Married With My Boss

Married With My Boss
BAB 20_Resepsi


__ADS_3

Saat sepasang pengantin ini sedang tertidur lelap tiba-tiba ada bunyi bell dari luar kamar hotel yang membangunkan mereka.


Manda pun membukakan pintu tersebut dan ternyata para perias yang datang untuk merias mereka.


"Maaf nona mengganggu, sekarang waktunya untuk merias diri," ucap perias tersebut kepada Manda saat dia baru saja membukakan pintunya.


"Oh iya saya lupa maaf mbk saya ketiduran tadi," ucap Manda merasa tidak enak hati.


"Siapa?" tanya Vero yang baru saja bangun dari tidurnya.


"Mbk Maya sama teamnya, mereka mau merias untuk resepsi nanti," jawab Manda.


Setelah itu Manda pun mulai di rias oleh perias dan Vero hanya bisa memandangi saat istri nya sedang di rias.


Vero untuk resepsi nanti menggunakan jas yang sangat simpel namun elegan sedangkan Manda menggunakan gaun rancangan tante Mela dengan tema internasional namun tetap di padukan dengan tema Indonesia, pokoknya sangat mewah sekali.


Setelah selesai dengan acara rias merias akhirnya pasangan tersebut menuju ruang resepsi.


Untuk tema sendiri para undangan diberitahukan untuk memakai pakaian serba putih karena untuk tempat resepsi ini di dekor dengan warna putih dengan bunga-bunga warna-warni yang menyejukkan mata dengan warna Rose Quartz dan Serenity yang mendominasi. (Maklum author nya carat)


Saat sudah sampai di depan ballroom mereka pun segera masuk saat mendengar suara MC acara yang mempersilahkan pengantin memasuki ruangan.


"Oke kalian pasti tidak sabar bagaimana kecantikan dan ketampanan pengantin kita bukan, kalau begitu mari kita sambut pasangan berbahagia kita," ucap MC acara atau tepatnya Reza.


Saat Manda dan Vero memasuki ballroom banyak pasang mata melihat mereka, para undangan dan tamu sangat kagum dengan kecantikan Manda yang sangat luar biasa dan juga Vero yang sangat tampan membuat mereka sangat cocok sekali.


Sesudahnya sampai di pelaminan mereka pun mulai melakukan beberapa acara mulai dari sungkeman dan banyak lagi.


Tak lupa Vero juga mengunjungi rekan bisnisnya yang dia undang dan rekan bisnis papanya.


Papa Hendra dan mama Ratna sudah tahu untuk merahasiakan identitas Manda jadi sebelum datang ke sini papa Hendra sudah meminta untuk para koleganya agar tidak membocorkan rahasia ini.


Syukurnya kolega papa Hendra dan papa Bram sangat pengertian dan memang kebanyakan mereka-mereka adalah sahabat papa Hendra dari masa kuliah dan sekolah.


Acara jabat tangan pun dimulai banyak sekali undangan yang mengucapkan selamat kepada Manda dan Vero.


"Selamat pak Vero akhirnya sudah tidak jomblo lagi," ucap Ardi kepada Vero dengan formal seperti sapaan bawahan kepada atasan namun di bumbui dengan bercanda.


"Kurang ajar, sana elo buruan cari biar gak jadi perjaka tua," sindir Vero.


"Sialan lo," ucap Ardi kesal.


Kemudian Ardi pun melanjutkan untuk bersalaman dengan Manda.


"Selamat Manda, gak nyangka saya kali kamu bakalan nikah secepat ini apa lagi sama bos sendiri lagi." ucap Ardi menggoda Manda.


"Sama pak Ar saya juga tidak menyangka," balas Manda malu.


"good luck ya Manda semoga kamu betah sama tuh anak satu," yang hanya mendapatkan senyuman dari Manda.


"Sialan lo ngomongin gue ya?" sahut Vero di sebelah mereka.


"Udah jangan berantem mulu ngapa," sahut Haikal.

__ADS_1


Setelah sahabat Vero memberi salam kemudian Risa pun memberi salam kepada pasangan pengantin tersebut.


"Selamat pak,"


"Iya terima kasih,"


"Amandaaaa selamat ya!" ucap Risa dengan teriakannya dan sambil menitikkan air matanya.


"Aduh jangan nangis dong Sa, nanti aku juga nangis loh, orang tadi ijab nangis sekarang masa nangis lagi sih," ucap Manda heran sama rekan nya yang satu ini.


"Iya Anda pokoknya selamat deh buat elo ya."


"Makasih ya ris."


Setelah Risa ternyata kak Dimas kakak Manda datang dari Bandung untuk menghadiri acara pernikahan adiknya itu mulai naik panggung dan menyalami pasangan pengantin tersebut dan memberi beberapa pesan terutama dengan Vero untuk menjaga sang adik.


"Vero Kakak mohon jaga Manda baik-baik ya jangan buat dia sedih nanti kalau dia rewel kamu marahi tapi jangan pernah marah apa lagi main tangan saat emosi ya, dia kelihatannya aja kuat tapi sebenarnya sangat lembut di dalam." ucap kakak Dimas kepada adik iparnya itu.


"Kak Dimas jangan khawatir aku pasti akan menjaga Manda dengan baik dan penuh cinta," sahut Vero meyakinkan kakak iparnya.


"Terima kasih," kemudian kak Dimas menuju ke arah Manda sang adik.


"Adik kakak udah gede aja nih padahal dulu masih sering ngambek an kalau kakak tinggal apa lagi pas kakak pindah ke Bandung pasti sedih sama nangis, eh sekarang udah nikah aja nurut sama suami gak boleh egois di hilangin ngambeknya. Kakak doa in semoga kalian langgeng terus sampai kakek nenek," ucap kak Dimas panjang kali lebar untuk adik dan adik iparnya itu.


"Amin terima kasih kak dan Manda minta maaf kalau seumpama Manda banyak salah sama kakak ya, doa in Manda terus kak ya," ucap Manda sambil memeluk kakaknya.


"Iya pasti dong kakak akan doa in yang terbaik buat kalian," ucap kak Dimas terharu bahagia.


"Kak Dila mana kak?" tanya Manda kepada kak Dimas karena istri kak Dimas tidak kelihatan.


"Dia masih di kamar hotel, kamu tahu sendiri kan gimana belibetnya orang hamil." ucap kak Dimas yang memang sang istri sedang hamil anak ke dua.


"Iya juga sih," tak lama kemudian kak Dila pun datang dengan Kenzi anak pertama mereka.


"Eh siapa ini yang dateng jagoan kecil tante ya," ucap Manda senang melihat keponakan tampan nya itu.


"Selamat ya Manda," ucap kak Dila pada Manda dan Vero.


"Terima kasih kak," balas Vero.


"Haiii siapa ini namanya," sapa Vero pada Kenzi dengan jongkok mensejajarkan dengan tinggi badan Kenzi yang kecil mungil.


"Kenzi om,"


"Aduh gemesnya mau om gendong?" tawar Vero dan dia mau, akhirnya Kenzi pun digendong oleh Vero.


"Astaga kalian udah cocok tuh punya anak, lihat Vero udah bisa meluluhkan hati Kenzi padahal anak itu susah banget kalau di ajak orang asing dan ini juga baru pertama mereka ketemu tapi udah akrab aja," ucap kak dimas.


Setelah perbincangan kak Dimas pun turun dari pelaminan kemudian berbaur dengan undang yang lain.


Saat sedang duduk di pelaminan untuk istirahat Manda pun merasa mulai kelelahan dan kakinya mulai sakit karena lama sekali berdiri menyapa undangan.


"Capek ya?" tanya Vero dan mendapatkan anggukan dari Manda.

__ADS_1


"Ya begitu lah nih heels tinggi banget jadi capek juga," protes Manda padahal heels nya tidak salah.


"Lepas aja kalau capek," ucap Vero.


"Gak usah bentar lagi juga udah selesai."


Akhirnya acara dilanjutkan sampai selesai, setelah selesai ballroom pun sudah kosong tidak ada tamu undangan sama sekali tersisa hanya keluarga inti saja.


"Selamat ya sayang," ucap mama Ratna yang sekarang sudah menjadi mama mertua Manda juga sambil memeluknya.


"Iya ma, makasih."


"Selamat Vero," ucap papa Hendra dan papa Bram kepada Vero secara bergantian.


"Selamat ya anak mama yang manja ini," ucap mama Delima kepada sang anak.


"Makasih ma," ucap Manda balik kepada mamanya sambil menitikkan air mata yang ia tahan dari tadi.


Setelah itu pun mereka semua kembali ke kamar hotel masing-masing, sepasang pengganti tersebut juga kembali ke kamar mereka.


"Astaga capek banget," sahut Manda saat masuk ke dalam kamar dan mendudukkan badannya di kursi.


Kemudian Manda pun melepas heelsnya karena merasa sakit dengan heels yang sangat tinggi dan tak terbiasa menggunakan heels tinggi seperti itu.


"Capek ya sini aku pijitin." tawar Vero.


"Gak usah mas," ucap Manda spontan.


"Kamu tadi panggil aku apa?" tanya Vero memastikan takut telinganya bermasalah.


"Aku boleh manggil kamu mas kan?" sahutnya lagi dengan nada terbata bata.


"Iya gak papa kok," jawab Vero dengan senyum.


"Mending aku bersihin make up aja dulu baru mandi kamu mandi dulu aja mas," ucap Manda di angguki oleh Vero.


Namun sebelum Vero masuk ke kamar mandi dia melihat sang istri sangat cantik dengan makeup tipisnya.


Vero yang tanpa sengaja pun mendekati sang istri yang kebetulan para periasnya sedang izin keluar sebentar.


"Ada apa mas?" tanya Manda karena melihat sang suami barunya itu mendekatinya.


Vero yang ditanya tidak menghiraukan pertanyaan Manda dan semakin mendekati sang istri.


Manda sedikit ketakutan karena suaminya semakin mendekatinya dan dengan spontan Manda pun mundur hingga menabrak dinding.


"Mas kamu kenapa?" tanya Manda was-was karena pertanyaan nya yang tidak dijawab oleh Vero.


.


.


NEXT.............................>

__ADS_1


__ADS_2