Married With My Boss

Married With My Boss
BAB 11_Berkas


__ADS_3

Saat Manda sedang bekerja tiba-tiba pak Ardi datang dari ruangan pak presdir ke mejanya dan meminta Manda untuk ke ruangannya.


"Manda habis ini kamu ke ruangan saya," kata pak Ardi.


"Baik pak," jawabnya.


Manda yang di suruh pun hanya bisa bingung ada apa ini, apa yang sudah di katakan Vero sama pak Ardi.


"Eh Manda ada apaan gak biasanya pak Ardi panggil lo sendirian pasti ada masalah sama laporan lo mungkin," sahut Risa pada Manda membuat dia ketat ketir di buatnya.


"Jangan ngomong gitu dong lo sa," jawab Manda.


"Udah sana deh nanti di marahin lo kalau telat," sambungnya.


"Iya," jawab Manda dengan melangkah kan kaki ke ruangan pak Ardi.


Tok tok tok


"Permisi pak Ardi," sapanya dengan sopan.


"Masuk Manda," jawabnya.


"Terima kasih pak,"


"Manda ini berkas kamu kasih ke ruangan pak Vero ya saya masih ada kerjaan," ucap pak Adri membuat Manda terkejut.


"Aaa ha.... harus saya ya pak?" tanya Manda.


"Iya harus kamu," tegas pak Ardi pada Manda


dan dalam hati kecilnya hanya,


"Aduhhh gimana ini pasti nanti ketemu dong sama pak Vero, aduhh mau ngomong apa ini." isi hatinya gugup.


"Ini berkas nya jangan lupa kasih langsung ke presdir ya," ucap pak Ardi.


"Iya pak kalau begitu saya permisi," pamit Manda.


Setelah keluar dari ruangan pak Ardi Manda pun menuju ke lantai atas ruangan pak presdir.


Saat sedang berada di lift banyak karyawan wanita yang sedang bergosip tentang presdir baru mereka.


"Ehh pak Vero ganteng banget ya, pingin deh jadi istrinya, sekertaris aja deh gpp." ucap salah satu karyawan wanita.


"Iya gue juga mau kali, semua karyawan wanita di sini juga mau kali kalau cowoknya kayak pak Vero dan juga masih sendiri lagi siapa coba gak mau," ucap lainnya.


Sumpah telinga Manda kayak panas gara-gara mendengar gosip-an mereka.


Saat sudah sampai di lantai ruangan pak presdir Manda pun keluar, saat dia keluar banyak mata yang memandangnya sinis dan bertanya-tanya kenapa Anda keluar di lantai ini.


Karena di lantai ini hanya ada ruangan presdir dan tempat istirahat presdir dan juga ruangan sekertaris saja.


Manda yang ditatap hanya diam dan melanjut kan perjalanannya ke ruangan pak presdir, saat dia sudah berada depan ruangan presdir aku melihat meja sekertaris sedang kosong dan Angga tidak ada di mejanya Manda pun mengetuk pintu pak presdir.


Tok tok tok


"Permisi pak," sahut nya beberapa kali namun tidak ada jawaban sehingga Manda simpul kan mungkin pak presdir sedang keluar dengan Angga.

__ADS_1


"Mbk ada apa ya?" tanya seorang wanita yang Manda kenal sebagai sekertaris presdir bernama mbk ida.


"Oh mbk ida pak Vero nya ada? Saya mau ngasih berkas tapi sepertinya gak ada deh." ucap Manda.


"Oh pak Vero sama pak Angga sedang rapat mbk, lebih baik mbk Manda nanti ke sini lagi aja." ucap mbk ida.


"Oh ya udah kalau gitu aku ke bawah lagi aja ya mbk." pamit Manda.


Manda pun memutuskan kembali ke ruangannya, saat dia sedang berada di lift karyawan banyak mata tertuju padanya.


Mungkin karena melihat nya keluar dari lantai presdir, ada pun yang nyinyir tentangnya namun Manda tidak mempermasalahkan hal itu.


"Eh Manda ngapain elo dari lantai presdir tadi? Mau goda pak Vero lo ya," sahut salah satu karyawan yang berada di lift dengannya.


Amanda hanya diam tidak tertarik untuk meladeni ocehan nya dan juga karena banyak karyawan juga yang berada di lift ini.


"Diam aja bisu lo," ucapnya kembali pada Manda karena memang banyak karyawan yang tidak suka dengannya salah satu nya karena kecantikannya.


"Maaf saya tidak ada niatan apa pun saya hanya memberikan berkas pemasaran untuk beliau," ucap nya saat pintu lift terbuka Manda pun segera keluar.


"Sombong amat," ucapnya kembali yang masih bisa Manda dengar.


Namun Manda tetap melangkahkan kaki ke ruangannya, saat sudah sampai ruangan nya Manda pun menuju keruangan pak Ardi.


Tok tok tok


"Permisi pak," ucap Manda.


"Iya masuk,"


"Maaf pak ini berkasnya, tadi pak Vero tidak ada di ruangannya." sahut Manda.


"Baik pak, kalau begitu saya permisi pak," pamit nya.


"oke," jawab pak Ardi.


Setelah itu Manda pun keluar dari ruangan pak Ardi dan menuju mejanya, saat dia menuju mejanya Risa menghampirinya dan menanyakan ke kepoannya.


"Ada apa pak Ardi manggil elo dan elo dari mana tadi?" ucapnya kepo.


"Satu-satu ngapa nanyanya," jawab Manda.


"Ih buruan," timpalnya.


"Tadi gue disuruh ngasih berkas ke pak Vero doang terus pak Vero nya tadi gak ada di ruangan jadi gue balik lah," ucap Manda santai.


"Apa elo ke ruangan pak Vero! Astaga ngapa enggak ngajak gue sih," jawabnya kesal.


"ihh apaan sih gw tuh ke sana buat ngasih berkas buat mau jalan jalan, udah sama kerja nanti pak Ardi marah tahu rasa Lo." sahut Manda menakutinya.


"Ih resek deh," ucapnya dengan kembali ke meja kerjanya.


Hampir satu jam berlalu pak Ardi memanggil nya lagi.


"Manda kamu ke ruangan saya," sahut pak Ardi.


"Baik pak," balas Manda meninggalkan pekerjaannya.

__ADS_1


"Ini berkasnya kamu kasih lagi ya ke pak Vero, tadi beliau katanya sedang rapat dengan para pemenang saham jadi tidak ada di ruangannya dan sekarang beliau sudah ada di ruangannya kamu ke sana saja sudah saya beritahu pak Vero." kata pak Ardi.


"Baik pak, permisi." sambungnya dengan mengambil berkas di meja dan keluar dari ruangan pak Ardi.


Manda pun melangkahkan kaki keruangan pak presdir, saat sudah di lantai ruangan presdir Manda pun menuju ke ruangan nya.


Syukur untuk lift tadi sepi sehingga tidak ada nyinyiran lagi dari karyawan, dia menuju ke ruangan pak Vero dan melihat pak Angga di mejanya.


"Permisi pak Angga," sapa nya.


"Iya, mbk Manda?" tanya pak Angga pada Manda karena memang tadi Vero sudah menyampaikan pada Angga kalau ada karyawan yang akan ke sini.


"Iya pak, pak Vero nya ada pak?" tanya Manda.


"ada silahkan masuk saja mbk sudah ditunggu sama pak Vero," timpalnya.


Manda pun masuk dengan mengetuk pintu terlebih dahulu.


Tok tok tok


"Permisi pak," izin nya sopan.


"Masuk," jawabnya


"Ini pak berkas yang bapak inginkan," ucap manda memberikan berkas tersebut..


"Maaf pak ada yang bisa di bantu lagi pak kalau tidak ada saya pamit dulu," ucap Manda.


"Sebentar ada yang ingin saya bicara kan kamu," sahutnya pada Manda.


"Iya ada apa pak."


"Begini nanti pas jam makan siang kamu kemana?" tanyanya pada Manda.


"emm mungkin makan siang seperti biasanya di kantin pak ada apa emangnya?" jawab Manda.


Karena memang tidak ada rencana untuk kemana-mana, biasanya mereka karyawan pemasaran makan bersama di restoran, tapi berhubung nanti banyak yang tidak bisa jadi mungkin makan di kantin kantor saja.


"Sebenarnya mama meminta kita untuk fitting baju pengantin ke butiknya tante Mela gimana kamu bisa kan," ucap Vero pada Manda.


Membuat Manda syok karena lupa akan baju pengantin padahal tinggal dua hari lagi hari pernikahan mereka.


" Iya bisa kok," jawabnya sedikit ragu.


"Kalau gitu nanti kamu kabari saya kalau udah jam istirahat ," sahutnya yang Manda jawab dengan anggukan.


"Baik pak, kalau begitu saya pamit dulu pak permisi," pamitnya pada Vero.


"Ya silahkan," timpalnya.


Manda pun pamit dari ruangan pak Vero dan pergi menuju ke ruangannya di divisi pemasaran.


Setelah Manda menerima tawaran dari Vero pun ikut senang karena tidak ada penolakan dari sang calon istri.


.


.

__ADS_1


NEXT.............................>


__ADS_2