elo ya?" ucap Dino menerka nerka.


"Buat papa gue Din," ucap Amanda dengan muka cemasnya.


"Oh,"


"Ya udah yuk pesan makanan jangan ngomong aja," ajak Risa karena melihat ekspresi Amanda yang mulai cemas.

__ADS_1


Mereka pun memesan makanan dan berbincang-bincang karena besok mereka sudah harus pulang ke Jakarta dan melukai rutinitas kerja kembali.


🥕🥕🥕


Sedangkan Vero yang sekarang berada di rumah mama Ratna dan papa Hendra nya sedang sibuk mengurus berkas yang harus diselesaikan segera karena akan ada rapat penting besok.


Vero memang sengaja tidak bekerja ke kantor karena di sana nanti dia akan sendirian, Vero memilih bekerja bekerja di kamarnya kemudian ada suara ketukan pintu.


"Ver Vero," ucap mama Ratna dari balik pintu kamar sang anak.


"Masuk ma," sahut Vero.


Kemudian mama Ratna pun masuk kedalam kamar Vero dan melihat anaknya sedang sibuk bekerja dari tadi.


"Kamu ya udah jangan kerja mulu kamu dari tadi belum makan sayang makan dulu," ajak mama Ratna khawatir dengan sang anak.


"Nanti ada deh ma, ini masih banyak tugas besok harus selesai." ucap Vero.


"Gak ada alasan cepet," kemudian mama Ratna pun keluar dari kamar sang anak.


Jadi mau tidak mau Vero pun menuruti ucapan sang mami dan beranjak dari tempat duduknya dan keluar dari kamar kemudian menuju ke bawah.


Namun saat dia akan beranjak ada notifikasi di handphonenya, di sana ternyata ada pesan masuk yang menunjukkan bahwa Amanda baru saja menggunakan kartu kredit yang ia berikan kepada sang istri.


"Astaga sayang padahal aku kasihnya udah lama banget tapi aku baru dapet notifikasi sekarang," ucap Vero pelan dengan senyum terukir indah di bibirnya.


Kemudian Vero pun menyimpan handphonenya di saku celananya dan dia menuju ke bawah.


"Ma pa," sapa Vero kemudian duduk di kursinya.


"Yuk makan sayang," ajak mama Ratna kemudian di iyakan oleh Vero.


"Ver lama banget sih karyawan kamu liburannya," ucap mama Ratna saat mereka sudah selesai makan.


"Maksud mama?" tanya Vero.


"Ya liburan karyawan kamu itu loh," ucap mama Ratna yang Vero bisa mengartikan bahwa maminya sedang membicarakan sang istri Amanda.


"Maksud mama Amanda?"


"Itu kamu tahu,"


"Besok semuanya udah pulang kok ma,"


"Beneran? yey," ucap mama Ratna sumringah.


Tidak hanya mama nya saja yang senang, sebenarnya Vero juga sudah tidak bisa menahan rasa kangen untuk bertemu dengan sang istri, namun dia tidak bisa mengungkapkan rasa rindu tersebut.


.


.

__ADS_1


NEXT.............................>


__ADS_2