Married With My Boss

Married With My Boss
BAB 37_Pingsan


__ADS_3

Vero yang melihat istrinya pingsan pun sangat khawatir.


"Astaga sayang," ucap Vero khawatir.


"Ada apa tuan?" tanya Angga menghampiri sang majikan .


"Angga tolong saya," mohon Vero untuk pertama kalinya karena dia sangat khawatir dengan istrinya.


"Astaga nyonya," ucap angga yang juga syok.


"Buruan siapkan mobil kita bawa ke rumah sakit," perintah Vero kepada angga.


"Baik tuan,"


Angga pun pergi mengambil mobil, Ardi yang masih melihat Vero dari jauh merasa bingung karena Angga pergi dengan terburu-buru.


Akhirnya Ardi pun menghampiri sang sahabat sekaligus atasannya itu dan terkejut ternyata Amanda sudah terbaring pingsan di sana.


"Astaga ada apa ini ver?" tanya Ardi kepada Vero.


"Gue juga gak tahu," ucap Vero dengan khawatir.


Kemudian Vero pun menggendong Amanda sambil menunggu mobil datang, tak lama kemudian mobil pun datang dan Vero pun membawa Amanda ke rumah sakit terdekat.


🥕🥕🥕


Di sisi lain Risa yang masih memikirkan sesuatu yang ganjal dipikirannya tiba-tiba teringat bahwa dia berjanji sama Amanda akan menjemputnya namun dia malah lupa.


Kemudian ia melihat didalam bis apakah Amanda sudah naik atau belum dan ternyata dia belum naik.


Risa mulai khawatir karena meninggalkan Amanda sendirian dan hari mulai sore.


"Astaga mbk Ida aku lupa," ucap Risa kepada mbk Ida.


"Ada apa ris?" tanya mbk Ida bingung.


"Amanda gak ada di bis mbk," ucap Risa dengan khawatir.


"Kok bisa ris?" ucap mbk Ida yang mendengar itu pun juga dibuat khawatir.


"Tadi Amanda Istirahat sebentar di gazebo karena dia kecapekan terus aku tinggal buat lihat-lihat binatang aku janji kalau akan jemput mbk tapi aku lupa sekarang gimana ini mbk," ucap Risa dengan khawatir.


"Kamu tenang dulu sebentar coba mbk telpon Angga," ucap mbk Ida dengan menenangkan Risa dan mencoba menghubungi Angga.


Mbk Ida pun menghubungi Angga memberitahukan bahwa Amanda sepertinya tertinggal di kebun binatang.


Setelah selesai menelepon Angga mbk Ida pun memberitahukan Risa kalau Amanda sekarang sedang dibawa ke rumah sakit karena pingsan.


Risa yang mendengar hal itu pun syok dan menangis karena dia meninggalkan Amanda membuat rekan kerjanya itu jadi pingsan.


"Udah ris kamu gak usah nyalahin diri kamu sendiri ya untuknya pak Vero sudah temuin Amanda," ucap mbk ida menenangkan Risa.


"Iya mbk,"


Setelah sampai di hotel Risa pun langsung menuju ke rumah sakit dengan mbk Ida, Amanda yang belum sadar dibawa ke dalam oleh Vero dan diperiksa oleh dokter.


Setelah dokter keluar Vero pun menanyakan keadaan Amanda sang istri kepada dokter.


"Bagaimana dok keadaan istri saya?"


"Alhamdulillah pak Vero, bu Amanda cuma kecapekan dan sepertinya beliau demam dari kemarin, jadi untuk beberapa saat berada di rumah sakit dulu tunggu cairan infusnya habis terlebih dahulu baru boleh untuk pulang," ucap sang dokter.

__ADS_1


"Baik dok terima kasih,"


"Iya pak kalau begitu saya permisi dulu," pamit dokter tersebut kepada Vero.


"Baik dok sekali lagi terima kasih,"


Kemudian dokter tersebut pun pergi meninggalkannya dan Vero juga sudah diperbolehkan masuk ke kamar sang istri.


Setelah itu Vero pun masuk kedalam ruangan sang istri yang belum membuka matanya, Vero duduk disamping ranjang rumah sakit dan memegang tangan Amanda.


"Sayang kamu bangun ya gak capek apa dari tadi tidur mulu," ucap Vero merasa gagal menjadi seorang suami.


Tak lama kemudian Amanda pun bangun dan melihat suaminya yang sedang memandanginya dengan wajah sendunya.


"Mas," ucapan Amanda pertama kali saat membuka mata.


"Sayang kamu udah bangun sebentar aku panggil dokter dulu,"


Vero pun memanggil dokter untuk memeriksa sang istri dan dokter pun datang.


"Bagaimana bu Amanda keadaannya?" tanya dokter mungkin ada keluhan dari Amanda dengan tubuhnya.


"Alhamdulillah sudah membaik dok,"


dokter pun memeriksa keadaan Amanda.


"Syukurlah demam sudah turun dan sudah bisa pulang tapi tunggu sampai cairan infusnya habis bu ya,"


"Iya dok makasih ya,"


Setelah dokter pergi dan Vero pun menanyakan keadaan sang istri.


"Sayang kamu bener gak papa kalau butuh apa apa kamu bilang ya," ucap Vero dengan khawatir.


Saat mereka sedang berbincang tiba-tiba pintu kamar terbuka dan menampakkan Risa dan mbk Ida datang.


Risa yang sudah menangis sejak melihat Amanda pun menghampiri sang sahabat dan memeluknya.


"Amanda maafin aku sumpah aku lupa Man," ucap Risa dengan tangisan yang cukup keras yang dilihat oleh pak presdirnya, Angga, Ardi dan mbk Ida.


"Udah gak papa kok aku Ris, ini bukan salah kamu kok." ucap Amanda menenangkan temannya tersebut.


"Kamu gak papakan?"


"Iya aku gak papa kok,"


"Beneran?"


"He'em,"


"Syukur kalau begitu," ucap Risa sambil mengusap air matanya.


"Udah gak usah nangis dong," goda Amanda sambil menghapus air mata Risa.


Setelah cairan infus habis akhirnya Amanda pun kembali ke hotel semua orang masuk ke dalam mobil begitu pun dengan Risa dan mbk Ida.


Saat dalam perjalanan tiba-tiba Vero menyuruh Amanda untuk tidur di villa tidak di hotel.


"Sayang mending kamu nanti tidur di villa dengan aku," ucap Vero.


"Enggak mas aku gak papa kok,"

__ADS_1


Semua orang diam dan hanya mendengarkan percakapan antara suami istri tersebut.


"Enggak, aku gak ngizinin kamu lagi sakit sayang," ucap Vero dengan nada tegas.


"Mas aku udah baik baik aja kok," alasan Amanda.


"Gak ada penolakan ini perintah," ucap Vero tegas.


Mau tidak mau akhirnya Amanda pun menuruti perintah sang suami, mereka pun sudah sampai diparkiran hotel, Amanda pun turun dari mobil dan mengikuti langkah kaki Vero menuju ke villanya.


"Kalau begitu kami permisi tuan," pamit Angga tidak ingin mengganggu waktu pengantin baru tersebut.


"Iya terima kasih ya," dan di angguki oleh semuanya.


"Baik tuan,"


"Makasih ya Ris dan kamu gak usah sedih lagi oke." ucap Amanda.


"Iya Manda, ya udah sana istirahat."


"Iya,"


"Kalau begitu kita duluan ya," ucap Ardi yang di angguki oleh Vero.


Akhirnya Amanda pun masuk ke dalam villa mengikuti sang suami yang sudah masuk duluan.


"Udah kamu istirahat," ucap Vero.


"Iya," Amanda pun menuju ke arah kamar tamu.


Vero yang melihat itu dibuat bingung kenapa istrinya menuju ke ruang tamu tetapi tidak mengikutinya menuju ke kamar utama.


"Kamu mau ke mana?"


"Mau istirahat kan tadi kamu nyuruh aku istirahat," ucap Amanda sangat polos.


"Tapi kok ke sana?" tanya Vero bingung.


"Iya kan tempat tidur,"


"Enggak kamu tidur sama aku,"


"Enggak mau aku mau tidur sendiri," ucap Amanda sambil membuka pintu kamar tamu.


Namun sebelum sepenuhnya masuk ke dalam tubuh Amanda sudah diangkat oleh Vero digendongnya Amanda seperti mengangkat beras.


"Astaga mas turunin aku kamu kenapa sih," teriak Amanda saat digendong Vero.


"Aku tadi udah bilang kamu tidur sama aku gak ada penolakan,"


Mereka sampai di kamar dan Vero pun menurun kan Amanda ke atas ranjang.


"Kamu ya mas ih," ucap Amanda kesal sambil menarik selimut dan tidur membelakangi Vero saat tidur.


Vero yang tidur sambil dipunggung istrinya merasa bersalah karena telah memerintah istrinya untuk tidur bersamanya karena memang dia tidak bisa kalau tidak tidur dengan Amanda.


Selama di Bali ini Vero sangat tersiksa saat tidur karena tidak ada istrinya disampingnya, Vero pun memeluk sang istri dari belakang dan mencari tempat ternyaman untuk sekedar mengurangi rasa lelahnya.


Amanda yang merasakan ada pergerakan dibelakang pun merasa sangat merindukan pelukan dari sang suami dan juga kasihan karena beberapa hari ini dia dan sang suami sangat jarang tidur seperti ini ya walau cuma baru kemarin.


.

__ADS_1


.


NEXT.............................>


__ADS_2