Married With My Boss

Married With My Boss
BAB 110_Kecanggungan


__ADS_3

Keesokan harinya Amanda sudah siap dengan sarapannya, dia bangun pagi-pagi sekali untuk menyiapkan sarapan pagi ini.


Dia sudah tidak merasa sakit sehingga dia bosan tidak melakukan apapun di kamar dan Amanda bangun pagi sekali bahkan sang suami tidak bangun saat Amanda melepaskan pelukannya.


Amanda berkutat sendirian di dapur dan mbok Yem pun belum dateng.


"Astaga nyonya Amanda kok gak panggil mbok sih," ucap mbok Yem yang baru saja sampai di dapur.


"Udah mbok gak papa kok, aku juga pingin buat sarapan untuk mas Vero aja kok." sahut Amanda.


"Ya udah sini mbok bantu nyonya."


Mbok Yem pun membantu Amanda pun menyiapkan bahan-bahan untuk membuat sarapan.


Saat makanan sudah selesai Amanda pun berniat untuk membangunkan sang suami yang masih tidur cantik.


"Kalau gitu aku bangunin mas Vero dulu ya mbok," ucap Amanda.


"Iya nyonya."


Amanda pun pergi ke atas untuk membangunkan sang suami, namun saat ia masuk tempat tidur sudah kosong tidak ada orang.


Amanda pun melihat pintu kamar mandi yang tertutup menandakan ada orang di dalam, Amanda pun hanya menggelengkan kepalanya karena sang suami bisa bangun sendiri tanpa ia harus susah payah membangunkannya.


Saat Amanda baru saja masuk dan membersihkan tempat tidur, pintu kamar mandi terbuka dan menampakkan sang suami yang segar dan baru saja mandi.


"Kamu kok tinggalin aku sih," rengek Vero saat baru saja keluar.


"Kan aku harus masak mas," balas Amanda.


Vero pun menuju ke arah sang istri dan memeluknya dari belakang.


"Astaga mas, kamu kenapa sih?" tanya Amanda karena sang suami sangat manja.


"5 menit sayang," ucap Vero masih memeluk sang istri.


Amanda pun pasrah dan tidak menolak permintaan sang suami, dirasa sudah cukup lama Amanda pun meminta sang suami untuk melepaskannya.


"Mas lapas ih, udah sana ganti baju." Amanda berucap dengan melepaskan tangan sang suami.


Vero pun melepaskannya dan berjalan menuju walk in closet untuk mengganti bajunya.


Sedangkan Amanda melanjutkan membersihkan kamar yang berantakan, kemudian setelah selesai dia pun menunggu sang suami sedang ganti baju untuk mengajaknya makan.


Saat Vero keluar dia melihat Amanda yang duduk di sofa termenung sendirian.


"Sayang, kamu kenapa?" tanya Vero sambil duduk di samping sang istri.


"Aku gak papa kok mas, udah kan? Yuk ke bawah sarapan." ajak Amanda mengajak sang suami turun.


Setelah sampai di meja makan mereka segera menyantap sarapannya hingga habis, saat selesai makan Amanda pun ragu ingin mengungkapkan keinginannya kepada sang suami takut jika Vero tidak mengizinkannya.


Vero yang tahu akan gelagat sang istri yang sangat aneh pun menanyakannya kepada Amanda.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Vero.

__ADS_1


Amanda yang ditanya pun kaget karena sang suami yang tahu akan sikapnya yang aneh tersebut.


"Sebenarnya mas aku mau mau izin ke mas untuk bekerja lagi." ucap Amanda pun mengungkapkan keinginannya.


Dilihat dari raut wajah sang suami yang tenang, dingin dan tidak berubah sama sekali membuat hati Amanda juga tidak tenang, dia sudah pasrah jika sang suami tidka mengizinkannya.


"Kenapa?" tanya Vero dengan wajah datar dan dingin nya.


Benar saja kalimat pertama yang diucapkan sang suami langsung menanyakan mengapa sang istri ingin bekerja lagi.


"Aku capek mas di rumah terus, kemudian aku juga udah kangen dengan pekerjaan aku." Sahut Amanda.


Vero pun terdiam dan tidak menjawab hal tersebut, sebenarnya Vero sudah bisa menduga karena sang istri hari ini menggunakan baju kantoran yang biasa dia gunakan.


"Kamu bisa membiasakan diri dengan suasana baru di sana, karena sekarang semua karyawan sudah tahu kalau kamu istri aku." ucap Vero.


Amanda awalnya juga ragu dan tidak yakin, namun setelah mempertimbangkannya Amanda pun yakin bahwa dia sudah mantap akan kembali bekerja.


"Iya mas, aku udah siap kok." jawab Amanda.


"Ya udah kamu boleh kembali bekerja, namun kamu harus kasih kabar ke aku dan aku akan pantau kamu takutnya ada karyawan yang berbuat jahat kepada kamu kayak kemarin," ucap Vero.


"Siap."


Amanda hanya pasrah dan menyetujuinya, dia juga merasa bahwa suaminya harus melindunginya karena sekarang semua karyawan sudah tahu yang sebenarnya pasti akan banyak yang tidak suka dengannya.


Setelah itu Vero dan Amanda pun berangkat untuk ke kantor, sekarang Amanda sudah berangkat dengan sang suami sampai dengan parkiran kantor dan tidak takut jika ada karyawan yang melihatnya.


"Ya udah yuk masuk," ajak Vero kepada sang istri saat mereka sudah sampai di parkiran.


"Iya."


Saat sudah sampai kebetulan juga ada Ardi yang juga baru saja sampai ke kantor.


"Halo Man, Ver.." sapa Ardi.


"Halo pak Ardi." sapa Amanda balik.


"Loh Manda kenapa elo di sini?" tanya Ardi pasalnya Vero belum memberitahukan bahwa Amanda akan kembali bekerja.


"Dia akan kerja kembali," jawab Vero datar, namun respon dari Ardi yang paling terlihat.


"Apa! Kenapa?" tanya ardi.


"Aku emang mau sendiri pak," jawab Amanda.


Maklum lah bagi seorang wanita yang sudah pernah bawa uang hasil kerjanya sendiri itu sangat memuaskan dan menyenangkan dalam pekerjaannya sehingga Amanda sangat tidak rela untuk riska bekerja lagi.


"Gue nitip Amanda jaga dia baik-baik ya," ucap Vero tegas.


"Oke Ver, elo tenang aja."


Kemudian Vero pun pamit pergi ke ruangannya.


"Kalau gitu aku ke atas dulu ya sayang," pamit Vero mendapat anggukan dari Amanda

__ADS_1


"Iya."


Vero pun pergi dan hanya ada Ardi dan Amanda saja, jangan tanyakan lagi semua karyawan pada melihat ke arah Vero dan Amanda yang berada di depan ruangan pemasaran.


Semua karyawan penasaran dengan hubungan suami istri tersebut dan sangat ingin tahu mengapa Amanda kembali ke perusahaan padahal suaminya sudah sangat kaya raya sekali.


Sebenarnya Amanda sudah bisa menebak kalau karyawan lainnya akan melihatnya seperti itu tetapi dia tidak ambil pusing dan memilih untuk masuk ke ruangan pemasaran.


Saat Amanda masuk semua karyawan juga melihatnya seakan bertanya mengapa dia ada di sini.


"Amandaaaaaa!!" teriak Risa saat melihat sahabatnya datang.


"Hai Ris, Nggi." sapa Amanda saat Risa dan Anggi menghampirinya.


"Elo kenapa di sini Man?" tanya Anggi penasaran dan Risa juga menganggukkan kepalanya seperti satu pemikiran dengan Anggi.


"Ya gue kerja lah," ucap Amanda santai.


"Kenapa?" tanya Risa dengan ding dong nya.


"Kok kenapa sih, ya gue pingin kerja." ucap Amanda.


"Astaga Manda, elo kan istri bos masa masih kerja jadi karyawan gini sih." Anggi mencelah.


"Aku gak mau sia-siain kepintaran ku," ucap


Amanda dengan percaya dirinya.


"Heeh terserah elo deh," jawab Risa dengan muka jutek namun hanya untuk bercandaan seperti males mendengar kesombongan sang sahabatnya itu.


"Udah sana kerja," ucap Amanda.


"Iya,"


Mereka pun kembali ke tempatnya masing-masing dan memulai bekerja, sedangkan karyawan lainnya tak jarang melihat Amanda dan menundukkan kepalanya saat berpapasan dengannya.


Semua karyawan segan dengan Amanda karena menyandang istri seorang presdir di kantor mereka, sehingga membuat mereka harus lebih sopan dengannya padahal dulu mereka malah banyak yang menggunjingnya.


Mereka semua seperti takut nasibnya akan seperti Mita yang harus mendekam di penjara karena bermasalah dengan istri dari bos mereka.


Karena Amanda merasa tertekan dnegan tatapan karyawan lain di divisinya, Amanda pun berkata kepada karyawan lainnya agar menganggapnya sebagai rekan kerja saja.


"Aku mohon anggap saja gue kayak rekan kerja kalian seperti dulu," ucap Amanda saat mereka berkumpul dan akan memulai rapat divisi.


"Gimana gue nganggep elo kayak dulu Man, pangkat elo sama gue jauh bro." Dino berkata seperti itu.


"Gak usah peduliin kayak gitu, di sini kita tetep karyawan gak ada yang spesial," ucap Amanda meyakinkan mereka semuanya.


"Bener ya," sahut Dino meyakinkan.


"Iya."


Mereka pun mulai sedikit menerima perbedaan status dari Amanda meski sedikit canggung.


.

__ADS_1


.


NEXT.............................>


__ADS_2