Married With My Boss

Married With My Boss
BAB 83_Berhenti!


__ADS_3

Keesokan harinya saat Amanda bangun, dia sudah tidak melihat sang suami di sampingnya.


"Mas, mas." panggil Amanda namun tidak ada jawaban.


Tak lama kemudian Vero pun datang dengan membawa makanan.


"Kamu udah bangun?" tanya Vero.


"Iya, kamu dari mana aja sih mas?" tanya Amanda kesal.


"Mas habis beli makanan sayang," ucap Vero sambil mengeluarkan bubur ayam yang ia beli tadi.


Amanda yang juga suka dengan bubur ayam pun ikut ngiler melihat sang suami memakannya.


"Mas aku minta," ucap Amanda.


Vero pun seketika melihat sang istri seperti ingin mengambil bubur tersebut.


"Kamu mau?" tanya Vero dan langsung mendapat anggukan dari sang istri.


"Tapi udah hampir habis gini sayang," sahut Vero karena buburnya hampir habis.


"Mas titip ke Ardi mau?" tawar Vero karena Ardi dan yang lainnya memang berencana ke rumah sakit pagi ini.


"Iya mas." jawab Amanda antusias.


"Ok."


Kemudian Vero pun memesan makanan tersebut ke Ardi dan suruh untuk membelikannya, setelah menunggu cukup lama akhirnya Ardi, Reza, dan Haikal pun sampai.


"Yey makananku," sorak Amanda gembira karena makanannya datang bulan karena dijenguk oleh sahabat suaminya.


"Astaga nyonya Vero Pradikta yang disambut malah makanannya," sindir Reza dengan jenaka.


"Hehe sorry," ucap Amanda dengan cengar cengir kemudian mengambil bubur yang dibawa Ardi.


Amanda pun memakannya dengan lahap sekali seperti ada yang akan merebut makanan tersebut.


"Astaga sayang pelan-pelan nanti tersedak loh," sahut vero melihat cara makan sang istri.


Amanda tidak menanggapi dan terus saja memakan makanan tersebut karena dia sangat ingin itu dari tadi.


"Ver, elo gak kasih makan berapa hari sih istri elo?" tanya Haikal seperti menyindir Vero.


"Gue juga gak tahu, perasaan selalu gue kasih makan deh." jawab Vero dan mereka pun tertawa bersama.


Setelah Amanda menyelesaikan makannya dia pun sudah merasa kenyang sekali.


"Udah kenyang?" tanya Vero dan mendapat anggukan dari sang istri.


"Udah mas."


"Ya udah sekarang minum obat terus tidur," ucap Vero sangat perhatian.


Amanda pun menuruti sang suami, setelah minum obat dia segera berbaring di ranjangnya.


"Vero kita harus pergi dulu ya, soalnya ada meeting habis ini." ucap Ardi.


"Iya gue juga." sahut Haikal.

__ADS_1


"Iya, kalian hati-hati ya." jawab Vero mengiyakan mereka.


"Manda, kita balik dulu ya," ujar Ardi.


"Iya, kalian hati-hati ya," ucap Amanda juga.


"Pasti." jawab Reza.


Kemudian Ardi, Reza, dan Haikal pun keluar dari kamar tersebut, tak berapa lama kemudian mama Ratna dan papa Hendra ternyata datang.


"Halo sayang." sapa mama Ratna dengan membawa buket bunga yang sangat besar dan cantik sekali.


"Pagi ma pa" jawab Amanda.


"Astaga ma, itu bunganya gak kebesaran?" tanya Vero.


"Udah kamu jangan protes aja kenapa Ver," sahut mama Ratna memarahi Vero.


"Ih mama kok gitu sih." keluh Vero.


Mama Ratna dan papa Hendra pun menghampiri sang menantu dan bertanya tentang keadaan sang menantu.


"Kamu gimana sayang keadaannya? Udah mendingan," tanya mama Ratna.


"Manda gak papa kok mi," jawab Amanda.


"Oh ya ini mama bawain kamu makanan pasti kamu belum makan kan," ujar mama Ratna.


"Amanda baru aja makan ma." sahut Vero.


Kemudian mama nya pun melihat ada bungkus makanan di meja pasien.


"Ya udah gak papa ma," balas papa Hendra yang berada di samping sang istri.


"Iya pa."


"Yang penting kamu udah baikan Manda." ucap papa Hendra dan mendapat anggukan dari Vero.


"Iya pa, Manda udah baikan kok." jawab Amanda.


Setelah cukup lama mama Ratna dan papa Hendra pun pamit pulang sehingga di ruangan sekarang hanya ada Vero dan juga Amanda saja.


"Mas, kamu gak berangkat ke kantor?" tanya Amanda karena sang suami hanya ada di sini dari tadi.


"Enggak, aku nemenin kamu di sini aja." sahut Vero.


"Terus pekerjaan kamu gimana?" tanya Amanda lagi.


"Angga aku suruh untuk bawa ke sini," jawab Vero santai.


"Aku gak papa kok mas, mending kamu berangkat kerja aja." sahut Amanda mendapat tatapan tajam dari sang suami.


"Enggak, aku akan tetap di sini." jawab Vero kekeh.


Amanda pun pasrah dan menerima semua kehendak sang suami, sebenarnya Amanda memang masih merasa takut jika sendirian karena dia masih mengingat kejadian kemarin dengan jelasnya.


Dia bingung bagaimana nantinya kalau dia masuk ke kantor terus melihat Mita rasanya dia sangat ketakutan.


🥕🥕🥕

__ADS_1


Sementara di kantor, karyawan lainnya sudah mendengar kabar kalau Amanda masuk rumah sakit karena pengeroyokan.


Risa dan Anggi yang mendengar kabar tersebut dibuat khawatir karena hal tersebut terjadi, mereka berdua menduga bahwa pelakunya adalah Mita, karena siluman ular itu sangat tidak suka dengan Amanda.


Apa lagi siangnya kemarin di kantin dia juga menyerang Amanda dengan telur mentah, jadi bisa dipastikan kalau pelakunya Mita.


"Astaga nggi gue khawatir banget ini sama Amanda," ucap Risa saat mereka berada di toilet.


"Sama ris, apalagi dia sedang hamil."


"Iya, nggi."


Saat mereka keluar dari toilet tak sengaja mereka berpapasan dengan Mita.


"Eh mana temen kalian yang hamil di luar nikah itu?" tanya Mita dan merendahkan Amanda.


"Eh apaan maksud elo," sahut Risa tak terima kalau temannya dikatain seperti itu.


"Santai dong gak usah ngegas," ucap Mita.


Mereka saling adu mulut dan berteriak sehingga membuat suasana kantor yang mulanya sepi menjadi ramai dan banyak karyawan lainnya yang menjadikan mereka tontonan.


"Eh mit, elo kan yang udah ngeroyok Amanda kemarin!" ujar Risa dengan suara kerasnya karena terbakar emosi.


"Apa-apaan elo sembarangan nuduh," sahut Mita tak kalah nyolot nya.


Anggi berusaha melerai Risa agar tidak membuat keributan tetapi Anggi juga terbawa emosi saat Mita mengatakan,


"Jangan-jangan kalian juga satu manajemen buat tidur sama om-om," ujar Mita.


"Eh kalau ngomong dijaga ya!" teriak Anggi membuat Risa yang tadinya marah otomatis diam dan melihat Anggi.


"Kenapa gak terima," sahut Mita.


Anggi pun tak tinggal diam, dia segera menarik rambut Mita dan Mita tidak tinggal dia dia juga menarik rambut Anggi sehingga mereka sekarang saling menjambak rambut.


Risa yang melihat tersebut juga membantu Anggi dan beginilah mereka sekarang saling menarik rambut satu sama lain.


Karyawan yang melihat hal tersebut pun tak kalah antusias dan menyoraki mereka dan ada beberapa yang malah merekamnya dan menyebarkan di media sosial mereka.


Sedangkan Ardi yang baru saja tiba di kantor segera masuk namun saat dia masuk para karyawan sedang berkumpul di lobi dekat dengan kabar mandi.


Karena penasaran Ardi pun menuju ke sumber ramai dan saat dia lihat ternyata sedang ada yang berkelahi.


"Berhenti!" ucap Ardi membuat semua orang di sana berhenti berteriak dan Risa, Anggi dan Mita juga berhenti berkelahi.


"Apa-apaan ini," ucap Ardi dengan marah karena perbuatan yang seperti anak kecil.


"Kalian semua pergi, dan kalian bertiga ikut saya." lanjut Ardi.


Kemudian semua karyawan membubarkan diri dan menuju ke ruangan mereka masing-masing.


Sedangkan Risa, Anggi dan juga Mita mengikuti Ardi ke ruangannya.


.


.


NEXT.............................>

__ADS_1


__ADS_2