
Keesokan harinya Amanda yang sudah lebih baik dan segar pun bangun dari tidurnya, dia melihat sang suami masih bergulat dengan selimut dan bantalnya.
Amanda pun turun dari ranjang dan mulai membersihkan diri kemudian memasak untuk sarapan.
Namun saat sedang memasak makanan tiba-tiba Vero memeluknya dari belakang, dengan masih menggunakan baju tidur dan juga muka bantalnya.
"Pagi sayang," sapa Vero sambil mencium pipi sang istri.
"Pagi mas, aduh mandi dulu mas masa masih bau kecut udah meluk-meluk." ejek Amanda.
"Biarin," ucap Vero sambil tetap memeluk erat sang istri.
"Aduh di kasih tahu malah gitu," ucap Amanda sambil cemberut.
"Iya iya sayang ini mas mau mandi kamu tunggu dulu ya,"
"Iya sana gih," ucap Amanda.
Vero pun langsung menuju ke kamar dan membersihkan dirinya, saat dia keluar dari kamar dia melihat istrinya yang sudah menunggunya untuk sarapan.
"Nunggu lama ya sayang?" tanya Vero setelah selesai dengan ritual paginya.
"Enggak kok mas ya udah sarapan yuk,"
Kemudian mereka pun sarapan dengan damai.
Namun saat selesai sarapan tiba tiba bell berbunyi dan Amanda pun membukakan pintu tersebut.
"Siapa?" tanya Amanda saat membuka pintu dan melihat siapa tamu yang memencet tombol.
"Hai," ucap Reza dengan senyum sumringah nya.
"Eh hai silahkan masuk," ucap Amanda memperbolehkan mereka masuk.
Ardi, Reza, dan Haikal pun masuk, saat mereka masuk mereka pun menanyakan dimana Vero.
"Vero dimana Man?" tanya Haikal.
"Dia dimeja makan."
"Wah lagi sarapan nih," ucap Reza kemudian menuju ke meja makan dengan semangat.
"Hai ver," sapa Haikal saat sampai dimeja makan diikuti yang lain saat Vero sedang asyik makan.
"Eh hai kal, za," ucap Vero saat ada yang memanggilnya dan dia menoleh ke sumber suara.
Mereka pun menuju ke ruang tamu untuk ngobrol lebih enak.
"Kalian kapan sampek?" tanya Vero.
"Kemarin," ucap Haikal.
"Kok kalian gak ngomong sih," tutur Vero karena tidak tahu kalau sahabat-sahabat nya akan menyusul ke Bali.
__ADS_1
"Biar suprise," ucap Reza.
"Katanya Amanda kemarin pingsan jadi mending elo nemenin dia istirahat dulu aja jadi kita mutusin sekarang baru ke sini," sahut Reza.
"Iya juga sih makasih ya kalian udah ngertiin,"
"Iya ver santai aja," ucap Reza kembali.
Amanda yang tadi saat ada sahabat suaminya datang memutuskan untuk menyiapkan cemilan ringan dan juga minuman.
Setelah selesai menyiapkannya Amanda pun membawanya ke ruang tamu dimana suami dan sahabat suaminya ngobrol.
"Di makan dulu,"
"Makasih Manda cantik," ucap Haikal dengan genit membuat Vero kesal di buatnya.
"Kal kalau ngomong ya." ucap Vero kesal.
"Iya," jawab Amanda dengan senyuman.
"Oh ya Manda gimana keadaan elo katanya kemarin pingsan?" tanya Reza.
"Alhamdulillah udah baikan kak," ucap Amanda.
memang Amanda memutuskan untuk memanggil sahabat-sahabat suaminya dengan sebutan kak karena mereka termasuk orang orang yang berpengaruh di dunia bisnis jadi sama saja dengan bos nya dan juga umurnya lebih tua darinya.
"Syukur kalau gitu," sahut Ardi.
Setelah itu Amanda pun duduk disebelah suaminya dan mendengarkan perbincangan suaminya dan para sahabatnya, setelah beberapa saat Amanda pun izin ke kamar untuk istirahat.
"Sialan lo Man dikira kita om-om aja," ucap Reza.
"Hehe sorry lah kak Reza," ucap Amanda sambil tertawa.
"Ya udah sana istirahat sayang," ujar Vero kepada sang istri.
"Iya mas,"
Amanda pun pergi menuju ke kamarnya untuk istirahat, Vero yang sedang ngobrol dengan sahabatnya pun melanjutkan aktivitas berbicaranya dengan mereka.
"Ver, gue tadi di lobi hotel terus ngelihat Jenifer disini saat gue tanya ke Ardi tadi iya itu Jenifer emang dia beneran ikut liburan perusahaan?" tanya Haikal.
"Iya," jawab Vero santai.
"Kok bisa?" tanya Reza penasaran.
"Entah dia tiba-tiba ikut nimbrung, katanya ada shooting juga di Bali tapi tiba-tiba ikut." sahut Vero.
"Terus gimana soal gosip yang pernah menyebar di media ver emang Amanda gak pernah tanya gitu soal gosip itu?" sambung Ardi bertanya.
"Gue juga maunya gak ada masalah apa pun, apa lagi soal gosip itu gue udah bilang ke Amanda bahwa itu semua gak benar jadi gue akan terus sama Amanda, gue juga heran itu Jenifer kenapa sih ngikut mulu." oceh Vero mulai tidak suka dengan jenifer.
"Iya juga ver bener kata elo emang dia itu genit sama elo," sahut Reza.
__ADS_1
"Tapi gue gak terlalu respon juga," jawab Vero.
Mereka pun melanjutkan perbincangan yang sekarang lebih ke masalah bisnis yang sedang mereka rencanakan, setelah beberapa waktu akhirnya Ardi Reza dan juga Haikal pamit untuk keluar cari kesenangan di Bali.
Mereka sebenarnya mengajak Vero tetapi Vero menolak dan lebih memilih menemani sang istri istirahat di villa.
"Ya udah kalau gitu kita keluar dulu ya Ver," ucap Ardi seraya berpamitan.
"Iya kalian hati-hati ya,"
"bye," ucap Reza
Kemudian mereka pun keluar dari villa dan mencari kesenangan mereka sendiri, Vero yang habis mengantar sahabatnya keluar pun kembali ke dalam villa kemudian menuju ke arah kamar.
Dan saat membuka pintu dia melihat sang istri sedang tidur terlelap dengan damai, Vero pun mendekati sang istri dan melihat dari dekat wajah sang istri yang ternyata jika dilihat dari dekat sangat cantik.
"Ternyata kamu cantik sekali sayang kalau dilihat dari dekat." bisik Vero kepada Amanda, kemudian mencium ke dua pipi sang istri.
Kemudian Vero pun pergi menuju ke ruang kerjanya untuk menuntaskan pekerjaannya yang tertunda kemarin, meski Vero ikut berlibur ke Bali tetapi dia tetap harus selalu mengecek email yang masuk karena sangat penting.
Meski para karyawan lainnya sedang berlibur tetapi sebagai presdir dia tetap harus bekerja.
🥕🥕🥕
Waktu hampir sore Amanda yang terbangun pun melihat di sekelilingnya bahwa tidak ada suaminya disisinya.
Kemudian dia pun mencari keberadaan sang suami diluar kamarnya dari dapur ruang tamu dan taman namun tidak ada.
Kemudian Amanda pun ingat kalau Vero pernah bilang kalau di villa tersebut ada ruangan kerja.
Amanda pun menuju ke arah ruang kerja dan dia pun mengetuk pintu tersebut, kemudian beberapa saat dia pun membuka pintu dan benar saja sang suami sedang fokus bekerja hingga tidak sadar bahwa Amanda masuk ke ruangan tersebut.
Amanda yang tahu kalau Vero tidak tahu bahwa dia masuk pun memutuskan mendekati sang suami dan memeluknya dari belakang.
Reflek Vero pun melihat ke arah belakang dan melihat sang istri yang habis bangun tidur.
"Udah bangun?" tanya Vero yang hanya di angguki oleh Amanda.
"Mas udah dari tadi kerjanya?" tanya Amanda kepada sang suami yang selalu kerja terus.
"Iya," jawab Vero ringan.
"Jangan capek-capek ya mas," ucap Amanda khawatir karena suaminya selalu fokus ke pekerjaannya.
Vero pun hanya bisa tersenyum melihat kekhawatiran sang istri, saat istrinya sedang khawatir dia terlihat lebih cantik dan sangat menawan itulah yang terlintas dipikiran Vero.
"Sini," ucap Vero sambil menyuruh Amanda untuk duduk di pangkuannya.
Dengan ragu Amanda pun duduk di pangkuan Vero sambil mengamati sang suami yang kembali fokus bekerja.
.
.
__ADS_1
NEXT.............................>