
Keesokan harinya Vero bangun terlebih dahulu, entah mengapa sang istri belum bangun juga padahal sebentar lagi akan jam kerja.
Vero pun membangunkan sang istri takut dia akan telat.
"Sayang, sayang."
"Ehmmm," ucap Amanda dengan mata masih tertutup.
"Kamu gak kerja?" tanya Vero.
"Kerja," jawab Amanda singkat.
"Tapi bentar lagi udah jam 7 pagi," jawab Vero membuat Amanda membuka matanya.
"Apa!" jawab Amanda kaget.
"Telat lagi," ucap Amanda kesal.
Vero pun hanya menganggukkan kepalanya seraya tatapan sedih, Amanda segera turun dari kasur dan juga menuju ke kamar mandi, dia mandi dengan kilat agar tidak telat kerja.
Setelah Amanda keluar dan sudah rapi dengan bajunya, Vero segera mengandeng tangan sang istri menuju ke bawah untuk sarapan.
"Gak sarapan?" tanya Vero karena istrinya malah menuju ke pintu depan.
"Enggak mas, gak keburu." jawab Amanda.
"Iya udah, tapi bawa bekal ya ini udah aku siapin." ucap Vero sambil memberikan bekal kepada sang istri.
Amanda pun menerimanya dengan senang hati, kemudian menuju mobil dengan sang suami untuk ke kantor.
Amanda masih belum sadar kalau kantor hari ini gempar gara-gara dirinya yang tertangkap kamera sedang berduaan dengan presdir mereka.
Saat sudah sampai kantor Amanda seperti biasa berjalan sendirian setelah di turunkan di trotoar jalan oleh Vero sang suami, tetapi saat dia turun ternyata ada karyawan yang tidak sengaja melihatnya dan langsung memotretnya dan menyebarkan foto tersebut ke grup karyawan.
Amanda masih belum sadar dengan semuanya, dia juga tidak membuka hp nya dan dia diamkan sehingga tidak tahu kalau banyak notifikasi di hp nya.
Saat Amanda sudah masuk ke kantor dia melihat banyak karyawan yang melihatnya dengan tatapan kesal, jengkel dan marah, sedangkan Amanda sama sekali tidak tahu apa-apa tapi yang pasti para karyawan sedang mengejek dan menghinanya di dalam hati dan itu bisa di rasakan oleh Amanda.
Segera Amanda menuju ke ruangannya dan para karyawan juga sedang melihatnya dengan tatapan sinis, Risa yang melihat temannya datang pun segera menarik Amanda ke tangga darurat yang sepi.
Amanda hanya bingung dengan semua ini dan dia pun bertanya kepada Risa.
"Ada apaan sih ris?" tanya Amanda bingung.
"Elo masih bilang ada apaan, elo belum lihat grup kantor?" tanya Risa mendapat gelengan dari Amanda.
"Enggak, emangnya ada apaan?" tanyanya sekali lagi.
Risa langsung memberi hp nya kepada Amanda dan memperlihatkan foto yang kemarin di parkiran hotel dan juga foto terbaru tadi pagi saat Amanda turun dari mobil Vero.
Amanda tidak bisa berkata-kata, banyak sekali cacian dari karyawan lainnya di grup tersebut.
"Siapa yang kirim?" tanya Amanda dan melihat nomornya ternyata adalah Mita, Amanda sedikit linglung dan tidak bisa berkata-kata.
"Elo gimana sekarang Man?" tanya Risa.
"Aku juga bingung ris, makanya dari tadi banyak karyawan yang ngelihat gue dengan marah."
__ADS_1
"Elo tenang aja, gue bakal jagain elo."
Amanda pun tersenyum mendengar ucapan Risa dan merasa tenang, Amanda dan Risa pun kembali ke ruangannya, dia mencoba untuk terlihat biasa saja meski banyak tatapan membunuh dari karyawan lainnya.
Sekarang ini banyak karyawan yang sibuk mempersiapkan diri mereka untuk pesta nanti, karena akan banyak tamu undangan yang hadir sehingga mereka harus tampil cantik siapa tahu bisa menemukan jodoh.
Tetapi karena mendapat kabar soal presdir mereka membuat karyawan wanita semuanya marah hingga ingin meluapkan semuanya kepada Amanda.
Saat Amanda ke toilet ada beberapa karyawan yang ternyata juga di toilet dan Mita juga di sana.
"Eh j*lang, elo habis di buang sama bapak nih anak haram eh malah deketin pak Vero," ucap Mita sinis.
"Mit elo apa-apaan sih anak gue bukan anak haram, asal elo tahu dia punya bapak!" bentak Amanda tak kalah tegas.
"Eh kalau j*lang yang j*lang, meski ada bapak ya tetap anak haram."
Mita kemudian mendorong Amanda dan tangan mita bertengger di leher Amanda, Mita mencekiknya hingga Amanda kesulitan bernafas, sedangkan pada karyawan lainnya hanya melihat dengan senang dan beberapa malah memvideokan nya.
"Mit.... mitaaa," ucap Amanda dengan terbata-bata dan memohon untuk melepaskannya.
"Asal elo tahu ya j*lang, gue gak akan maafin elo kalau sampek gue lihat elo sama pak Vero lagi," ucap Mita kemudian melepaskan tangannya dari leher Amanda.
Dan Amanda langsung terjatuh ke lantai karena seluruh tubuhnya gemetar hebat, dia hampir saja m*ti dan mencelakai sang bayi.
Amanda pun mengelus perutnya dan meneteskan air mata, sedangkan Mita dan yang lainnya pergi meninggalkan Amanda.
Tak lama kemudian Risa yang merasa aneh karena sahabatnya tak kunjung muncul pun menyusul Amanda ke toilet.
Saat Risa masuk dia mendapati Amanda sedang duduk di lantai dan mengelus perut sambil menangis.
"Man elo kenapa?" tanya Risa dengan khawatir.
"Elo gak papa gimana coba," balas Risa tidak percaya.
Kemudian Risa tidak sengaja melihat leher Amanda yang tampak merah dan ada beberapa cap tangan persis seperti orang habis di cekik.
"Amanda jawab gue jujur leher elo kenapa?" tanya Risa.
Amanda pun bingung karena pertanyaan sang sahabat dia tidak mungkin bilang kalau dia baru saja di cekik oleh Mita bukan.
"Amanda, gue mohon elo jujur sama gue."
"Sebenarnya tadi saat aku ke toilet gak sengaja ketemu Mita, terus ya gitu." ucap Amanda membuat Risa marah dan ingin menghampiri Mita, namun Amanda langsung mencegatnya dan menyuruhnya membiarkan saja.
"Elo ya Man, gue kesel banget dia udah nyakitin elo. Gimana nanti kalau anak elo juga di sakitin?" tanya Risa membuat Amanda menegang dan memeluk perutnya.
"Enggak," jawab Amanda singkat.
Tidak ingin membuat sang sahabat sedih Risa pun membawa Amanda ke luar dari toilet dan membawanya ke klinik kantor dan menyuruhnya untuk tenang.
"Elo tenang aja ya Man, gue bakal di samping elo." ucap Risa.
🥕🥕🥕
Di tempat lain Vero yang sedang sibuk dengan berkasnya mendapat kabar dari Ardi kalau Amanda sekarang berada di klinik kantor.
^^^[Halo Di, ada apaan?]^^^
__ADS_1
[Eh Ver, gue denger Amanda sekarang ada di klinik kantor.]
^^^[Elo kata siapa?]^^^
[Tadi Risa telepon gue terus izin buat temenin istri lo]
^^^[Amanda kenapa?]^^^
[Sebenarnya sih, kata Risa tadi Amanda habis di bully sama karyawan perempuan di toilet,] jawab Ardi membuat Vero seketika berdiri dan mengebrak meja.
^^^[Siapa yang udah ngebully Amanda?] tanya Vero dengan wajah merah padam menahan amarahnya.^^^
[Gue juga gak tahu, tadi Risa cuma ngomong gitu aja.]
^^^[Kenapa dia ngebully Amanda?] tanya Vero.^^^
[Elo belum denger kalau grup kantor pagi tadi heboh gara-gara elo sama Manda,] ucap Ardi.
^^^[Maksudnya?]^^^
[Mending elo suruh Angga selidiki deh,] sahut Ardi.
^^^[Awas aja.]^^^
[Elo harus tenang Ver,] ucap Ardi.
Vero pun mematikan teleponnya dan memanggil Angga dan mbk ida untuk ke hadapannya.
"Mbk Ida tolong bantu saya untuk melihat kondisi Amanda di klinik kantor," ucap Vero dengan tegas.
"Amanda kenapa pak?" tanya mbk Ida memotong perkataan bos nya itu.
"Dia habis di bully sama karyawan," sahut Vero.
"Dan Angga segera cari tahu siapa yang sudah ngebully istri saya," ucap Vero.
Kemudian mbk Ida dan Angga pun keluar dari ruangan Vero dan segera melakukan tugasnya, Mbk Ida segera menuju ke klinik di mana Amanda berada sekarang.
Saat masuk mbk Ida segera melihat istri bos nya itu yang berbaring di ranjang dengan lemas.
"Manda, kamu gak papa?" tanya mbk Ida khawatir.
"Mbk Ida, kok bisa ada di sini?" tanya Amanda.
"Udah itu gak penting yang penting kamu gak papakan?" tanya mbk Ida mendapat anggukan dari Amanda.
"Aku gak papa kok mbk," jawab Amanda.
"Syukurlah."
Kemudian mbk Ida pun menemani Amanda sebentar kemudian kembali ke ruangan presdir dan memberitahukan kalau keadaan Amanda baik-baik saja, dan memberitahukan tentang Amanda yang di cekik di toilet karena terlihat dari leher yang memerah.
Vero di sana sudah marah sejadi-jadinya bagaimana bisa sang istri di perlakukan seperti itu di kantor suaminya sendiri.
.
.
__ADS_1
NEXT.............................>